
Meski pun amel mendengar rengekan dari Lia namun Amel tetap lah Amel, jika dia sudah memutuskan sesuatu maka dia tidak akan mengubah keputusan nya apa lagi itu untuk kebaikan anak anak nya itu.
...
saat ini lia duduk termenung di sofa kamar nya. ''huftt..'' entah yang ke berapa kali nya Lia menghela nafas hari ini yang pasti dia sudah seperti itu sejak satu jam yang lalu saat dia mulai memasuki kamar nya.
''aaaa gimana ini'' teriak Lia frustasi.Lia berjalan pelan menuju lemari nya namun sebelum itu lia mengambil sebuah kursi lalu dia meletak kan nya di depan lemari nya kemuadian dia naik ke atas kursi tersebut lalu dengan perlahan menurunkan koper yang terletak di atas lemari itu.
Clekk
suara pintu terbuka.
Lio masuk sambil membawa beberapa buku ke kamar Lia.
''kau..'' ucap nya terhenti ketika melihat Lia yang sedang kesusahan menurun kan koper nya
''kau ingin berkemas sekarang?''tanya Lio heran.
__ADS_1
''Ya..kenapa?''jawab Lia dengan ngegas.
Lio berjalan ke kasur Lia lalu menaruh buku buku yang di bawa nya dia atas kasur.
''jika kau ingin menurunkan koper kan kau bisa meminta bantuan ku saja itu kan lebih mudah dari pada kau menurun kan nya sendiri''kata Lio sambil mengambil alih koper yg ada di tangan Lia.
Lia turun dari pijakan kursi nya lalu menghentak hentak kan kaki nya di lantai.
''huh entah lah aku hanya ingin mengambil nya sendiri''jawab Lia dengan ketus sambil menduduk kan diri di atas kasur nya.
lio mengelus elus pucuk rambut hitam Lia lalu berkata ''aku ini kakak mu, jika kau merasa kesulitan akan sesuatu kau bisa meminta tolong diri ku''ucap nya dengan lembut.
Lia memegang pergelangan tangan Lio membuat tangan Lio berhenti mengelus rambut nya.
Lia mendongak kan kepala nya sambil menunjuk kan wajah cemberut nya. ''aaa kakak jika aku pergi nanti siapa yg akan menjahili mu lagi''rengek Lia dengan mata berkaca kaca.
tck..
__ADS_1
''aduhh''ringis Lia pelan karena mendapat sendilan di jidat nya.
''kamu ini bisa gak sih serius dikit, padahal udah mau pergi masih aja mikirin siapa yang akan majahiliku nanti nya''dengus Lio kesal.
''aa maaf maaf''ucap Lia sambil memeluk pinggang kakak nya. ''kakak nanti jika aku tidak ada jaga papa dan mama ya jangan sampai mereka kelelahan dan lupa makan begitu juga dengan kakak''pinta Lia dengan lirih.
Lio menangkup ke dua pipi adik nya lalu menarik nya dengan pelan ke atas.
''dasar adik nakal baru sekarang kau memanggil ku kakak lagi kemarin kemarin nya kemana hahh''kata Lio mendengus kesal saking kesal nya ia tak berhenti mengunyel unyel pipi gembul adik nya itu.
''aww awhh kakak pelan pelan dong nanti kalau pipi ku jadi letoy gimana''ucap Lia kesal sambil berusaha menghentikan tangan Kakak nya yang sedang mengunyel unyel pipi nya.
''sudah kak aku harus beresin baju dulu,hentikan sudahh''teriak Lia kesal.
Lio menatap adik nya dengan malas. ''ahh sudah lah kau tidak seru sama sekali''kata nya sambil membaring kan badan nya di atas kasur Lia.
^^^TBC.^^^
__ADS_1