
kelanjutannya...
"jika kau mau menikah, papa akan mengabulkan keinginanmu" kata pak Rendi pasrah, pak Rendi tau jika anaknya akan meminta hal-hal yang aneh.
senyuman langsung terbit di bibir Naila, Naila sudah memikirkan apa yang akan dimintanya.
"aku mau kau tidak usah mengaturku lagi, memerintah hidupku, dan apapun yang kulakukan kau tidak boleh marah" ucap Naila antusias.
ya Naila Sudah bosan diperintah terus, seakan hidupnya di dalam kekangan seseorang, Naila berpikir sebagai anak angkat, untuk apa mereka memerintahnya...sifat keras kepala Naila juga turun dari orangtua angkatnya, karena mereka tidak pernah memberi sedikit pun perhatian kepada Naila, sejak kecil Naila hanya dibesarkan oleh kakek Wijaya dengan dibantu para asisten rumah tangga...
pak Rendi hanya pasrah, mendengar anaknya mengatakan keinginannya, ada rasa sedih juga dihati nya saat akan melepas putri nakalnya itu...dulu memang dia tidak peduli kepada Naila, tapi seiring berjalannya waktu pak Rendi sudah bisa menganggap Naila putri kandungnya sendiri, cuma gengsi nya terlalu tinggi...sama seperti istrinya.
"baiklah" pasrah pak Rendi.
"terimakasih nak" om Mahendra langsung memeluk Naila, dia merasa bahagia karena Naila mau menerima perjodohan itu.
skipp
saat makan malam keluarga Wijaya.
"prakk"
kakek Wijaya mengebrak meja, kakek Wijaya sangat marah dengan nya itu bisa-bisanya dia menjadikan cucu kesayangannya sebagai sumber bisnis.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan Ren" marah kakek Wijaya.
"aku hanya memberinya kesempatan untuk bisa bebas" kata pak Rendi santai.
Naila yang mendengar keributan di bawah langsung turun.
"kek ada apa" kata Naila lembut.
"apa karena perjodohan itu" sambung Naila.
"kakek akan membatalkan perjodohan itu" tegas kakek.
"tidak bisa" ucap pak Rendi tegas.
"kek aku tidak apa-apa" jelas Naila.
"apa kau yakin" tanya kakek lembut sambil mengelus kepala Naila.
"hahaha, tenang saja lagi pula itu hanya bertahan 2 tahun" kata Naila.
"hmm, baiklah" kakek Wijaya hanya bisa pasrah. kakek Wijaya pun melanjutkan makannya tanpa melihat anaknya Rendi, jujur kakek Wijaya sangat kecewa dengan anaknya itu.
"besok kau akan langsung menikah, tenang saja pernikahan itu akan di adakan tertutup, dan pengantin pria tidak akan datang...jadi kau akan langsung dijemput om Mahendra" pak Rendi langsung berlalu menuju kamar, setelah memberi tahu Naila.
__ADS_1
kakek Wijaya hanya bisa diam, sambil menatap anaknya dengan tajam...pak Rendi tidak memperdulikan tatapan sang ayah.
"(apa, jika tau begini pasti dah gw tolak)" kata Naila dalam hati.
di kediaman Mahendra.
"apa" teriak Aditiya.
ya om Mahendra atau ayahnya Aditiya, sudah memberitahu anaknya kalau dia akan dinikahkan besok, dengan rekan bisnis nya.
"terserah ayah saja, yang pasti aku tidak akan menganggap nya ada" kata Aditiya marah, diapun pergi meninggalkan ayahnya.
skipp.
pernikahan pun diadakan tanpa mempelai pria... Naila hanya bisa pasrah saja, lagi pula ini hanya pernikahan kontak jadi Naila memakluminya, tugas Naila hanyalah menyelesaikan kontrak...
"akhirnya anak ini pergi" kata Mama Dewi asal, padahal didalam hatinya merasa sedih, tapi dia lebih mementingkan egonya, dia tidak mau terlihat sedih oleh Naila... begitupun dengan papa Rendi.
sedangkan kakek dia hanya diam, kakek merasa sedih, seharusnya cucunya menikah dengan orang yang tulus mencintainya.
"(wah pernikahan paling estetok nih, patut masuk sejarah nih...untung pernikahannya tertutup kalau gak bisa hancur reputasi gw)" kata Naila dalam hati, sambil menertawakan nasibnya itu...
lanjut...
__ADS_1