
Besok paginya.
"Larass aku bangun dulu.jika kau masih kelelahan kau lanjut tidur saja."ucap Rangga
"Iya aku sangat lelah.maaf hari pertama masuk sekolahmu aku tidak mengantarmu.kau bisa pakai mobil sendiri"ucap Laras
"Iya kau tidak apa apa, dan aku sekarang ingin antar jemput saja"ucap Rangga
"Ya terserah kau saja"ucap Laras
Laras sudah mulai kebiasaan dengan kata katanya yang semakin lembut seperti perempuan pada umumnya.
Rangga mandi dan sarapan sendiri.
"Mari tuan muda.sekarang saya yang akan mengantar jemput Tuan Muda"ucap saprii sopir baru Rangga
"Ya.kau sudah tau kan aku sekolah dimana?antar saja "ucap Rangga Mulai masuk mobil
"Siap Tuan muda"ucap saprii sambil membukakan pintu mobil
Diperjalanan menuju sekolah.Rangga mulai merasakan firasat buruk.
"Aku harap hari ini tidak ada gangguan"gumam rangga
Sesampainya disekolah semua murid menatap mobil yang dinaiki Rangga
"Waahh bukannya itu mobil yang hanya ada beberapa di dunia"
"Ya benar benar tapi siapa di sekolahan ini yang memiliki kekayaan sampai bisa membeli mobil itu"
Ucap para murid
"Lihat lihat sebentar lagi orangnya akan keluarr"ucap salah satu murid
Rangga keluar dari mobil
"Ehhg bukannya itu Rangga anak yatim piatu miskin dari alumni kelas 11 A ya?"ucap salah satu murid
"Iya benar benar kenapa dia menaiki mobil yang sangat mahal ituu"ucap para murid
Rangga tidak menghiraukan mereka dan langsung menuju kelas 12 A
__ADS_1
Karena Rangga dulu dikenal Sebagai anak yang pendiam yang miskin mereka tidak ingin duduk bersama Rangga
Rangga duduk sendiri dibarisan belakang pojok kiri
"Ahh aku benar benar tidak tau bahwa mobil Laras sangat sangat mahal"gumam rangga
"Padahal aku memilihnya karena tampilannya yang biasa,tap ternyata harganya sampai bikin jantung copot"gumam Rangga
Para murid mulai berdatangan dan mendengar kabar bahwa Rangga menaiki mobil yang mewah
4 murid yang biasa membuly Rangga menghampiri Rangga
"Heyy dari mana kau mendapat uang untuk membeli mobil yang mahal itu"ucap dimas
"Hey hey hey mungkin dia menjual tubuhnya ketante tante"ucap Fariz meninggikan suara
"Hahahahaha"tawa para murid
"Benar pasti kau menjual tubuhmu itu"ucap Raka
"Hey hey atau dia jadi simpenan bibi bibi gembrott"ucap Andrea
Semua murid kelas 12 A menertawakan Rangga.
"He Ban*sat apa kau mendengarkan ku"ucap Dimas sambil memukuo kepala Rangga
"Bisakah kau tidak mengganggu ku.ini masing haru pertama"ucap Rangga sambil menatap Dimas
"Haaa..kenapa kau mengaturku hehh jangan kira hanya karena kau memakai baju yang mahal, tas mahal, sepatu mahal, kau jadi berani kepadaku"ucap Dimas sambil menarik rambut Rangga
Rangga berdiri.
"Wah wah sekarang kau tambah tinggi ya"ucap Fariz
Rangga langsung keluar kelas dan menuju kamar mandi
Mereka berempat mengikuti rangga diam diam
Rangga mencuci muka dan tiba tiba mereka berempat datang
"Apa ini.kau kesini hanya tidak ingin bertemu denganku kan"ucap Dimas
__ADS_1
"Tentu bajingan"ucap Rangga
"Ahhh takutt Rangga si anak yatim piatu marah"ucap Raka
"Apa kalian tidak bisa berhenti menggangguku"ucap Rangga
"Tidak bisa.aku tidak akan membiarkan kamu hidup disekolah yang damai"ucap dimas sambil memukul perut Rangga.
Rangga membalas pukulan Dimas,dan teman teman Dimas ikut menghajar Rangga.Mereka berempat menghajar Rangga.Karena Rangga yang belum pernah berkelahi akhirnya kalah namun Karena Rangga sudah Berolahraga lukanya tidak separah waktu dulu.
"Kringģgggg kringggggg waktunya masuk kelas"bel berbunyi
"Sudah mas kita masuk kelas saja.hari ini yang mengajar pak dodi"ucap Andrea
Mereka berempat juga mendapatkan luka kecil.mereka berempat maduk kelas dan dibelakangnya Pak Dodi masuk kelas.
Rangga telat masuk karena harus memberekan kekacauannya dulu
"Heyy Rangga apa kau tidak menghormatiku"ucap Pak Dodi
"Maaf pak tadi saya kekamar mandi"ucap Rangga menunduk
"Dasar anak lemah dihari pertama masuk kelas 12 saja kau masih dipukuli"ucap Pak Dodi terus mengejek Rangga didepan Teman teman kelasnya
"Duduk sekarang"ucap pak Dodi
"Baik pak terimakasih"ucap Rangga
"Itu lah sebabnya Pak guru tidak suka anak yang pendiam dan lemah sepertinya.sangat menjijikan,mereka hanya tau melaporkan tapi tidak pernah berusaha agar mereka tidak dirundung lagi"ucap Pak Dodi sambil menatap meja Rangga
Pak Dodi mulai mengajar kelas sambil mengatai Rangga.
"Kringgg kringgggg saatnya pulang"bunyi bel pulang sekolah
Rangga langsung keluar dan pulang
Sopir Rangga sudah menunggu didepan gerbang sekolah
"Tu..tuan muda apa yang terjadi dengan wajah Tuan muda"ucap Saprii yang khawatir
"Jangan banyak tanya kita langsung pulang saja"ucap Rangga langsung masuk mobil
__ADS_1
"Anu tuan muda di belakang ada obat.tuan muda bisa memakainya"ucap Saprii