
Setelah Xiao Chou menabrak tembok beton beberapa kali, tembok kokoh itu akhirnya kehilangan daya tahannya dan runtuh menjadi tumpukan puing.
Melalui koneksi jiwa, Affan berkata dengan nada skeptis: “Nona muda, mengapa dinding beton Klan Xiao begitu rapuh?”
Xiao Chuo, yang sedang membersihkan reruntuhan, menghela napas pelan dan sangat bersyukur karena rencananya berhasil.
Dia tersenyum kecil dan menjawab, "3 tahun yang lalu, aku di hukum untuk membangun tembok ini. Selama proses konstruksi, aku diam-diam mencampur bahan kimia khusus bersama bahan bangunan utama."
"Astaga!" Seru Affan kaget. "Apakah Nona Muda, ingin meratakan dinding rumah Klan Xiao?"
Setelah mendengar kata-kata Affan, Xiao Chuo terdiam sejenak sebelum berkata dengan suara bergetar, "Mungkin diwaktu selanjutnya!" Saat dia berkata, Api dingin menyala di matanya.
Affan yang tinggal di ruang jiwa, merasakan niat membunuh yang kuat dari majikannya, diam-diam dia gemetar dan akhirnya tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Dia tidak dapat dengan jelas memahami pikiran Xiao Chuo, tetapi masih berpikir bahwa pasti ada niat jahat di hati tuannya.
Setelah 30 detik, puing-puing dibersihkan sepenuh. Melalui penglihatan Xiao Chou, Affan melihat sebuah lubang di depan kakinya.
Pada saat yang sama, Affan juga merasakan sejumlah besar aura berdatangan.
“Nona Muda, ayo cepat lari. Musuh sudah sangat dekat." Affan mendesak Xiao Chou dengan panik.
"O.K Fan kecil." Kata Xiao Chou sambil melompati kedalam lubang.
Xiao Chou mendarat di Koridor sempit, yang kotor dan bau. Karena Xiao Chuo sudah dapat menebak hal ini, dia tidak panik dan mengambil masker wajah dari Tas Penyimpanan Ajaib sebelum memakainya dan berlari menyusuri koridor sempit itu.
Pada saat yang sama, penjaga Klan Xiao yang baru tiba, buru-buru melompat turun kelubang untuk mencapai target. Tetapi para penjaga itu kuat dan berbadan tinggi, sehingga sangat sulit bagi mereka untuk bergerak di koridor yang sempit ini.
"Sialan!" Penjaga pertama yang melompat mengutuk dengan marah saat dia tersangkut di koridor. Setelah berhasil kembali ke permukaan, dia berkata kepada rekannya: "Cepat cari bantuan, kita perlu mengidentifikasi tujuan target ini. Jangan biarkan tikus klan melarikan diri atau kamu akan diumpankan ke Soul Beast.”
“Ya.”
Rekan penjaga itu mengangguk dan hendak pergi mencari bantuan. Tetapi langkahnya terhenti akibat gempa bumi yang tiba-tiba. Saat berikutnya, ledakan keras menyusul.
Ledakan terjadi 10 kali berturut-turut dan saat itu tenang, seluruh halaman sudah rata dengan tanah. Beberapa penjaga yang kurang beruntung terkubur di bawah puing-puing reruntuhan.
…
__ADS_1
“Nona muda, kamu benar-benar meledakkannya! Ha ha ha." Di koridor yang jaraknya ratusan meter dari tempat kejadian, Affan mengikuti Xiao Chou di belakangnya. Dia menatap Xiao Chou dengan tak percaya.
“Hmph! Klan Xiao adalah sampah! Seharusnya sudah diledakkan sejak lama. Anggap saja ledakan tadi sebagai hadiah karena mengganggu kita setiap hari.” Kata Xiao Chou sambil melambaikan token di tangannya.
"Benar sekali, mereka pantas mendapatkannya!" Affan setuju dengan pendapat kapten dan ketika matanya tertuju pada token kendali di tangan Xiao Chou, dia bertanya, "Nona, bagaimana kamu meledakkan mereka dengan benda itu. Apakah Anda menanam bom waktu?"
"Kamu bisa menyebutnya begitu." Xiao Chuo tertawa, "Ayo pergi."
Xiao Chuo dan Affan melanjutkan perjalanan kabur…
Ledakan!
