
Dewi sebagai asisten pribadi Intan yang mengatur keluar masuk keuangan perusahaan dibuat terkejut, Intan benar-benar mentransfer satu kuadriliun ke rekening perusahaan.
Dewi bergumam dalam hati nya.
"Intan tidak main-main, dia bersungguh-sungguh untuk membesarkan perusahaan ini.
Baru saja launching, sudah dipastikan akan menjadi perusahaan raksasa, sungguh tak sabar menanti hari itu."
Nada dering telepon Dewi berbunyi.
Mencintai mu.....
Seumur hidupku....
Dewi "Ya, halo..., siapa ya?"
Laila "Dewi, aku Laila."
Dewi "Laila?"
Laila "Betul Wi."
Dewi "Hai, Laila, apa kabar?"
Laila "Kabarku baik, tapi tidak dengan keluarga besar ku, kami ada masalah dengan pembagian warisan, karena semuanya berbentuk asset, dan salah satu dari kami tak ada yang memiliki uang dalam jumlah besar untuk membeli nya."
Dewi "Oh..., lalu..."
Laila "Mau tidak mau aku harus mencari solusi lain, dan satu-satunya harapan adalah kamu, aku dengar kamu bekerja dengan bos besar, aku tak tau sebesar apa, he he he he, namun gosip nya sangat besar."
Dewi "Terus...."
Laila "Kami mau menjual properti dan tanah yang ditinggalkan oleh almarhum almarhumah, namun belum bertemu dengan pembeli yang berani, mungkin terkendala modal mereka, aku sangat berharap bantuan mu Wi."
Dewi "Baiklah, nanti aku coba tawarkan sama bu bos."
Laila "Beliau itu orang yang kamu temui waktu masih ngojek mobil kan?"
Dewi "Ya betul banget, beliau bos ku sekarang."
Laila "Oke Wi, aku tunggu kabar baik nya ya Wi, kalau bu bos mau survei, kabari, biar aku temani langsung."
Dewi "Oke, nanti aku kabari."
Laila "Terimakasih banyak Wi."
Dewi "Sama-sama Laila, Bye"
__ADS_1
Laila "Bye"
Tanpa menunggu lama, Dewi langsung berkirim pesan kepada Intan, sekalian dia share location properti dan tanah yang akan dijual oleh Laila.
"Mba Intan, aku mau minta bantuan mu nih, teman aku lagi butuh uang cash buat pembagian warisan keluarga besar nya, dia mau jual properti dan tanah, aku pikir bagus buat investasi, kalau mba mau survei dia bisa menemani, aku kirimkan nomor kontak dan lokasi properti serta lokasi tanah nya"
(Misi otomatis terpicu, untuk terus mendapatkan cashback sepuluh kali lipat, segera beli properti dan tanah yang ditawarkan Dewi)
Intan yang menerima pesan dari Dewi tersenyum lebar karena sesuai dengan misi nya, diapun langsung menelpon Dewi.
"Halo Wi, Kerja bagus, aku mau beli langsung, dan tolong urus pendirian Yayasan Adab Sebelum Ilmu atas nama perusahaan.
Dalam pengelolaan nya nanti, kita akan coba bekerjasama dengan Yayasan Mahkota, biarkan dia yang memutuskan properti dan lahan itu cocok nya untuk sekolah atau sekedar rumah belajar.
Serahkan kepada Deni dan Alan untuk mengurus hal ini, jangan kamu kerjakan semuanya sendiri, kalau kamu sakit, aku juga bisa ikut sakit, he he he he"
Dewi "Wah beneran ini mba, makasih banyak ya mba, aku akan langsung info temanku, makasih banyak loh mba.
Aku akan minta Anita mengurus pendirian yayasan lalu mengutus Deni dan Alan sesuai permintaan mba untuk mengurus pembelian, pembangunan, kerjasama, dan lain sebagainya."
Anita jadi tertawa, karena justru dia yang terbantu dengan permintaan Dewi.
"Ha ha ha, justru aku yang sangat berterimakasih padamu Wi, akhirnya kesampaian juga aku memiliki yayasan amal atas nama perusahaan."
