Islam Itu Indah

Islam Itu Indah
capter enam : nabi ayub


__ADS_3

Nabi Ayyub adalah seorang Nabi yang memiliki banyak harta kekayaan dan lahan yang begitu luas. Beliau tinggal dibelahan bumi bernama Tsaniyah, di Huran, di negeri Syam.


Ibnu Asakir, satu ulama pembesar mazhab Syafi’i, berkata, “ Semua lahan yang luas itu adalah miliknya. Lalu Allah SWT menguji dirinya dengan kehilangan semua harta tersebut. Beliau diuji dengan berbagai macam ujian yang menimpa tubuhnya. Sehingga tidak ada sejengkalpun dari bagian tubuhnya ditimpa penyakit kecuali hati dan lisannya.”


Meskipun hanya hati dan lisan beliau saja yang masih dapat digunakan, Nabi Ayyub tetap berzikir kepada Allah SWT.


Penyakit itu pun membuat teman dan kerabat beliau merasa jijik. Dan mengasingkan Nabi Ayyub ke tempat pembuangan sampah diluar tempat tinggal beliau.


Satu-satunya yang menemani Nabi Ayyub adalah istri beliau yang bernama Siti Rahmah. Istri beliau dengan penuh kesabaran selalu setia mendampingi dan mengurus Nabi Ayyub.

__ADS_1


Siti Rahmah selalu berusaha mendapatkan pekerjaan agar dapat memberi makan Nabi Ayyub. Namun penduduk sekitar yang mengetahui bahwa ia adalah istri Nabi Ayyub, mereka pun tidak ada yang ingin memberikan pekerjaan kepadanya. Karena takut tertular penyakit tersebut.


Namun Siti Rahmah tidak berputus asa. Ia pun mendatangi para orang kaya. Ia menggadaikan rambut panjangnya. Dan ditukar dengan makanan. Dan ia pun segera membawakannya kepada Nabi Ayyub.


Sesampainya disana, Nabi Ayyub pun bertanya, “ Darimanakah engkau mendapatkan makanan ini?”


Keesokan harinya, sang istri kembali menjual kepangan rambut miliknya. Dan ia kembali mendapatkan makanan sebagai gantinya. Kemudian dengan segera membawakan makanan tersebut kepada Nabi Ayyub.


Nabi Ayyub pun curiga dan kembali bertanya perihal makanan tersebut. Bahkan beliau tidak akan memakan makanan tersebut hingga sang istri memberi tahu yang sebenarnya.

__ADS_1


Dan akhirnya sang istri membuka penutup rambutnya. Dan Nabi Ayyub mendapati bahwa rambut sang istri sudah tak ada lagi.


Melihat hal tersebut, Nabi Ayyub pun langsung berdoa, “ Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. AlAnbiya’: 82).


Lalu Allah mendatangkan pertolongan-Nya. (Allah berfirman): " Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. (QS. Shad: 42)


Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ayyub untuk memukul bumi dengan kaki beliau. Nabi Ayyub pun mengikuti perintah Allah. Dan kemudian dari bekas hentakan kaki beliau, muncullah sumber mata air yang dingin.


Kemudian Allah memerintahkan untuk mandi dan minum dari air tersebut. Nabi Ayyub pun mengikutinya. Dan atas izin Allah, diangkatlah segala penyakit di tubuh Nabi Ayyub. Dan Allah mengganti apa yang pernah hilang dari Nabi Ayyub dengan yang lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2