
Zyan :
Oh..****! Kenapa aku terus memikirkan kejadian tadi dan membuat sesuatu yang ada pada diriku tegang.
Bagaimana bisa aku lepas kendali dan bagaimana bisa wanita itu terus membuatku memikirkan nya.
" William.. " panggil zyan pada asistennya.
Ya tuan.
Apa kamu sudah menyelesaikan tugasmu?
" Sudah tuan, data yang anda minta tentang wanita kemarin sudah menjadi satu disini. " jawab william sambil menyodorkan sebuah berkas.
Kerja yang bagus, segera kembali kerjakan tugasmu.
" Baik tuan. " ucap william langsung meninggalkan ruangan ceo.
" Zara Patricya... ", ucap zyan tersenyum smirk sambil membolak - balik sebuah berkas.
Akan ku buat kamu tahu siapa diriku.
Author :
Usai kejadian yang zara alami di kantor dia langsung ijin sakit dan memutuskan untuk pulang kepada Madam Cici, karena zara tidak bisa bekerja dalam kondisi seperti itu.
Sesampainya zara dirumah, dia langsung menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan menangis yang menjadi - jadi di sana.
Zara teringat itu adalah ciuman pertamanya, tetapi mengapa seseorang bisa mudah mengambilnya begitu saja.
Setelah hampir lebih dari 2 jam zara menangis di kamar mandi, zara akhirnya keluar dan bercermin melihat kondisi tubuhnya yang acak - acakan. Kemudian zara membenarkan dandanan nya.
Tapi tiba - tiba zara melihat ada suatu memar dilehernya, zara berfikir mungkin tadi zara tidak sengaja menggosok lehernya terlalu keras saat mandi.
Selesai berdandan zara memutuskan keluar untuk membeli makanan karna dirumah tidak ada bahan makanan.
...- Skip -...
Sudah hampir satu minggu zara merasa aman dan bersemangat dalam bekerja karena zara tidak lagi bertemu dengan ceo nya.
" Zaraa... " Panggil Lily teman baru zara ditempat zara bekerja sekarang.
" Iya, Kenapa lily. " toleh zara karena masih sibuk dengan pekerjaan nya membersihkan tangga.
Zara, sebentar lagi istirahat ayok kita cuci tangan dan bersiap - siap makan, apakah kamu tidak merasa laper?
" Benarkah memang jam berapa sekarang? " Tanya zara pada lily.
" Sekarang sudah jam 11.55. 5 menit lagi kita akan break istirahat makan, ayok kita bersiap - siap " jawab lily.
" Kalau begitu ayo, aku juga sudah sangat laper sekali, perutku sudah dari tadi berbunyi, huhuhhu...." ucap zara.
Aku sudah tau zaraa.. dari tadi aku sudah mendengar suara perutmu, itu sebab nya aku memberitahumu.
" Hehehe.... " cengir zara.
Kalau begitu aku akan mengembalikan barang - barang ini dulu ke bawah. Lily, kamu langsung ke kantin saja pesankan aku makanan yah.
" Baiklah.. aku pergi duluan zara " ucap Lily.
Saat zara telah selesai mengembalikan barang dan akan memasuki lift untuk menuju kantin, Zara malah tidak sengaja bertemu dengan orang itu dan membuat zara terdiam.
" Apa anda tidak berniat masuk nona? " tanya salah satu pria yang berada di dalam lift.
Zara pun tersadar. " aa.. aku, ah.. maaf saya akan masuk. " ucap zara memasuki lift sambil sedikit memberi hormat kepada pria itu yang tidak lain adalah william asisten tuan zyan.
Dan, pria yang hanya berdiam diri saja satunya itu tidak lain dan tidak bukan adalah Tuan Zyan Albert Satleker ceo perusahaan ini.
Suasana didalam lift pun hanya terjadi keheningan, hingga bunyi bel lift berdenting di lantai 8 yang berarti sudah sampai di kantin.
Saat zara akan melangkah keluar, pria yang dari tadi terdiam itu akhirnya mengeluarkan suara " setelah makan siang temui saya diruang saya. "
" Deg... " kaget zara, saat zara ingin berbalik dan bertanya untuk apa, asisten zyan hanya mendorong pelan zara keluar dan segera menutup pintu lift.
Zara pun memaki kedua pria itu, " Hei... dasar 2 pria tidak berperikemanusiaan seenak nya saja mendorongku, huft... !! "
" Ahh... sangat menyebalkan, Kenapa aku bisa bertemu dengan nya lagi!! " Maki zara sambil mencari keberadaan lily teman nya.
