Istri Kakak Ku Ternyata....

Istri Kakak Ku Ternyata....
Pertemuan


__ADS_3

"Nenek????.Seperti terpaku kak Raysa melihat nenek dan seorang anak perempuan,kira kira umurnya enam tahun.


"Kemana saja kau,kau tau adik mu ini ingin sekali bertemu dengan mu.Kenapa setiap ku telpon kau selalu tidak menjawab".Aku menyernyitkan dahi,ini nenek nenek ya ga sadar apa yang dia ucapkan.Apa kepalanya terbentur sesuatu sehingga lupa apa yang di perbuat oleh anaknya yaitu mama kak Raysa.


"Hai,kenapa kau melamun di sana,ini adik mu merengek terus minta bertemu dengan mu"."Kak,sambil ku goyang tangan kak Raysa.Nenek memanggil mu".


"Apa benar kau kakak ku".Tubuh mungil itu mulai mendekati kak Raysa."Minggir kau,aku ingin berdiri di sebelah kakak ku".seakan tubuh ini mendapat dorongan dari tubuh kecil ini.Sebenarnya tidak ada pengaruh nya dengan posisi ku berdiri,tapi kenapa hati ini seperti sakit, seakan akan aku akan kehilangan.


Dengan langkah berat aku bergeser dari tempat ku berdiri.Kakak melihatku dengan pandangan yang aneh,mungkin kakak bingung atau sedih atau apalah aku juga tidak tau apa yang ada di pikiranku sendiri.


"Kakak,kau benar kakak ku" tanya gadis kecil itu.Ku lihat kakak hanya mengangguk dan tidak ada ekspresi apapun di raut muka kakak.


"Benar kata mama,kakak ku tampan,tinggi dan pintar,kakak tau mama selalu cerita tentang kakak,mama selalu memuji kakak,jadi aku makin penasaran.makanya aku mau bertemu dengan kakak".


Gadis kecil itu terus saja bicara,sepertinya memang benar dia sangat merindukan kakak nya.Lebih baik aku pergi,biarlah mereka menjalin kedekatan.


Cukup lama mereka mengobrol antara kakak dan adik."Sudah saatnya kamu pulang,mama pasti mencemaskan mu"."Ga kok kak,malah mama yang bilang kalau aku boleh menginap di rumah kakak,banyak yang ingin ku ceritakan kepada kakak".


"Tidak bisa,kamu harus pulang,tunggu kakak telpon nenek.Kamu kan tadi pergi sama nenek".


Raysa pun mengambil hp dari sakunya."assalamualaikum nek,nek kapan Tania nenek jemput".


"Biarkan saja Tania di sana.Dia masih ingin bersama mu.Nanti ibu mu yang menjemput dia".Sepertinya nenek memang sengaja meninggalkan Tania di sini,batin Raysa.


"Tidak bisa nek,Tania tidak bisa tinggal dengan ku.Lebih baik dia sama nenek atau mama.Aku harus sekolah,dan lagi rumah ku kecil dan sempit, Tania tidak akan nyaman di sini".


"Makanya kau pindah ke rumah ibu mu,apa yang bisa kau harapkan dari papa mu itu".


Raysa menahan emosi mendengar perkataan neneknya itu.


Apakah hanya uang dan kenyamanan materi saja yang ada dipikiran nenek dan mama.Aku nyaman di sini,sekarang kurangnya kenyamanan hati, kebahagiaan,dan itu tidak bisa di ukur dengan materi.


sungguh pikiran yang ga masuk akal."Kalau gitu kirimkan alamat hotel mama menginap.Aku akan mengantar Tania ke sana.


Raysa menutup telepon nya,setelah masuk chat,dia bergegas membawa Tania keluar dari warung pak Imawan.


"Ayah,aku pergi dulu ya,aku mengantar Tania dulu"."Baiklah,hati hati di jalan ya,antar kan adikmu sampai bertemu ibu mu.Jangan kau tinggalkan dia kalau tempat itu kosong". Jawab ayah."Baik ayah,Aku pergi dulu assalamualaikum".


****


Cukup lumayan lama di perjalanan menuju hotel di mana mama menginap,mama tidak memilih untuk tinggal di rumah nenek.


"Assalamualaikum".Hanya beberapa kali ketokan pintu,sesaat terdengar pintu di buka.


"Waalaikum salam,kamu nak

__ADS_1


Ayo masuk.Mama tau kamu pasti bakalan datang kesini.Mama sudah memasak makanan kesukaan mu".


"Tidak usah ma terima kasih,aku kesini hanya untuk mengantarkan Tania saja.Sudah malam sebaiknya aku pulang dulu".


"Masuk dulu,mama sudah masak makanan kesukaan kamu,apa kamu tidak mau makan masakan mama".


"Maaf ma,aku sudah kenyang,permisi". Raysa langsung meninggalkan kamar hotel dan bergegas pulang ke rumah tanpa menghiraukan panggilan mama nya.


****


"Ayo jalan nanti terlambat,kamu sudah sarapan kan".Pagi ini kakak menyapa untuk berangkat sekolah bareng."Sudah kak,ayo, Ayah kami berangkat dulu ya, assalamualaikum."


