
Author :
Hari minggu, pukul 07.00 a.m
"Ayah.. ayah mau kemana? Ibu.. jangan pergi tinggalkan aku. ibuuuuuu.... " teriak zara terbangun dengan sesenggukan karena bermimpi orang tuanya lagi.
Zara kau tidak apa - apa? apa kau bermimpi orang tuamu lagi, dari tadi kau terus berteriak memanggil mereka? ini minumlah dulu, tenangkan dirimu.
"Terima kasih, shela". Ucap zara menerima minuman dari shela dan meminumnya, iyah aku bermimpi mereka lagi, Shel.
"Shela Anastasya teman sekaligus sahabat dari Zara Patricya yang ia temui 2 tahun lalu saat bekerja di restoran".
Tenanglah, zara. aku yakin kamu akan bangkit dari masa keterpurukanmu di masa lalu dan hei ingat masa depan mu masih cerah, ok.
Ya.. ya.. yaa... ngomong - ngomong bagaimana kau bisa masuk kesini seingatku aku sudah mengunci pintu rumahku?
" Hehehe....
aku meminta tolong orang yang lewat untuk mendobrak pintu rumahmu, " cengir shela memperlihatkan gigi putihnya yang rapih dan dilanjut dengan langsung menutup telingan nya dan matanya, karena zara pasti sebentar lagi akan berteriak.
" APAAA!!!! " teriak zara kesal mendengar penuturan kata dari shela. Apa kau gila shela! kenapa kau mendobrak pintu rumahku?!
" Hei...heii... Tuan Putri, itu semua bukan sepenuhnya salahku, aku sudah mengetuk pintu rumahmu berulang kali dan tidak ada sautan didalam rumah, aku juga sudah menelfonmu berulang kali tapi telfonmu juga tidak aktif. kemudian saat aku berbalik ingin pergi aku mendengar teriakan dari dalam rumah dan aku panik jadi aku langsung memanggil orang yang lewat untuk mendobrak pintu rumahmu", ucap shela panjang lebar.
"huft... baiklah aku memaafkanmu", ucap zara dengan menghela nafas.
Zara perlu aku tekankan kembali itu bukan sepenuhnya kesalahanku, itu semua karna...
Ya..ya..ya...Shela, lalu apa tujuanmu pagi - pagi disaat libur datang kemari? Potong zara tidak ingin mendengar suara cerewet shela yang tiada habisnya.
Eh... tujuanku? apa yah tujuanku? aku juga tidak tahu tujuanku, hhe..he.. cengir shela lagi
SHELAAAAAAA!!!! kemari aku akan mencekik dan membunuhmu sekarang juga!!!
" Ah, Zaraaaa.. maafkan aku, aku akan mengganti pintu rumahmu nanti jam 10 tukang pintu akan datang untuk membenarkan pintumu dan ya aku pergi zara, tiba - tiba aku teringat ada urusan yang belum aku selesaikan. " Teriak Shela dengan kabur dari hadapan zara.
Setelah shela pergi, zara pun mengecek handphone nya dan ternyata handphone zara mati karena semalam habis zara riset yang juga baterai nya sisa 2% . Zara pun kemudian mengecas handphonenya dan selang beberapa saat kemudian zara menghidupkan nya dan benar kata shela ada 20 panggilan tidak terjawab dari dirinya.
...-Skip-...
Pukul 14.00 a.m
Zara :
Akhirnya urusan tadi pagi sudah kelar, sekarang saatnya aku kedapur dan melihat ada bahan apa saja yang dapat aku masak untuk menu makan soreku karena makan pagi dan siangku sudah terlewat.
Ya ampun, betapa terkejutnya aku. Kenapa aku sampe lupa membeli bahan - bahan makanan dan sekarang aku tidak punya apa - apa untuk dimasak.
Huft.. Baiklah, sepertinya aku harus bersiap - siap keluar untuk ke supermarket membeli beberapa makanan instant dan beberapa bahan sayuran.
Author :
Setibanya di supermarket zara pun langsung menuju ke tempat tujuan nya membeli beberapa makanan instant terlebih dahulu dan dilanjut memilih beberapa sayuran.
Saat zara sedang asyik memilih beberapa makanan instant tiba - tiba ada seorang anak kecil datang menghampirinya dan memanggilnya momy sambil menangis.
"Halo cantik kenapa kamu menangis, dimana ibumu?" tanya zara sambil melihat sekeliling.
"Momy.. huaaaaaa"
ucap anak kecil itu kembali sambil terus menangis , banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka dan berbisik hei lihat kesana kenapa orang itu membiarkan anaknya menangis sampe sesenggukan begitu apa dia barusan memarahi anak itu dan blabla.
Zara pun meresa tidak enak dengan beberapa orang disekelilingnya.