" Zaraa... aku disini " teriak Lily sambil melambai yang telah melihat zara duluan.
__ADS_1
Zara pun menghampiri teman nya dan merubah raut muka kesal nya menjadi baik - baik saja.
...- Skip -...
Ruangan Ceo
Tok.. tok.. tok..
" Masuk " ucap seseorang dari dalam ruangan.
" Permisi, Tuan apa ada yang anda butuhkan dari saya? " Ucap zara sesudah masuk dan berdiri tidak jauh dari zyan.
" Duduk disitu " ucap zyan.
" Maaf tuan, jika tidak ada hal penting yang anda butuhkan dari saya, maka saya permisi banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. " ucap zara berniat meninggalkan ruangan ceo.
" Tunggu, apakah aku sudah menyuruhmu pergi? dan beginikan sikapmu terhadap atasan " ucap zyan.
Zara pun langsung berbalik dan duduk ditempat yang tadi zyan suruh.
Wiliiam berikan berkas itu kepada wanita ini.
" Baik tuan. Nona tolong baca dan tanda tangani berkas ini. " Ucap william.
Zara langsung menerima berkas itu dan membacanya terlebih dahulu.
" Apaa.. " teriak zara, apa maksud anda tuan. Pernikahan kontrak? kenapa anda menyuruh saya menandatangi perjanjian kontrak ini.
" William, jelaskan padanya, " Perintah Zyan.
" Nona tolong baca semuanya, nona akan mendapatkan berbagai keuntungan jika mau menikah dengan tuan zyan. " ucap william.
" Aku tidak mau, aku tidak terlalu mengenal tuan mu dan juga mencintai tuan mu, untuk apa aku menikah dengan tuan mu !! " ucap zara kesal.
" Nona jika itu masalahnya nona tidak usah khawatir, Kalian hanya perlu menikah selama 1 tahun, dan nona, saat nanti kalian sudah resmi bercerai tuan tetap akan menanggung segala kebutuhan nona serta mentrasfer uang 100 juta setiap bulan nya pada rekening nona. " Penjelasan panjang lebar dari William.
Apa kalian fikir aku ini wanita matre yang hanya memikirkan uang, aku memang miskin tapi aku tidak akan menjual tubuhku untuk mendapatkan uang.
" Nona, tolong fikirkan kembali kata - kata anda, jika anda tidak ingin kehilangan rumah anda, " ancam William.
" Apa maksudmu? " tanya zara terkejut dan khawatir akan rumahnya.
" Bagaimana kamu tahu? " tana zara yang tiba - tiba panik.
Semua informasi tentang nona, tidaklah susah untuk tuan kami mengetahuinya.
Lalu apa hubungan nya dengan rumahku? tanya zara tidak sabaran.
Teman nona telah menjual rumah nona kepada tuan kami.
" Itu tidak mungkin, " teriak zara.
" Nona jika nona tidak percaya nona bisa melihat berkas ini, " ucap william menyodorkan sebuah map kepada Zara.
Zara langsung menerima berkas itu dan membukan nya, namun alangkah terkejut zara melihat sertifikat rumah nya ada disini dan tertera sudah bukan miliknya lagi, melaikan milik Zyan Albert Satlaker. Disitu juga sudah terdapat jelas tanda tangan zara bahwa dia bener - benar menjual rumahnya.
Zara langsung lemas, shock dan menangis. Zara tidak percaya pada apa yang dia lihat dan alami saat ini, bagaimana bisa rumah peninggalan orang tua nya yang selama ini selalu zara jaga tiba - tiba menjadi milik orang lain begitu saja.
Nona tolong tenangkan dirimu. Jika nona menyetujui menikah dengan tuan maka nona akan mendapatkan kembali rumah nona tanpa persyaratan apapun dan mendapatkan keuntungan yang saya sebutkan tadi.
Zara pun langsung berdiri lemas dan berniat meninggalkan ruangan itu namun zara malah terduduk kembali dan pingsan.
" Zara... " teriak zyan terdengar khawatir yang langsung menggendong zara untuk dibawa ke rumah sakit.
William cepat siapkan mobil.
Baik tuan.
...- Skip -...
Rumah Sakit
" Ehh... dimana ini ? " ucap zara sadar sambil melihat sekeliling.
" Kamu berada dirumah sakit. " ucap pria yang sedang duduk bersantai di sofa sambil memainkan ponselnya.
