INTAN DAN SISTEM CASHBACK SEPULUH KALI LIPAT

INTAN DAN SISTEM CASHBACK SEPULUH KALI LIPAT
Bab 23


__ADS_3

Adit yang bingung akhirnya bertanya pada Miss Khodijah.


"Miss .... Adit sudah dikasih Adel oleh Tuhan sebagai adik Adit.


Berarti menambah banyak saudara itu, Tuhan kasih Adit adik lagi ya Miss?"


Intan, Bani dan Miss Khodijah tertawa bersama mendengar celotehan Adit.


He he he he he he


Miss Khodijah dengan gemas menjawil pipi Adit, tidak hanya adik, Tuhan juga akan kasih Adit kakak, karena memang kita semua itu kan bersaudara"


Adel jadi tambah bingung dia pun mengungkapkan kegusaran nya "Kalau kita semua bersaudara, bagaimana boleh papi menikahi momi, bahkan papi juga menikah dengan ibu, itu tidak boleh kan Miss?"


Intan dan Bani menepok jidat nya masing-masing.


Intan "Aduh ... gak gitu juga konsep nya anak-anak....."


Melihat Intan kebingungan Bani tertawa


"Ha ha ha, kita semua memiliki rasa persaudaraan, bukan berarti saudara sedarah, saudara sedarah itu memiliki ayah dan ibu yang sama.


Misal nya jika kak Adit yang merupakan anak ayah dan ibu memiliki adik, maka adik nya kak Adit itu saudara sedarah nya kak Adit, tapi Adel bisa menganggap nya adik juga karena memiliki rasa persaudaraan dengan kak Adit.


Bagaimana? Adit, Adel, sudah faham?"


Mereka berdua hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, entah faham atau pura pura faham.


Entahlah .....


Yang jelas tadi Intan bayar uang pangkal Adit dua puluh juta, Adel lima belas juta sudah termasuk lain-lainnya, jadi selama setahun itu tak kan dimintakan uang embel-embel lain nya.


Intan tidak mengeluarkan biaya sekolah yang sebelumnya, karena sudah ditangani oleh Chen dan Bani.


(Cashback sepuluh kali lipat uang pangkal, saldo rekening 1.889.515.554.700.000)


Didalamnya sudah termasuk uang kas, uang komite, uang studi tour atau tamasya, uang ujian, ekstra kurikuler dan lainnya.


Pokoknya sudah bersih semua termasuk seragam, buku tulis, buku cetak, dan lainnya.

__ADS_1


Yayasan Mahkota dirasakan Intan dan Bani memang berbeda dengan sekolah anak-anak sebelum nya, apalagi dulu Intan dan Bani merasakan sekolah yang seperti tahu bulat, enak nya di goreng dadakan.


Semua keperluan murid baru di Yayasan Mahkota sudah siap, meskipun mereka murid pindahan, bahkan seragam tinggal pilih yang ukuran nya sesuai dengan anak-anaknya.


Tidak perlu menunggu penjahit datang dan mengukur lalu menunggu sekian lama, anak-anak yang memiliki pertumbuhan cepat, akhirnya harus mengukur ulang, dan menunggu lagi.


Menunggu seragam tanpa kepastian kapan akan jadi, jadi malah bingung, tukang jahit sebenar nya menjahit seragam pakai mesin jahit atau jahit tangan.


Hal demikian tidak pernah terjadi dalam sejarah Yayasan Mahkota, bahkan sejak berdirinya.


Itu dari segi seragam, dari segi kurikulum dan agenda kegiatan apapun sudah terjadwal dan terorganisir dengan rapih, bukan seperti tahu bulat yang di goreng dadakan.


Ketika wali murid menanyakan perihal kegiatan, hanya di jawab akan di rapatkan, akan di rundingkan, akan di jadwalkan, bahkan dioper sana, oper sini seperti bola sepak saja.


Bahkan sewaktu sekolah dulu Intan dan Bani merasakan ketika study tour yang dimajukan dari jadwal, Al hasil banyak guru yang tak bisa mendampingi, ketibanlah itu tugas diberikan ke komite.


Wali murid sampai bingung dengan sekolah tersebut apakah ini sebuah sekolah atau penjual tahu bulat yang memang enak nya menggoreng dadakan.


