Istri Lugu Pria Dingin

Istri Lugu Pria Dingin
Pura pura pingsan


__ADS_3

"Kenapa kau bengong saja, dan apa maksud tanda silang dengan tanganmu itu. Apakah kau tidak tahu siapa aku?" pria ini jadi banyak bicara setelah menanggalkan bathrobe krem yang ia kenakan, dia melempar pada sofa bed yang dipayungi di tepi kolam.


Matanya yang menukik tajam sangat terlihat menyeramkan bagi Aling.


Aling menurunkan kedua tangan yang menyilang di dadanya, ini adalah tanda siaga pada seorang pria asing yang meminta seorang gadis untuk menanggalkan pakaiannya dengan ekspresi wajah tanpa dosa.


--memangnya kau pikir aku ini wanita murahan! desis Aling di dalam hati.


"me, memngnya siapa kau, a, aku memang tidak mengenal kau. Lalu, kenapa kau membawaku ke sini, a, aku--" Aling berusaha menenangkan dirinya, dia bukan orang yang pintar berbicara pada orang asing tapi dia sudah berusaha untuk mencoba tenang, dia merasa tak punya dosa, kenapa dia harus terseret ke rumah mewah dengan pemilik asing yang congkak dan bermata dingin.


Setelah meyakinkan diri untuk bertanya tiba tiba dia merasa merinding, udara di sini jadi terasa dingin.


Ternyata si pria itu sudah berada di dekat Aling, tepatnya di belakang tubuh Aling yang basah kuyup, sehingga Aling bisa merasakan hembusan nafas hangat di tengkuknya.


Pantas saja dia merinding.


"mau apa kau!" Aling membalikkan tubuhnya, dia tak bisa bergerak karena kedua tangan pria ini memenjarakan tubuhnya, Aling jadi serba salah, dia bingung bagaimana menghindari pria ini.


"lepaskan ini!" pria itu menarik kerah kemeja yang Aling kenakan.


"tidak mau!" Aling memberontak dan menahan dada bidang yang tampak keras di depan matanya.


--Ya ampun, apa yang sudah ku sentuh! Aling menarik kedua tangannya cepat cepat.


Tangan kekar pria itu malah tambah kasar, dia menarik salah satu kerah kemeja Aling, membuat kancing terlepas dan berputar di air kolam hingga jatuh ke dasar kolam.

__ADS_1


Aling terdiam beberapa saat begitupun dengan pria itu.


Setelah menyadari kalau kemejanya sudha terbuka sempurna, Aling langsung berteriak dan kabur ke dasar kolam.


"KYAAA!!"


Melihat Aling yang menghilang ke dalam air, membuat seringai di bibir pria itu tampak begitu jelas.


---Dia bodoh tapi menghibur, lumayan untuk mengusir kesunyian rumah ini, batin pria itu senang, dia ikut menyelam ke dalam air, mengikuti gerakan Aling yang tampak jelas.


Melihat pria itu menyelam dan menganggu Aling dari dalam air, terpaksa Aling memutuskan untuk keluar lagipula stok oksigen di dalam paru parunya terbatas.


"Hua!! Kau menyebalkan sekali!" desisnya kesal sambil menyeka rambut panjang yang menjuntai di belakang punggungnya.


"Kau bisa panggil aku Liu, mulai sekarang panggil aku tuan Liu, kau akan bekerja untukku, aku akan membayarmu mahal!" ujar pria bernama Liu, sekarang raut wajahnya sedikit berbeda tidak terlalu dingin dan gelap seperti sebelumnya.


"Li, Liu?" Aling mencoba mengucapkan nama pria di hadapannya ini.


Liu menganggukkan kepalanya. "Kau akan bekerja di rumahku, menjadi asisten pribadiku, melakukan semua perintahku dengan baik dan tanpa kekurangan, dan satu lagi... kau juga harus bisa menghandle berbagai macam masalah yang kau sebabkan, aku dengar kau adalah gadis yang bodoh dan ceroboh, jadi jangan buat aku marah atau nyawamu akan berakhir di sini!" Liu menunjukkan telapak tangannya.


Aling memicingkan matanya, dia terlihat sangat takut. "Kau pikir kalau kau bicara seperti itu maka aku akan menerima tawaran pekerjaan darimu?" tanya Aling dengan suara gemetar. "tidak mau, aku lebih suka menjadi pegawai toko kelontong daripada melayani tuan aneh seperti mu." jawab Aling mencoba menahan rasa takut di dadanya.


"Sayang sekali, kau tidak bisa memilih melainkan menerima apa yang sudah aku tetapkan!" ujar Liu, dia tak peduli dengan ucapan Aling selanjutnya, dia mulai menikmati air kolam.


"Hei, kau tak bisa memaksa seseorang untuk menjadi pekerjamu, aku tidak mau bekerja untukmu, aku mau pulang!" teriak Aling di belakang punggung Liu yang kekar.

__ADS_1


Pria itu mana peduli, dia malah menenggerkan kedua lengannya yang berotot pada tepian kolam.


"Hey, cepat naik, ambilkan aku minuman soda! aku mulai gerah melihat tubuhmu yang terlihat jelas dan tidak menarik itu!" teriak Liu dari tepian kolam di arah berlawanan.


---Apa dia bilang? Aling memasang telinga nya baik baik.


"Hey! aku menyuruhmu keluar dari kolam dan mengambilkan minuman untukku!"ulang Liu, dia menunjuk dengan kepalanya ke arah kulkas kecil di meja, di bawah payung di tepian kolam.


Aling berdesis lalu mencari tangga kolam, dia mulai menapaki anak tangga satu persatu.


---Tunggu! dia teringat satu hal.


Aling menurunkan tatapan matanya, dia menjerit dan kembali jatuh ke kolam saat sadar kalau saat ini bra warna pink berenda menghiasi dadanya yang terbuka.


"KYA!!"


Byuur...


Dia kembali tercebur ke kolam.


"Ck, dasar lamban!" Liu berdesis lalu melangkahkan kaki ke arah Aling, dia menggendong tubuh Aling, dia keluar dari kolam sambil menggendong Aling seperti pasangan pengantin yang sedang bulan madu.


---Ya Tuhan, aku mau pura pura pingsan saja!


__ADS_1


__ADS_2