
Zara :
Ehh.. dimana ini, ruangan ini bisa dibilang sangatlah besar sekali bahkan lebih besar dari rumah kecilnya dan terlihat sangat mewah serta elegan dengan enterior dan desain yang ada.
" Nona, anda sudah bangun ? " ucap seorang wanita yang sedari tadi berada disamping rajang zara di ruangan itu.
" Siapa kamu ? " tanyaku kaget, dengan adanya wanita itu.
" Saya bernama Loly Cantika nona, " Ucap wanita itu sambil menunjukan name tag yang ada di bajunya. Nona bisa memanggil saya loly, saya pelayan Tuan Zyan di mansion ini dan sekarang saya juga adalah pelayan nona.
" Tunggu sebentar, apa yang kamu maksud Tuan Zyan disini adalah Zyan Albert Satlaker dan mansion ini miliknya? " Tanyaku menyelidiki.
" Iya benar nona, " Jawab loly bingung dengan pertanyaan wanita yang dia panggil nona karena pasalnya loly mengganggap wanita ini adalah kekasih tuan nya, tetapi kenapa masih menanyakan hal ini, seharusnya wanita ini sudah tahu semua tentang tuan nya bukan.
" Lalu sekarang dimana tuan zyan? " tanyaku lagi pada wanita yang baru aku tahu, tadi namanya Loly.
" Tuan sedang ada urusan diluar nona, kemungkinan dia tidak akan kembali hari ini dan akan kembali besok. " Jawab Loly.
" Syukurlah jika begitu, maka aku bisa pergi dari sini sekarang juga. " Ucapku berniat turun dari ranjang, namun ishhh... tiba - tiba aku merasakan sakit dibagian bawahku dan tunggu sebentar pakaian ini, sepertinya ini bukan pakaian yang ku kenakan sebelum nya karena pakaian yang sebelumnya adalah pakaian rumah sakit.
" Nona apa anda baik - baik saja, apa maksud dari kalimat nona yang ingin pergi dari sini? tanya Loly yang khawatir akan mendapatkan masalah karena wanita di depan nya mengatakan akan pergi dari sini.
" Pakaian ku dimana pakaian ku yang sebelum nya, kenapa aku memakai pakaian ini apakah kamu yang menggantikan nya untuk ku? " tanyaku tidak menjawab pertanyaan loly yang sebelumnya.
" Maaf nona saya tidak tahu menahu soal baju nona, saya ditugaskan menjaga nona dan masuk kesini nona sudah mengenakan pakaian ini. " Jawab loly jujur.
" Lalu siapa yang mengganti bajuku apakah itu tuan zyan, tidak aku harus pergi dari sini sekarang juga " batinku.
" Loly... bisakah kamu membantu mengantarku pergi keluar dari sini aku ingin pulang ? "
" Nona, maaf saya tidak bisa, tuan berpesan untuk tidak membiarkan nona keluar dan tetap di kamar ini, jika nona keluar kami semua akan mendapat masalah dari ulah nona, tuan tidak akan pernah memaafkan kami. Jadi mohon kerja sama nya nona dan jika nona membutuhkan sesuatu nona bisa memencet tombol yang ada disamping ranjang maka kami akan segera datang, saya tiba - tiba teringan akan pekerjaan saya yang lain, saya permisi nona " Jawab Loly panik ketakutan dan langsung pergi meninggalkan kamar zara dengan tidak lupa mengunci pintunya.
" Apa.. hei, tunggu dulu loly... apa tuan mu itu sudah gila mengurungku disini, aku tidak bisa berada disini loly, aku ingin pulang biarkan aku keluar dan pulang " teriak ku kesal turun dari ranjang dan mengejar loly berniat membujuk loly agar mau membantunya keluar, namun sayang pintu sudah berhasil ditutup dan di kunci oleh loly.
Aku terus menggedor - gedor pintu dan berteriak berharap ada orang diluar yang mendengarkan dan membuka pintunya. Namun sudah hampir 1 jam aku menggedor - gedor tapi tidak ada satupun suara yang aku dengar diluar.
