
kelanjutannya...
Naila sering berbicara sendiri ketika menonton drakor... dia pasti akan menghayalkan menjadi gadis yang sedang direbutkan di drama...
"apakah kau mencintaiku" kata seorang pria di drama...
"tidak" kata Naila ketus...( cihh... bermuka dua, dasar buaya darat )...
"kenapa"
" karena kau buaya darat" sambung Naila.
" aku akan pergi"
"pergilah... jangan muncul lagi yaa..." kata Naila berbicara seolah-olah dialah yang ada di drama itu.
"wah...wah...wah, apa kau sudah gila"...."berbicara sendiri,....cih... dasar" kata Kayla sambil bersender didepan pintu kamar Naila,....dia ingin tahu apa yang sedang dilakukan gadis itu, seperti betah sekali didalam kamar...
Naila hanya melirik sekilas, dan melanjutkan tontonan nya yang sempat tertunda...
"yakk, beraninya kau" teriak Kayla tidak terima... karena kesal, Kayla langsung mengunci kamar Naila dari luar... Naila hanya diam saja dan kembali melanjutkan tontonan nya...
"hahaha... rasakan" tawa Kayla.
" jangan... ada yang berani membuka kamar ini , apalagi sampai mengadu ke ayah mertua " peringat Kayla kepada, para asisten rumah tangga, yang sedang berkumpul karena mendengar teriakkan Kayla...
" baik " kata mereka serempak sambil menunduk ketakutan...
__ADS_1
" lihat saja... sampai kapan dia bertahan " Kayla berlalu pergi, sambil membawa kunci kamar Naila...
di sisi lain...
Aditiya Hanya diam mengamati pertengkaran istrinya...ya Aditiya memasang semua cctv didepan kamar Naila, dia ingin tahu, apa yang sedang dilakukan gadis yang sudah menjadi istrinya itu ... ini baru pertama kalinya Aditiya memperhatikan seseorang sampai segitunya.
2 jam kemudian...
" buka,... buka pintunya..."
" ini keadaan darurat..."
" cepat buka "
teriak Naila... seperti orang tidak waras...
para pembantu yang khusus menjaga Naila hanya diam saja, mereka bingung harus apa,... mereka tidak mau dipecat.
sampai di depan pintu kamar Naila...
" wah... wah... wah, baru dua jam dikurung sudah teriak-teriak " tawa Kayla...
" memohonlah pada ku... mungkin, aku akan berubah pikiran " sambung Kayla dengan nada mengejek.
" nona Kayla yang terhormat..."
" ampuni aku "
__ADS_1
kata Naila sambil memohon.
" ha..ha..ha..kau bilang apa tadi,....aku tidak dengar " kata kayla sambil tertawa keras,... seperti orang kerasukan setan.
" aku mohon... bukalah nya " pinta Naila lagi.
" baiklah.... baiklah "
Kayla benar-benar puas, telah berhasil membuat Naila memohon kepadanya... lain kali dia akan melakukan hal yang lebih daripada ini...
setelah membuka pintu, terlihat Naila yang sedang terduduk di lantai... beberapa detik kemudian, Naila langsung berlari keluar dari kamar dengan tergesa-gesa, seperti sedang mencari sesuatu...
" hahaha.... tidak usah tergesa-gesa,... aku tidak akan mengurumu untuk sementara " Kata Kayla, diiringi dengan tawa jahatnya...
Kayla berpikir bahwa Naila mengalami trauma... karena melihat wajah pucat Naila saat keluar kamar, senyuman tercipta di bibir Kayla... dia sudah menyiapkan berbagai macam siksaan untuk Naila.
" akhirnya ketemu " kata Naila... dengan antusias.
" haa..."
semua orang menatap Naila, dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.
" ada apa " tanya Naila, dia bingung... apa yang salah dengan semua orang yang menatapnya.
" ha...ha...ha...ha...ha..." tawa Kayla dengan nyaring.
" k...k-kau teriak-teriak hanya demi itu " tanya Kayla prustasi ... terlihat sekali di raut wajah Kayla, yang menggambarkan keprustasian... seseorang.
__ADS_1
" iya " jawab Naila singkat, dia pun berlalu begitu saja, dan kembali masuk ke dalam kamar.
lanjut...