Cantik, apa kamu mau es cream?
Anak kecil itu mengangguk dan mulai sedikit mereda tangisnya.
"Baiklah ayo kita membeli beberapa es cream" ucap zara sambil menggendong anak kecil itu pergi menuju tempat es cream.
Selang beberapa saat setelah membeli es cream zara mengajak anak kecil itu ketaman yang berada tidak jauh dari situ dan duduk di bangku taman sambil memakan es cream bersama.
Zara mencoba bertanya kepada anak kecil itu, "cantik siapa namamu?" anak kecil itu menoleh dan menjawab "tidak tahu momy tapi dady selalu memanggilku sweety" kemudian melanjutkan memakan es cream. "Mm... bagaimana jika aku juga akan memanggilmu sweety?" ucap zara, Mau momy aku suka dipanggil itu. "Uhh...lucunya" ucap zara gemas kepada anak kecil itu, memangnya kamu berumur berapa tahun, sweety? "4 tahun momy sambil menunjukan 2 jari", Zara pun tertawa kecil melihat tingkah anak kecil itu.
Sweety kenapa kamu terus memanggilku momy? Karena momy sangatlah cantik, mirip dengan momyku. " Benarkah, lalu dimana momy mu? " Dady berkata momy berada di atas, dia sedang mengawasi aku kalo aku nakal. Mendengar itu zara menjadi sedikit tidak enak dan merasa kasihan dengan anak kecil itu.
__ADS_1
Sweety dimana dadym..
" Dady.... " Sweety, kamu kemana saja? kenapa kamu menghilang tiba - tiba." Apakah kamu baik - baik saja? " ucap seorang pria sambil memeluk anak kecil itu.
Aku tidak papa dady, aku bertemu dengan momy dan memakan es cream bersama momy.
Pria itu pun menoleh dan melihat wanita tersebut yang tidak lain adalah zara. Zara pun kaget melihat pria itu, dia hanya bisa terbengong tidak bisa berkedip dan terpesona melihat ketampanan pria itu. Namum pria itu malah memberikan tatapan yang sangat sulit diartikan dan sangat menakutkan.
Pri itu bertanya " berapa uang yang kamu mau? " Zara pun tersadar dan bertanya, " apa? " pria itu memberikan tatapan tidak suka terhadap zara dan mengulang kembali pertanyaan nya, " berapa uang yang kamu inginkan? "
Apa maksud anda, saya tidak ingin uang dari anda.
Benarkah, apakah kau tidak tahu saya siapa?
" Memangnya anda siapa, apakah anda pemerintah disini? "ucap zara sedikit kesal
Pria itu pun hanya melempar kartu nama dan pergi bersama anak kecil itu meninggalkan zara yang kemudian kembali terbengong.
" Hei... tuan bastard, setidaknya ucapkan terima kasih karena aku sudah menolong putrimu, persetan dengan kartu nama yang kua berikan aku tidak butuh". Teriak zara kesal terhadap pria tersebut.
Zara pun pergi kembali kerumah dan meninggalkan kartu nama tersebut.
Zyan Albert Satlaker
Tuan maafkan saya, nona... nona kecil hilang, Tuan. Saya sudah mencarinya kemana - mana tapi tidak bisa menemukan nya, maafkan saya tuan.
Kau berani menghilangkan putriku dan kau masih berharap aku mentoleransi dirimu? " paman nick " panggil zyan kepada kepala pelayan pengurus mansion nya, bawa wanita ini untuk disiksa dan masukan wanita ini kedalam ruang bawah tanah pada ben, " baik tuan " jawab paman nick
" Tuan saya mohon ampuni saya tuan... " teriak pelayan wanita tadi. " Ayo pergi " ucap paman nick, " tuan...."
" Tuan saya sudah menyuruh beberapa bodyguard untuk mencari nona kecil " ucap william asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan zyan.
Apa kita juga akan keluar mencari nona kecil, tuan? saya sudah menyiapkan mobil jika tuan ingin pergi juga mencari nona kecil.
Aku akan pergi sendiri.
Baik tuan.
Setibanya zyan dimall dia menuju ruang cctv dan mengecek keberadaan anaknya saat sebelum hilang tadi.
Cctv menunjukan anak kecil nya pergi meninggalkan parkiran dan berlari ke sebuah supermarket. Namun saat zyan kesana dia tidak menemukan apa - apa dan saat dia melewati taman dia melihat putrinya dan segera menghampirinya.
Aku tidak papa dady, aku bertemu dengan momy dan memakan es cream bersama momy.
Zyan pun menoleh dan melihat wanita tersebut yang sedang terbengong menatapnya, kemudian zyan memberikan tatapan yang sangat sulit diartikan dan sangat menakutkan.
