ISTRI KONTRAK TUAN ZYAN

ISTRI KONTRAK TUAN ZYAN
6. Part 5


__ADS_3

Author :


Tidak terasa kini jam sudah menunjukan pukul 16.00 sore. Tetapi zara masih duduk di atas sofa disamping jendela di dalam kamarnya. Disana zara masih asyik membaca sebuah aplikasi novel pada handphone nya.


Tanpa zara sadari kini sebuah pasang mata milik seorang pria sedang menatapnya dari pintu masuk kamar dan sedang berjalan mendekat ke arah zara, yang kemudian bersuara " Zara, apa kamu tidak berniat untuk mandi dulu ? "


Tidak ada sautan atau jawaban dari zara, Zara masih asyik dan terfokus dengan novel di handphone nya.


Merasa tidak mendapat jawaban dari zara pria itu langsung mengambil handphone yang berada ditangan zara, yang langsung membuat sang empu menoleh ke arah pria itu.


" Tuan, kapan anda kembali. Sejak kapan anda berada disini dan kenapa tuan mengambil ponselku ? " tanya zara terheran, karena pasalnya tuan zyan pergi dari tadi pagi dan tidak tahu kapan akan kembali, juga jika tuan zyan sudah kembali bukankah paman nick sudah berjanji akan memberi kabar pada zara, tetapi zara belum mendapatkan kabar apapun dari paman nick.


" Kenapa, baru beberapa jam saja tidak bertemu apakah kamu sudah merindukan ku? " ucap zyan.


" Tidak " tegas zara langsung.


" Benarkah " tanya zyan kembali memastikan.


" Aku tidak merindukan mu dan Tuan tolong kembalikan ponselku, " jawab zara.


" Aku akan menyitanya. " ucap zyan singkat.


" Tuan apa salahku, kenapa kamu menyita handphoneku " tanya zara.


" Pertama karena kamu tidak merindukanku, kedua karena sedari tadi aku disini kamu tidak menyadari keberadaanku, dan ketiga kamu mengabaikan pertanyaanku. " jelas Zyan.


" Apa ? tuan aku minta maaf. Aku benar tidak sadar jika tuan sudah kembali dan aku tidak mendengar tuan bertanya sesuatu padaku, mungkin karena aku tadi sedang fokus membaca novel di ponselku, " ucap zara.


" Tetap saja, karena kamu sudah membuatku kesal kamu harus menerima hukuman. " ucap zyan kesal dengan penuturan kata dari zara, bagaimana bisa dirinya tidak lebih penting dari sebuah novel di handphone zara. Kemudian zyan berjalan ke arah ranjang mengambil sesuatu di laci meja samping ranjang.


" Tuan, aku mohon maafkan aku, tolong jangan beri saya hukuman. " ucap zara sedikit ketakutan jika nanti menerima hukuman yang aneh - aneh atau menyeramkan dari zyan.


" Kemari dan tanda tangani kontrak ini " ucap zyan sambil menyodorkan sebuah berkas yang sudah sempat zyan ambil tadi di laci meja samping ranjang.


Zara menerima berkas tersebut dan membuka serta membacanya. " Tuan, ee.. ini aku belum siap. " ucap zara kaget setelah tau isi berkas itu.


" Apa kamu lupa zara, aku sudah sedikit memberimu waktu 2 minggu lebih, aku rasa itu cukup dan sekarang waktunya kamu menandatangani surat kontrak nikah itu. " ucap zyan.


Surat Kontrak Nikah ? ya, tujuan zyan menemui zara sekarang adalah menyuruh zara untuk menandatangi surat itu.


" Tuan, saya berjanji akan melunasi semua hutang saya, saya akan mencari pekerja lagi, tolong tuan jangan memaksa saya untuk menandatangi kontrak itu. "


" Setahuku, kamu selama dua minggu ini sudah berusaha keras dalam mencari pekerjaan, tetapi tidak ada yang menerimamu dan kamu sedikit menyerah pada akhirnya, aku hanya memberimu pilihan yang menguntungkan zara " ucap zyan.


" Tuan, apa kamu selama ini memata - mataiku " tanya zara kesal mendengar pernyataan dari zyan.


" Apa ada masalah zara, bukankah itu tidak mengganggu urusan mu dan sekarang yang bisa kamu lakukan adalah menandatangi kontrak ini " ucap zyan.


" Plak... " suara tamparan dari zara pada zyan.


" Sekarang aku mengerti kenapa tidak ada tempat yang mau menerimaku untuk bekerja disana, itu semua pasti ulah anda kan, tuan. " Ucap zara yang kini sudah kesal pada zyan.


" Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau, zara. Dan kamu tidak berhak untuk mengomentarinya. " Ucap zyan sambil mecengkram wajah zara dengan satu tangan nya.


Zara yang ketakutan kini hanya mengangguk dan kemudian menangis setelah zyan melepaskan cengkraman nya.


" Tanda tangani kontrak itu sekarang! " perintah zyan pada zara.


Zara pun langsung menanda tangani kontrak itu, lagi pula zara tidak bisa melakukan apa - apa, dia tidak bisa menang untuk melawan zyan.


Setelah melihat zara menanda tangani surat kontrak itu zyan memberitahu pada zara bahwa 3 hari lagi mereka akan melangsukan pernikahan dan menguruh zara bersiap, kemudian zyan pergi meninggalkan zara.


...- Skip -...


Tidak terasa sekarang zara sudah sah menjadi istri zyan walaupun itu hanya kontrak. Andai saja jika ini pernikahan yang zara impikan pasti zara akan tersenyum dengan bahagia dengan orang yang dicintainya.


" Apa kamu lelah zara " tanya zyan pada zara yang sedari tadi melihat raut muka zara yang sudah sedikit pucat.

__ADS_1


" Ah.. saya baik - baik saja, tuan. " jawab zara bohong pada zyan, karena pada kenyataan nya zara sangat lelah dengan ini semua.


Pesta pernikahan pun sudah berakhir, kini zara dan zyan sedang berada di kamar hotel tempat mereka mengadakan pesta.


Zara saat ini sedang duduk termenung di atas ranjang dan zyan sedang mandi di kamar mandi.


" Mandilah! apa kamu akan tidur dengan memakai pakaian itu dengan riasan yang masih tebal dimukamu, " ucap zyan yang sedikit membuat zara menoleh menatapnya kemudian pergi meninggalkan dirinya ke kamar mandi.


Zara kini sedang berada dikamar mandi, dia melepas semua pakaian nya dan menghapus make up yang ada di muka nya kemudian berendam di bath up hampir satu jam lebih lamanya untuk menghilangkan setrees di kepalanya. Kini jari - jari kulit pada tangan zara sudah mengkerut dan membuat tubuhnya pucat, zara merasa ini sudah cukup menghilangkan setrees ya, kemudian bangkit dan keluar dari bath up berjalan ke arah lemari pakaian, tetapi disana hanya ada 1 handuk. Zara baru teringat bahwa tadi saat dirinya masuk dia lupa membawa baju ganti karena tidak ingin berlama - lama dengan zyan.


Sekarang zara bingung harus bagaimana, apakah zara harus meminta tolong pada zyan untuk mengambil pakaian nya, atau zara memakai baju pernikahan lagi yang kini telah basah karna menaruhnya sembarangan di dekat bath up.


Zara akhirnya memutuskan memakai handuk keluar mengambil pakaian nya dengan mengecek situasi terlebih dahulu.


Zara membuka sedikit pintu kamar mandi, dia mengintip sedikit ke arah ranjang apakah zyan sudah tertidur, tapi saat zara mengintip ke arah ranjang malah zyan belum tertidur, zyan ternyata masih sibuk berkutat dengan laptopnya. Zara pun menutup pintunya kembali dan berjalan bolak - balik dia akan menunggu beberapa saat lagi mungkin zyan akan tertidur.


Tidak lama kemudian zyan yang merasa sudah hampir 2 jam zara berada dikamar mandi tidak keluar zyan turun dari atas ranjang berjalan ke arah pintu kamar mandi, mengetuk pintunya dan bertanya " Zara apakah kamu baik - baik saja di dalam ? "


Tetapi tidak ada sautan dari dalam, Zyan pun mencoba bertanya kembali sambil mengetuk pintu lagi " Zara apakah kamu baik - baik saja " tetapi nihil tidak ada jawab sama sekali dari dalam.


Zyan pun mulai panik dan berfikir yang aneh - aneh, takut zara mencoba kabur lagi darinya atau mencoba bunuh diri. tanpa fikir panjang zyan langsung mendobrak pintu kamar mandi dan betapa terkejutnya zyan saat melihat zara sedang tertidur sambil duduk disudut lantai dengan memakai sehelai handuk yang memperlihatkan paha putih mulus miliknya dan bagian dada yang sedikit membusung keluar membuta milik zyan langsung tegang.


Tapi zyan masih sadar dia tidak ingin membuat zara semakin tidak suka padanya. Zyan pun berjalan mendekat ke arah zara, dia berjongkok didepan zara dan bertanya " Zara apakah kamu baik - baik saja " sambil menyentuh wajah zara pelan.


