
sebuah istana, ah bukan karena gaya arsitektur nya terlihat sangat modern dan wow! Kolam besar di depan bangunan dengan air mancur indah, pada puncaknya ada patung estetik seperti gambaran malaikat kecil di mitos Yunani kuno sedang memegang gentong tanah liat, dia menumpahkan air dari gentong itu, mengikuti gelombang yang terjatuh. Indah!
Mobil hitam mewah meluncur memasuki pekarangan dengan pola melingkar, hingga berhenti pada tangga panjang sebagai penopang teras bangunan dengan lantai marmer hitam mengkilap.
Wah ini sungguh gila, bangunan apa ini, seindah ini, semewah ini!
oke Aling, sekarang bukan saatnya anda merasakan takjub dan terbuai dengan keindahan di depan mata, anda harus sadar kenapa anda bisa berada di sini.
"Pak, tunggu, kenapa anda membawa saya kesini, apakah ini rumah anda, ah maksud saya. Kenapa anda membawa saya kesini?" Aling sampai pusing mengatur kata katanya, dia menunjuk ke arah jendela dimana dia bisa melihat betapa mengagumkan bangunan ini.
Bukannya menjawab, pria itu malah tersenyum singkat, dia sedikit melonjakkan dadanya membuat kesan senyuman itu semakin horor.
Aling menautkan alisnya, apakah dosa kalau dia bertanya pada orang yang memaksanya untuk ke bangunan asing ini, kenapa dia tak mendapatkan jawaban, melainkan seringai yang menyeramkan.
"Kau tak punya kapasitas untuk bertanya denganku!" Ujar pria itu lalu keluar dari mobilnya ketika pintu mobil sudah terbuka. Dia melepaskan jas nya dan menyerahkan pada seorang pria berstelan jas yang membukakan pintu sambil membungkuk sopan.
Aling semakin heran dibuatnya.
"Bawa dia masuk!" perintah pria tampan tapi horor itu, dia meninggalkan Aling dengan langkah santai menaiki tangga teras rumah, dia masuk sementara Aling cuma bisa melongo bingung.
"Nona, ayo ikuti saya." ujar pria yang membawakan jas pria pertama tadi, sepertinya dia adalah asisten, sekretaris, atau apalah, dia adalah pembantu versi sultan.
Mungkin.. Aling hanya bisa menduga duga saja.
__ADS_1
"Silahkan nona." Pria itu sekali lagi mempersilahkan Aling.
Aling masih mengenakan seragam minimarket dimana ia bekerja, dia melangkahkan kaki dengan canggung mengikuti langkah pria di depannya, dia terlihat tegang dan kikuk.
Ah, ini rumah atau apa sih, aku seperti masuk ke istana mafia mafia seperti di film film. Aling berbicara di dalam hati, dia menggosok pangkal lengan mencoba mengurangi rasa gugup yang menyerang tubuhnya.
"Nona, silahkan! Marina, dia adalah maid terbaik disini, dia akan membantu nona untuk berganti pakaian dan berdandan, setelah selesai tuan akan menemui anda di ruang makan, kalian akan makan siang bersama." Ujar pria itu semakin membuat Aling heran.
"Tu--" Belum juga selesai satu kata, pria itu sudah meninggalkan Aling menuju ruangan lain.
Aling menautkan alisnya, dia bingung harus bagaimana di sini, apa lagi ada pelayan dengan pakaian ala ala Loly Jepang yang menyambutnya dengan senyuman ramah.
"Mari nona, ikuti saya." ujarnya mengajak Aling.
tentu saja Aling tidak mau, dia menggelengkan kepalanya. "Tidak mau, aku mau pulang!" seru Aling.
Terlalu banyak pintu kaca di sini, dia memilih satu di sayap kiri bangunan, Aling berlari secepat mungkin menghindari maid yang mengejarnya.
"Aku harus kabur dari sini, bagaimana kalau mereka memang mafia, jangan jangan aku akan dimutilasi di sini!" Aling berdesis dengan langkah kaki secepat kilat, dia mendorong dinding kaca dengan mata siaga.
Sepertinya maid tadi kalah adu lari dengannya.
"Baguslah kalau begitu!" Aling bangga dengan skill lari yang ia miliki, dia langsung melompat keluar dari pintu kaca tanpa tahu apa yang ia hadapi di depan sana.
__ADS_1
Byuur!!
Dia tenggelam di kolam dengan kedalaman 2m.
"Nona..." Teriak maid dengan wajah panik melihat Aling yang tenggelam di kolam. "Bagaimana ini?" Dia ketakutan.
Langkah kaki menyusuri tepian kolam, pria itu tersenyum sinis dan menoleh pada maid. "Tinggalkan saja dia, mungkin dia mau mandi denganku. Siapkan pakaian dan kamarnya!" pinta pria dengan bath robe krem yang lengkap dengan roti sobek kencang yang terbuka di perutnya.
"Akh!!" Aling muncul di permukaan dengan kondisi basah kuyup, wajah nya merah, dia memencet ujung hidung untuk membuang sisa air yang membuatnya tersedak dan terbatuk batuk.
Dia berenang menuju tepian kolam, tak menyadari siapa yang sudah menunggunya di sana.
Dengan sedikit kesabaran pria itu menunggu Aling sampai ketepian, ketika gadis itu mengangkat kepalanya, dia kembali tersedak dan terbatuk mendapati wajah pria yang begitu asing dan menyebalkan ini muncul tepat di depan hidungnya.
"Kau... uhuk uhuk!" Aling tersedak dan terkejut melihat wajah pria ini, ditambah otot lengan dan dada yang terbuka, mata Aling membulat dan panas, padahal dia berada di dalam air.
"Kenapa, Bukankah kau mau mandi denganku?" tanya pria itu dengan sorot mata salam, senyumannya tampak misterius.
Aling menggelengkan kepalanya, dia tak berniat mandi, dia mau kabur.
"Kalau begitu bersiaplah!" ujar pria itu terlihat senang. "Pertama yang harus kau lakukan adalah," tatapan matanya meneliti wajah dan tubuh Aling.
"Apa?" tanya Aling ketus, perasaannya jadi tidak enak.
__ADS_1
"Buka bajumu!"