
"kak Kaka mau masak apa?"varel bertanya setelah kembali ke kontrakan. dan sekarang sudah siang.
"emm Kaka akan buat telor dadar aja, karena Kaka tidak bisa masak yang lain, varel kamu jagain Al ya sampai Kaka selesai masak"ucap Nathan dengan jujur karena tidak bisa membuat makanan apa apa lagi lalu tak lupa menyuruh adiknya menjaga Al karena Al masih berusia 2 tahun.
"baik kak"setelah mengatakan itu varel langsung membawa Al ke ruang tamu. varel bermain bersama Al dengan mainan yang dulu ia bawa.
sedangkan Nathan sedang bingung mau berapa ia harus memasukkan air kedalam penanak nasi Nathan berencana mau menanak nasi terlebih dahulu. setelah berfikir akhirnya Nathan masukan air setinggi beras yang ada didalam lalu menyalakan penanak nasi tersebut.
sambil menunggu Nathan mengambil telur lalu pecah masukan telur kedalam mangkuk tambahkan garam sedikit. Nathan menyalakan kompor lalu tambahkan minyak secukupnya kedalam wajan tunggu hingga panas. menunggu minyak panas Nathan mengambil panci lalu masukkan air setelah itu taruh disamping wajan, nyalakan api.
Nathan masak air untuk membuat susu untuk Al. setelah dirasa minyak panas Nathan mengambil mangkuk lalu menuangkan telur ke wajan dengan hati hati agar tidak terkena cipratan minyak tapi tetap aja tangan Nathan terkena minyak panas.
awww perih. Nathan langsung mencuci tangannya agar tidak melepuh setelah agak mendingan Nathan mengambil sepatula lalu membalik telur tersebut agar tidak gosong tapi naasnya telurnya sedikit gosong, Nathan menatap telur tersebut dengan perasaan kecewa.
setelah selesai menggoreng telur, air pun sudah mendidih lalu Nathan mematikan kompor tunggu hingga agak anget airnya, sambil menunggu Nathan menuangkan susu kedalam botol dot setelah menunggu agak lama Nathan menuangkan air kedalam botol tersebut setelah selesai Nathan menutup botol lalu mengguncangkan sedikit agar susunya mencampur. setelah selesai Nathan menghidangkan di atas meja lalu Nathan mendengar suara penanak nasi, Nathan segera mengeceknya tapi Nathan malah melihat bubur bukan nasi lagi lagi Nathan kecewa tapi mau bagaimana lagi Nathan tetap mengambil bubur tersebut lalu menaruh kedalam wadah setelah itu Nathan menaruh di atas meja.
Nathan melangkah mendekat menuju adik adiknya bermain lalu berkata. "varel ayo makan siang dulu Kaka sudah buatkan makanan buat kita"setelah mengatakan itu Nathan langsung menggendong Al lalu berjalan bersama menuju meja makan.
__ADS_1
setelah varel duduk varel melihat makanan di meja makan dengan ekpresi sulit diartikan.
"maaf rel Kaka tadi niatnya mau buat nasi tapi sepertinya Kaka menuangkan terlalu banyak air jadinya bubur bukan nasi, dan untuk telur nya maaf tadi Kaka sempat tinggal sebentar tapi Kaka kembali telurnya sudah agak gosong"Nathan menjelaskan kejadian tersebut dengan perasaan kecewa, setelah mendengar penjelasan kakaknya varel tanpa sengaja melihat tangan kakaknya melepuh.
"ya ampun kak, tangan Kaka kenapa bisa melepuh begini"varel yang khawatir dengan kondisi tangan kakaknya melepuh dan sepertinya belum di kasih obat. yang mendengar ucapan adiknya Nathan melihat tangannya.
"tangan Kaka tidak papa kok, oh ya apa kamu tidak mau makan? Kalau tidak juga tidak papa, Kaka akan belikan nasi uduk buat kamu"ucap Nathan lalu hendak berdiri tapi varel mencegah nya.
