
Setelah keluar dari rumah itu Cyntia masih di jalan dan melajukannya dengan santai tiba tiba Cyntia teringat sesuatu panggilan yang dia dan risky dapat kan tadi.
"Apa ya maksud dari Panggilan itu, apa benar ada orang yang membutuhkan Bantuan kami berdua kalo pun ada tolong kasih kami petunjuk lagi, oh ya lupa kok Risky Punya kekuatan yang sama kayak gue sih dan panggilan tadi juga ada, apa dia juga sama kayak gue mana gue lupa lagi minta no hp nya buat dihubungi kalo dia dapat petunjuk itu lagi, Tahu ah pusing"Ucap Cyntia lalu menancapkan Gas Mobilnya itu dengan kecepatan Tinggi seperti pembalap pada umumnya karena Cyntia adalah seorang Queen Racing dan sudah menjuarai Piala dunia sebagai Pembalap internasional.
3 Jam kemudian Mobil Cyntia pun Sampai di depan rumahnya lalu memakirkan mobilnya di depan Bekasi, karena jarak rumah risky ke rumah Cyntia jauh mangka dengan itu Sedikit Lambat pulangnya.
Lalu Cyntia pun keluar mobilnya dan memberikan kunci mobilnya kepada mang Udin untuk dimasukkan ke dalam Bekasi mobil.
Sedangkan Cyntia dia pun Masuk ke rumahnya dan langsung disambut oleh bibi Lila Yang Lagi membersihkan Ruang Tamu.
"Sore Non"Ucap Bibi Lila saat membersihkan ruangan tamu
"Sore bik, oh ya Bibi Mona Sudah bersihin Ruangan Atas belum"Tanya Cyntia
"Sudah non dan sekarang mbak Mona lagi di belakang masak"Ucap Bibi Lila
"Oh baik lah Cyntia duluan ya ke atas mau bersihin diri bik"Ucap Cyntia lalu pamit pergi
"Iya non"ucap bibi Lila saat nona nya sudah naik ke atas
Cyntia pun sampai di ruangan atas dan berjalan menuju kamar nya tapi tiba-tiba di ingat dengan kamar Baby itu.
Lalu Cyntia pun berbalik badan dan berjalan ke arah Kamar baby dan membuka pintu kamar itu dan langsung di suguhkan oleh pemandangan kamar itu yang berwarna Pink.
Lalu menghidupkan lampu kamar itu.
"Wahh,cantik banget Kamarnya serba Pink"Ucap Cyntia kagum melihat kamar ini
__ADS_1
Lalu Cyntia pun berjalan keliling melihat Kamar baby nya itu dan lalu dia pun melihat ke arah satu foto yang disana ada Devano dan Wulan serta foto Bayi Cyntia yang ada ditengah mereka, lalu Cyntia pun mengambil nya dan membalikkan foto itu dan ada Bancaan.
"Putriku Tercinta dan tersayang Bunda kangen sama kamu"ucap Cyntia saat membaca Belakang foto itu
Cyntia pun kaget melihat tulisan itu lalu menjatuhkan Foto itu dan saat itu bibi mona kaget dengan sebuah kaca pecah.
Dan bibi mona pun masuk kedalam kamar itu.
"Aw, sakit"Ucap Cyntia saat ingin membersihkan Bekas Foto itu
"Non kenapa"Tanya bibi mona dengan mengagetkan Cyntia
(Dh:Waduh ada bibi lagi, mendingan fotonya aku ambil aja)Ucap Cyntia dalam hati lalu memasukkan foto itu ke dalam saku celana kerjanya.
"Gapapa kok bik,ini tadi Cyntia gak sengaja jatuhin itu bingkai lalu saat Cyntia ingin bersihin tangan Cyntia luka terkena Pecahan kaca"Jawabnya Cyntia bohong
"Aduh non iya udah biar bibi aja yang bersihin nya"Ucap Bibi Mona lalu membantu Cyntia berdiri dan mengajak nya ke kamar
Setelah mengantar Cyntia ke kamar nya bibi mona pun langsung pergi mengambil Sapu dan langsung membersihkan Bekas kaca itu.
Dan bibi mona pun pergi saat selesai membersihkan Bekas kaca foto itu karena bibi mona taunya foto itu sudah di pindahkan.
