Istri Lugu Pria Dingin

Istri Lugu Pria Dingin
Aku sedang nafsu makan


__ADS_3

Makanan terhidang dengan sangat lengkap, tampak menggoda selera. Hidangan makanan dari makanan pembuka hingga makanan penutup dari makanan khas lokal hingga mancanegara, itulah fungsi koki bintang lima yang Liu pekerjakan di rumah mewah ini.


"Makanlah dengan nyaman, anggap saja kau berada di rumahmu sendiri." ujar Liu membuka lipatan tangan yang tadi dia taruh di bawah dagu, matanya masih memperhatikan wajah dan penampilan Aling yang mempesona dan sangat cantik diujung sana. Mereka duduk pada ujung ke ujung meja yang berukuran dua meteran ini.


Aling memperhatikan hidangan yang tersedia dan menyimpan kata-kata yang nyangkut di tenggorokannya, semua ini tampak lezat dan cantik, beberapa makanan dihidangkan lengkap dengan garnish super cantik sehingga dia tak tega kalau harus memotong bentuk bentuk lucu yang terhidang di plate.


"Wah... ini sangat cantik." sambil menghela nafas ringan Aling menatap suguhan aneka puding warna warni lengkap dengan dekorasi hewan lucu, dia seakan melihat layout komputer saat menatap puding hias itu. "aku seperti sedang menonton pertunjukan lumba lumba di SeaWorld, puding puding ini sangat cantik." katanya sambil menatap puding puding aneka warna itu dengan tatapan mata penuh kekaguman.


"Bagaimana anda mengatakan kalau saya harus makan dengan nyaman dan menganggap ini di rumah saya. itu tidak mungkin. rumahku sangat sempit dan aku makan dengan menyisikan sisa makan siang di tempat kerja agar aku bisa berhemat untuk hidup esok lusa." kata Aling sambil mengangkat dagunya dan ketika bertanya beralih dia bertemu dengan bola mata jernih milik Liu yang menatap ke arahnya.


Aling pasti menyadari tatapan Liu yang sejak tadi tak berkedip melihat kecantikan nya sama seperti tatapan Aling pada dessert dessert cantik di meja. Daun teling Liu tampak memerah, dia mencoba bersikap tenang dengan dua alis berjingkrak, dia berkata dengan sangat tenang padahal jantungnya sedang bekerja keras untuk berpura-pura normal.


"Aku tidak tahu makanan apa yang kamu sukai jadi aku meminta koki membuat makanan yang dia kuasai dan aku harap kamu menyukai makanan ini." Kata Liu kemudian dia kembali mempersilahkan tamunya. "Makanlah."

__ADS_1


Aling tersenyum. "Terima kasih banyak, aku harap ini adalah ketulusan darimu tanpa ada alasan di balik semua ini. Dan aku katakan padamu di awal kalau kamu meminta bayaran untuk semua makanan ini, aku tidak punya uang, melunasi biaya ganti rugi jas mu saja sudah membuat kebebasan hidupku terenggut!" suara mengomel dari bibir tipis Aling membuat Liu tersenyum dan Aling menyadari senyuman itu.


"kenapa kau tersenyum?" kata Aling protes, melihat senyuman di wajah dingin Liu membuat bulu kuduk Aling merinding.


"Kau ternyata tak sebodoh itu. Tentu saja semua ini gratis asalkan kau mengikuti jadwalku besok." kata Liu menunjuk dengan garpu di tangannya, dia sudah bersiap untuk makan.


"jadwal? jadwal apa? apakah aku sudah mendapatkan jadwal bekerja di rumah ini?" tanya Aling, dia menoleh pada kepala pelayan wanita di sudut ruangan, mencari jawaban tentang pertanyaannya, apakah dia akan menjadi pelayan seperti nyonya dengan pakaian berenda itu?


"Simple-nya, anggap saja seperti itu." kata Liu tak lagi memedulikan Aling, dia mulai menyantap makanan di piringnya yang diisi oleh sekretaris pribadi berkacamata yang berdiri dengan setia di sampingnya.


Aling terlihat gugup dan buru-buru membalikkan piring yang tertelungkup di depannya. Dia menggelengkan kepala dan mulai mengambil makanan untuk diisi ke piringnya tapi Liu memberikan kode pada kepala pelayan wanita untuk membantu Aling dengan menggerakkan rahangnya yang tampak tegas itu.


Tangan Aling dihentikan oleh pelayan wanita yang segera membalikkan piring Aling, wanita itu bertanya menu pembuka apa yang Aling inginkan.

__ADS_1


"Apakah itu gado-gado dengan saus kacang, aku ingin itu!" kata Aling menunjuk pasta wijen dan sayuran lengkap di salah satu wajan keramik.


Suara tawa Liu membuat Aling menarik tangannya, dia menggigit ujung telunjuknya dan merasa malu, apakah dia membuat kesalahan hingga membuat Liu tertawa lepas seperti tadi, dengan wajah merona dia perlahan-lahan mengangkat dagu dan menatap wajah Liu.


Liu memiliki sorot mata jernih yang tajam, alis tebal dengan bulu mata lentik dibingkai rahang tegas dan kulit wajah bersih terawat, bentuk tubuhnya tegap dan atletis dengan pakaian serba hitam membuat tubuh macho itu terlihat lebih keren dan berkharisma.


Beberapa detik kemudian Liu menghentikan tawanya dan memberikan kode supaya semua orang yang ada disana meninggalkan mereka, ya hanya meninggalkan mereka saja, dia dan Aling.


"Itu pasta veggie dengan saus wijen, itu adalah salah satu menu makanan penutup. Kamu harus mengisi perutmu dengan makanan pembuka yang hangat, saus kacang bisa membuat lambungku berontak." sambil turun dari kursinya, Liu melangkahkan kaki mendekati posisi kursi Aling.


tunggu! Aling memegangi dadanya yang berdegup kencang.


Kenapa dia berjalan ke arahku dengan aura super menyilaukan ini? Aling membatin protes, tidak, dia tak boleh mendekati aku dengan ketampanan level dewa!

__ADS_1


Aling memejamkan matanya dan berharap Liu berhenti berjalan mendekatinya atau... atau dia bisa mimisan.


Baru berjalan mendekat, belum aja kalau Liu keluarin ulti ganda!


__ADS_2