Dewi "Sama-sama mba."
...----------------...
Dengan tidak sabar Intan ingin menjemput anak-anak sekolah sekaligus mengobrol dengan Miss Khodijah.
Sesampainya di sekolah Mahkota Intan langsung ke kantor tata usaha.
"Assalamu'alaikum Miss, maaf mengganggu, bisakah ku minta waktu sebentar untuk mendiskusikan sesuatu?"
Miss Khodijah berdiri dan mempersilahkan Intan duduk "Silahkan ibu, ada yang bisa kami bantu?"
Intan pun duduk dihadapan Miss Khodijah.
"Pertama aku ingin mengucapkan Terimakasih banyak karena telah menerima anak-anak bersekolah disini, disamping anak-anak betah dan senang, kami selaku orang tua juga sangat nyaman menitipkan putra putri kami di sekolah ini.
Kedua aku ingin membantu semua orang tua yang ingin memasukkan anak nya di sekolah ini namun terkendala biaya.
Asalkan ada kemauan dari anak beserta orang tuanya untuk benar-benar belajar di sekolah ini, maka kami siap membantu melalui divisi sosial yang ada di perusahaan.
Ketiga atas nama divisi sosial, aku ingin mengajukan kerjasama, entah kami dibantu untuk mengelola sebuah yayasan seperti Yayasan Mahkota ataupun kami serahkan sepenuhnya properti dan lahan yang ada kepada Yayasan Mahkota.
Besok akan ada orang dari divisi perusahaan yang akan menyampaikan hal ini secara resmi."
__ADS_1
Miss Khodijah mendengarkan secara seksama lalu "Terimakasih banyak atas perhatian ibu kepada pendidikan anak bangsa, tentunya kami sangat menantikan hal ini.
Memang benar sekali, orang tua mana yang tidak ingin anak nya bersekolah di tempat kami, namun kami pun terkendala dengan tinggi nya biaya operasional.
Kami hanya bisa membantu sebagian kecil dari mereka, itupun hanya kepada anak-anak yang terpilih saja, yang kami nilai memiliki potensi besar untuk bisa mengikuti semua aktivitas di sekolah kami.
Baiklah ibu, kami tunggu kabar baik nya."
Intan pamit "Baik Miss.
Maaf ya Miss, ternyata Adit dan Adel sudah menunggu di mobil.
Saya juga ingin ucapkan terimakasih banyak"
Miss Khodijah berjalan menemani Intan sampai ke loby "Sama-sama ibu, semoga besok kita bisa berjumpa kembali"
...----------------...
Intan teringat laporan pagi Jein, lalu mentransfer ulang untuk biaya mengurus rumah sebesar sepuluh miliar.
Dengan adanya dua aliran dana, Intan tidak perlu berkali-kali transfer, selain menghemat waktu, juga bisa meminimalisir notifikasi yang masuk dari sistem.
Bicara soal sistem, Intan berfikir alangkah baiknya jika sistem memiliki fitur lain selain cashback dan misi.
'Harus di catat dalam pikiran ku, jika suatu saat nanti emak menghubungiku lagi, aku akan coba untuk meminta hal lain nya, agar tidak monoton kepada dua hal saja.
Tak lama Jein kemudian Jein mengirim pesan "Terimakasih banyak ibu, jangan khawatir, aku akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah ini dengan baik"
Intan tidak berniat membalas pesan dari Jein, hanya ingin melihat kesungguhan janji nya, Intan hanya ingin bukti, bukan sekedar kata-kata belaka.
...----------------...
Pada saat Intan dan anak-anak sudah sampai dirumahnya, ternyata keluarga kakak nya Dewi sedang bersenda gurau diruang tamu bersama dengan ibu, Chen dan Dewi.
.
.
.
.
10.889.515.554.700.000 - mengurus rumah 10.000.000.000 \= 10.889.505.554.700.000 + cb mengurus rumah 100.000.000.000 \= 10.889.605.554.700.000
note
1 Kuadriliun jumlah nol 15
__ADS_1