Zyan bertanya pada wanita tersebut, " berapa uang yang kamu mau? " wanita itu sedikit tersadar dan bertanya, " apa? " Zyan memberikan tatapan tidak suka terhadap wanita itu dan mengulang kembali pertanyaan nya, " berapa uang yang kamu inginkan? "
Apa maksud anda, saya tidak ingin uang dari anda.
Benarkah, apakah kau tidak tahu saya siapa?
" Memangnya anda siapa, apakah anda pemerintah disini? " ucap wanita itu terlihat sedikit kesal
Zyan pun hanya melempar kartu nama dan pergi bersama anak kecil itu meninggalkan zara yang kemudian kembali terbengong.
Author :
Pukul 19.00 p.m
Huft... melelahkan sekali hari ini, kenapa ada pria model macam tadi di dunia ini.
Gerrrr...gerrr...gerr...
Ahh perutku, astaga aku lupa membeli bahan makanan karna masalah tadi. Baiklah aku akan membeli beberapa makanan secara gofood saja, setelah itu mandi dan istirahat.
...- Skip -...
Dring... dring... dring
" akh... berisik sekali ", ucap zara sambil mematikan alarm yang berbunyi. Tunggu sebentar zara seperti merasa ada yang aneh dalam penglihatan nya, jam di dinding menunjukan pukul 07.30 dan jam diponselnya menunjukan pukul 06.30, Zara baru teringat bahwa kemarin dia lupa mengatur jam diponselnya karena teriset dan sekarang dia sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk bersiap - siap kerja di hari pertamanya mendapatkan pekerjaan baru.
Zara pun langsung bangun dan berlari menuju ke kamar mandi mencuci muka, gosok gigi dan hanya mengelap badan nya dengan air saja karna sudah tidak punya banyak waktu.
Setelah urusan dikamar mandi beres zara langsung berganti baju dan mengikat rambutnya asal - asalan. Kemudian berlari keluar mencari angkot berangkat ke tempat kerjanya.
__ADS_1
Sesampainya di kantor zara ditegur oleh Madam Cici karna telat 5 menit. Kemudian dihukum untuk membersihkan seluruh kamar mandi yang berada di lantai ini.
huft... setelah 2 jam berkutat membersihkan kamar mandi dilantai ini, zara pun pergi minum sebentar di pantry kemudian mencari madam cici melaporkan bahwa pekerjaan nya telah selesai, jika tidak zara akan mendapatkan hukuman lagi.
Madam saya sudah selesai membersihkan seluruh kamar mandi di lantai ini.
Kerjamu sangat cekatan juga. baiklah selanjutnya kamu keruangan ceo yang berada di lantai 15 ruangan ceo berada di sebelah kanan lift, bersihkan ruangan istirahat yang berada disana dan ingat untuk jangan mengubah posisi penyimpanan atau menyentuh barang barang berharga milik ceo, cukup rapikan tempat istirahatnya saja apa kamu paham dan ya satu lagi, aku ingin dalam waktu 1 jam pekerjaan ini sudah beres karna ceo kita hari ini akan mengunjungi kantor untuk yang kedua kalinya, jadi jangan sampe kamu berpapasan atau bertemu dengan nya atau kamu tau sendiri akibatnya, " apakah kamu paham, " tanya Madam Cici.
" Baik, saya paham madam, " jawab zara yang kemudian langsung bergegas pergi.
Lantai 15
" Wahh... besar sekali ruangan ini " ucap zara kagum saat masuk kedalam dan melihat sekeliling ruangan ceo. Kemudian zara terfokus pada satu titik di atas meja yang tertulis dengan jelas nama Zyan Albert Satlaker CEO Zy Coorperation. Zara mendekat dan menyentuhnya ukiran nama itu, kemudian bergumam " wah..ukiran yang sangat cantik."
Setelah puas melihat - lihat zara langsung bergegas membersihkan ruang istirahat yang ada di ruangan ini.
Tak terasa sudah hampir 1 jam zara membersihkan ruangan yang begitu luas ini. Namun tenang saja, zara sudah selesai membersihkan ruangan ini dan segera bergegas meninggalkan ruangan tersebut.
Sekembalinya zara dari ruangan ceo dia memutuskan untuk ke kamar mandi karna ingin buang air kecil dan cuci muka, Saat zara mencuci muka dia melihat lehernya disana dia terkejut melihat kalung dileher peninggalan satu - satunya dari ibu nya menghilang dan tidak ada. Zara pun panik dan dia teringat tadi dia habis dari ruangan ceo, dia yakin pasti kalung itu terjatuh disana. Namun zara bingung jam sudah menunjukan pukul 10.50 dan 10 menit lagi ceo akan segera sampai, jika dia bertemu ceo kemungkinan dia akan mendapatkan masalah, tapi jika kalung itu benar - benar hilang zara sudah tidak akan punya barang peninggalan lagi dari orang tua nya.
