Isekai: Menjadi Peliharaan Nona Muda

Isekai: Menjadi Peliharaan Nona Muda
Bab 7: Amy


__ADS_3

Selain tetangga Kota Ampera, Kota Tian juga merupakan kota kelas atas dan wilayah yang berada di bawah yurisdiksi nya jauh melampaui kekuasaan kota menengah, seperti Kota Ampera.


Dan juga, Kota Tian hanya berfokus pada perdangan dan hiburan.


Affan menoleh kesana kemari, hanya untuk memperhatikan banyak aktifitas manusia yang sedang berusaha memperkenalkan usahanya.


Disampingnya Fan Chuyi sedang membaca daftar keperluan dengan hati-hati. Sementara Cai Li, nampak bersemangat untuk mengetahui segala sesuatu.


Namun setelah melihat-lihat Affan menghela nafas kecewa, semua benda di area ini tidak ada yang berkualitas.


Membuat Affan secara tidak sengaja bicara dalam koneksi jiwa, “Nona, disini nampaknya tidak ada barang yang berkualitas.”


Fan Chuyi sangat senang mendengar ucapan Affan, ia tak menyangka kalau kecerdasan Fan Kecil akan tumbuh begitu banyak, sampai mampu menilai harga suatu barang.


Fan Chuyi menyimpan daftar tugas, lalu membalas, “Tentu saja tidak ada. Kamu harus tahu, kalau tempat ini hanya pasar untuk warga sipil biasa. Tujuan kita kali ini, adalah area pusat.”


…..


Area pusat jauh lebih sepi tetapi pakaian orang-orang yang berlalu-lalang nampak bersih dan mahal. Toko para pedagang juga tersusun rapi di pinggir jalan dan penjualnya pun kebanyakan adalah wanita muda.


Tepat ketika Affan sedang memperhatikan banyak benda aneh yang belum pernah dia lihat, telinga tajamnya mendengar suara yang tidak menyenangkan.


“Gadis kecil! Jangan menipu terlalu banyak!” terdengar seperti suara milik seorang paman penuh ancaman, “Ini hanyalah setangkai rumput laut tingkat 1, bagaimana bisa menipu uang ku begitu banyak!”


Affan tanpa pikir panjang bergegas menuju sumber suara, karena dia merasa niat jahat dalam ucapan paman tadi.


“Fan Kecil, tunggu.” Fan Chuyi dan Cai Li buru-buru mengejar Affan.


….


Ramai sekali area itu, saat Affan bergegas ke arahnya dan menerobos gerombolan tanpa berpikir.


“Sial! Kenapa ada anjing liar di area pusat!”


Seseorang yang di singkirkan oleh Affan mengutuk marah padanya. Orang lain juga bergabung dalam keributan.


Namun, Affan tidak pernah peduli sama sekali.


Karena di depan matanya, Affan menyaksikan pria besar bertato hendak memukul seorang gadis berbaju lusuh yang ketakutan.

__ADS_1


“Hentikan!” Affan berteriak dalam benaknya seketika menyebabkan kekuatan jiwa yang menakutkan meledak dari tubuhnya.


Begitu Affan menendang kaki, kecepatan berpindah hampir seketika menabrak pria besar tersebut.


Setelah menabrak pria itu secara kasar, Affan berhenti tepat di depan gadis yang berbaju lusuh dan menoleh kearahnya dengan ramah. Gadis tersebut sedikit terkejut melihat sikap Affan.


Tetapi tidak jauh di depan sana, pria besar memukul tinju ketanah dengan marah sebelum bangkit. Namun begitu Kepalanya berbalik kebelakang, wajahnya seketika memucat.


“So-so-soul Beast tingkat 2!” ucapannya terbata-bata saat langkah kakinya mundur secara tidak sadar.


Akibat gerakan tadi, aura Soul Beast tingkat 2 terpaksa merembes keluar dari tubuh Affan , dia juga tidak berdaya. karena, begitu aura jiwa meledak sangat sedikit ahli yang mampu menahannya agar tidak menyebar.


Apalagi seorang pemula seperti Affan.


“Fan Kecil!” Fan Chuyi memanggil dengan cemas, dia baru saja mendengar ledakan dan merasa ledakan aura Affan.


Hampir bersama-an, Affan menjawab, “Jangan khawatir Nonaku, aku baru saja memukul penjahat, dia ingin menyakiti seorang gadis yang lemah.”


Fan Chuyi sendiri pernah mengalami kehidupan menjadi gadis lemah selama bertahun tahun, mendengar ucapan Affan membuat Fan Chuyi mengangkat alis ... Tapi dia tahu bukan saatnya untuk membuat masalah.


