Istri Kesayangan Tuan Xavier

Istri Kesayangan Tuan Xavier
Bab 38


__ADS_3

"kan aku sudah bilang sayang,ayo kita mandi.


"A-apa kita?"iya kalau mandi berdua kan lebih menghemat waktu dan aku juga dapat membantu mu,ucap Xavier dan Nai pun sudsh seperti kerbau cucuk hidung yang manut saja.


dan Entah apalah yg terjadi lagi di kamar mandi itu wkwk.


.


.


.


Setelah sekitar hampir 1 jam di kamar mandi kini Xavier dan Nai telah selesai dan hanya menggunakan bathrobe karena mereka tidak membawa baju satu pun.


"Sky gimana dengan baju ku?masa aku pulang nya seperti ini sih?ucap Nai yg sudah mengerucuti bibir nya dan itu membuat Xavier merasa gemas sensiri melihat istrinya itu.


"Aku sudah menyuruh Ken mengambil nya jadi kita tunggu saja oiya sebentar lagi makanan kita juga tiba jdi tunggu sebentar ya"ucap Xavier seraya mengelus rambut Nai yg masih basah.


"hmm baiklah ucap Nai jujur saja dia lelah sekali rasanya tulang tulang nya remuk apalagi di bagian inti nya sangat perih.


Tok..

__ADS_1


tok..


"Sepertinya itu makanan nya sudah tiba,kau tunggu di sini ya biar aku yg ambil"ucap Xavier dan pintu di buka munculah seorang pelayan yg mengantar berbagai jenis makanan Xavier memang semgaja memesan banyak makanan buat sang istri karena ia tau tenaga istrinya terkuras habis karena diri nya..


"Permisi tuan ini pesanan anda,ucap pelayan tersebut dan ia pun mendorong troli makanan nya saat Xavier mempersilahkan nya masuk Setelah itu pun ia langsung pamit keluar.


Setelah pelayan yg mengantar makanan nya keluar Xavier dan Nai pun Langsung sarapan karena jujur saja Nai sudah sangat sangat lapar bahkan ia makan sudah seperti orang yg tidak makan selama satu tahun.


"Pelan pelan sayang ini masi banyak lo,ucap Xavier saat melihat Nai makan dengan cepat.


"hmm iya aku lapar,sebenar nya bukan lapar aja si lebih tepat nya 4L letih,lesu,lapar,loyo,celoteh Nai dengan makanan yg masi di mulut nya.


Saat mereka sedang asik makan tidak lama kemudian pintu pun di ketok lagi."seperti nya itu Ken,ucap Xavier dan langsung membuka kan pintu dan bener saja itu adalah Ken.


Xavier pun memutuskan untuk membuka pintu sementara Nai ia asik dengan makanan nya.


"Selamat siang tuan ini pesanan anda,sapa Ken saat Xavier membuka pintu."hm oke oiya Ken apa kau sudah mengurus yg semalem?tanya Xavier.


"Sudah tuan saya sudah memberi nya pelajaran yg setimpal bahkan karir nya sudah saya jatuhkan sejatuh jatuh nya,ucap Ken.


"Hm baguslah kalau begitu,apa ada lagi informasi yg lain Ken?tanya Xavier.

__ADS_1


"hm tadi nyonya besar menelfon Tuan,dan ia ingin berbicara dengan anda, ucap Ken.


"apa yg ingin ia bicarakan Ken?apakah ia ingin menjodohkan ku lagi dengan wanita pilihan nya apa dia tidak tau kalau aku sudah menikah?geram Xavier.


"Seperti nya nyonya besar sudah tau tuan tetapi saya denger dalam waktu dekat ini nyonya besar akan ke indonesia,terang Ken.


"huh sungguh menyusah kan baiklah Ken kau boleh pergi dari sini,ucap Xavier


"Baik tuan selamat bersenang senang,setelah itu Ia pun pergi dan Xavier kembali menghampiri Nai.


"Sayang ini baju mu,ucap Xavier sambil menyerahkan paper bag dan di terima oleh Nai.Nai pun menyambut nya ia berpamitan pada Xavier untuk memakai pakaian nya terlebih dahulu karena ia sudah selesai makan.


sementara Xavier ia masih kepikiran ucapan Ken tadi bahwa ibu nya akan pulang dan ingin menjodohkan nya dengan wanita pilihan nya,sejujur nya Xavier sangat muak dengan orang tua nya yg selalu mengekang nya dan harus memenuhi keinginan mereka,bahkan mereka terkesan tidak perduli dan sekarang mereka ingin menjodohkan Xavier dengan wanita pilihan mereka.


egoiss mereka bener bener egois.batin Xavier ia merasa orang tua nya bener bener egois.


Nai yg sudah selesai memakai pakaian nya melihat Xavier melamun pun menghampiri nya, "Sky kau tidak makan?tanya nya.


Xavier pun menoleh dan tersenyum kepada wanita nya ini. "iya ini aku akan makan setelah itu kita pulang ya,ucap Xavier dan Nai pun hanya mengangguk dan Xavier pun segera memeluk Nai


apapun yg terjadi aku tidak akan menerima perjodohan yg di lakukan oleh mereka,aku berhak atas pilihan ku sendiri sudah cukup aku di kekang selama ini,Xavier terus berbatin sambil memeluk Nai.

__ADS_1


__ADS_2