"Kakak sudah bertemu mama kakak,tambah cantik ga kak.Pasti cantik ya,liat saja Tania sangat cantik".Aku berusaha membuka pembicaraan."Kenapa harus liat Tania yang jauh sih,apa kamu tidak bisa liat yang di samping kamu,betapa tampannya kakak mu ini".


"Kata siapa kakak tampan,biasa aja tuh,ga ada menarik menariknya hehehe.."


"Kak,apa ga mau cerita gitu tentang pertemuan kakak dengan mama kakak".Daripada penasaran lebih baik bertanya langsung,semoga kakak tidak marah.


"Ga ada,sesudah mengantar Tania ke hotel kakak langsung pulang". " Ga ngobrol dulu kak".


" Ga ada yang perlu di obrolin".


Raut muka kakak berubah menjadi serius.Mending diam aja lah kalau gitu


****


"Hai fan,ngapain lu kesini.Kakak gue lagi di kelas,katanya ada tugas yang belum beres."


"Ooo begitu,gue boleh di sini kan."Belum di persilahkan duduk nih anak dah nemplok aja tuh di duduk di sebelah ku.


"Mah,kamu ngerjain apa sih,dari tadi ku liat kamu nunduk aja,kaya lagi nyari uang koin."


Fandi kesal mungkin di cuekin.


"Nih lagi bikin sketsa gambar furnitur,gue memang suka gambar gini,moga moga bisa terealisasi,bukan hanya bentuk gambar tapi bisa bentuk sebenarnya."


"Coba mari sini gue liat," Fandi mengambil buku sketsa yang ada di tangan ku."ini lu yang bikin sendiri,wow bangus banget ini."Sambil terus fokus ke sketsa yang aku buat.


"Imah gue boleh pinjam ga sketsa lu ini,sepertinya gue mau pinjam yang ini aja"sambil menunjukkan sketsa lemari pakaian yang multifungsi.


"Ambil saja,lagian gue cuma coret coret ga jelas kok"kata ku cuek."Bener juga sih,emang ga jelas banget coretan nya,seperti orang yang buat ga jelas."


"Maksud nya ?"tanya ku."Ga ada maksud apa apa gue cuma asal ngomong aja,hehe."


"Ke kantin yuk,gue lapar nih "ajak Fandi." Ga ah lu aja gue senang di sini".

__ADS_1


"Ayo temenin gue,gue traktir lu deh,lu boleh makan apa aja, sepuasnya lu mau" katanya lagi.


"Bener nih"jawabku bersemangat,"yuk " langsung ku tarik tangan nya. Fandi kaget ketika tangan nya di tarik,dalam hati senang.


***


Sesampai di kantin semua mata melirik kepada sepasang remaja tersebut,siapa lagi kalau bukan Fandi dan Imah.Orang orang bukan memperhatikan Imah,tapi Fandi.Banyak cewek cewek yang ingin makan bareng sama dia dan ingin merebut perhatian nya.


Selain mempunyai wajah ganteng, Fandi juga tergolong pintar dan kaya.


"Siapa cewek itu" Sabil bertanya karena dia ga pernah melihat Fandi jalan dengan cewek lain selain dia.


"Cewek barunya kali" Aura menjawab asal yang langsung di senggol tangannya oleh Salma.


"Apaan si lu, kan Fandi sering Gonta ganti cewek gitu kan" jawab Aura cuek.


Dengan kesal Sabil berdiri dan mendekati meja Fandi dan Imah,dengan mode menggoda Sabil langsung duduk di sebelah Fandi.


"Hai sayang,kok lama amat ke kantinnya,aku sudah lama lo nunggu kamu" goda Sabil manja tetapi matanya menatap tajam ke arah Imah.


Imah yang ditatap begitu malah cuek,dan balik menatap menantang."Dih, apa apaan nih cewek,batin Imah.


"Fandi, nanti aku pulang bareng kamu boleh ya.Hari ini aku ga di jemput pak Adi,pak Adi lagi mudik,boleh ya" rengek nya lagi


Tak berapa lama terdengar teriakan siswi siswi cewek lagi,dan kali ini yang datang kak Raysa.


"Ayo bangun,dari tadi kakak nyariin kamu"kak Raysa sudah berdiri di samping meja ku.


Tumben kak Raysa banyak diam sekarang,biasanya ngajakin bercanda.


"Kak ada apa, kenapa kakak sekarang banyak diam sih.Aku boleh tau ga kak,kakak ada masalah apa."


Kak Raysa seperti menghembuskan nafas berat.Entah apa yang dipikirkan nya.


"Kak,ngomong dong kakak kenapa.Dulu kan kakak janji jangan ada yang ditutupin antara kita." Aku menggoyang goyang tangan kak Raysa dan bergelayut manja.


Dari arah seberang terdengar sepertinya ada yang berteriak.


Kami pun menoleh ke sana,ternyata guru BP.


"Hai kalian dari kelas berapa,sudah dibilang kan dilarang pacaran di lingkungan sekolah."


Waduh kami langsung mengambil langkah seribu agar tidak tertangkap oleh guru BP.Kalau tidak kami bakal terlambat pulang karena disuruh bersihkan toilet.


***

__ADS_1


__ADS_2