Isekai: Menjadi Peliharaan Nona Muda

Isekai: Menjadi Peliharaan Nona Muda
Bab 18:


__ADS_3

“Terima Kasih Paman!” Setelah mendarat di tanah, Affan berbicara kepada Kapak Besi dengan penuh rasa terima kasih.


Jika bukan karena Kapak Besi mengulurkan bantuan untuk menyumbangkan energi jiwa, Affan kemungkinan besar akan memasuki kondisi hibernasi.


Namun, Affan tidak menunggu balasan dari Kapak Besi, karena dia sudah merasa aura sang majikan; Fan Chuyi perlahan mendekat.


Untungnya Kapak Besi bukan orang yang peduli dengan hal kecil. Jadi setelah Affan pergi, dia hanya tertawa kecil dan segera melepaskan kekuatan jiwanya untuk menakuti 3 kelompok master jiwa serakah itu.


“Anjing itu memiliki tugas untuk menjaga nona ku, jika kalian berani melangkah. Jangan pernah berpikir bisa pergi hidup-hidup dari sini.” kata Kapak Besi saat ia memamerkan energi Ranah Soul Ancestor.


Benar saja, penindasan status orang kuat selalu efektif melawan orang-orang serakah tanpa wajah itu. Mereka langsung malu dan buru-buru turun dari langit.


Setelah meninggalkan kata-kata sopan, mereka langsung meninggalkan tempat kejadian tanpa menoleh kebelakang. Tetapi dalam hati, mereka masih mengutuk Kapak Besi.


Jujur saja, Kapak Besi tidak memiliki niat untuk menunjukkan ranah sejatinya. Tetapi saat melihat tatapan mata Affan yang terlihat seperti lubang hitam penelan jiwa, ia langsung berubah pikiran.


“Nona kecil, semoga petualangan mu menyenangkan. Paman akan membiarkan kamu bermain lebih lama lagi.” Tubuh Kapak Besi perlahan berubah menjadi tumpukan pasir saat kalimat itu terucap dari mulutnya.

__ADS_1


…. ….


Ketika berlari seperti bayangan hitam menuju lokasi sang majikan, Affan melihat sosok Fan Chuyi juga berlari ke arahnya. Merasa senang dia langsung bergegas untuk mencapai sang majikan dan menyapa dengan ramah, “Nonaku! Mengapa kamu kembali?”


Melihat Affan datang, Fan Chuyi tiba-tiba berhenti. Dia menghela nafas lega bahwa itu Affan baik-baik saja. Dan sangat bersyukur karena aura kuat yang sebelumnya menekan semangat hidupnya tidak menargetkan Affan.


Dan kemudian dia berkata setengah bercanda, “Aku hanya ingin melihat kamu di sambar petir. Namun sayang sekali, aku sedikit terlambat.”


Oh tidak! Pikiran Affan di kejutkan oleh jawaban Fan Chuyi. “Nonaku, apakah aku berbuat kesalahan sehingga kamu ingin melihat aku tersiksa?” tentu saja kalimat itu hanya terucap dalam hatinya.


Adapun sensasi sengatan petir yang tiba-tiba muncul dibenaknya, dengan cepat Affan usir.


“Nonaku, tolong jangan bercanda!” kata Affan berdiri 20 langkah jauhnya dari Fan Chuyi, dengan ekor mekar di punggungnya, “Aku tidak menyangka kalau pembaptisan bisa sekuat itu.“


“Kekekeke!” Fan Chuyi beralih ke mode akting ketika dia membalas Affan, “Datanglah kemari dan jadilah makan malam kami … Anjing kecil, Dagingmu pasti sangat lezat ….”


“Oke Nona! Itulah pilihanmu. Jangan menarik kembali ucapanmu, oke!” tegas Affan dan berjalan menghampiri Fan Chuyi.

__ADS_1


Affan tahu artinya kalimat Fan Chuyi, itu adalah ajakan makan malam. Dan Fan Chuyi akan menyiapkan daging bakar lezat kesukaan Affan.


Sebenarnya Affan sudah bisa bicara seperti manusia, tapi karena Fan Chuyi sedang tenggelam dalam kegembiraan jadi dia; Fan Chuyi tidak menyadari tranformasi Affan. Begitu menyambut Affan kepelukannya, Fan Chuyi langsung menyeret peliharaan kesayangannya itu kembali ke tim.


Sekarang Affan sudah menjadi Soul Beast tingkat 3 peringkat tinggi, tetapi dia belum mengetahui keuntungan apa yang dia dapat. Tetapi secara kasar, Affan dapat menyimpulkan bahwa kekuatan fisiknya sedikit meningkat dan mendapat sedikit ketahanan terhadap petir.


…. ….


Setengah jam kemudian di suatu tempat dalam hutan, sebuah pesta kecil daging panggang sedang berlangsung.


Tiba-tiba. “Ughh!” Affan yang asyik makan daging panggang berwarna emas kecoklatan itu menggigit lidahnya secara tidak sengaja.


Bukan karena apa, dia hanya merasa kehadiran Aura yang Familiar perlahan mendekat. Beberapa saat kemudian, semua orang mendengar bunyi kepakan sayap dan ternyata itu adalah kelelawar hitam yang bergegas turun menuju meja Affan.


“Hah! Beraninya kamu kesini!” Affan berteriak marah dan disaat yang sama dia menendang kelelawar itu menggunakan energi jiwa yang di padatkan menjadi bentuk kaki anjing raksasa.


Xiu!

__ADS_1


“Tu-tunggu! Aku Salas, aku tidak berniat jahat.” Kata suara itu buru-buru.


Tetapi bagaimana Affan mau menarik kekuatannya kembali? Toh, vampir ini baru saja membuat dia hampir tertangkap oleh beberapa penjahat.


__ADS_2