
Pagi nya Xavier terbangun,ia pun mengerjap kan mata nya untuk menyesuaikan cahaya yg sudah meninggi.
"uhh jam brapa ini?ujar nya.
ia pun melihat di atas nakas terlihat jam 8.00 pagi ia baru terbangun.ckleek,suara pintu terbuka dan menampil kan Nai yg masuk sambil membawa sarapan.
"Pagi Sky,maaf aku tidak membangun kan mu kau sedang sakit jadi aku tidak membangun kan mu,ucap Nai.
Xavier yg melihat Nai pun ia hanya tersenyum lemah karena kepala nya terasa sangat berat, "tidak apa Asya,apa kau tidak kerja hm?tanya Xavier.
"Aku cuti untuk hari ini,karena ga mungkin aku bekerja saat kau sakit,ujar Nai dengan senyuman tulus.
Mendengar nya Xavier sangat senang,ternyata kau bisa khawatir juga,batin nya.
"ini aku bawain sarapan buat kamu,apa kau bisa memakan nya sendiri?tanya Nai.
"hm kepala ku berat rasa nya,bisakah kau menyuapi ku,pinta Xavier. mumpung Nai lagi perhatian wkwk.
"baiklah ayo kau duduk lah terlebih dahulu setelah makan nanti aku akan memeriksa keadaan mu,ucap Nai.
Xavier pun bersandar di dinding tempat tidur,kepala nya bener bener terasa sangat berat,saat Nai menyuapi bubur ke arah nya ia menyambut nya dengan senang.
rasanya baru kali ini aku di perhatikan se detail ini,biasa nya kalau aku sakit aku hanya sendiri sekarang sudah ada dia.aku bener bener sangat mencintai nya tuhan!!boleh kah aku memiliki hati dia sepenuh nya hanya milikku.batin Xavier sambil menatap Nai yg sedang menyuapi nya.
Setelah menyuapi Xavier,Nai pun meletakkan mangkok bubur nya ke atas nakas,ia pun berlalu ke arah tas khusus penyimpanan alat dokter nya.
"Sky aku periksa keadaan mu terlebih dahulu ya,ucap Nai dan Xavier hanya mengangguk lemah.
Nai pun langsung memeriksa keadaan Xavier,setelah selesai memeriksa keadaan Xavier ia pun menghela nafas nya."apa kau terlalu banyak bekerja Sky sehingga keadaan mu seperti ini?tensi mu sangat tidak normal dan seperti nya perut mu juga kembung apa kau tidak makan dengan teratur pada saat di luar kota?tanya Nai beruntun.
"tidak Asya aku tidak pernah terlambat makan,ujar Xavier berbohong.Nai yg melihat itu hanya tersenyum
__ADS_1
"kau tidak pandai berbohong Sky,kau lupa aku ini apa?jadi melihat kau terbaring di sini saja sudah dapat aku tebak penyakit mu itu apa,ucap Nai
ohh shiitt!!! gimana aku bisa lupa kalau dia seorang dokter.umpat Xavier
"Hm baiklah iya aku jujur kalau aku terlambat makan karena masalah di luar kota sangat buruk,dan aku harus menyelesaikan itu dalam waktu 5 hari,ucap Xavier pada akhirnya.
Nai yg mendengar nya hanya bisa memutar bola mata malas."bukan kah sudah aku bilang pada mu Sky?kalau kau tidak boleh terlalu memaksa kan diri mu untuk bekerja sepanjang hari dan menyelesaikan masalah yg lumayan besar dalam waktu yg singkat.kau juga manusia harus ingat makan jangan seperti itu,ucap Nai mengomeli Xavier.
Xavier hanya bisa diem seperti seorang anak yg sedang di marahin sama ibu nya,tetapi ia juga tersenyum melihat istri nya sekarang sudah mulai cerewet kepada nya.
"aku tidak tega meninggal kan mu sendiri di sini Asya,bukan kah kau bilang kau kesepian saat aku tidak ada di rumah,ucap Xavier menggoda Nai.
Nai yg mendengar nya hanya bisa tergagu,gimana dia bisa tau,apa dia cenayang,batin Nai.
"s-siapa bilang aku kesepian ha?pelayan di rumah ini banyak ya ga mungkin lah aku kesepian,yaudah deh kamu istirahat aja nanti aku buatkan resep obat untuk mu biar aku suruh bibik membeli nya,ucap Nai yg berusaha menghindar dari godaan Xavier.
"Hahaha kau bisa berkilah sayang,tapi wajah mu itu sudah Semerah tomat.ucap Xavier yg masi menggoda Nai.
Xavier yg melihat Nai sudah hilang dari pandangan nya hanya tersenyum simpul.aku yakin kau sudah mulai menyukai ku,tetapi kau hanya masi gengsi untuk itu sayang.
.
.
.
Nai yg sedang berjalan ke arah dapur sambil termenung mendengar ucapan Xavier tadi."apa ada yg denger ya percakapan aku sama El kemarin,tapi ga mungkin deh soalnya kemarin kan aku ama el bicara nya di kolam renang dan di situ tidak ada siapa siapa,ujar nya terus bergumam.
Siska yg melihat nyonya nya sedang berjalan sambil bergumam pun berniat menghampiri Nai."selamat mbak Nai,ucap siska ramah.
Nai pun sontak terkejut dengan kehadiran siska,"eh astagaa ya ampun sis ngagetin aja tau ga,ucap Nai.
__ADS_1
"hehe maaf mbak,tadi saya liat mbak dari atas sampe ke bawah kek nya melamun sambil bergumam ga jelas saya fikir kenapa gtu mbak,ucap Siska.
"oo gapapa sis,oiya kamu mau ke mana?tanya Nai.
"saya mau ke dapur mbak,mbak mau ada sesuatu yg di perlukan,tanya Siska.
"oo iya ya,ini aku pikir mau minta tolong ke kamu buat beliin obat di apotek B,ucap Nai.
"oo kalau begitu yaudah mbak biar saya beliin,emang siapa sih mbak yg sakit,tanya Siska.
"Tuan mu yg sakit sis,ucap nai.
"lohh bukan nya tuan masi di luar kota ya mbak? ucap Siska heran.
"iya tapi sudah pulang semalem malam malem,yaudah tolong kamu beliin dulu ya obatnya ini uang nya nanti kamu tolong antar ke kamar saya ya,ucap Nai.
"Baik mbak kalau begitu saya pamit pergi dulu ya mbak,pamit siska.
"Iya hati hati sis,jawab Nai.
Setelah kepergian Siska Nai pun berniat ke dapur dahulu untuk menaruh mangkuk sisa tadi,sekelian ingin membuat jus untuk nya karena ia belum ada sarapan.
Tetapi langkah nya terhenti karena suara telfon yg masuk. dreet..dreet..
ia pun langsung merogoh saku baju nya kebetulan hari ini ia memakai setelan baju sederhana.ia mengeriyit kan dahi nya ketika melihat siapa yg nelfon.
"ya halo,ucap Nai langsung mengangkat telfon nya.
"kau di mana?cepatlah balik ke kamar sekarang aku memerlukan mu,ucap orang di sebrang sana yg ga lain adalah Xavier.
Nai pun menghela nafas nya dan langsung naik ke atas tapi sebelum itu ia meminta tolong kepada pelayan membuat kan nya jus dan teh herbal sekelian buat Xavier. dan ia pun langsung ke kamar.
__ADS_1