
“Ya Tuhan, inikah yang disebut karma baik!“ Affan berseru kegirangan saat menerkam salah satu Siput Lendir dengan kejam.
Puchi!
Ketika Affan berhasil menerkam mangsa, dia langsung tergelincir dan berakhir mencakar tanah. Tanah di bawah yang menerima dampak serangan Affan, langsung hancur seperti diledakan oleh kekuatan bom.
”Astaga!“ Affan keheranan, ternyata dia telah meremehkan kemampuan pertahanan Siput Lendir.
Affan kemudian bangkit dan menerkam Siput Lendir sekali lagi ….
Astaga!
Bukannya berhasil melukai target, Affan malah di kirim mundur dalam kecepatan 2x lipat lebih tinggi dari saat dia datang.
Affan bahkan bisa merasakan tatapan menghina terkunci padanya, itu datang dari dalam cangkang ….
__ADS_1
Setelah percobaan berulang, Affan menemukan kalau cangkang siput itu tidak hanya kuat, tetapi juga sangat licin dan mampu memantulkan kembali serangan fisik.
Menyadari kesulitan level 1 tiba-tiba meningkat 10 level, pikirannya tentang karma baik langsung sirna. Karena, di gantikan oleh kebingungan dan banyak pertanyaan.
”Tuan Anjing!“ Saat ini di kejauhan, suara lembut Saudari Anggur terdengar, ”Bakar saja dia sampai matang. Aku yakin Tuan Anjing tidak akan kesulitan menciptakan api kecil. Jika terjadi kecelakaan, Saudara Hijau dapat menyerap kerusakan api untuk memperkuat dirinya sendiri.
“Ide bagus!” balas Affan dan berterima kasih, “Terimakasih Idenya, aku akan membakar mereka sampai mati. Begitu siput pemalu sudah matang, aku bisa makan makanan bakar.”
Saudari Anggur tidak lagi bicara … Tanaman Jiwa yang tadi memang sedikit pemalu.
Sambil mengingat beberapa pengalaman belajar pemilik tubuh asli, Affan mulai menyalurkan energi jiwa yang kental dari dalam Core nya untuk membentuk bola api.
Energi jiwa Affan awalnya berwarna biru muda cerah, tapi saat dia menaikkan suhu, warnanya menjadi biru cerah, mirip seperti sinar tesla.
Energi yang panas, terus di salurkan kedalam bola api biru yang semakin lama menjadi kian cerah, di ikuti oleh fluktuasi aura panas membakar serta kilatan petir.
__ADS_1
Siput Lendir yang menonton pertunjukan Affan, mulai menunjukkan tanda-tanda gelisah. Itu karena, Para Siput merasakan kekuatan berbahaya yang mematikan muncul dari bola api dibawah kendali Affan.
Mereka berpikir untuk melawan, tapi bagaimana caranya? Mereka tidak tahu! Saat mereka berpikir untuk melarikan diri, itu juga tidak mungkin, kalau hanya mengandalkan kecepatan seperti siput.
Sedangkan pertahanan? Mereka tidak kebal terhadap kerusakan api atau bisa di sebut, kalau api adalah kelemahan mereka.
Pemimpin Siput Lendir yang tak berdaya mencoba bicara dengan harapan, agar Tuan Anjing ini segera pergi.
“Hei Tuan Anjing yang perkasa, tolong jangan sakiti kami. Kami hanyalah sekelompok Soul Beast yang lemah dan tidak pernah menjadi ancaman bagi Anda. Tuan Anjing, tolong jangan pedulikan kami, dan anggap saja kita ini, para Siput, seperti angin lewat.”
Sebagai sesama Soul Beast, Affan dapat mengerti bahasa binatang Siput Lendir. Jadi Affan menjawab dengan acuh, “Aku sangat takut dengan angin. Karena di masa lalu, atap rumah tetangga ku terbang dan menghancurkan jendala rumahku. Itu semua gara-gara angin yang lewat. Sekarang akhirnya aku tahu, siapa angin itu!”
Affan berkata dengan kilatan dingin di matanya, saat aura bola Api semakin berfluktuasi, “Jadi itu semua adalah perbuatan mu?”
“Ti- bagaimana mungkin Siput lambat seperti kami bisa datang kerumah Anda, Tuan Anjing pasti bercanda.” Siput Lendir ketakutan, tapi masih mencoba membalas saat dia dan kelompoknya diam-diam berkumpul membentuk formasi perlindungan.
__ADS_1
Affan perlahan menghembuskan nafas lembut. Mengandalkan pikiran, dia mengendalikan energi jiwa untuk mengirim bola Api Tesla mendekati posisi Siput Lendir.