"kata siapa varel tidak mau makan? varel mau kok makan ini lagian ini masakan pertama buatan Kaka, kan dulu kita dimasakin oleh bibi jadi tidak papa"setelah mengucapkan itu varel mengambil bubur lalu menaruhnya diatas piring dan tak lupa mengambil telur lalu varel memakannya.
"tidak enaknya? Kalau tidak enak tidak usah dimakan rek"Nathan mencegah adiknya memakan nya karena mungkin varel terpaksa makan itu.
"ah iya tapi Kaka minta maaf sekali lagi"
"sudahlah kak tidak usah meminta maaf sekarang varel sedang sangat lapar jadi biarkan varel makan, ih ya kak Kaka juga harus makan yah" varel tidak suka jika kakaknya terus meminta maaf.
"iya, ah ya Al ini susu buat kamu, apa kamu mau makan bubur?"Nathan mengambil susu laku bertanya pada Al tentang mau makan apa karena untuk balita Nathan masih bingung harus kasih makan apa.
__ADS_1
"Al mau makan bubul" Al menjawab dengan antusias sambil bertepuk tangan. Nathan dan varel yang melihat merasa gemas
Nathan mengambilkan bubut buat Al lalu menyuapinya dengan telaten karena Al kalau makan masih belepotan.
melihat kakaknya menyuapi Al makan tanpa ia makan sekalipun akhirnya varel menyodorkan sendok ke arah Nathan. Nathan yang melihat itu bingung. "ayo kak makan, Kaka juga harus makan sini varel suapi" varel sedikit memaksa kakaknya agar makan.
"tidak usah rel kamu makan sendiri aja Kaka bisa makan nanti"Nathan menolak dengan halus karena nanti Kalau varel menyuapi nya pasti akan repot. "ayolah kak makan aja apa susahnya sih? nanti kalau varel makan sendiri nanti bisa bisa telurnya habis Kaka tidak kebagian"varel kesal karena kakaknya menolak disuapi olehnya.
"tidak papa kamu habiskan saja kaka masih bisa makan bubur..."sebelum melanjutkan perkataannya varel langsung menyodorkan sendok masuk kedalam mulut Nathan karena sudah tidak sabar dan juga kesal kakaknya menolak.
"cepat Telen"ucap varel Nathan yang mendengar langsung menelen makanan tersebut, varel tersenyum melihat kakaknya makan lalu menyendok lagi bubu lalu menyodorkan ke arah Nathan, Nathan dengan senang hati menerima nya mereka makan dengan saling membantu.
Nathan bahagia walaupun tidak ada orang tuanya Nathan masih bisa melihat senyuman adik adiknya karena ini adalah kebahagiaan terbesar bagi Nathan melihat adik adiknya tersenyum.
setelah selesai makan Al tertidur sambil memegang dot nya mungkin ini waktunya tidur siang, sedangkan varel dia membereskan mainannya yang tadi ia pakai sama la bermain karena tidak mau merepotkan kakaknya. sedangkan Nathan sedang mencuci piring kotor yang habis mereka pakai tak lupa Nathan juga mencuci wajan agar nanti tinggal digunakan aja tanpa dicuci terlebih dahulu setelah beberapa lama akhirnya Nathan selesai mencuci piring.
Nathan melihat adiknya di meja makan akhirnya menghampiri nya"rel kenapa kamu disini kamu tidak main?"Nathan bertanya lada adiknya sambil menarik kursi kebelakang lalu mendudukinya.
__ADS_1
"kak sebenarnya varel tau kalau ibu tidak pergi untuk bekerja tapi ibu meninggalkan kita kan kak?"Nathan yang mendengar itu langsung menatap varel sendu dan juga bingung.
"varel tau pada saat tadi lagi, varel mendengar Kaka menangis tadi pagi tapi Kaka selalu tersenyum didepan kami" yah pada saat Nathan menangis pada saat itu sudah bangun ia mau menemui kakaknya tapi Nathan mengatakan sesuatu jadi ia mengurungkan niatnya untuk tidak bangun dari tempat tidur.