ISTRI KONTRAK TUAN ZYAN

ISTRI KONTRAK TUAN ZYAN
5. Part 4


__ADS_3

Zyan :


Sudah hampir 2 minggu aku berada di Amerika, aku berharap bisa melupakan wanita itu, dengan sengaja menghindarinya tanpa meninggalkan sepatah kata apa pun kepadanya, yang memberi tahu keberadaan ku, juga aku sekalian mengurus masalah kecil disini. Namun siapa sangka, setiap aku coba melupakan nya dan menghindarinya, itu malah membuatku semakin ingin melihat wajahnya dan bertemu kembali dengan nya.


Tatapan indah dari mata wanita itu, rasa manis dan kenyal yang sangat ingin aku cicipi kembali dari bibir kecil dan sedikit berisi yang bagiku sangatlah sexy dan sudah menjadi canduku.


Author :


Tanpa sepengetahuan zara sebenernya zyan terus mengawasi gerak - gerik zara, dengan menyewa beberapa orang untuk terus mengikuti zara kemanapun dan kapan pun zara pergi dan berada. Juga termasuk soal pekerjaan zara, zyan tidak ingin zara kembali bekerja dan kekusahan dalam mencari uang untuk menyewa gubuk kecil yang akan menyusahkan diri zara sendiri. Zyan ingin zara menikmati kekayaan yang zyan berikan pada zara sebagai wujud permintaan maaf dari zyan pada zara.


Untuk masalah hutang ayah zara dan biaya rumah sakit sebenarnya itu juga tidak berarti apa - apa bagi zyan, bagi zyan uang itu hanya seucrit uang 100 Rp yang tidak ada arti apa - apanya bagi kekayaan zyan. Itu semua hanya alibi zyan agar zara mau menikah kontrak dengan nya.


Dan sebenarnya alasan zyan ingin menikah kontrak dengan zara adalah zyan tertarik dengan zara, sejak kejadian dimana zyan menemukan kalung zara, yang dimana saat itu mereka berdua berciuman akan tetapi zara malah menangis dan menolak zyan. Zyan sedikit kesal kepada zara yang menolaknya, bagi zyan itu adalah suatu penghinaan secara terang - terang kepada dirinya , padahal wanita - wanita lain harus antri dan berfikir dulu untuk mendekati zyan karena temperamen dan kekejaman zyan. Tapi zara yang mendapatkan semua itu secara tidak cuma - cuma malah menolaknya, itu sebab nya zyan ingin memiliki zara dan membuatnya terikat padanya sebagai pelajaran untuknya, namun zyan tidak ingin menikah untuk hubungan yang serius, itulah mengapa zyan memaksa zara menikah kontrak dengan nya.


...- Skip - ...


Kini tepat 2 minggu lewat 3 hari, akhirnya zyan memutuskan untuk kembali ke Negera M, karena urusan nya disini telah selesai. Zyan berencana langsung kembali ke mansion nya tanpa memberitahu zara terlebih dahulu agar zara tidak mencoba kabur lagi darinya.


Setibanya zyan di Negara M, kini zyan sudah berada di mansion nya, dia berjalan masuk kedalam dengan disambut para pelayan dan penjaganya. Zyan berjalan menuju lantai 2 ke kamarnya, dia membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan takut mengganggu orang yang berada didalam nya.


Disana zyan masuk secara perlahan tanpa meninggalkan suara, kemudian zyan berjalan kesisi ranjang, duduk disana sambil sedikit tersenyum menatap seorang wanita yang sangat cantik saat tertidur, yang tidak lain adalah zara. " Hello, baby apa kabarmu, apakah kamu merindukan ku ? " Bisik zyan secara lembut ditelinga zara, yang dilanjut dengan mencium kening zara, lalu pergi keluar menuju ruang kerjanya.


...- Skip - ...


Zara tiba - tiba terbangun dari tidurnya, dia merasa haus ingin minum. Saat zara mengambil teko dan gelas yang berada diatas meja samping ranjang nya zara baru tahu bahwa teko dikamarnya ini sudah kosong, mungkin para pelayan lupa untuk mengisinya, kemudian zara yang tidak ingin mengganggu para pelayan disini pun memutuskan akan keluar turun ke dapur, karena jam dinding di kamar yang zara tempati saat ini masih menunjukan pukul 02.10 dini hari, yang artinya para pelayan masih tertidur lelap istirahat, karena jam kerja mereka dimulai pada pukul 05.00 pagi. Tetapi saat zara ingin keluar zara teringat, saat zara tidur zara merasa sepertinya tadi ada seseorang yang berbisik sesuatu padanya, namun tidak jelas yang langsung mebuat bulu kuduk zara merinding karena tiba - tiba merasakan hawa dingin yang menusuk kulitnya.