" Rumah sakit ? " tanya zara masih kebingungan. Kamu.. ah maksudku tuan zyan kenapa aku berada dirumah sakit bukan kah tadi kita berada di kantor dan juga kenapa anda disini.
" Kamu pingsan, karena sekarang kamu sudah sadar segera tanda tangani surat kontrak pernikahan yang ada di atas meja. Aku harap kamu tidak melupakan apa yang sudah asistenku jelaskan padamu sebelum nya dikantor, " ucap zyan
__ADS_1
Tuan, sebenernya kenapa kamu ingin menikahiku, bukankah diluar sana banyak yang lebih pantas untuk posisi ini dan kenapa tuan malah memilih diriku.
" Karena 6 tahun yang lalu, sebelum orang tuamu meninggal, mereka mempunyai hutang padaku. " jawab zyan
" Apa? " ucap zara kaget. Bagaimana mungkin, ayah dan ibu tidak pernah bercerita padaku bahwa mereka mempunyai hutang kepada siapa pun. Tuan tolong anda jangan mengada - ngada.
" Jika kamu tidak percaya kamu bisa melihat berkas yang ada di dalam laci meja samping tempat tidurmu, " ucap zyan.
Zara langsung mengambil berkas itu dan membaca isi berkas didalamnya , " 100 juta " ucap zara kaget. Disini juga ada tanda tangan ayah yang berada di atas materai, ayah berjanji akan mengembalikan nya dalam 5 bulan beserta dengan bunganya dan memberikan jaminan sebuah alamat rumah yang zara tidak ketahui dimana itu berada.
" Apa kamu sudah paham nona? " tanya zyan lagi, dan ya satu lagi biaya rumah sakit ini adalah 50 juta, aku telah memberi pinjaman untuk itu "
" Apa... ?" ucap zara yang semakin kaget tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
Zara pun langsung melepaskan selang infus yang berada di tangan nya, berjalan ke arah zyan berniat untuk memohon pada zyan, agar memberinya sedikit waktu.
" Tuan tolong beri saya waktu, saya pasti bisa melunasi hutang yang pernah ayah saya pinjam kepada tuan. " Bujuk zara pada zyan, yang kini zara sudah terduduk sambil memohon didepan meja menghadap zyan.
Perlu kamu ingat nona aku bukan lah orang yang mentolerir orang yang pernah berkhianat padaku. Ayahmu sudah pernah berhianat padaku dengan memberikan alamat palsu sebagai bahan jaminan dan sekarang kamu meminta diriku untuk memberi mu waktu. Sudah bertahun - tahun aku mencari keluargamu dan ternyata kedua orang tua mu sudah mati, tapi kini kamu muncul sendiri dihadapan ku. " Menurutmu aku akan percaya padamu nona Zara Patricya. "
" Tuan, saya berjanji dalam waktu dua bulan saya bisa mengembalikan seluruh hutang ayah saya, tolong beri saya waktu, tuan. " Bujuk zara kembali pada zyan yang kini sudah hampir menangis berharap zyan memberikan waktu.
" Itu semua tergantung pada usaha dirimu, apakah kamu bisa membuat suasana hatiku menjadi senang saat ini. " Tangkas zyan yang sudah melihat zara akan mengeluarkan air mata.
Zara kemudian melihat ke atas sebentar mencoba menahan air matanya, setelah itu berdiri dari duduknya kemudian berjalan menuju ke arah zyan. Zara memegang tangan zyan menaruhnya dipinggang nya, kemudian zara menaruh kedua tangannya diatas bahu zyan, mengangkat salah satu kakinya untuk berada disebelah paha kanan zyan dilanjut dengan kaki satunya berada disebelah paha kiri zyan. Membuat sang empu terus melihat ke arah zara dan penasaran dengan apa yang akan dilakukan zara berikutnya padanya.
Setelah zara merasa kedua kaki zara sudah berada disamping paha kanan dan kiri zyan, kini zara memutuskan untuk duduk diatas paha zyan, yang kemudian zara merasakan sesuatu yang keras menusuk dibawah milik zara.
Zyan terus menatap zara dia tidak sedikitpun menghilangkan pandangannya dari pergerakan yang zara lakukan padanya.
Tangan zara kemudian berpindah menangkup wajah zyan yang membuat sang empu hanya terfokus menatap wajah zara bukan pergerakan zara lagi.
Hampir 2 menit mereka sudah berpandangan dengan jarak yang dekat. Dengan zara yang duduk diatas pangkuan zyan.