Kemudian aku melihat ke arah balkon dan berjalan kesana mengecek pintunya dan beruntung nya pintu balkon tidak dikunci, aku berjalan keluar dan melihat ke bawah didepan gerbang sangatlah banyak penjaga dan diarea bawah sini cuman sekitar 2 orang, ini sangatlah tinggi sepertinya lantai ini berada di lantai 3, bagaimana cara nya aku turun dan melompat dari sini juga tidak ketahuan oleh mereka.
Lalu aku masuk lagi ke dalam kamar berharap bisa menemukan sesuatu benda yang bisa aku gunakan sebelum kabur agar tidak ketahuan oleh para penjaga, namun aku tidak menemukan apa - apa. Aku pun menghela nafas hampir merasa pasrah dengan keadaan, tetapi aku tiba - tiba teringat suatu kejadian dan peristiwa yang hampir sama pernah aku baca dinovel aku bisa menggunakan sebokan selimut dengan mengikatnya kencang dan panjang untuk bisa turun ke bawah.
__ADS_1
Kemudian aku mengumpulkan semua kain yang ada memotong dan mengikatnya kencang agar menjadi panjang kemudian aku melihat ke vas bunga yang terlihat tak jauh berada di meja samping ranjang aku pun mengambilnya untuk dilempar mengalihkan para penjaga.
Disaat semua persiapan sudah siap aku kembali berjalan ke balkon dan melihat sekeliling kemudian saat merasa sudah aman aku mengikat kain pada tiang yang ada dengan kencang untuk turun dan membawa vas bunga. Saat aku sudah berhasil turun dan berniat ingin kabur tiba - tiba salah satu penjaga melihatku dan akan berteriak namun aku langsung memukul kepalanya dengan vas bunga yang langsung membuat penjaga itu pingsan, dan aku berhasil kabur darinya tidak lupa masih membawa vas bunga tadi untuk berjaga - jaga kembali.
Sangat sulit untuk kabur dari sini aku sudah sekuat tenaga berlari dan menghindari beberapa penjaga namun untuk sampai ke gerbang depan sangatlah jauh, bangunan mansion ini sangatlah luas sekali dan aku baru setengah perjalan, Setengah perjalanan lagi aku bisa lolos dan kabur tetapi tiba - tiba.
" Apa kamu berniat kabur dariku, sayang. " Ucap seorang pria dari balik badanku yang langsung membuat bulu kudukku merinding dan menegang.
Author :
" Apa kamu berniat kabur dariku, sayang. " Ucap seorang pria dari balik badan zara yang langsung membuat bulu kuduk zara merinding dan menegang.
Zara kemudian sedikit membalikan badan nya melihat dan memastikan bahwa suara yang zara dengar tadi bukan lah milik sang empu yang sedang zara hindari dan coba kabur darinya.
Tetapi sialnya saat zara sedikit membalikan badan nya, pria yang berbicara tadi adalah orang yang sedang zara hindari, Pria itu sedang menatapnya tajam dengan pandangan yang sudah diartikan. Zara pun langsung mencoba ingin berlari tapi zyan mampu dengan cepat menangkap pergerakan zara dan langsung menggendong zara dipundaknya membawanya kembali ke atas.
Zyan? ya pria yang tadi berbicara adalah zyan, Dia sudah kembali saat zara sudah berhasil turun menggunakan kain. Zyan langsung memutuskan menemui zara dikamarnya namun yang zyan lihat saat dikamar zara adalah kamar yang kosong sedikit berantakan dan pintu balkon yang terbuka dan terdapat kain panjang yang menggantung dari tiang balkon sampai bawah, yang bertanda bahwa zara mencoba kabur darinya.
Zyan langsung memanggil para pelayan nya dan penjaga yang ditugaskan menjaga zara, dia menanyakan dan menyuruh para pelayan dan penjaganya untuk mencari zara.
...- Skip -...
Kamar Zyan
" Akhhh... " ringis zara sedikit kaget karena delempar begitu saja diatas ranjang oleh Zyan.