Tidak ada jawaban dari zara, hanya dengkuran halus yang keluar dari bibirnya yang berarti zara tertidur. Zyan pun bersyukur tidak terjadi apa - apa pada zara, dia langsung menggendong zara dan membawanya ke atas ranjang untuk menidurkan nya disana.


Zyan menarik selimut dan menyelimuti zara, kemudian naik ke atas ranjang dan ikut tidur memeluk zara disampingnya.


...- skip -...


Sinar matahari kini telah memasuki sela kaca jendela yang berada di kamar hotel milik zyan dan zara.


Zara yang merasakan sinar matahari menyentuh kulitnya kini terbangun dengan sedikit menguap. Dia duduk diatas ranjang dengan sedikit meregangkan tangan nya keatas.


" Apa kamu sedang mencoba menggodaku, Zara ? " Ucap serak khas seorang pria yang baru bangun tidur di samping Zara.


Zara yang mendengar suara itu langsung menghentikan aktivitas meregangkan badan nya dan menoleh ke samping.


" Tuan, apa yang anda lakukan disini. Kenapa anda tidak memakai baju ? " ucap zara sambil menunjuk badan zyan dengan salah satu tangan nya.


Zyan yang mendengar pertanyaan bertubi - tubi dari zara kini menarik zara dalam pelukan nya. Kemudian membalikan posisi dengan zyan yang berada diatas zara.


" Apa kamu lupa, sayang. Semalam kita melakukan hal yang sangat panas, kamu bahkan sampai kelelahan dan ketiduran, dan sekarang kamu bangun dengan tidak memakai baju sehelai pun itu membuatku ingin melupakan nya lagi, apa kamu juga menginginkan nya lagi, sayang " ucap zyan menggoda zara.


Zara yang mendengar perkataan zyan kini melihat tatapan mata zyan yang sedang menatap sesuatu di bagian dadanya seperti ingin melahapnya dan juga merasakan sesuatu yang keras dibawah miliknya, zara sekarang tersadar apa yang sedang zyan lihat saat ini yaitu dirinya yang polos tidak memakai apapun.


Zara langsung berteriak " akhh... dasar mesum, tutup matamu " ucap zara memukuli zyan.


Zyan yang mendapat pukulan dari zara kini mendekap kedua tangan zara diatas kepala zara. Kemudian berkata " Jangan terus bergerak itu membuatku semakin ingin melahapmu sekarang juga. " Ucap zyan memberikan tatapan yang mengintimidasi pada zara. Pasalnya zyan sudah pada puncaknya ingin memasukan miliknya pada zara.


Tetapi zara tidak mengindahkan perkataan zyan dan kembali bergerak mencoba melepaskan tangannya dari dekapan zyan.


Zyan yang terus mendapatkan gesekan dibawahnya langsung hilang kendali dan melahap suatu benda kenyal yang ada di dada zara sambil berkata " kamu yang memaksaku untuk melakukannya, sayang. Maka jangan menyesalinya. "


Zara yang diperlakukan seperti itu langsung semakin bergerak brutal dan mencoba melepaskan dekapan tangan zyan.


Tuan bastrad.. lepaskan aku, " Akh.. " desah zara karena hisapan zyan pada benda kenyal di dadanya.


" Maaf sayang tetapi aku sudah tidak bisa menahannya lagi. " Ucap zyan yang kemudian melanjutkan aksinya.


" Akh... " desah zara saat zyan memasukan miliknya pada zara.


...- Skip -...


Sekarang waktu menunjukan pukul 15.00. Zara terbangun dari tidurnya, Dia melihat zyan yang masih tertidur disamping nya, zara merasa sangat laper sekarang, dia ingin turun ke bawah memesan beberapa makanan untuk dimakan. Tapi saat zara ingin turun tiba - tiba " Aw... " ringis zara kesakitan di bagian bawah miliknya. Pasalnya dirinya dan zyan melakukan sebanyak 5 ronde dengan 3 kali zyan mengeluarkan nya didalam dan sisanya diluar.


Zyan yang mendengar suara zara merintih kesakitan pun terbangun " Zara, are you ok? apakah masih sakit " tanya zyan khawatir pada zara.

__ADS_1


" Aku baik - baik saja tuan " jawab zara.


" Kamu serius ? " tanya zyan kembali memastikan.


" Ger...ger...gerr... " suara yang berasal dari perut zara.


" Apakah kamu laper, sayang " ucap zyan sambil tersenyum pada zara.


