
Intan memutar otak untuk mengetahui apa gerangan yang terjadi dengan Adit dan Adel saat mereka berada di sekolah nya tadi.
"Apakah ada yang mengganggu kalian di sekolah?"
Mereka berdua kompak menggelengkan kepalanya.
"Hmmm...
Baiklah, tak apa jika kalian tak ingin bercerita.
Kalau begitu kita akan pergi bermain saja, bagaimana?
Apakah kalian suka?"
Akhirnya mereka menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ceria.
...---------...
Intan mengusap kepala Adit dan Adel dengan kasih sayang, semakin dilihat semakin mirip antara Adit dan Adel, bagaikan saudara kandung.
Intan jadi berspekulasi bahwa Bani dan Ben memang dua bersaudara yang mungkin terpisah karena suatu hal.
Tak dapat dipungkiri rasa penasaran ini membawa Intan untuk out of the box, akhirnya dia menanyakan tentang jasa detektif kepada Dewi.
Namun Dewi tidak menyarankan nya, dia malah akan memberikan job tambahan buat Chen dan tim nya untuk mengungkapkan rasa penasaran Intan, yang sebenarnya bukan hanya dirasakan oleh Intan.
Baik Dewi maupun Chen sendiri juga penasaran akan hal tersebut, mangkanya ketika Dewi menugaskan hal tersebut Chen mendadak semangat.
Ruang kerja sementara milik Chen memakai kamar tidurnya yang di desain ulang, dibantu dengan perusahaan interior desain.
...------------...
Tempat mereka bermain saat ini adalah lokasi pertemuan pertama kali dengan Chen dan Adel.
Akhirnya tempat bermain ini menjadi senjata pamungkas bagi orang dewasa untuk mengetahui segala cerita dibalik wajah masam anak-anak.
Tanpa diminta, mereka malah bercerita bahwa di sekolah tadi banyak teman-teman nya yang sombong, dan mengatakan mereka anak-anak dari keluarga miskin, karena tidak memakai tas bermerek dari luar negeri.
Sesaat setelah Intan mendapati keluh kesah anak-anak, kebetulan dia mendapatkan telpon dari Deni dan Alan, Intan lupa telah meminta Dewi untuk menyuruh mereka menemui nya di rumah.
Intan malah pergi keluar bersama Bani untuk menjemput anak-anak.
"Alan maaf, aku sedang di lokasi bermain anak-anak, aku minta tolong kalian survei berbagai sekolah TK, PAUD, TPA, RQ ataupun TPQ di sekitar mansion yang akan di bangun.
Tolong catat alamat dan kontak person terlebih dahulu, kalau memungkinkan dilihat kondisi pada saat kalian sampai sana, aku minta segera laporan nya."
Alan "Baik ibu, siap"
(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, pindahkan sekolah Adit dan Adel ke Yayasan Mahkota)
__ADS_1
Selesai membaca misi, Intan langsung menelpon "Alan, tidak usah keliling, langsung saja cari informasi tentang Yayasan Mahkota dan tanyakan berkas apa yang diperlukan untuk anak pindahan, tolong sekalian siapkan berkas nya"
Alan "Baik, siap ibu"
...--------------...
Anak-anak puas bermain, tapi tidak dengan orang dewasa yang lelah menemani mereka bermain.
Mereka ber empat istirahat di food court sementara menunggu kabar dari Deni dan Alan.
Tak lama kemudian...
Deni menghubungi Intan "*Sore ibu, maaf agak lama mencari yayasan mahkota, padahal sudah dibantu Gugel Maps.
Karena bangunan sekolah ini tidak seperti sekolah pada umum nya yang berupa gedung tingkat tiga yang membentuk letter U atau L.
Bangunan sekolah ini berupa mansion ex tempat tinggal, untung saja plang namanya bisa terbaca jelas.
Aku share location ya Bu, silahkan kemari, sudah ditunggu oleh Miss Khodijah.