Zara pun akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke ruangan ceo sembelum ceo datang.
Sesampainya di ruangan ceo, zara langsung bergegas masuk dan mencari keberadaan kalung itu. Saat sedang sibuk mencari kalung itu, tiba - tiba terdengar suara merdu bariton laki - laki dari balik badan zara.
" Apakah kau mencari sampah ini? "
Zara pun diam membeku ditempat ketakutan tidak berani menengok ke arah belakang dan tidak berani bersuara menjawab pertanyaan pria itu.
" Jika kau tidak membalik badan mu dan menjawab maka aku akan membuang sampah ini. " Ucap pria bersuara bariton tadi
Zara pun langsung spontan membalikan badan dan menatap pria yang sedang berdiri memainkan sebuah benda ditangan nya yang sedang zara cari sambil menyender ditembok.
" Kalungku.. tu.. " Ucap zara terputus karena melihat laki - laki yang ada di depan nya sekerang.
" Kamuuu!!! kenapa kamu bisa ada disini? " tanya zara.
" Menurutmu, nona? " tanya balik pria itu.
" Kam... kamu.. apakah kamu ceo disini? " ucap zara dengan terbata.
" Bukankah aku sudah pernah memberi kartu namaku padamu, apakah kamu lupa nona? atau kamu kesini berniat untuk menggodaku karena kamu terpesona oleh ketampananku saat pertama kali melihatku? " ucap zyan dengan pandangan mata merendahkan.
" Apahh..." heii tuan, jangan pernah bermimpi aku akan menyukaimu. Aku sama sekali tidak tertarik denganmu!
Benarkah, lalu untuk apa kamu berada disini?
Aku sedang mencari kalung peninggalan ibuku dan itu ada di tanganmu saat ini.
" Apa sampah ini bisa disebut dengan kalung? " ucap zyan mengejek.
" Kamu... "
Tuan aku mohon berikan kalung itu padaku dan aku akan segera pergi dari hadapanmu.
" Jika aku tidak mau? " ucap zyan mempermainkan zara.
" Aku akan mengambilnya secara Paksa " ucap zara sambil menekankan kata paksa.
" Kalau begitu aku ingin tahu yang kamu sebut paksa yang seperti apa, " ucap zyan sambil tersenyum smirk.
Kamu... apa yang sebenarnya kamu inginkan agar memberikan kalung itu padaku?
Cium aku.
Apah! tuan apakah anda masih waras ? tadi anda mengatakan bahwa aku datang kesini merayumu dan sekarang kamu menyuruhku untuk menci..
" Aku memberi kamu waktu 1 menit, potong zyan.
" Astaga apa yang harus aku lakukan, " batin zara. " Karena tidak ada pilihan lain, baiklah kalo begitu tutup matamu " ucap zara.
Kini zara berjalan mendekat ke arah zyan bersiap untuk mencium nya dan zyan pun sudah munutup matanya.
Saat zara sudah hampir mencium pipi zyan, zyan membuka mata dan menoleh, yang berakhir dengan mereka berciuman bibir. Zyan awalnya tidak berniat membuat zara mencium bibir nya, namun saat merasakan sesuatu yang kenyal dan manis dan belum pernah zyan rasakan walaupun sudah sering berciuman, zyan malah ingin menikmati bibir zara. Zara yang sadar akan hal tersebut pun kaget dan ingin melepaskan ciuman itu, tetapi zyan malah menggigit bibir zara, sehingga zara membuka bibirnya dan zyan langsung ******* bibir zara secara brutal sambil memeluk dan meraba lekuk tubuh zara.
" Mmphh...isshh...mmphh... " ******* yang berhasil keluar dari mulut zara, karena ulah zyan yang terus ******* bibir zara sambil menggerayangi tubuh zara. Zyan membalik posisi dengan mengunci pergerakan tangan zara ditembok, Kemudian di lanjut dengan menciumi leher zara dan memberikan Kiss Mark disana " akhh... " teriak zara terdengar seksi di telinga zyan dan terus berlanjut hingga saat dibagian dada, saat zyan ingin membuka baju zara dan membekap gundukan yang ada disana zyan terhenti, dia melihat ke mata zara yang sedang mengeluarkan air mata, betapa terkejutnya zyan setelah dia sadar apa yang dia lakukan dan bagaimana bisa dia hilang kendali.
__ADS_1
Zyan pun langsung menyuruh zara pergi dari ruangan itu. " Pergi dan benarkan pakaianmu dan kalungmu itu ada diatas meja ambilah. "
Zara pun langsung membenarkan pakaian nya yang sudah acak - acakan dan mengambil kalung yang sempat zyan taruh diatas meja bergegas pergi dengan sesenggukan tangis.