
Setelah rapat pagi, Bani dan Dewi pergi ke kantor dengan mobil masing-masing, sedangkan Intan yang bersemangat mengantarkan anak-anak ke sekolah barunya, meminta Ratna untuk ikut.
"Ibu, ayolah ikut kami, ibu pasti akan suka suasana di sekolah baru anak-anak, sekalian kita pamit ke sekolah yang sebelumnya"
Ratna tak ingin mengecewakan Intan, namun anak nya yang tertua, suami serta anak nya akan datang, biar bagaimanapun dia akan memasak masakan kesukaan anaknya itu.
"Maafkan ibu nak, namun kakak mu akan datang sore ini, kamu ingat?
Apakah Dewi tidak izin padamu, atau dia lupa untuk menjemput kakak nya di Bandara?"
Intan sedikit terkejut.
"Ah! iya ibu, maaf aku sedikit melupakan hal itu, karena sedang bersemangat mengantarkan anak-anak ke sekolah barunya.
Baiklah kalau begitu, aku pamit dulu ya bu, mmmuach!"
Intan pun memeluk dan mengecup pipi Ratna.
"Masaklah makanan yang enak untu semuanya ibu, jangan khawatirkan bahan masakan, minta Jein mengurus hal tersebut.
Bye ibu...
Ayo anak-anak salim dulu sama nenek, kita lanjut ke sekolah kalian yang baru"
...------------------...
Sampailah mereka di sekolah "Miss Khodijah, aku izin memantau *** dari jauh ya, aku hanya ingin memastikan mereka tidak berbuat ulah"
Miss Khodijah tersenyum"Silahkan ibu, namun biarkan anak-anak apa adanya, kami yakin mereka adalah anak yang baik dan penurut, jadi kecil kemungkinannya untuk berbuat ulah"
Tak sampai selesai Intan menemani anak-anak, Bani menelpon agar segera ke kantor, rapat dadakan, begitu pesan yang didapat dari Bani.
Sebelum Intan menuju kantor, dia menelpon supir dirumah agar menjemput anak-anak tepat waktu, karena Jein menginformasikan bahwa supir sedang membawa mobil boks untuk berbelanja kebutuhan rumah.
Mau tak mau Intan membiarkan supir dan mobil nya menunggu anak-anak, sedangkan dia naik taksi online, lalu meminta supirnya mengabari Jein.
...------------...
Intan melihat mereka berempat telah berkumpul, ya memang tim inti kami hanya berlima jadi cukup menggunakan ruangan kecil.
Mereka membahas hal-hal yang urgent dilakukan saat ini, seperti biasa aku hanya mendengarkan dan menjadikan diriku sebagai obat penenang Bani.
Inti yang Intan tangkap dari rapat kali ini adalah dana, wajar jika perusahaan ini terus membutuhkan dana, disamping perusahaan finance, juga merupakan perusahaan yang baru akan memulai debutnya di dunia bisnis
Intan kembali menyuntikkan dana sebesar satu kuadriliun untuk perkembangan perusahaan.
"Maaf aku memotong sebentar penjelasan mu Anita, aku paham inti dari rapat ini, perusahaan memerlukan suntikan dana.
Tentu aku tak kan keberatan dengan hal itu, karena aku sudah mengetahui dengan pasti dana yang dibutuhkan perusahaan kita tidak sedikit.
__ADS_1
Dewi, kamu sudah menerima karyawan di tim keuangan, pengawasan langsung ada di bawahmu, jangan sampai lengah sehingga ada tikus masuk.
Kalaupun dia bisa masuk, langsung kamu basmi sampai ke akarnya, oke?"
(Cashback sepuluh kali lipat mengurus perusahaan, saldo rekening 10.889.515.554.700.000)
Intan lanjut fokus mendengarkan presentasi Chen, namun dia mendengar suara emak di benak nya
"Assalamu'alaikum, Intan, sayang, kamu dengar emak nak?"
Intan menjawab dalam hatinya "Intan dengar Mak, sudah lama sekali emak tidak menyapa, apa kabar Mak? sehat kan?
Intan ucapkan terimakasih banyak, dengan sistem cashback sepuluh kali lipat yang emak kirimkan"
Lalu emak menanyakan sesuatu "Maaf nak, apa kamu bermaksud untuk menjadikan mereka bertiga itu madu mu?"
Intan langsung berdiri dari duduk nya sambil berteriak "Apa???!!!!"