Zara yang sedikit merasa takut tetap memutuskan untuk keluar turun kedapur mengambil minum, dia membawa handphone nya sambil menyalakan lampu flashnya, Zara berjalan sambil terus membaca do'a takut - takut melihat sesuatu yang tidak ingin zara lihat.


Tidak lama kemudian sampailah zara didapur, zara mencari saklar lampu untuk menyalakan lampu dapur, namun saat sedang mencari keberadaan saklar lampu tiba - tiba zara menjatuhkan ponselnya dan berteriak " akhhhh.. Hantu!! Bibi Moly, Paman Nick tolong disini ada hantu!! "


" Hustt.. tenanglah, " ucap zyan langsung memeluk zara yang ketakutan dan segera menyalakan lampu pasal nya yang zara lihat tadi bukan hantu melainkan zyan yang baru saja datang ke dapur berniat membuat kopi. Tetapi zara tidak sadar bahwa yang dia peluk ini adalah zyan.


" Tidak!! disana ada hantu " tunjuk zara sambil mempererat pelukan nya pada zyan dan memejamkan matanya.


" Zara.. zara.. tenanglah yang kamu lihat tadi bukanlah hantu itu aku yang baru saja datang kesini " ucap zyan lembut sambil membelai kepala zara.


" Benarkah " ucap zara masih tidak percaya dan masih memejamkan mata.


" Iyah, kamu bisa membuka matamu sekarang, baby, " ucap zyan kembali.


Zara pun berani membuka sedikit matanya tetapi masih sambil memeluk zyan. Tunggu sebentar, panggilan tadi sepertinya zara familiar dengan panggilan barusan dan suara itu " deg " Zara langsung tersadar dan membuka seluruh matanya melepaskan pelukan pria yang sedari tadi memeluknya dan melihat pria tersebut.


Kini zara benar - benar merasa semakin terkejut, bukankah pria ini sudah lama pergi dan zara memang tidak tahu kapan pria ini kembali, tetapi tiba - tiba saja pria ini sudah ada tepat berada di depan mata nya dan kini sedang menatapnya.


" Apakah kamu sudah memaafkanku zara ? " ucap zyan tiba - tiba didalam keheningan.


Zara masih terdiam dan hanya menatap zyan saja.

__ADS_1


Kemudian zyan kembali berkata " jika kamu tetap diam maka berarti kamu sudah memaafkan perbutanku. "


Zara hanya tetap terdiam dan berniat ingin pergi.


Bukan kah kamu takut hantu, zara? ucap zyan menakuti zara yang hendak ingin pergi. kemudian berlanjut dengan menceritakan " Para pelayan akhir - akhir ini sering mengeluh merasa takut karena melihat bayangan dan mendengarkan sesuatu yang aneh disana tapi saat dicek tidak ada apa - apa, apa kamu berani melewati sambil mengeceknya untukku zara ? "


Zara yang mendengar cerita itu kini kembali merinding tidak berani menatap arah yang ditunjuk oleh zyan dan mengurungkna niatnya meninggalkan zyan.


" Ada apa zara ? bukankah kamu sudah berniat kembali mengapa sekarang hanya berdiam diri saja disitu ? " tanya zyan sambil sedikit menahan tawa dibibirnya pasalnya zyan dari tadi hanya membohongi zara, agar zara tidak pergi meninggalkannya tanpa berbicara sepatah kata.


" A.. aa.. aku haus ingin minum " ucap zara kembali berjalan ke arah kulkas mengambil minum, menyerah pada dirinya sendiri yang sedari tadi berniat mendiami zyan.


" Hmm.. baiklah, kalo begitu aku pergi kembali ke atas dulu " ucap zyan berpura - pura berjalan ingin meninggalkan zara sambil menjatuhkan benda yang tidak jauh dari sampingnya tanpa zara ketahui.