Mereka berlari hanya 100 langkah ketika tanah di bawah kaki mereka bergetar hebat, diikuti oleh ledakan yang memekakkan telinga.
Affan terhenti akibat kejutan ini, tetapi Xiao Chou segera menyeretnya dan berkata:
"Jangan berhenti, ledakan saat ini akan menarik perhatian para tetua klan."
Affan sadar kembali setelah keterkejutan awal, dia bertanya heran, "Nona muda, tadi itu apa?"
Xiao Chou menjawab sambil berlari, "Perangkap bunuh diri, untuk ucapan selamat tinggal."
...
«Di Kediaman Klan Xiao.»
Seorang pria berjanggut berpakaian hitam memimpin para tetua. Mereka sedang berlari menuju sumber suara ledakan.
Ketika orang-orang itu mencapai tujuan mereka, tatapan mereka langsung berubah menjadi dingin ... Halaman Mansion Klan Xiao yang dulu arogan sekarang diratakan dengan tanah ... banyak rintihan kesakitan terdengar di mana-mana, korbannya adalah pengurus rumah tangga dari Klan Xiao . .
“Kepala klan …” Xiao Yao berteriak pada pria berjanggut.
Tetapi orang itu langsung menyela.
“Xiao Yao, ayo! Tangkap tikus itu untukku!”
Beberapa waktu yang lalu, putrinya membawa berita mengejutkan, tetapi karena masih ada urusan mendesak, dia meminta bantuan Xiao Yao.
__ADS_1
Tak lama setelah keberangkatan dua orang itu, suar bahaya diaktifkan. Kepala klan mengerutkan kening karena dia merasa ada sesuatu yang salah dan bergegas untuk menyelidiki ... ketika dia mengetahui bahwa Xiao Chou, telah melarikan diri bersama Soul Beast tingkat 2, dan mampu melakukan Fusi jiwa, dia sangat marah.
Baginya, Affan adalah harta yang paling berharga ... Ketua Klan Xiao melihat bahwa rumahnya telah diratakan dengan tanah.
Sangat marah sampai sarafnya menonjol keluar.
Adapun Xiao Yao, dia tidak berani tinggal lebih lama dan buru-buru pergi untuk melaksanakan perintah.
…
Xiao Chou dan Affan, yang sudah lama berlari di koridor sempit, sudah berlumuran tanah. Jika memungkinkan, Affan ingin kembali ke ruang jiwa. Sayang sekali itu tidak mungkin karena ada batas waktu untuk berada di sana.
Saat Affan mengeluh pelan, suara Xiao Chou menarik perhatiannya.
"Fan kecil, pintu keluar sudah terlihat."
"Apa! Dimana itu?" Affan kembali menambah kecepatan hingga melewati Xiao Chou di depannya.
Kebahagiaan Affan tak terlukiskan saat matanya menangkap cahaya terang di seberang koridor. Dan dia tidak sabar untuk segera kesana.
"Akhirnya aku bisa melihat dunia luar lagi, huhu!" Teriak Affan saat tubuhnya dengan cepat meluncur ke arah cahaya terang.
Setelah cahaya berlalu, pandangan Affan dibutakan oleh cahaya yang menyilaukan. Hanya setelah beberapa waktu dia dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah.
"Ahh~" kata Affan penuh kemenangan sambil menghirup udara segar sebanyak-banyaknya, "Akhirnya aku keluar dari tempat kotor ini. Seneng banget!"
"Anjing Kotor!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan, Affan menoleh dan melihat sesosok gadis familiar menatapnya dengan keraguan. Namun, dia tidak bisa mengidentifikasi identitas pihak lain.
Saat itu, Xiao Chuo berkata, "Cai Li."
"Ah!" Cai Li terkejut saat mendengar seseorang memanggil namanya dan segera menoleh ke gua yang gelap.
Melihat sosok yang dia tunggu perlahan muncul, Cai Li bergegas maju untuk menyapa: "Nona muda, kamu akhirnya datang!"
"Ya." Xiao Chou mengangguk sambil perlahan melepas masker wajah.
__ADS_1
Melalui percakapan mereka berdua, Affan mengetahui kalau acara hari ini sudah di rencanakan sejak 4 tahun yang lalu. Dan mengapa Cai Li tiba-tiba menghilang selama beberapa hari, itu karena dia pergi untuk membersihkan pintu keluar.