
Acara ulang tahunku yang ke 12 tahun ada insiden dimana aku mulai tidak membencinya
"Laras!!ini Hari ultah mu yang ke 12 bukan?? Aku harap kau tidak merayakan Ulang tahun ini"ucap Ayahnya
Aku yang ingin sekali merayakan ulangtahunku ngotot berkata
"Tidak..aku ingin merayakannya"aku membalas seperti itu
Ayahku berkali kali menolak namun akhirnya dia bersedia menyelenggarakan Ulang tahunku dengan syarat aku harus selalu didekatnya.Namun
saat pesta dimulai aku menjauh dari ayahku karena bosan
Aku tepat berada ditengah aula dan diatas kepalaku ada Lampu yang besar.Saat itu ayahku mulai panik mencariku.saat Ayahku menemukanku Tiba tiba lampu gantung yang ada di atas kepalaku jatuh.Ayahku berlari untuk melindungiku.
Walau dia berhasil melindungiku dengan menindihkan tubuhnya diatasku .Ayahku memiliki luka yang cukup Parah yang membuat kakinya sulit berjalan.
saat itu aku hanya diam melihat tubuh Ayahku dipenuhi daras karena tertancap kaca lampu.Saat itu aku menangis tanpa suara, aku melihatnya diangkat tidak berdaya sejenak Ayahku melihatku dan berkata
"kamu baik baik saja?"
Aku berkata "kenapa kamu menanyakan itu?? padahal kamu yang terluka?? kenapa kau menyelamatkanku?? bukannya kau membenciku?"
Aku memiliki banyak pertanyaan..aku ingin tau semua jawabnya.
setelah ayah diberikan perawaatan oleh dokter pribadi keluarga, para saudara besar ayah berkumpul untuk menggantikan posisi ayahku yang saat ini masih perlu pengobatan
"Bajingan kalian semua.Ayahku masih hidup dan kenapa kalian cepat cepat ingin menggantikan posisi ayahku?Lagian jika ayahku tidak bisa memimpin aku bisa menggantikannya"Ucap Laras
Mereka semua Langsung menatap Laras dengan sinis dan langsung mengatakan
__ADS_1
"Laras kamu kan masih kecil jadi biar paman paman mu saja yang menggantikan ayahmu sementara waktu"
"iya Laras bibi juga sedih kalau diusia kamu yang masih kecil harus memimpin keluarga"
"ya laras?biar kami saja yang sementara menggantikan ayahmu.."
mereka mengoceh banyak sekali agar Laras mau menyerahkan posisi kepala keluarga
"Tidak!!Aku tidak akan menyerahkan posisi keluarga kekalian"ucap Laras tegas
semua saudara Ayah menggernyitkan dahi
"Jangan naif kamu Laras..harusnya kamu senang kami mau membantumu kesini"
"dasar anak tidak tau diuntung.Kamu itu cuma anak yang ga punya ibu,Sementara Ayahmu sedang koma.Kalau bukan kita yang membantu siapa lagi?"
"iya Laras.Lagian usiamu baru 12 tahun"
"Beraninya kalian berkata seperti itu.Sampai kapanpun aku tidak akan menyerahkan posisi ini!! Aku malah curiga apa kalian yang sengaja mencelakai kami??"ucap Laras
Mereka langsung diam seribu bahasa.Kemudia Laras meninggalkan ruangan itu dan langsung menuju kamar Ayahnya untuk melihat keadaanNya
Ayah Laras koma selama 2 tahun sementara itu Laras harus memimpin keluarga serta organisasi.Laras yang tanpa pengalaman hanya dibantu oleh paman jans.Paman jans yang ini masih sehat sehat
Namun, ada penyergapan lagi demi melindungi Laras Pamannya juga sakit sakitan karena menerima 6 tusukan di perut,tangan,kaki dan 2× dipunggungnya.
sejak kejadiaan itu Laras selalu berlatih,berlatih dan berlatih.Dia tidak ingin membuat orang yang disayanginnya terluka sementara teman kecilnya (Arya) selalu menemaninya dari berlatih sampai membantu mengurus keperluan keluarga.
Laras tumbuh dengan perlatihan keras dan mulai kehilangan perasaannya.Dia terus menerus membunuh musuh musuh Ayahnya
__ADS_1
Namun saat Ayahnya sadar dia mendengar semua peristiwa dan apa saja yang dilakukan Laras oleh saudaranya.
"Laras??apa kamu membunuh terus menerus menggunakan tangan kecilmu?padahal kau tidak harus melakukan itu"ucap Ayah Laras
"Ayah aku selalu ingin bertanya kenapa kau selalu bersikap tegas dan kasar kepadaku?dan kenapa kau menolongku? bisakah kau menjawab pertanyaan ini yang aku sudah aku simpan sangat lama??"ucap Laras
Ayah Laras hanya melihat wajah Laras.
"ahh aku tau??itu pasti karena aku mirip dengan ibu?tapi kenapa kau menolongku?? jika kau membenciku karena aku mirip ibuku kenapa kau tidak membunuhku?"ucap Laras
"Laras!!!"teriak Ayah Laras
Laras langsung diam
"Apa kau tau bahwa ibumu yang selalu ada disisiku?dia selalu membantuku disaat semua keluarga kandungku dibunuh oleh ayahku sendiri??bagaimana aku tidak benci denganmu karena dia lebih memilih melahirkanmu dari pada tetap hidup di sisiku"ucap Ayah Laras
"walau begitu kau masih anakku"ucap Ayah Laras sambil menangis
"Aku sangat mencintainnya namun wajahmu dan tubuhmu yang seperti dia membuatku membencimu aku selalu bermimpi bahwa Mandala menyalahkanku atas kematian dirinya dan sikapku terhadapmu.Aku hampir gila"Ucap Ayah laras sambil menangis
"A..ayah aku minta maaf...aku tidak tau apa saja yang dilalui oleh mu namun bisakah kau lebih lembut terhadapku aku juga ingin mendapat kasih sayangmu"ucap Laras menangis gemetaran
Ayah Laras hanya menatapnya dengan tatapan kosong dan berkata
"aku selalu mencobanya namun mimpi itu selalu mempengaruhiku"
Laras bercerita sambil menangis dipelukan Rangga
"Jika kau tidak ingin melanjutkan ceritannya kau tidak perlu melanjutkannya"ucap Rangga sambil memluk erat Laras yang menangis
__ADS_1
"maaf karena aku membuatmu mengingat kejadian yang menyakitkan mu"ucap Rangga