
pagi telah berganti malam tak terasa Nathan telah bekerja seharian penuh sekarang jam 7 malam saat nya pulang. Nathan mendapatkan gaji harian dan seharian banyak pelanggan yang datang Nathan pun mendapatkan gaji sebesar 50 RB.
Nathan berjalan ke arah kontrakan dengan wajah letih nya karena ini adalah pekerjaan pertama baginya karena biasanya jika ingin uang Nathan tinggal minta ke ayahnya atau ibunya tapi sekarang mereka telah meninggalkan nya dengan 2 orang adik sendirian. maka dari itu sekarang Nathan adalah tulang punggung bagi adik adiknya.
setelah sampai di kontrakan Nathan langsung masuk ke dalam di dalam terlihat masih seperti tadi pagi sebelum ia berangkat bekerja.
"Kaka Kaka sudah pulang"panggil varel yang melihat Nathan telah pulang.
"hmm, Kaka capek Kaka mau tidur"kata Nathan dan langsung saja masuk ke dalam kamar.
"kak! Al ingin susu sebelum tidur dan kamu belum makan kak"ucap varel sambil membuntuti Nathan ke kamar.
"kamu yang buat, tinggal nyalakan kompor, kalau laper kan makanan tadi pagi masih ada"jawab Nathan dengan mata terpejam.
"tapi kak varel tidak bisa, makanan tadi pagi juga sudah habis untuk makan tadi siang"kata varel.
"varel sayang biarkan Kaka istirahat sebentar"kata Nathan yang mulai kesal karena di ganggu tidurnya.
"baiklah kak"jawab varel yang tidak mau kakaknya marah.
__ADS_1
lalu varel keluar kamar dan menghampiri adiknya yaitu Alvaro.
"tata cucu"kata Al menghampiri varel.
"Al kak Nathan capek jadi tidak bisa buat susu"kata varel kasih pengertian pada Al.
"mau cucu hiks huaaa mau cucu"akhirnya Al pun nangis.
"Al jangan nangis, baiklah akan Kaka buatkan yah"varel mengendong Al dan mendudukkan Al di kursi meja makan lalu varel masuk ke dalam dapur.
di dalam dapur varel bingung apa yang ahrus ia lakukan. "sekarang apa dulu?"tanya varel pada dirinya sendiri.
"dinyalakan nya gimana?"sambung varel yang bingung bagaimana menyalakan api nya.
"apakah harus di putar ke sini"varel melihat ada sebuah putaran dan terlihat gambar api kecil hingga besar, akhirnya varel mencobanya dan akhirnya api pun nyala.
"wah nyala"kata varel kegirangan.
"tinggal tunggu"kata varel lalu varel menunggu nya sambil berjongkok di bawah karena dari tadi ia jinjit jinjit karena meja nya terlalu tinggi dan membuat varel lelah berdiri.
__ADS_1
hampir 15 menit seharusnya air sudah mendidih tapi varel belum juga mematikan kompornya. varel berjinjit untuk melihat airnya sudah mendidih atau belum tapi pada saat dia berjinjit badannya tidak seimbang dan hampir jatuh, varel menarik panci yang panas dan akhirnya jatuh.
aaakkkhh
huwaaa
"huwaaa Kaka panas"teriak varel sambil nangis kejer.
Nathan yang mendengar teriakkan varel pun langsung berlari ke dapur dan betapa terkejutnya Nathan melihat kompor menyala dan air mendidih tumpah dan di sampingnya ada varel yang jatuh.
"ASTAGA VAREL"teriak Nathan kaget lalu langsung mematikan kompor dan menggendong varel dan membawanya ke kamar mandi.
"hiks panas hiks Kaka panas"nangis varel yang merasa badannya panas dan melepuh.
"kamu jangan nangis yah, Kaka siram dulu pakai air agar tidak melepuh yah"Nathan menyiramkan air ke badan varel.
💜💜💜💜
peringatan: untuk para pembaca di mohon untuk menjaga anak atau saudaranya yang masih kecil agar tidak bermain di sekitar api ataupun kompor. dan cerita ini hanya fiksi belaka bukan kisah nyata.
__ADS_1
jangan lupa LiKE komen dan vote