Islam Itu Indah

Islam Itu Indah
capter sepuluh : nabi daud


__ADS_3

Kisah Nabi Daud yang pertama berawal dari peristiwa perang Thalut dan Jalut. Seperti dilansir dari laman Asy Syariah, Daud merupakan salah satu prajurit dalam pasukan Thalut yang akan berperang menghadapi pasukan Jalut. Pasukan Thalut memang mempunyai keberanian yang tinggi serta siasat perang dan ilmu pengetahuan yang luas. Hal ini juga tercermin di dalam diri Daud.


Meski begitu, pasukan Tahlut tetap berusaha bersabar dan terus memohon pertolongan Allah SWT saat berperang menghadapi pasukan Jalut. Dalam perang tersebut, dengan keberanian yang dimilikinya Daud maju menghadapi Jalut dan membunuhnya. Perlahan tapi pasti, jumlah pasukan Jalut semakin berkurang. Pasukan yang tersisa semakin lemah dan mulai menderita kekalahan. Setelah kekalahan Jalut, Daud kemudian diangkat menjadi raja.


Dalam hal ini, kemudian Allah SWT mengangkat Daud menjadi seorang nabi dan memberikan hikmah kerajaan yang kuat setelah usaha keras yang dilakukan Daud beserta pasukan Thalut lainnya. Bukan hanya itu, Allah juga memberikan Nabi Daud anugerah berupa ketaatan beribadah dan ilmu pengetahuan yang luas. Di sini Allah memberikan sifat awwab kepada Nabi Daud, yaitu seseorang yang mempunyai kesempurnaan pengetahuan tentang Allah SWT. Hal ini seperti yang tercantum dalam QS. Shad ayat 17 :


“Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan. Sesungguhnya dia seorang yang awwab.” (Shad: 17)


Selain diberikan pengetahuan yang luas dan ketaatan beribadah, Allah juga memberikan anugerah Nabi Daud berupa suara yang merdu. KIsah Nabi Daud dengan mukjizat suara yang merdu pun membuat orang-orang yang menjadi menderita sakit menjadi sembuh dan sehat kembali, ketika mendengar lantunan suara merdu Nabi Daud saat membaca kitab Zabur.


Seperti dikutip dari situs islam.co, lantunan kitab Zabur yang dinyanyikan merdu oleh Nabi Daud juga membuat air dan angin menjadi di sekitarnya menjadi tenang dan damai. Bahkan dalam hal ini, Allah telah menundukkan burung-burung dan gunung-gunung untuk turut bertasbih memuji Allah bersama Nabi Daud. Ini merupakan suatu mukjizat menakjubkan, yang diberikan Allah kepada Nabi Daud seorang diri tanpa dimiliki oleh siapapun.


“Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan, dan ingatlah hamba Kami, Daud, yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Mereka semua amat taat kepada Allah.” (QS. Shaad : 17-19).


Kisah Nabi Daud selanjutnya bercerita tentang kemampuan Nabi Daud yang dapat mendengarkan dan memahami percakapan burung-burung. Pada suatu ketika, Nabi Daud sedang merenung dan mendengarkan suara-suara di sekitarnya. Ia kemudian turut mendengarkan burung-burung yang saling mengoceh. Kemudian Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Daud yang dapat memahami percakapan burung-burung tersebut.


Seperti dilansir dari laman Islampos, sejak saat itu Nabi Daud mampu memahami bahasa hewan-hewan. Beliau pun memperlakukan hewan-hewan dengan penuh kasih sayang. Begitu pula dengan hewan-hewan, mereka pun patuh dan sangat menyayangi Nabi Daud. Allah kemudian juga menganugerahkan kemampuan ini kepada anak Nabi Daud, yaitu Nabi Sulaiman.


Selanjutnya, kisah Nabi Duad yang tidak kalah menarik adalah kemampuannya yang piawai membuat baju besi dan peralatan perang yang kuat. Dari laman Asy Syariah disebutkan, bahwa Allah telah melunakkan besi bagi Nabi Daud dan mengajarinya cara membuat baju besi, perisai, dan alat-alat perang yang kokoh. Atas izin dan anugerah yang diberikan Allah, Nabi Daud menjadi orang pertama yang mampu membuat baju besi dan peralatan perang yang tangguh. Kisah ini seperti tercantum dalam QS Saba ayat 10 – 11.

__ADS_1


“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Daud, lalu Kami berfirman: “Hai gunung-gunung bacalah tasbih berulang bersama Daud, begitu pula burung-burung, dan besi itu kami jadikan lunak di hadapannya, Buatlah serta tenunkan baju besi, lalu kerjakan amalan yang shaleh, sesungguhnya Aku melihat apa-apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Saba, ayat 10-11).