Otomatis fokus orang yang ada diruang rapat beralih ke Intan.
Bani mengkhawatirkan Intan "Kamu kenapa sayang, apa ada yang salah dengan apa yang Chen sampaikan?"
Begitupun mereka bertiga meskipun hanya menatap Intan namun tertera disana ingin menanyakan hal yang sama dengan yang Bani tanyakan.
Intan berusaha tenang lalu berjalan ke arah luar ruangan rapat "Maaf, silahkan lanjutkan rapat nya, aku mau ke toilet sebentar"
Mereka menganggukkan kepalanya serempak.
Intan mengangguk dan kembali berbicara dengan emak sambil berjalan dan memasuki toilet "Mak, masih dengar Intan?
Apakah tindakan Intan yang mengumpulkan mereka bersama di mansion nanti terlihat seperti merekrut madu, bukan merekrut karyawan yang solid Mak?"
Emak menjawab "Yang emak lihat seperti itu, apakah kamu tidak melihat tatapan tiga wanita itu kepada suamimu?
Itu tatapan kagum dan mengandung cinta di dalamnya. Jika memang kamu tidak berniat menjadikan mereka madumu, lebih baik jauhkan mereka dari sisimu segera sebelum semuanya terlambat."
Intan melebarkan senyumnya, namun tak lama ia terisak.
"Ternyata hanya emak yang peka, aku sengaja mendekatkan mereka semua disisi ku, seperti yang emak lihat dan terka, itulah maksud ku.
Namun aku akan melakukan nya perlahan, sampai mereka sendiri mengakuinya, karena selama ini aku tak pernah memiliki saudara dan orang tua.
Aku ingin memiliki mereka sebagai saudaraku seutuhnya, memiliki orang tua mereka seutuhnya, aku memang egois.
Tapi....
Hiks....
Akan terasa hampa.....
__ADS_1
Hiks.....Hiks....
Jika hanya Adit dan Bani saja yang berada di sekeliling ku, hiks....
Hiks.... hiks.....
Aku ingin memiliki keluarga besar Mak"
Setelah emak mendengar penuturan dan alasan Intan, emak pun memberikan semangat dan peringatan.
"Jangan menangis lagi Intan, apapun itu, selagi masih di jalur kebaikan, emak akan dukung, jangan patah semangat, oke?
Fighting!!!
Senyum lah Intan, emak mengerti, ternyata kamu memiliki hati yang sangat sangat baik, itu bukan sikap egois.
Itu adalah rasa kasih dan sayang melimpah yang ada di hatimu, jagalah itu agar kamu tetap berada di jalur.
Ingat, setitik saja terbersit kejahatan, sistem akan lenyap, hanya menyisakan yang belum kamu terima, paham maksud emak nak?
Emak pamit, kamu akan kembali dipantau sistem"
Intan hanya menganggukkan kepalanya.
...---------------...
Beralih ke ruangan, Bani mengakhiri rapat dadakan tersebut dan berlari menyusul Intan untungnya Bani hanya mendengar ketika Intan menangis.
Bani berkata dalam hatinya "Pantaslah dia mengumpulkan tim inti di rumah kami, ternyata dia memang kesepian meskipun sudah ada aku dan Adit.
Setelah mendengarkan kesedihan mu, baru kini ku pahami, karena kita berasal dari panti asuhan, itulah mengapa kita tak memiliki sanak saudara dan handai taulan.
Sungguh kini aku tak kan pernah keberatan dengan kelakuanmu yang kupikir absurd dan gabut setelah bertemu dengan emak lalu mendapatkan apa yang di impikan semua orang."
Ceklek!
Bani melihat Intan keluar dari toilet wanita dan langsung dipeluk nya "Cintaku semakin dalam kepadamu sayang, aku kan selalu ada untukmu, pundak ini siap selalu untuk menahan tangismu, menangis lah di dadaku"
Intan yang masih ingin melanjutkan tangisnya, jadi malah tertawa dengar gombalan Bani "Ha ha ha, gak lucu banget sih kamu mas, orang masih mau lanjut nangis, gak jadi lagi deh, gara-gara gombalan garing kamu"
Merekapun tertawa bersama.....
.
.
.
.
__ADS_1
Saldo terakhir 1.889.515.554.700.000 - mengurus perusahaan 1.000.000.000.000.000 \= 889.515.554.700.000 + cb mengurus perusahaan 10.000.000.000.000.000 \= 10.889.515.554.700.000
Nol 15 \= kuadriliun