" Akh.. Hantu !! Teriak zara ketakutan langsung berlari ke arah zyan dan memeluknya kencang. " Tolong jangan tinggal kan aku " ucap zara ketakutan hampir menangis.


" Deg " Zyan tiba - tiba merasa jantung nya ingin copot saat merasakan pelukan secara tiba - tiba dan kata - kata " tolong jangan tinggalkan aku " dari zara, dia merasa bahagia tetapi tiba - tiba zyan merasakan sesuatu yang basah dibaju belakang nya dan tersadar bahwa zara saat ini sedang menangis ketakutan karena ulahnya.


Zyan langsung berbalik badan dan mendekap zara dalam pelukan nya. " Zara, i am sorry. Don't craying, baby. " ucap zyan tulus meminta maaf dengan lembut karena merasa bersalah telah membuat zara merasa ketakutan dan menangis lagi takut zara marah kembali padanya dan kembali mendiaminya. " Aku akan mengantarmu kembali ke kamar, ok " ucap zyan menenangkan, yang kini di angguki oleh zara sambil berkata " tetapi jangan meninggalkan ku ditempat itu. "


" Baiklah, baby. Kalau begitu izinkan aku menggendongmu dan membawamu kembali ke kamar agar kamu percaya bahwa aku tidak berniat meninggalkan mu, kamu bisa langsung mencekik leherku jika aku berniat menurunkan mu sebelum dikamar. " ucap zyan meyakinkan.


Zara yang masih merasa ragu akhirnya hanya mengiyakan nya kembali.


Sesampainya didalam kamar, zyan menurunkan zara secara pelan - pelan di atas ranjang. " Kamu bisa membuka matamu sekarang baby dan melepaskan tautan tanganmu dari dileherku. " ucap zyan setelahnya.


" Terima kasih " ucap zara, pelan hampir tidak terdengar.


" Kamu berbicara sesuatu, baby ? " tanya zyan yang tadi seperti mendengar zyan berbicara.


" Tidak ada " jawab zara bohong.


" Baiklah kalo begitu aku pergi keluar istirahat baby, kamu juga beristirahatlah. " ucap zyan lembut sambil mengelus kepala zara.


" Tunggu, kamu.. eh, maksudku tuan zyan, bukankah ini kamarmu kenapa kamu mengatakan ingin beristirahat tetapi kamu malah keluar dari sini " tanya zara refleks yang pasalnya bukan kah ini kamar zyan, kenapa malah zyan ingin istirahat di luar.


" Jadi kamu bersedia tidur denganku sekarang, baby ? " jawab zyan yang sedikit menggoda Zara.


" aa..aku... tidak, Tuan bisa tidur di ranjang dan aku akan pergi tidur disofa itu. " ucap zara.


" Baiklah jika kamu yang menginginkan nya, aku akan senang hati melakukan nya, baby. " ucap zyan kembali jahil kepada Zara.


Tetapi zara langsung turun dari atas ranjang dan berjalan menuju sofa yang langsung membuat zyan langsung menggendong kembali zara membawanya ke kasur.


" Hei.. baby. aku tidak serius dengan perkataan ku barusan, jadi tetaplah tidur disini, ok . Dan aku akan kembali ke ruang kerjaku untuk beristirahat disana. " ucap zyan merasa bersalah pada zara.


" Mm.. tuan bisakah anda jangan pergi dan tetap disini menemaniku, sebenarnya aku dari tadi masih merasa takut karena saat aku tidur aku merasa ada sesuatu yang berbisik di telingaku dan itu membuatku sedikit merinding. " Jelas zara terus terang karena dari tadi terus menahan Zyan.

__ADS_1


Zyan yang mendengar hal itu hanya bisa meringis di dalam hati dan semakin merasa bersalah pada zara. Pasalnya itu juga ulahnya saat pertama kali sampai di sini.


Zyan akhirnya hanya berani menjawab " baiklah aku akan menemanimu disini, baby " dan tidak ingin menjahili zara lagi.


...- Skip - ...


" tok.. tok.. tokk " suara ketukan pintu dari luar kamar.


" Nona.. selamat pagi, sudah saatnya nona bangun dan sarapan pagi. " ucap salah seorang pelayan di depan pintu.