Tapi tiba - tiba zara kembali tersadar dengan yang dia lakukan, zara langsung melepaskan tangan nya dari wajah zyan dan berniat berdiri pergi dari pangkuan zyan. Namun zyan yang telah sadar akan gerak gerik zara dia langsung menarik Zara kembali dalam pangkuan nya dan langsung mencium nya.
" Mmphh... " ******* suara yang keluar dari bibir zara karena gigitan dari zyan agar bibir zara terbuka yang kemudian, zyan langsung ******* nya secara brutal.
" Tuan saya mohon berhenti. " ucap zara disela - sela ciuman sambil memohon pada zyan.
Tapi zyan tidak menggubris yang zara ucapkan karena tidak terlalu jelas.
" Tuanhh, saya mohon berhenti" ucap zara terus memohon yang sekarang zara sudah mengeluarkan air mata dan sepenuhnya menangis.
Zyan yang mendengar suara isakan tangis zara pun langsung tersadar kembali dan berhenti menciumi zara, kemudian mencoba menenangkan zara, tapi zyan tidak dapat menahan hawa nafsunya yang sudah menggebu - gebu begitu saja terhadap zara.
" Zara.. " panggil zyan sambil menangkup dan menatap wajah zara yang kini sedang menangis.
" Jangan menangis, ok. Maafkan aku, aku tidak bermaksud bersikap kasar dan senonoh padamu. Ucap zyan lembut pada zara dengan menghapus air mata zara.
Zara yang mendengar zyan memanggil namanya pertama kali dengan lembut dan meminta maaf dengan tulus, kini memandang wajah zyan, zara sedikit terhanyut akan ketampanan dan tatapan mata zyan padanya. Kemudian entah setan apa yang merasuki tubuh zara, kini zara malah mendekatkan wajahnya kembali pada zyan dan berkata " bisakah kamu bersikap lembut dan mengajarkan aku caranya " ucap zara.
Zyan yang mendengar itu langsung paham apa yang dimaksud oleh zara, zyan pun langsung menciuman zara kembali dengan sedikit senyuman, dan dilanjut dengan berkata " kali ini aku akan sangat berhati - hati dan lembut baby " yang kemudian dilanjut lagi dengan ciuman lembut dan mesra dari zyan terhadap zara.
Zara yang menerima perlakuan itu kini benar - benar lupa dengan apa yang dia lakukan.
Kini zyan merubah posisi mereka dengan zara yang berada diatas sofa dan zyan yang berada diatas zara. Zyan membuka jas dan kemejanya yang kini hanya menampilkan dada bidang nya yang kokoh dan keras dengan roti sobek diperutnya membuat zara sangat terpesona.
" Apa kamu menyukainya " tanya zyan.
Zara yang terpesona dengan pemandangan tersebut pun langsung mengangguk.
" Jika kamu menyukainya maka sentuhlah, " tawar zyan pada zara.
Zara pun langsung menyentuhnya, kemudian zyan tersenyum nakal dan langsung menciumi zara kembali dan bertanya " apa kamu sudah siap, baby ?"
Zara yang masih terpesona dengan zyan hanya bisa mengangguk. Kemudian zyan langsung memulai aksinya dan betapa bahagianya zyan yang tahu kalo ini pertama kalinya bagi zara.
Tiba - tiba zara merasakan sesuatu yang hangat berjalan menuju ke arah rahim nya. Namun karena merasa kelelahan zara malah memejamkan matanya dan langsung tertidur.
" Zara aku tidak mulai saat ini kamu adalah milikku, jika kamu berani berfikir untuk kabur dariku, maka aku tidak akan bersikap lembut lagi padamu. " ucap zyan berbisik pelan ditelinga zara yang dilanjut dengan mencium kepala zara dan ikut tidur disampingnya sambil memeluknya.
...- Skip -...
Author :
Xixixi.. 😁 hallo guys, apa kabar ? semoga kalian selalu baik - baik saja yah, dan dilindungi oleh Allah SWT, Kalian serius amat nih bacanya, kaya mimin yang serius buat cerita, jadi kebayang gk sih kalian, kalo kalian yang berada di posisi zara... uhh pasti kalian juga gk bisa menolak zyan dong, untuk adegan mereka kalian bayangin sesuai imajinasi masing - masing aja ya guys, 😁 ok guys Mimin bakal sering - sering upload ko jadi simak terus kisah mereka yahhh, oiya mimin juga kasih bonus foto nih buat kalian, anggep aja ini foto sehabis mereka selasai itu yahh 😘🤭
__ADS_1