Istri Mafia Dan Suami Imutku

Istri Mafia Dan Suami Imutku
Chapter 7


__ADS_3

Karena mengantuk Rangga tidur namun Rangga mendengar suara berisik dibawah


"Emm kenapa dilantai bawah sangat berisik"ucap rangga


Rangga turun dengan pelan pelan dan terkejut melihat Laras berlumuran darah


"Laras"ucap Rangga ketakutan


"Ah Rangga kenapa kau belum tidur?"ucap Laras sambil menahan rasa sakit


Rangga mengambil obat P3K



"Aku yang akan mengobatimu"ucap rangga


Para bawahan hanya melihat


"Pergi"kata laras


Semua bawahan pergi meninggalkan mereka berdua


"Maaf"ucap laras sambil menunduk


"Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku bahwa kau sedang melakukan Misi jika aku tahu kau akan seperti ini aku harusnya menghalangimu"ucap Rangga sambil menahan air mata


"Misi ini sangat berbahaya,aku sebagai ketua juga harus ikut,maaf aku tidak bisa memberitahumu"jawab Laras


"Aku tau aku tau bahwa pekerjaanmu berbahaya. aku hanya takut akan kehilanganmu"ucap Rangga sambil mengobati punggung laras


"Aku sangat senang jika kau menghawatirkanku"ucap laras sambil mencium rangga


"Aku mencintaimu Laras,tapi aku hanya menjadi beban buatmu. aku takut kau menghawatirkanku"ucap Rangga dan memeluk laras


Karena laras kehilangan banyak darah akhirnya laras pingsan


"Renok...!!Renokk...!!Laras pingsan"teriak Rangga


"Dimana Renok"tanya Rangga


"Renok sedang mengobati bawahan yang terlukan"jawab Arya


"Aku yang akan membawa ketua"ucap Arya

__ADS_1


"Baiklah"jawab rangga


Renok membawanya kekamar untuk mengobati laras. karena dirumah ini ada dokter pribadi jadi tidak perlu kerumah sakit



"Karena ketua kehilangan banyak darah jadi ketua pingsan,cuma istirahan saja ketua bisa pulih"ucap dokter


"Dia kehilangan banyak darah?"ucap rangga


"Iya. karena Ketua sangat kuat itu tidak sampai mengancam nyawa ketua"jawab Dokter


"Terimakasih dokter"ucap Rangga


Rangga menunggu disamping laras sampai Laras terbangun.



Waktu 06.00 Laras terbangun


Laras membuka mata pelan pelan


"Emm tanganku sangat berat,ah ternyata Rangga disini"ucap Laras sambil melihat Rangga


"selamat pagi Laras"ucap Rangga sambil mencium Laras


"Too"ucap laras tersenyum hangat


"Apa kau lapar?aku akan mengambilkan makanan untuk mu"tanya Rangga menghawatirkan Laras


"Ya aku lapar"jawab Laras


Rangga keluar untuk memasak makanan untuk Laras


"Ha padahal aku tidak apa apa tapi Rangga menghawatirkanku"gumam Laras


"Aku masih sangat lemah sampai sampai aku memhuat Rangga khawatir"gumam Laras


Tok tok tok(ketukan pintu)


"Ini saya Ketua"ucap Arya


"Masuk"ucap laras

__ADS_1


"Ada apa?"ucap Laras


"Mengenai Misi kemarin malam para tawanan langsung menyerahkan diri"ucap Arya


"Aku tidak percaya mereka menyerahkan diri.jangan percaya dulu dan hati hati kau pasti tau kekuatan kita saja seimbang saat melawan mereka"jawab Laras


"Siap ketua"jawab Arya


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan pasti kau kesini bukan cuma mengatakan itu sajakan?"tanya Laras


"Iya ketua.kenapa ketua sampai melakukan itu"tanya Arya


"Tentu saja karena mereka mengancam akan menyakiti suamiku"jawab Laras


"Bukankan ketua tau kalau aku juga menyukai Ketua"ucap Arya


"Aku tau"jawab laras


"Tapi kenapa ketua diam saja"ucap Arya menatap mata Laras


"Kau satu satunya keluargaku yang peduli padaku.aku tidak ingin rasa kekeluargaan itu hilang bukankah dulu kau berkataa akan tetap disisiku saja"ucap laras


"Tapi aku semakin menyukaimu ketua"jawab Arya


Tok tok tok (Suara ketukan pintu)


"Makanannya sudah siap Laras"ucap Rangga sambil melirik keArya


"Kalau begitu aku pergi dulu ketua.selamat makan"ucap arya sambil melangkah pergi


"Kenapa dia ada disini Laras?"tanya Rangga


"Dia cuma melaporkan bahwa musuh menyerah"jawab Laras Sambil tersenyum


"Bohong!!aku tadi mendengar Bahwa Arya mengakui perasaanya tadi"ucap Rangga dalam hati


"baiklah kau harus makan dulu"ucap Rangga


"aku akan menyuapimu"ucap Rangga tersenyum


"aaaa"ucap laras sambil membuka mulutnya


__ADS_1


__ADS_2