" aa..ap.. pa yang ingin kamu lakukan? " tanya zara sedikit ketakutan karena pandangan mata zyan yang menakutkan dan sedikit menyeramkan bagi zara, apalagi sekarang zyan berada diatas tubuhnya.
" Apa kamu belum merasa puas kemarin, zara. Dan sekarang kamu berniat kabur dariku untuk mencari pria lain, heh!! " Tanya zyan mengintimidasi zara.
" Plakk... " Tampar zara pada pipi zyan karena merasa ucapan zyan sudah keterlaluan.
" Aku bukanlah wanita murahan tuan bajingan, " Ucap zara bergetar hampir menangis karena ucapan zyan.
Benarkah, bukankah kita kemarin sudah tidur bersama karena kamu memiliki hutang padaku dan sekarang kamu mencoba kabur dariku, apa itu tidak menandakan bahwa kamu tidak puas dan berniat ingin mencari laki - laki lain untuk kamu tipu. Jika kamu berniat seperti itu makan jangan pernah bermimpi nona Zara Patricya. " Kamu selamanya akan terus bersamaku sampai aku bosan denganmu dan pergi meninggalkanmu. " Tekan zyan yang langsung menciumi paksa zara secara menuntut dan brutal dan dilanjut dengan melucuti pakaian zara dan memberikannya kiss mark diseluruh badan zara, kini zara sudah benar - benar neked juga bersamaan dengan Zyan.
...- Skip -...
" hiks.. hikss.. hikss.. " isakan tangis yang terus keluar dari bibir zara diatas ranjang setelah zyan selesai menuntaskan hasratnya pada zara.
__ADS_1
Kini zyan berada di kamar mandi, dia mengguyur seluruh badan nya dibawah shower dia merasa bersalah pada zara karena ucapan nya dan memaksakan hasratnya tadi kepada zara secara menuntut dan brutal, Zyan tidak tahu apakah zara akan memaafkan nya atau tidak.
Selang satu jam zyan pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan sehelai handuk meliliti pinggang sampai lututnya, zyan berjalan ke arah ruang ganti pakaian disana dia bercermin kembali dia melihat dipunggung dan lehernya banyak sekali bekas cakaran dari zara. 15 menit berlalu zyan keluar dari ruang ganti berjalan ke arah zara, Zyan duduk di sisi rajang menghadap zara.
Disitu zyan melihat zara yang sedang tertidur dengan mata yang sembab dan kiss mark yang begitu banyak zyan tinggalkan diseluruh tubuh zara, Zyan semakin merasa bersalah pada zara, kemudian berucap " Zara maafkan aku, aku tahu mungkin kamu tidak akan pernah memaafkan ku lagi. " dilanjut dengan mencium kening zara. Kemudian pergi keluar meninggalkan zara.
Zara yang sedari tadi pura - pura tertidur kini membuka mata nya kembali dan lanjut menangis, zara masih tidak percaya kenapa ini semua terjadi padanya, sebenarnya kesalahan apa yang zara perbuat dikehidupan sebelumnya.
Waktu menunjukan pukul 07.00 pagi Zara terbangun karena merasa laper, zara sadar setelah lelah menangis zara langsung tertidur karena merasa sangat capek dan baru bangun saat ini, zara turun dari ranjang berjalan ke arah kamar mandi dia mencuci muka dan menggosok gigi kemudian melihat seluruh tubuhnya dicermin banyak sekali tanda yang ditinggalkan zyan untuknya, Zara tidak ingin memikirkan nya lagi dia sudah lelah tidak engin menangis lagi. setelah hampir 1 jam dikamar mandi zara keluar mencari lemari namun tidak kunjung ketemu kemudian zara melihat pintu berwarna coklat disamping lukisan semalam kalau tidak salah Zara melihat zyan memasuki pintu ini dengan masih memakai handuk dan keluar sudah memakai pakaian, sudah pasti ini pasti ruang ganti, kemudian zara berjalan kesana dan membuka pintunya saat zara masuk dia melihat banyak sekali baju kaos, jas, dasj, jam tangan sepatu dan semua itu bermerk. Zara sedikit kaget namun dia tidak ingin terhanyut dalam kegelapan mata zara menggambil salah satu kemeja milik zyan yang berwarna putih dan memakainya , kemudian berjalan ke arah pintu kamar mencoba membuka pintunya. Namun zara sedikit merasa heran tumben sekali pintunya tidak dikunci, bahkan tidak ada penjaga yang berjaga.