Zara yang sedikit malu karena zyan mendengar suara perutnya, zara pun hanya mengangguk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


Zyan yang melihat tingkah laku zara kini tersenyum gemas pada zara dan nengusap kepala zara dengan lembut.


" Apa yang ingin kamu makan, sayang. " Tanya zyan lembut.


" Aku terbiasa dengan memakan semua hidangan makanan yang ada didepan ku " jawab zara tidak pemilih dalam makanan.


" Baiklah kalau begitu aku akan gofood saja membeli kan beberapa makanan untukmu. " ucap zyan yang mendapat anggukan dari zara.


Kemudian " Tuan, aku akan mandi terlebih dahulu " Ucap zara yang meresa badan nya sudah lengket keringat karena aktifitas tadi.


" Baiklah " jawab zyan.


Zara turun dari atas ranjang melilitkan selimut di badan nya karena masih tidak memakai apa - apa, dia berjalan ke arah kopernya mengambil baju dan celana serta dalaman baju miliknya. Kemudian berjalan kearah kamar mandi dan mandi disana.


Selang beberapa lama zara kekuar dari kamar mandi, dia sudah lengkap memakai baju dan lanjut berdandan.


Kini zara berjalan ke arah zyan yang sedang duduk santai berada di balkon sambil merokok.


" Tuan, meroko tidak baik untuk kesehatan " Ucap zara.


Zyan pun segera mematikan rokoknya, menengok ke arah zara dan berkata " aku hanya sedikit menghilangkan penatku " dan dilanjut dengan " kamu terlihat sangat cantik, zara " ucap zyan terpesona.


Zara yang mendengar itu sedikit tersipu malu, dan berkata sambil meninggalkan zyan " aa.. aku, aku mau menonton tv "


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar hotel.


Zara yang mendengar ketukan pintu segera berdiri dan menghampiri untuk membukanya.


" Selamat sore nona, saya mengantarkan beberapa makanan yang tuan zyan pesan. " Ucap seorang pria yang membawa beberapa kantung makanan berukuran besar.


" Ah.. iya tentu saja, anda bisa meletakan nya di meja sana. " Ucap zara ramah pada pria itu.


" Baik nona. " ucap pria itu sambil berjalan masuk dengan sopan ke dalam.


" Nona, saya sudah menaruh makanannya di meja, saya pamit pergi nona. " Ucap pria itu


" Tunggu dulu pa, ini ada sedikit tip untuk bapak " ucap zara sambil memberikan sebuah uang 100 ribu pada bapak itu.


" Terima kasih nona, terima kasih " ucap pria itu yang kemudian meninggalkan kamar hotel.


" Apa itu pengantar makanan ? " Tanya zyan yang tiba - tiba muncul dari belakang zara, saat zara sedang menutup pintu.


" Iyah tuan " jawab zara.


" Baiklah ayo kita makan " ucap zyan yang diangguki oleh zara.


Sesampainya di meja makan dan membuka seluruh bungkusan makanan betapa terkejutnya zara banyak sekali berbagai macam makanan pantas saja bungkusannya besar.


Sekarang terdapat 9 pcs ayam Kfc, 5 pcs ayam goreng biasa, 5 pcs ayam bakar, 2 bungkus nasi biasa, 2 bungkus nasi goreng, 2 cup kentang goreng, 2 kebab, 2 burger, minuman boba dengan berbagai varian rasa, jus dan bermacam - macam buah.


" Zara, ada apa? apa kamu tidak suka dengan makanan nya? Jika kamu tidak suka, aku bisa membelikan yang lain dan membuang ini " ucap zyan yang sedari tadi melihat zara tidak berniat mengambil makanan nya.


" Tuan, yang benar saja , makanan sebanyak ini kamu akan membuang nya begitu saja hanya karena aku tidak memakan nya sedari tadi, apa anda gila!! aku akan memakan nya sekarang sampai habis. " Ucap zara kesal pada zyan yang berbicara seenak nya saja, " dikira membeli makanan itu pake daun apah, dasar tuan trilioner yang sombong, huft " batin zara memaki zyan.


" Baiklah, aku minta maaf zara. Kamu tidak akan memaki ku di dalam hati kan. " Tanya zyan yang sudah tahu pasti istri cantiknya ini sedang memakinya dalam hati karena ucapan nya tadi.


" Tidak " jawab zara yang langsung memakan makanan yang berada terdekat disamping nya.

__ADS_1


Zyan yang melihat itu pun tertawa dan langsung ikut makan bersama zara.


...- Skip -...


__ADS_2