Zara yang baru terbangun kini merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya, dia menengok dan sedikit terkejut melihat zyan yang terlihat sangat begitu tampan dan menawan jika saat tidur seperti ini, tidak seperti saat dia sadar yang terlihat sangat galak dan kejam. Zara kemudian membenarkan sehelai rambut zyan yang sedikit mengganggu pemandangan indah matanya dilanjut menyentuh bagian alis zyan, mata, hidung dan terakhir berhenti di mulut, Zara kembali terbayang bagaimana bibir ini pertama kali merebut ciuman pertama bibirnya. Zara mengelus nya dan kemudian mendekat kan wajahnya pada wajah zyan lalu seditik kemudian " cup " Zara mengecup bibir zyan, zara yang sadar akan tingkah lakunya sekarang hanya berharap jika zyan akan tetap tidur dan tidak terganggu tidurnya kemudian membalikan badan nya.


Tetapi tiba - tiba zara merasa pelukan tangan pada perutnya mejadi sedikit kencang dan membuat nya sedikit mundur kebelakang bersentuhan dengan sesuatu yang keras dan kokoh, Zara pun menoleh kembali dan " cup " kini zyan yang mencium zara, kemudian berkata " selamat pagi juga baby. "


" Hustt.. " cegah zyan membekap mulut zara, agar zara tidak berteriak saat ini juga.


" jangan berteriak, ok. Ada banyak pelayan dan penjaga yang selalu siap siaga jika mendengar sesuatu masalah di mansion ini, mereka akan langsung kesini, apa lagi jika kamu berteriak. " Ucap zyan sambil masih membekap mulut zara, dan diangguki oleh zara.


Lalu terdengar kembali suara dari luar pintu kamar " nona, apakah nona sudah bangun. Kami sudah menyiapkan beberapa makanan untuk nona " ucap kembali pelayan wanita yang sedari tadi masih setia menunggu didepan pintu.


" Akhh... aku sudah bangun, " teriak zara juga dari dalam kamar pada bibi moly. " Biarkan saja berada di meja makan, aku akan bersiap - siap terlebih dahulu dengan mandi dan keluar sebentar lagi. " ucap zara selanjutnya.


" Baik nona. " ucap pelayan itu dan langsung pergi kembali ke tempatnya.


Kini hanya terjadi keheningan dan saling tatap dua insan dalam kamar tersebut.


" Bukankan kamu mengatakan ingin mandi, baby. Apa sekarang kamu sedang menungguku ? " goda Zyan mencairkan suasana.


" Tidak " ucap zara langsung turun dari atas ranjang dan berlari ke kamar mandi kemudian berteriak " jangan pernah bermimpi tuan zyan, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.


" Hahahaha..... zyan pun hanya tertawa melihat tingkah lucu zara barusan.


Selang beberapa lama , kini zara dan zyan sudah selesai bersiap - siap dan akan turun kebawah, tetapi karena ada telfon tiba - tiba pada ponsel zyan akhirnya hanya zara saja yang turuan duluan ke bawah, saat zara sedang mulai makan tiba - tiba zara melihat zyan yang sedang terburu - buru akan pergi dengan raut muka yang sangat khawatir, sepertinya ada suatu masalah besar yang terjadi.


Saat zara hendak berdiri pergi menghampiri zyan, tiba - tiba paman nick muncul dan mencegah zara menghampiri zyan.


" Nona, sebaiknya nona jangan menghampiri tuan saat ini, jika tidak nona akan mendapatkan masalah. " jelas Paman Nick.


" Hmm... Baiklah, lalu kapan kira - kira tuan akan kembali ? " tanya zara saat ini.


" Untuk itu belum bisa dipastikan nona, tuan tidak pernah memberitahu kapan dia akan pergi dan kapan dia akan kembali, tapi jika tuan sudah kembali secepatnya saya akan mengabari nona. Silahkan nona melanjutkan sarapan nya. " ucap Paman Nick.


Zara hanya mengangguk.


...- Skip - ...


Hallo guys... maaf yahh, kalo mimin disetiap bab hanya membuat sedikit adegan, soalnya mimin bingung guys 😅 belum ada inspirasi lagi, jadi harap dimaklumi. Sebagai gantinya nih mimin kasih bonus foto buat kalian semua, anggep aja ini kejadian saat zara minta peluk sama zyan pas di dapur yahh 😁😁

__ADS_1



__ADS_2