Kalau saja dulu Intan punya banyak duit seperti saat ini, mungkin sudah pindah ke sekolah yang lebih baik manajemen nya.


Orang yang benar-benar berniat membuka sekolah, bukan hanya sekedar membuka, namun benar-benar mengurus manajemen nya.


...----------------...


Adit dan Adel masih dengan wajah ceria memasuki rumah, disambut Ibu, Chen, Dewi dan dua orang pengasuh.


Intan dan Bani izin kepada mereka untuk langsung menuju kamar nya di lantai empat, kemudian mereka lanjut ke kamar mandi.


"Mas, ngomong-ngomong soal adik nya Adit, emang kamu udah siap kalau kita nambah momongan lagi?"


Bani yang mengerti arah pembicaraannya, tak hanya menjawab dengan kata-kata, namun di iringi dengan sentuhan-sentuhan yang membangkitkan gairah Intan.


Kata-kata yang terucap dari mulut Bani pun terdengar sangat mengalun karena di iringi dengan des**an keduanya dan aliran hujan dari shower.


"Kapanpun kau siap sayang, aku akan selalu siap, apalagi saat ini Adit sudah besar, tahun depan sudah kelas satu sekolah dasar.


Ditambah ekonomi kita yang sudah jauh diatas rata-rata, berapapun anak yang kamu mau lahir kan, aku akan ikuti perkataan mu saja sayang."


Intan menanggapi ucapan Bani dengan mata sayu nya sambil berbisik ditelinga Bani "Biarkan aku mengandung adik untuk Adit"

__ADS_1


Meskipun capek habis jemput sekolah dan menemani anak-anak bermain, namun nyatanya kegiatan yang satu ini bukan nya menambah lelah, melainkan menjadi obat lelah dan penat dari aktifitas sehari-hari.


...-------------------...


Aktivitas Intan hari ini mungkin lebih padat dari jadwal kemarin, setelah sarapan seperti biasa, laporan dari tim inti.


"Baiklah, aku menantikan laporan hari ini, seperti biasa, aku akan menjadi pendengar saja"


Bani membuka suara nya namun tangannya yang kiri berada di pangkuan Intan sambil menggenggam tangan istrinya itu.


"Ehm, baiklah, mari kita mulai rapat pagi ini, silahkan Dewi"


Para jomblowati kini telah terbiasa melihat pemandangan yang sangat romantis itu, untuk rapat pagi ini Anita tidak ada, karena dia tidur di mansion orang tuanya.


Dewi melaporkan bahwa "Kantor sementara di lantai 23 telah siap untuk digunakan, karena mendapatkan laporan dari tim Chen jika dari 100 orang yang mengajukan pinjaman online, beberapa diantaranya mengajukan kenaikan batas pinjaman yang dibutuhkan oleh usahanya atau perusahaan nya"


Chen juga memberikan laporan bahwa "Akan ada orang-orang yang menelepon ke kantor bahkan mendatangi kantor untuk mengajukan pinjaman langsung setelah pengajuannya secara online dia tolak.


Untuk orang-orang seperti itu, pertama-tama tetap arahkan untuk mengajukan secara online, jika memang diterima dan dia akan menaikkan batas pinjaman, baru boleh balik lagi ke kantor, jadi intinya jangan langsung di tolak lagi.


Karena aku dan Tim sudah melakukan investigasi secara diam-diam, bukti-bukti terkait akan dikirimkan ke pusat data kantor cabang jika orang tersebut benar-benar memaksakan kehendaknya."


Cukup singkat karena akan banyak orang yang antri di kantor Bani mengakhiri rapat.


"Chen, untuk hari pertama, batasi kunjungan, cukup 10 orang, jangan lebih, silahkan info ke orang yang lebih dulu kau setujui untuk menaikkan batas pinjaman nya.


Dewi, aku harap para trainer sudah siap bekerja minggu ini, dan sebaiknya kau juga merekrut asisten, buat tim seperti Chen, oke?


Baiklah, rapat singkat kita akhiri, have a nice day"


.


.


.


Saldo Rekening


1.889.515.239.700.000 - uang pangkal 35.000.000 \= 1.889.515.204.700.000 + cb uang pangkal 350.000.000 \= 1.889.515.554.700.000

__ADS_1


__ADS_2