Aku mengambil berkas yang diperlukan untuk pendaftaran Adit dan Adel, kebetulan Bu Chen sudah menyiapkannya*"
Intan "Baiklah, terimakasih ya Den"
Bani menanggapi pembicaraan Intan sambil menyuapi Adel makan "Apa tidak di coba sehari lagi yang, mereka baru sehari sekolah disana.
Kemarin kita mendaftarkan Adit dan Adel masa hari ini kita pindahkan"
"Kalau itu dulu sebelum aku bertemu emak, aku akan mempertahankan sekolah disana, meskipun Adit merasa tertekan setiap hari.
Tapi tidak dengan sekarang mas, aku lebih sayang anak-anak daripada uang pendaftaran yang telah masuk kesana.
Lingkungan sekolah yang katanya terbaik, ternyata tidak cocok dengan kondisi anak-anak, khususnya Adit.
Izinkan aku memberikan yang terbaik dan membuat mereka nyaman berada di dalam nya.
Percayalah insting seorang ibu tak kan pernah salah, aku yakin anak-anak akan happy berada dilingkungan yang baru.
Karena Adit dan Adel sudah selesai makan, mari kita berangkat ke sekolah yang baru..."
Adit dan Adel bersorak gembira "Yeay, sekolah baru"
Adit "Teman-teman baru"
Adel "Semoga mereka tidak sombong dan mau berteman dengan kita ya kak"
Adit "Ibu bilang teman-teman baru baik semua, iya kan Bu?"
Intan hanya tersenyum sambil menuntun anak-anak menuju parkiran.
__ADS_1
...---------------...
Karena bagian TU seorang wanita, Bani hanya menemani anak-anak bermain di ruang bermain yang memang disediakan bagi anak-anak di sekolah ini sesuai dengan usianya.
Sedangkan Intan berbincang dengan Miss Khodijah bagian administrasi atau tata usaha.
"Maaf Miss mengganggu waktunya, seharusnya ini waktu pulang ya Miss?"
Miss Khodijah menjawab dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.
"Tak apa ibu Intan, kami senang mendapatkan amanah ini, semoga Adit dan Adel betah bersekolah disini.
Yayasan Mahkota membawahi sekolah dari tingkat play group, kindergarten, elementary school, junior high school, senior high school dan university.
Hanya play group, kindergarten, dan elementary school yang berada di satu lingkungan.
Untuk junior high school, senior high school dan university memiliki lokasi masing-masing.
Karena anak-anak usia seperti itu rasa senioritas nya sudah tinggi, pemisahan lokasi menjadi salah satu strategi untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa senioritas yang tumbuh."
Intan merasa lega dan yakin dia tidak salah pilih, berkas pendaftaran pun sudah ada ditangan nya.
"Baiklah Miss, mohon bantuannya, ini berkas pendaftaran anak-anak, silahkan diterima."
Miss Khodijah menerima berkas Adit dan Adel dari tangan Intan, lalu membacanya.
"Maaf Bu Intan, orang tua Adel tidak ikut?
Aku pikir Adel adik nya Adit, wajah mereka mirip bahkan seperti kembar."
Intan menggelengkan kepalanya "Tidak, tidak, Adit dan Adel tidak bersaudara Bu, namun memang banyak yang bilang mereka kembar.
Ayah nya Adel sudah wafat, ibu nya adalah rekan kerjaku, dia sedang sibuk, jadi mewakili pendaftaran Adel padaku"
Miss Khodijah mengangguk "Ah... begitu..., baiklah, tak masalah, silahkan di isi dulu formulir pendaftaran nya, lalu tunggu sebentar jika sudah selesai mengisi.
Aku akan aktifkan virtual account pembayarannya."
Intan hanya menganggukkan kepalanya.
...------------...
Miss Khodijah menyalami Intan lalu mengusap kepala anak-anak.
"Terimakasih banyak ibu.
Semoga kalian betah bersekolah di sini ya, pasti kalian akan menambah banyak saudara disini, jadi tidak perlu khawatir"
Adit dengan bingung mencerna ucapan Miss Khodijah.
__ADS_1
Adit "?????"