
Harapan sirna, kebahagiaan di lihat khayalak umum hanya pajangan hiasan yang di poles sedemikian rupa indahnya. Penderitaan akan tetap hinggap di atas bunga yang di petik untuk di sakiti.
Makhluk halus yang di nyatakan sebagai penjaga tubuh manusia, nyatanya seutuhnya menguasai jiwa melakukan perbuatan yang ingkar dan mendustakan Tuhannya. Kebanyakan manusia jumawa atau sombong menganggap dirinya di atas angin. Sifat makhluk yang terbuat dari api bercampur di dalam aliran darah yang di tempati. Kelakuan, tingkah, kebiasaan baru yang aneh tanpa di sadari dirinya sendiri. Pada hari-hari tertentu, Marina memberikan sesajen pada makhluk yang mendiami tubuh kedua cucunya. Sesajian yang paling utama di tanam pada anaknya Adit.
Tidak di sangkal perusahan Adit berkembang pesat. Bisnis di kembangkan di luar daerah sampai membuka dua cabang sekaligus. Persemian gedung baru melibatkan orang tua, istri dan anak. Hari besar di warnai ajang perselingkuhan para pegawai melirik para staf dan pegawai baru yang wajah dan tubuhnya membuat mereka terpikat.
“Men lihat, yang berpakaian kemeja putih itu namanya Madu. Cantik banget kan?” ucap Didin.
Memen menganggukkan kepala, senyum melihat wanita yang mengibaskan rambutnya. Dia melihat dua pria di dekatnya memperhatikan. Pandangan di balas senyuman, keduanya melambaikan tangan berani mendekat. Jabatan tangan, penukaran nomor whatsapp sampai pembicaraan mengenai kesukaan pada wanita itu. Para pekerja lain ikut nimbrung berdiri mendengarkan wanita itu berbicara.
Para staf angkatan muda di pilih sesuai hasil kinerja, pengalaman bekerja yang pernah di tempuh dan hasil keterangan tingkat tamatan sekolah. Tiga wanita yang di jadikan kandidat menjabat sebagai sekertaris Adit. Setelah acara persemian itu, Adit lupa daratan mengoleksi wanita-wanita cantik untuk di jadikan selingkuhan.
Detik-detik pemotongan pita di serahkan pada Marina dan istrinya Risa.
Dia berdiri dengan bangga memperkenalkan wanita pada semua orang dua wanita yang berperan di daam kesuksesannya. Ibu yang sangat menyayanginya dan istri yang sangat mencintainya. Polesan riasan make up, baju mewah dan perhiasan mahal terpajang.
Di meja bagian sudut, Mora merenggut ingin menghentakkan gelas ke atas meja. Dia tidak tahan melihat kemesraan Adit di depan umum bersama istrinya. Lela, Sese, dan Madu di nyatakan sebagai kandidat calon sekertaris, tapi yang terlihat paling berpotensi yaitu Lela. Masa hari formal pemilihan belum di langsungkan, tapi banyak kabar yang mengatakan Madu terpilih.
Gedung peresmian di luar kota di luar halaman di hias dekorasi bertemakan bunga mawar putih di balut tirai berwarna orange. Makanan yang tersedia, hiburan musik, tamu-tamu penting. Seharian Adit tampak sibuk berbincang-bincang dengan para atasan. Marina terlebih dahulu kembali ke hotel di antar supir pribadi yang di sediakan khusus Adit mengantar ibunya.
__ADS_1
Risa duduk di meja bagian depan menunggu suaminya, di samping memperhatikan kedua putranya yang berlari kesana-kemari. “Raka, Riki hati-hati awas jatuh nak!” ucap Risa.
Dia berjalan ke parkiran, membuka bagasi mobil mencari obat. Kepalanya terasa sangat pusing, tanpa sengaja menjatuhkan benda keras yang di bungkus dengan kain berbentuk kantung hitam. Dia membuka apa isi di dalamnya.
