Islam Itu Indah

Islam Itu Indah
capter tujuhbelas : nabi ilyasa


__ADS_3

Nabi Ilyas adalah putra Yasin bin Finhash dan salah satu keturunan Nabi Harun. Dia diutus oleh Allah SWT untuk menjadi seorang Nabi dan menjadi pembimbing bagi kaum Yordan. Beliau mendapat amanat untuk mengajak kaum Israil kembali kepada ajaran Allah. Ketika itu kaum Bani Israil terkenal akan kebiasaan menyembah berhala yang bernama Baal. Berhala itu berada di tengah-tengah kota, sehingga kota tersebut dijuluki dengan kota Baalbak.


Dikutip dari buku Kisah Hikayat Nabi Ilyas AS Dalam Islam, karya Muhammad Xenoryuki menjelaskan, Nabi Ilyas memulai misinya dengan berdakwah kepada kaum Bani Israil. Beliau selalu mengingatkan dan mengajak kaum Bani Israil untuk kembali kepada ajaran Allah. Ketika Nabi Ilyas melihat kenyataan bahwa kaumnya sedang menyembah berhala Baal, Nabi Ilyas berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Baal dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?". (QS As-Saffat ayat 124-126).


Mendengar ajakan dari Nabi Ilyas, kaum Bani Israil begitu marah dan berkata, "Hai Ilyas, berani sekali engkau meminta kepada kaum kami untuk meninggalkan tuhan-tuhan kami. Sesungguhnya, kami melakukan hal itu karena bapak-bapak kami juga telah melakukan hal tersebut," seru kaum Bani Israil kepada Nabi Ilyas.


Bahkan kaum Bani Israil terang-terangan menghina dan mengejek Nabi Ilyas. Walaupun begitu, Nabi Ilyas tetap sabar dan terus berdakwah kepada kaum Bani Israil.


Sementara itu, kaum Bani Israil bersekongkol untuk menyingkirkan Nabi Ilyas. Mereka mengejar-ngejar dan mengusir Nabi Ilyas. Nabi Ilyas pun terpaksa berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghilangkan jejaknya agar terhindar dari kejahatan kaum Bani Israil. Dalam pelariannya tersebut, Nabi Ilyas sampai di sebuah rumah yang dihuni oleh keluarga yang baik hati.


Mereka menerima Nabi Ilyas tanpa pamrih. Saat itu, salah satu anggota keluarga di rumah itu sedang menderita sakit. Orang itu adalah Nabi Ilyasa yang beberapa tahun kemudian diutus menjadi Nabi dan menemani dakwah Nabi Ilyas.


Ketika masih muda, Nabi Ilyasa menderita sakit keras. Akhirnya, Nabi Ilyas berdoa kepada Allah SWT untuk memohon kesembuhan Nabi Ilyasa. Dengan izin Allah, Nabi Ilyasa sembuh dari penyakitnya tersebut. Sikap yang dilakukan Nabi Ilyas, dalam menyembuhkan Nabi Ilyasa membuatnya tertarik untuk mengikuti ajaran Nabi Ilyas. Setelah Nabi Ilyasa melihat Nabi Ilyas dapat menyembuhkan penyakitnya yang cukup parah melalui pertolongan Allah SWT, hal itu menjadi bukti baginya mengikuti ajaran Nabi Ilyas dan beribadah kepada Allah. Sejak sat itu Nabi Ilyas memiliki teman untuk berdakwah.


Sementara itu, tiga tahun telah berlalu sejak Nabi Ilyas diusir oleh kaum Bani Israil. Kaum Bani Israil dilanda kekeringan selama tiga tahun, mereka sangat menderita karena kelaparan dan kematian pun menjadi pemandangan sehari-hari. Mereka mengalami kekurangan air, dan hidup tersiksa. Di samping itu, banyak tanaman dan binatang ternak yang akhirnya mati. Kekeringan terus berlanjut dan tidak ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Akhirnya beberapa tokoh masyarakat berkumpul dan membicarakan masalah kekeringan di kota mereka.

__ADS_1


Salah seorang dari kaum Bani Israil berkata, "Kita telah diinatkan oleh Ilyas sebelumnya. Akan tetapi, kita tidak memedulikannya, bahkan kita mengusirnya. Sekarang, apa yang diucapkannya telah terjadi kepada kita". "Lalu, apa usulmu untuk terhindar dari azab ini?," jawab salah satu kaum Bani Israil. "Kita harus menemukan Ilyas dan bertobat kepada Allah. Lalu, kita minta Ilyas agar memohon kepada Allah untuk tidak mengazab kita,"usul salah satu kaum Bani Israil.


Seketika itu mereka berbondong-bondong dan bertekad mencari Nabi Ilyas, mereka berharap agar Nabi Ilyas dapat membantu mereka keluar dari penderitaan yang telah berlangsung lama tersebut.


Setelah melakukan pencarian yang cukup lama, akhirnya kaum Bani Israil dapat menemukan Nabi Ilyas yang telah ditemani Nabi Ilyasa. Mereka memohon kepada Nabi Ilyas untuk membantu keluar dari penderitaan akibat kemarau yang panjang menimpa mereka selama tiga tahun terakhir. Kaum Bani Israil berjanji kepada Nabi Ilyas akan beriman kepada Allah dan mentaati perintah Nya. Kemudian, mereka pun menghancurkan berhala-berhala mereka secara beramai-ramai. Kaum Bani Israil pun segera beriman kepada Allah.