“Fan kecil jaga gadis itu.” Fan Chuyi berkata dalam koneksi jiwa, sementara dia bergegas menuju pria besar.


Sekarang hanya tersisa Affan dan ketiga gadis yang tertinggal.


Fan Chuyi memiliki ekspresi tenang dan Cai Li bersemangat hendak berkenalan, keduanya berjalan mendekati gadis berbaju lusuh.


Ketika Fan Chuyi menyapa, Affan juga melakukan hal yang sama.


“Gadis …”


Chuyi terdiam begitupun dengan Affan, sementara gadis berbaju lusuh bereaksi terkejut.


Affan mengeluarkan suara “Eh” dan menyadari kalau gadis ini nampaknya dapat memahami bahasa binatang.


Memiliki ide kasar dikepala Affan bertanya, “Gadis, kamu bisa mengerti bahasaku?(dalam bahasa binatang)”


Gadis didepannya mengangguk lembut.


“Sungguh!” Tiba-tiba Fan Chuyi yang melihat keajaiban, melompat dalam obrolan. Dia meraih tangan gadis itu dan menariknya menuju gedung tidak jauh dari sana sambil berkata, “Gadis ikut denganku, semua herbalmu akan ku beli dengan harga 2x lipat. Ayo berbisnis.”

__ADS_1


Gadis berbaju lusuh nampak bingung, tapi dia tidak menolak sikap Fan Chuyi terhadap dirinya.


….


Di sebuah penginapan, kamar VIP.


“Jadi begitu, kamu sudah memiliki bakat ini sejak kamu kecil.” Chuyi mengangguk setuju setelah mendengar penjelasan Amy.


Gadis berbaju lusuh sebelumnya bernama Amy, dia warga sipil biasa yang tinggal di desa. Demi mendapat pendidikan formal, dia berkerja keras setiap hari untuk mengumpulkan herbal. Setelah terkumpul beberapa tangkai, dia akan membuka toko di area pusat dan menjual barang.


Masalahnya dia sering di tipu ….


Tentu saja Amy tidak tahu kalau dia telah tertipu banyak uang, baru setelah Cai Li mengajarinya harga resmi, Ia tersadar akan sifat serakah orang-orang itu.


Dan beberapa waktu lalu, Amy mendengar kabar kalau wilayah barat sedang mengalami peristiwa langka. Dikatakan ada kesempatan besar bagi orang yang beruntung, karena itu Amy mengubah tujuan awalnya untuk menabung dan pergi ke wilayah barat.


Fan Chuyi sangat bersemangat, dan mau tidak mau membahas rencana perjalanan dengan Amy ….


“Saudari Chuyi, kamu benar-benar mau membawaku? Tapi aku tidak memiliki kekuatan tempur.” kata Amy dengan menyesal dan menolak undangan Fan Chuyi.


Fan Chuyi melambaikan tangannya dan berkata, “Itu tidak masalah, kita punya Affan, dia akan berdiri di garis depan.”


….


“Bersin” Affan sedang tidur pulas di kasur, tiba-tiba ada sensasi gatal menyerang hidungnya. Setelah terbangun, Affan langsung bertemu tatapan berapi Fan Chuyi. “Nonaku, kamu memanggil?!”


Fan Chuyi membelai bulu Affan, sementara wajahnya menunjukkan ekspresi puas. Dia berbisik ditelinga Affan, “Benar sekali. Waktu tidurmu sudah habis, dan waktu saatnya melanjutkan perjalanan. Cepat bangun, kamu harus melindungi keselamatan anggota tim baru.”


Amy di belakang Fan Chuyi mengintip, dia cukup malu untuk bertemu langsung dengan pahlawannya.


Sekilas, Affan mengetahui siapa anggota baru tim. “Pasti Amy, kan?” Dia berpikir.


“Eh? Jam berapa sekarang?” Affan bertanya dengan bingung, dia merasa masih mengantuk dan ingin tidur lebih banyak.


“Enam jam telah berlalu sejak kamu tidur dan sebentar lagi akan sore.” Fan Chuyi berjalan menuju pintu keluar sambil bicara, “Kalau tidak bangun, kamu akan ditinggal.”


“Tidak Nona, jangan tinggalkan aku!” Affan langsung bersemangat dan melompat turun dari ranjang.


Perjalanan kebarat, Api Bumi Sejati, sekelompok Master Jiwa dan Soul Beast tingkat tinggi, aku ingin melihat semuanya.

__ADS_1


__ADS_2