Risa terkejut melihat sebuah handphone berwarna hitam, di balik casing hp terpajang foto suaminya sedang memeluk wanita lain. Tangannya bergetar keringat dingin menyalakan handphone. Ada banyak pesan masuk tertulis nama lovely. Beberapa menit Risa melihat album penuh foto suami bermesraan dengan wanita yang ada di gambar hp belakang. Panggilan suara wanita terdengar jelas di telinganya.
Risa menghidupkan ponselnya merekam suara wanita yang tidak henti mengomel itu. Setelah itu mematikan panggilan, mengirim foto, video mesum dan menyimpan nomor di hp nya. Risa mempercepat gerakan, menyimpan kembali ponsel di dalam jok mobil yang di tutupi alas kaki.
Dia memeriksa semua isi mobil suaminya, ada pakaian tidur terselip di antara bangku. Tangisannya tidak bisa di tahan, Adit melakukan hubungan perzinaan dengan wanita lain di belakangnya.
“Semula aku berpikir dia hanya sekedar bermain hati. Tapi perbuatannya binal bermain gila melupakan anak istri!” gumam Risa.
Dia menahan emosi, membuka aib suaminya di depan khalayak ramai sama saja memperkenalkan wanita lain yang lebih pintar menggoda bahkan membuat Adit berani menggantikan posisi istrinya. Dia menahan semua amarah, kali ini Risa berpikir harus turun tangan sendiri melabrak wanita yang berani merebut suaminya.
“Halo mas, sebentar aku sedikit pusing. Lagi cari obat di kotak p3k.”
“Jangan lama-lama ya sebentar lagi kita balik..”
Meminum tiga tablet obat pereda sakit kepala sekaligus, dia harus menyehatkan raga agar mengumpulkan tenaga menghajar para selingkuhan suaminya. Berdiri memperhatikan wanita-wanita yang tersenyum melihat suaminya. Para pelakor yang bersembunyi dalam permainan halus. Membayangkan menusuk pelaku utama, berjalan sampai berlari menancapkan belati di jantung Adit.
__ADS_1
“Ah itu hanya pemikiran ku yang pendek. Bagaimana nasib kedua buah hati kun anti kalau ibunya di penjara?”
Raka dan Riki berlari merentangkan tangan memeluk Risa, bekas air matanya di hapus. Dia harus tetap tersenyum di depan kedua anaknya. Berjalan bergandengan tangan menjemput Adit dari wanita-wanita yang mengerumuninya. Mereka kembali ke hotel mempersiapkan kepulangan.
“Opung! “ gelak tawa Raka dan Riki melihatnya duduk sambil merapikan sirih di atas keranjang.
Melihat cara Marini mengunyah sihir rasanya terlihat sangat lezat, Akan tetapi kalau dia mau mencicipi, Raka tersedak nyengir mengembalikan bekas sihir dari dalam mulutnya.
“Kamu mau Risa? Sini ibu buatkan daun yang ukuran sedang ya..”
“Ya bu terimakasih..”
Risa tidak bisa menolak mertuanya kalau menawarkan makanan aneh yang terpaksa dia telan demi menyenangkan hatinya. Persiapan pulang di hari esok, pada malam hari mereka memasukkan barang-barang ke dalam koper. Semalam Risa tidak bisa tidur, hati dan pikirannya tidak menentu.
Berdiri membersihkan wajah di depan kaca kamar mandi, dia melihat gerakan tubuh menyerupai mengikuti setiap gerakan. Berhenti menatap Risa dari dalam kaca, ketika dia menyentuh kaca. Tangan pucat dan dingin keluar dari dalam.
“Arggh!” jerit Risa.
“Ahahah, Risa.. aku akan selalu mengikuti mu!” makhluk itu menghilang memecahkan kaca dan lampu kamar mandi.
__ADS_1
Risa jatuh tidak sadarkan diri, wajahnya yang mulus sedikit lagi terkena serpihan kaca kalau posisi jatuh tidak mencium lantai. Di pagi hari, Marina terkejut melihat menantunya. Dia memanggil Adit mempercepat langkah membawanya ke Rumah Sakit. Raka dan Riki menangis melihat ibunya yang pingsan. Mereka berlari mengikuti mobil ayahnya dari belakang. Marina menghentikan di bantu supir yang baru saja tiba.
“Ibu! Hiks.. ibu!”