
lanjutannya...
pak Mahendra pun menjemput menantu cantiknya itu...
"Sudah siap" tanya pak Mahendra kepada menantunya Naila...
"siap" kata Naila.
sebelumnya, Naila sudah berpamitan kepada kakek maupun kedua orangtuanya itu, meskipun tidak begitu akur dengan orangtua angkatnya itu, tapi Naila masih punya hati untuk menghargai orang yang lebih tua darinya... apalagi sudah memberinya tempat tinggal, ya meskipun terpaksa.
sampai dikediaman...pak Mahendra langsung menurunkan menantunya didepan gerbang rumah, Karena dia tidak bisa menemani Naila untuk masuk ke dalam, masih ada banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor...dan harus diselesaikan malam ini juga.
"papa tinggal dulu ya" kata pak Mahendra lembut.
"iya Om" jawab Naila.
"jangan panggil om dong, panggil papa ya" kata pak Mahendra, dan dibalas anggukan oleh Naila.
saat Naila memasuki rumah, Naila langsung disambut oleh beberapa asisten rumah tangga... yang bertugas untuk mengurus keperluan Naila.
Rumah pak Mahendra memang sangat besar, dan megah...tapi itu semua tidak membuat Naila terkesan...Naila sudah terbiasa dengan kemewahan yang dimiliki kakeknya.
"mari non saya antar ke kamar" kata bik Rina, asisten rumah tangga.
__ADS_1
"Ok" jawab Naila singkat.
"(Kasihan non Naila, Sudah menikah tapi sama sekali tidak dipedulikan oleh tuan...)" kata bik Rina dalam hati.
"Oia bik, anak pemilik rumah ini kemana" tanya Naila, membuyarkan lamunan bik Rina.
"apa non Naila... mencari tuan Aditiya" tanya bik Rina sopan.
"oh jadi nama suami brengsek ku itu Aditiya..." gumam Naila yang masih bisa didengar bik Rina.
bik Rina hanya tersenyum, tadinya dia mengira Naila adalah gadis yang lemah, tapi ternyata dugaan nya salah.
"tuan Aditiya sedang menginap di hotel non... bersama non Kayla" kata bik Rina jujur.
"Oo ia udah bik, aku ke kamar dulu..." pamit Naila.
"iya non" kata bik Rina ramah, lalu meninggalkan Naila sendiri di kamar.
(" semoga non Naila bisa menghadapi sikap tuan dan nona Kayla nanti )" kata bik Rina dalam hati.
di dalam hotel, terlihat dua makhluk yang sedang berpelukan dengan manja.
"janji gak bakal Deket-deket sama istri kedua kamu itu..." ucap Kayla manja dalam pelukan Aditiya.
__ADS_1
"tentu saja, lagi pula dia tidak akan tahan, dan pastinya dia akan meminta cerai..." kata Aditiya, sambil tersenyum sinis.
ya mereka berdua sepakat, akan membuat Naila tidak betah, dan langsung meminta cerai, meskipun mereka berdua belum pernah melihat Naila... mereka hanya tahu namanya saja.
skipp.
hari sudah pagi, sedangkan Naila masih tertidur dengan nyenyak nya, bik Rina mencoba membangunkan Naila, tapi tidak ada respon.
"non... bangun non, nanti tuan akan marah..." kata bik Rina.
" ini masih pagi... jangan ganggu gw...dasar perawan tua.." kata Naila dengan mata tertutup, Naila kira orang yang membangunkan nya adalah buk Dewi, mama angkatnya.
"nona, nona saya bukan perawan tua...saya asisten rumah tangga" jelas bik Rina.
"ha...asisten" kata Naila masih dengan mata tertutup...
hening...
tiba-tiba... Naila terlonjak kaget, dan jatuh dari tempat tidur, ia baru sadar kalau ini bukan rumahnya, dan yang membangunkan nya adalah bik Rina bukan buk Dewi.
" aduh pinggang ku..." teriak Naila.
"maaf non" ...bik Rina jadi merasa bersalah ke Naila, bik Rina terpaksa membangunkan Naila karena perintah dari pak Mahendra.
__ADS_1
lanjut...