Istri Lugu Pria Dingin

Istri Lugu Pria Dingin
Kecerobohan Akut


__ADS_3

Siapa yang bisa memperkerjakan seorang Aling dengan senang hati, sebetulnya dia memiliki wajah yang cantik dan memukau, bodynya juga bagus dan profesional, hanya saja, dia memiliki kadar kecerobohan yang luar biasa akut.


"Aling, berapa kali aku katakan padamu, kembalikan dus bekas minuman itu ke gudang!" bosnya berteriak kesal melihat dus kosong yang dibiarkan berserakan begitu saja di lorong rak toko.


Aling adalah wanita berusia 20 tahun tapi tingkahnya seperti bocah, dia terlalu polos untuk ukuran wanita yang sudah menginjak kepala dua.


"Baiklah Bu bos, aku akan mengembalikan dus kosong ini ke gudang!" ujarnya dengan penuh semangat, tapi dia sedang memegang cup minuman manis saat ini, bosnya baru saja memberikan jatah makan siang.


"Aling!" baru saja bosnya akan memperingatkan tapi sudah terlambat.


Cup minuman di tangan Aling sudah tumpah, dia menabrak seorang pria.


Bosnya menepuk dahi, dia hanya bisa menggerutu kesal melihat kecerobohan Aling yang begitu natural di depan matanya.


"Ah, maaf!" Aling langsung minta maaf dan merasa tak enak hati pada pria yang tersiram minuman manisnya.


Jas formal berwarna hitam itu seketika ternodai dengan minuman jelly dari tangan Aling.


Dengan cekatan Aling menyambar lap yang ia sembunyikan di balik produk di rak panjang toko ini. Dia memang sengaja menyimpan lap disana untuk membersihkan rak panjang ini.


Tanpa sungkan Aling segera mengelap dada pria itu.


Saat ia menyadari kalau yang ia lakukan bukan membuat bersih jas hitam yang tampak mahal itu, dia langsung terkejut, wajahnya seketika berubah pucat.

__ADS_1


"Oh my God!" serunya menggigit bibir, dia sangat menyesal karena lap itu malah menambah noda kotor di jas pria tinggi ini.


Bos nya langsung memijat dahi, dia segera berlari ke meja kasir, mencari tisu untuk membantu mengatasi kecerobohan Aling, terlambat!


Pria tinggi dengan pakaian mahal itu (Jasnya tampak berkilau, sepertinya lebih mahal daripada harga diri Aling), dia mengangkat tangannya, dengan wajahnya yang merah, dia meraih pergelangan tangan Aling.


"Ya Tuhan, lindungilah Aling!" bosnya berdoa di dalam hati melihat karyawannya di tarik dengan kasar keluar dari toko, dia tidak bisa membantu karena saat ini lututnya juga gemetar.


pria bermata dingin itu tampak begitu menakutkan, sepertinya dia sangat marah karena perbuatan tercela Aling.


Dari dinding kaca, ibu bos hanya bisa memandangi nasib Aling.


"Ya Tuhan, semoga Aling masih bisa hidup, meskipun seumur hidupnya hanyalah menyusahkan orang." bisik ibu bos penuh harapan.



Bruk!


"Au!" Aling meringis merasakan pergelangan tangannya nyeri, pria itu menarik tangannya dengan kasar dan memakai kekuatan super.


Bruk! suara pintu mobil di banting.


pria itu duduk di sebelah Aling, membuat Aling ketakutan.

__ADS_1


"Jalan!" ujar pria itu dengan suara berat dan dalam.


Mobil mulai menyala dan siap bergerak.


"Tunggu! tunggu, kemana kalian akan membawaku!" Aling setengah berteriak dengan wajah pucat pasi. "Kemana kalian akan membawaku, aku tidak punya uang, aku tidak cantik! aku mohon lepaskan aku, Boss! Boss, tolong aku!" Aling terus berteriak dengan wajah panik.


percuma saja karena mobil ini berkaca gelap dan kedap suara.


"Pak, aku mohon, lepaskan aku!" Dia memohon pada pria yang tampak begitu dingin di sebelahnya, pria itu melipat kakinya dengan angkuh, dia menopang dagunya dengan tangan. Aling bisa melihat jam tangan super mewah melingkar di pergelangan tangan pria ini.


"Bapak yang kaya raya, saya mohon, lepaskan saya, katakan berapa harga jas bapak, saya akan menggantinya." dengan polos Aling menatap dada pria itu, dimana ia meninggalkan noda dan dosa besar.


"Kau yakin?" Tanya pria itu dengan sinis.


Aling menganggukkan kepalanya padahal dia tidak yakin.


"Kau dan seluruh hidupmu bahkan tak akan mampu mengganti jas ini!" Desis pria itu membuat Aling merinding.


"hah, Lalu apa yang akan kau lakukan padaku?" Tanya Aling ketakutan.


"Aku sedang butuh kelinci percobaan untuk perusahaan baruku. aku rasa, Kau boleh juga!" pria itu mencapit rahang Aling lalu menghempaskan dengan kasar.


"Ke, kelinci?" Bibir Aling gemetar.

__ADS_1


Pria itu menoleh dan menatap wajah Aling beberapa detik, sebelum akhirnya dia membuka lipatan kaki, dia menerkam Aling, menindih tubuh wanita yang terlihat sangat ketakutan ini.


"Ck, kau boleh juga!" ujarnya sambil menurunkan kepala, dia bersiap menyambar tubuh Aling.


__ADS_2