Zara kemudia melanjutkan jalan nya dan merasa bodo amat dengan yang terjadi sekarang, namun saat sudah berada dilantai bawah zara melihat sekumpulan orang ralat malah sepertinya semua orang yang belum ia pernah lihat sebelum nya sedang berkumpul dibawah seaakn menunggu kedatangan nya, kemudian zara mendekat dan bertanya " apa yang sedang kalian lakukan. " Karena pasalnya saat zara berjalan ke mereka, mereka langsung membungkuk dan ada yang sedikit ketakutan.
Kemudian salah satu orang disitu menjawab " Nona, sebelumnya perkenalkan nama saya Nickolas, tuan dan yang lain nya biasa memanggil saya dengan sebutan paman nick, saya kepala pelayan di mansion ini. Kami sudah lama menunggu nona bangun dan memberi salam pada nona.
" Apa maksudmu? " tanya zara kebingungan.
Tuan telah mengganti seluruh pegawai yang lama dengan yang baru dan mereka semua yang ada disini adalah pegawai baru di mansion ini.
Zara semakin terheran - heran dengan semua ini, lalu bertanya kembali " memangnya ada apa dengan pegawai yang lama dan kenapa mereka semua diganti. "
" Itu semua karena mereka tidak bisa menjaga nona dengan baik dan membuat nona takut juga merasa tidak betah berada disini maka atas perintah tuan memecat dan mengganti mereka semua. " Jelas Paman Nick
" Apaa.. " ucap kaget zara. " Paman Nick, apa ini tidak terlalu keterlaluan, Mereka tidak mempunyai salah apa pun kepadaku, kenapa mereka yang harus menanggung semua kesalahanku, bukankah aku yang seharusnya pergi dari sini bukan mereka. " Tutur zara kembali.
" Maaf nona, itu sudah keputusan dari Tuan Zyan. Jika nona tidak ingin hal itu terjadi kembali, maka tolong kerja sama nya dari nona sekarang. Jika nona bisa bekerja sama tuan juga akan membebaskan nona melakukan apapun nona bebas keluar masuk mansion ini sesuka hati nona, tapi jika nona tidak bisa bekerja sama, maka hal yang sama akan terjadi pada pegawai yang baru. " ucap Paman Nick kembali memberi penjelasan.
Zara hanya bisa terdiam pasrah, mulai sekarang dia tidak boleh egois dengan mementingan dirinya sendiri, atau akan banyak orang lagi yang kehilangan pekerjaan karena dirinya.
" Nona, jika nona membutuhkan sesuatu, nona bisa langsung memanggil saya untuk membantu nona, saya akan selalu siap kapan pun nona membutuhkan saya, " ucap Paman Nick.
Baiklah untuk sekarang aku hanya ingin kembali ke kamar beristirahat dan aku ingin salah satu dari kalian mengantarkan beberapa cemilan atau makanan padaku, juga satu lagi aku ingin ponsel dan barang - barangku lagi.
" Baik nona, " jawab paman Nick.
...- Skip -...
Sudah 2 minggu berlalu sejak kejadian zara yang mencoba kabur dan terakhir kalinya melihat zyan.
Zara memutuskan untuk tinggal dimansion zyan. Lagi pula zara juga sudah tidak memiliki rumah lagi, karena rumah yang dulu miliknya kini sudah menjadi milik zyan.
__ADS_1
Zara juga sudah sempat mencari pekerjaan namun tidak ada satu perusahaan atau tempat - tempat usaha kecil yang mau menerimanya.
Zara yang sedikit lelah pun, memutuskan untuk menikmati masa - masa santai nya terlebih dahulu yang tidak tahu sampai kapan akan zara rasakan.