Melihat penderitaan kaum Bani Israil, akhirnya Nabi Ilyas luluh karena tidak tega melihat penderitaan mereka. Nabi Ilyas kemudian berdoa kepada Allah SWT agar kaum Bani Israil diberikan rahmat-Nya dengan menurunkan hujan. Tak lama kemudian, hujan turun membasahi kota Baalbak. Tanaman mulai tumbuh, dan orang-orang serta binatang mulai dapat menggunakan air sesuai dengan kebutuhan mereka. Kaum Bani Israil pun kembali hidup makmur dan sejahtera.


Namun beberapa tahun kemudian, kaum Bani Israil kembali pada kebiasaan mereka dan mengingkari janjinya dengan kembali menyembah berhala dan menggunakan harta benda mereka untuk berbuat maksiat. Akhirnya Nabi Ilyas kembali berdoa kepada Allah agar kaum Bani Israil mendapatkan azab-Nya. Tak lama kemudian, mereka tertimpa azab dari Allah SWT. 


Ia juga diketahui lebih senang berada di hutan dan bermain bersama hewan. Hingga turun wahyu pertama pada usia 35 tahun. Ia diminta untuk mengingatkan raja Israil agar kembali pada Allah. Penduduk di negara itu diceritakan telah berpaling dari Allah dan mengingkari ajaran Allah.Itu sebab Nabi Ilyas didaulat sebagai penyeru ajaran Allah ke para penduduk di negeri Ba'labak tersebut. Tapi jangankan beroleh perhatian, Dakwah Nabi Ilyas dibalas dengan penolakan demi penolakan. Meski begitu Ilyas tetap melanjutkan dakwahnya.


Ilyas juga mengingatkan bahwa berhala yang mereka sembah itu tak akan mampu menolong ketika penduduk mendapat azab. Rupanya peringatan Nabi Ilyas, justru membuat penduduk marah dan terusik. Penduduk mengusir Ilyas, bahkan ada yang melempari Nabi Ilyas dengan batu.


Namun Ilyas tak membalas perlakuan mereka. Ia tetap melanjutkan dakwah demi dakwah meskipun menuai penolakan. Hingga suatu hari penduduk geram dan mengusir Nabi Ilyas untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Nabi Ilyas pun bergegas pergi dan mencari tempat persembunyian. Dalam keheningan di tengah pelariannya itu ia berdoa meminta perlindungan dan meminta Allah memberi peringatan ke kaum di Ba'labak.


Tak lama dari itu, negeri Ba'labak dilanda kekeringan berkepanjangan. Bencana ini merenggut nyawa penduduk negeri Ba'labak satu per satu. Perselisihan antar-penduduk pun timbul lantaran berebutan makanan. Masalah kecil saja sudah bisa memicu pertengkaran besar.


Penduduk pun marah dan menganggap bencana tersebut karena kedatangan Ilyas dan kemarahan berhala mereka. Dalam sumber lain disebut Raja Israil meminta para imam berdoa ke berhala agar kemarau lekas usai. Tapi kemarau berkepanjangan tetap berlanjut.Bani Israil semakin marah dan bertekad untuk memburu Nabi Ilyas.


Sementara di tengah pelariannya, Nabi Ilyas menemukan sebuah rumah di gurun pasir. Sumber lain menyebut, di tengah persembunyian itu Ilyas diutus untuk menemui seorang ibu yang memiliki anak laki-laki. Ilyas tinggal sementara di sana, makan, minum, tidur dan hari-harinya dihabiskan di rumah itu.


Di situlah ia dipertemukan dengan Ilyasa--yang kelak juga diangkat sebagai Nabi Allah. Saat Ilyas tiba, Ilyasa tengah menderita sakit keras sejak lama.


Atas izin Allah, Ilyas menyembuhkan Ilyasa yang saat itu sedang sakit keras. Nabi Ilyas berdoa kepada Allah memohonkan kesembuhan untuk Ilyasa. Tak lama kemudian Ilyasa pulih dan menjadi murid Nabi Ilyas yang paling setia.Nabi Ilyas mulai mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada Ilyasa. Menurut buku karangan Dian Noviyanti tersebut, hal yang pertama diajarkan kepada ilyasa adalah tauhid.


"Tauhid adalah mengesakan Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun. Kita harus meyakini Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah," demikian ditulis dalam buku "The Prophets; Kisah Hikmah 25 Nabi Allah".


Nabi Ilyas lantas kembali melanjutkan dakwah ditemani Ilyasa. Di tengah keputusasaan tak kunjung usainya kemarau panjang, penduduk Ba'labak kali ini mulai mendengarkan Nabi Ilyas. Mereka pun berangsur memahami dan kembali ke ajaran Allah SWT.

__ADS_1


Tak lama setelah itu turunlah hujan dan membuat penduduk Ba'labak bersuka hati sebab sangat merindukan air dari langit. Beberapa hari kemudian tanaman mulai tumbuh, binatang ternak mendapat makan dan minum cukup, penduduk pun terbebas dari lapar juga dahaga.


Dari kisah Nabi Ilyas, salah satu yang membekas adalah konsistensinya menyampaikan apa yang ia anggap benar meskipun ditolak, dihina, dicaci hingga diusir. Sekalipun memakan waktu dan proses panjang, kegigihan Ilyas berbuah hasil, penduduk Ba'labak terbuka hati dan pikirannya.


__ADS_2