Islam Itu Indah

Islam Itu Indah
capter lima: nabi adam


__ADS_3

Kisah Nabi Adam pertama yang perlu disimak adalah proses penciptaan Nabi Adam sebagai manusia pertama. Dalam QS Al Baqarah ayat 30, Allah mengatakan kepada malaikat sebelumnya bahwa Dia akan menciptakan khalifah di bumi. Di sini muncul, percakapan antara malaikat dan Allah.


"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah? padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau!" Tuhan berfirman, Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui," (QS Al Baqarah: 30)


Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Malaikat sempat mempertanyakan mengapa Allah hendak menciptakan khalifah di muka bumi, yang nantinya mereka akan berbuat kerusakan serta saling menjatuhkan. Namun Allah lebih mengetahui segala hal dibandingkan malaikat, sebab Allah adalah dzat Yang Maha Mengetahui.


Kemudian dikatakan bahwa Allah menciptakan manusia dari saripati tanah. Hal ini seperti Yang tertuang dalam QS Al Sajadah ayat 6 - 9, yaitu sebagai berikut : "Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian menyempurnakan dan meniupkan ke dalam roh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur."


Penciptaan Nabi Adam sebagai manusia pertama oleh Allah juga dijelaskan pada QS Al Hijr ayat 26, sebagai berikut :


"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk."


Meskipun telah dijelaskan di beberapa ayat dalam Al Quran, proses penciptaan Nabi Adam sebagai manusia tidak bisa dipahami begitu saja. Melainkan perlu dilakukan penafsiran dengan menggunakan ayat lain maupun hadist. Sebab yang telah disebutkan di atas termasuk dalam kategori Mustasyabihat, lawan dari Muhkam (jelas).


Setelah menciptakan Nabi Adam, Allah kemudian memerintahkan malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam. Seluruh malaikat dapat menaati apa yang diperintahkan Allah. Sedangkan kaum iblis menolak perintah tersebut. Mereka menganggap derajatnya lebih mulia dibandingkan manusia. Dengan alasan mereka diciptakan dari api sedangkan manusia hanya dari tanah.


Allah pun murka dengan sikap yang dilakukan iblis. Akibatnya iblis dikeluarkan dari surga Allah. Dari hal ini, kemudian iblis bersumpah akan menggoda manusia untuk berbuat keburukan.

__ADS_1


Hal lain dari kisah Nabi Adam yang menarik untuk Diketahui adalah bagaimana wujud seorang khalifah pertama ciptaan Allah tersebut. Dikatakan bahwa Nabi Adam diciptakan dengan tubuh yang lengkap. Tinggi tubuh Nabi Adam konon mencapai 60 hasta atau sekitar 18 meter.


Hal ini sungguh berbeda dari kondisi tubuh manusia masa kini yang hanya di bawah 2 meter. Ternyata perubahan ini telah dijelaskan pada Hadist Riwayat Bukhari, sebagai berikut :


Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, dari Nabi SAW bersabda, "Allah menciptakan Adam AS tingginya enam puluh hasta, kemudian Dia berfirman: Pergilah kamu dan berilah salam kepada para malaikat, maka dengarkanlah bagaimana mereka menjawab salam penghormatan anak keturunanmu. Maka Adam menyampaikan salam: Assalaamu


alaikum(salam sejahtera untuk kalian). Mereka menjawab: Assalaamu alaika wa rahmatullah (salam sejahtera dan rahmat Allah untukmu) Mereka menambahkan kalimat wa rahmatullah. Setiap orang yang akan masuk surga sifatnya seperti Adam AS, dan manusia terus saja berkurang (tingginya) sampai sekarang." (HR Bukhari)


Selain mempunyai tubuh yang tinggi, ternyata Nabi Adam juga mempunyai usia yang panjang. Dikatakan bahwa Nabi Adam memiliki umur hingga 1000 tahun. Bahkan dalam salah satu riwayat hadist dikatakan bahwa Nabi Adam memberikan 40 tahun umurnya kepada Nabi Dawud.


Setelah diciptakan, Nabi Adam menjalani kehidupan di surga. Namun diceritakan bahwa


Nabi Adam mulai merasa kesepian. Kemudian, dengan alasan inilah Allah menciptakan pasangan untuk Nabi Adam, yaitu Hawa.


Nabi Adam dan kekasihnya Hawa hidup bersama di surga. Allah pun memperbolehkan Nabi Adam maupun Hawa untuk menikmati apa saja yang terdapat di Surga. Namun ada satu larangan yang mereka tidak boleh lakukan, yaitu memakan buah khuldi. Dalam hal ini Allah berfirman :


"Wahai Adam! TinggalLah engkau dan istrimu di surga ini. Dan makanlah makanan-makanan yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu mendekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim."

__ADS_1


Kesempatan inilah yang dimanfaatkan iblis untuk mengganggu manusia, yaitu Adam dan


Hawa. Dikatakan, pada suatu ketika iblis menghasut Adam dan Hawa untuk mencoba buah khuldi.


Menurut tafsir Ibn Al-Katsr, Adam sempat menolak bujuk rayu iblis tersebut. Namun karena Hawa begitu penasaran dan ingin mencoba buah khuldi, kemudian Adam


mengabukannya dan turut memakannya. Setelah sadar melakukan kesalahan, Adam dan Hawa segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Hal ini seperti yang tertuang dalam QS Al A'raf ayat 22-23 :


"Allah berfirman, "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku


katakan kepadamu; Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" "Ya Tuhan Kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak


mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."


Pada akhirnya Allah Yang Maha Pengampun, menerima permohonan maaf dan taubat dari Nabi Adam dan Hawa. Meskipun begitu, Allah tetap memberikan hukuman bagi sepasang kekasih ini untuk turun ke bumi. Allah pun menurunkan Adam dan Hawa di tempat yang berbeda. Adam diturunkan di puncak Bukit Sri Pada, Sri Lanka. Sedangkan Hawa berada di daerah Arab.


Nabi Adam dan kekasihnya, Hawa, terpisah dan menjalani kehidupan masing-masing selama 40 tahun. Namun akhirnya Allah mempertemukan mereka kembali di Jabal Rahmah. Setelah itu Nabi Adam dan Hawa menjalani hidup bersama di bumi. Nabi Adam mulai belajar bercocok tanam untuk bertahan hidup di bumi. Sampai akhirnya mereka dianugerahi anak kembar berpasang-pasang. Cerita ini merupakan Salah satu potong kisah Nabi Adam yang terkenal dan masih menarik disimak hingga saat ini.

__ADS_1


__ADS_2