Sedangkan Cyntia dia lagi mengobati Luka nya yang tergores karena Kaca tadi dan membalutnya dengan kain kasa dan obat Petadin, setelah selesai Cyntia pun pergi membersihkan Diri dan selesai membersihkan diri Cyntia pun mengunakan Pakaian santainya Baju Warna Coksu serta dalaman kaos putih dan celana pendek senada dengan bajunya.
"Oh ya gue lupa mau ke gudang ada yang mau di ambil"Ucap Cyntia lalu pergi keluar kamarnya dan turun kebawah lalu berjalan ke arah gudang.
Setelah di gudang Cyntia pun melihat sebuah kotak berwarna Biru tapi dia belum membukanya dan langsung membawanya ke kamar dan mengambil apa yang di ambil.
Sedangkan di kamar Cyntia penasaran sama Kotak biru ini lalu Cyntia pun membuka nya dan ada buku misteri di sampingnya.
Tapi tiba-tiba saat ingin membuka nya dia kaget dengan ketukan pintu dari luar.
Tok tok tok tok
__ADS_1
"Non ini bibi, makan malamnya udah siap"Ucap Bibi Mona
"Iya bik, bentar"Jawab Cyntia lalu memasukkan Buku misteri itu kedalam kotak biru itu dan berjalan ke arah pintu
"Eh bibi mona,yok sarapan"Ucap Cyntia
"Iya non Mari"Ucap Bibi Mona dan Cyntia pun berjalan duluan sedangkan bibi mona dia pun menutup Pintu kamar Cyntia
Sampai di lantai bawah Cyntia pun seperti biasa menyuruh para pelayan untuk gabung makan bersama dia.
Tidak terasa makan malam pun selesai dan Cyntia dia pun langsung pergi ke atas dan masuk ke dalam kamarnya karena mengantuk banget akhirnya Cyntia langsung tertidur tanpa melihat bukunya yang ada Pr itu dari dosen.
Tepat jam 12 malam sebuah kotak itu pun bersinar karena Pantulan dari buku Misteri dan Foto itu, lalu keluar sebuah raga seorang perempuan cantik yang sudah berumur tapi kelihatannya Masih Cantik.
"Gue dimana"ucap perempuan itu saat melihat keliling kamar ini
"Kamar seorang perempuan, tapi perempuan ini kok mirip seseorang deh"Ucap perempuan dan mengingat sesuatu
"Iya mas Devano dia mirip banget sama mas Devano, apa dia putri ku Cyntia"Ucap perempuan itu lagi
"Kalo benar, jadi sekarang sudah tahun berapa"Ucap Perempuan itu lagi lalu berjalan ke arah kaca kamar itu
"Aduh Wulan Ini itu udah tahun 2022 mungkin anak loh yang lahir di tahun 2002 udah dewasa mungkin umurnya yang 19 THN atau 20thn an, apa wanita itu putri kandungkunya"Ucap Bundanya dengan menunjuk ke arah Cyntia berada
Lalu Bunda Wulan pun menghampiri Cyntia yang tidur dengan pulas.
"Kalo pun benar kamu putri ku, akan aku jaga aku dengan sepenuh jiwa dan raga ku, sayang tapi di mana ayah mu"Ucap Bundanya dengan mengelus rambut pirang Cyntia
Tiba-tiba saat Wulan ingin berdiri dia melihat sebuah foto yang terletak di dekat kasur itu.
"Ini kan foto Bayi Cyntia dengan kami berdua kenapa ada di sini ya, apa dia adalah benar-benar putriku"Ucap Wulan Dengan meneteskan air matanya
Lalu Wulan pun menghapus air matanya dan berjalan ke arah meja belajar putrinya lalu menulis sesuatu, saat ingin meletakkan tulisan itu Wulan melihat tugas putrinya yang belum di kerjakan lalu dia pun mengerjakan tugas putrinya itu mungkin Cyntia Capek mangkanya tugasnya belum dikerjakan dan selesai mengerjakan nya Wulan pun berbaring di samping putrinya serta memeluk nya biarpun di adalah sebuah Arwah atau raganya tapi di bisa menyentuhnya berbeda dengan Cyntia yang gak akan bisa menyentuhnya Tapi Saat Dia Sudah Bangun Dari Tidurnya Cyntia Bisa Menyentuh nya Seperti Memeluk, mencium serta Mengobrol.
__ADS_1