Itulah beberapa kisah Nabi Daud, seorang mantan prajurit yang diangkat menjadi raja berkat kecerdasan dan keberaniannya. Serta beliau merupakan nabi yang menjadi tauladan bagi seluruh umat muslim untuk taat beribadah kepada Allah.


Nabi Daud AS diutus memberi peringatan pada Bani Israel yang hidup dalam kesesatan sepeninggal Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. Nabi Daud AS adalah seorang yang pemberani dan taat beribadah. Salat dan puasa Nabi Daud merupakan ibadah terbaik yang patut diamalkan.


"Salat yang paling dicintai Allah adalah salat Daud. Dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Daud tidur separuh malam dan bangun pada sepertiganya, dan tidur lagi seperenamnya. Ia juga puasa sehari dan berbuka sehari (sehari tidak berpuasa)," hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari & Muslim.


Ketaatan dan keberanian Daud sudah tampak sejak kecil. Saat sedang menggembala, Daud berani melawan hewan buas yang mengganggu hewan ternak miliknya.


Keberanian Daud membuat Raja Thalut mengajaknya ikut berperang melawan Raja Jalut dan pasukannya yang berjumlah lebih banyak. Raja Jalut dikenal juga dengan Goliath dan pasukan Filistin.


"Salat yang paling dicintai Allah adalah salat Daud. Dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Daud tidur separuh malam dan bangun pada sepertiganya, dan tidur lagi seperenamnya. Ia juga puasa sehari dan berbuka sehari (sehari tidak berpuasa)," hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari & Muslim.


Ketaatan dan keberanian Daud sudah tampak sejak kecil. Saat sedang menggembala, Daud berani melawan hewan buas yang mengganggu hewan ternak miliknya.


Keberanian Daud membuat Raja Thalut mengajaknya ikut berperang melawan Raja Jalut dan pasukannya yang berjumlah lebih banyak. Raja Jalut dikenal juga dengan Goliath dan pasukan Filistin.


Daud yang masih berusia belasan tahun ikut berperang tanpa dibekali senjata besi. Ia hanya menggunakan ketapel. Atas izin Allah, Daud berhasil membunuh Jalut.

__ADS_1


"Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut," firman Allah surat Al-Baqarah 251.


Sejak saat itu, Daud menjadi orang yang dekat dengan Thalut. Daud selalu ikut dalam setiap peperangan dan selalu memenangkannya.


Daud pun mengambil alih kerajaan yang dipimpin oleh Thalut.


"... kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya," firman Allah surat Al-Baqarah 251.


Daud menjadi raja sekaligus menjadi nabi Allah. Dalam beberapa riwayat disebutkan kerajaan Nabi Daud merupakan yang paling kuat di dunia. Kerajaan Nabi Daud bahkan di jaga oleh 40 ribu pasukan.Dalam menyiarkan kebenaran dan agama Allah, Nabi Daud diberikan sejumlah mukjizat. Nabi Daud dikarunia suara yang merdu. Suara itu dapat membuat burung hingga gunung ikut bertasbih bersama Daud.


Nabi Daud juga pandai berbahasa binatang. Selain itu, Nabi Daud bisa melunakkan besi dengan tangan kosong. Nabi Daud juga diberikan kitab Zabur oleh Allah SWT. 


Nabi Daud juga merupakan nabi yang bertanya kepada Allah ke mana arah kiblat. Kala itu Nabi Daud membangun Baitul Maqdis, saat ini Al Aqsa sebagai arah kiblat untuk salat. Ini merupakan asal mula terdapat kiblat untuk salat. Kemudian arah kiblat diganti Baitul Haram di Mekkah di masa Nabi Muhammad SAW.


Pada suatu ketika, Nabi Daud AS dikisahkan menyukai seorang perempuan yang telah bersuami. Kala itu Nabi Daud memerintahkan suaminya untuk ikut berperang. Sang suami lalu gugur dalam berperang.


Nabi Daud lalu menikahi perempuan tersebut. Namun, rasa bersalah menyelimuti Nabi Daud.


Rasa bersalah itu membuat Nabi Daud bertobat kepada Allah dengan melakukan puasa yang berselang-seling yakni sehari puasa dan sehari tidak. Puasa inilah yang hingga kini dikenal dengan puasa Daud.

__ADS_1


"Nabi Daud merasa bersalah akhirnya mohon ampun lewat puasa,"


__ADS_2