Istri yang di Buang

Istri yang di Buang
dapat motor


__ADS_3

Hari-hari yang ditunggu Yeni telah tiba, yaitu janji Efran satu minggu untuk membelikannya motor.


Hari ini adalah hari dia akan pergi mencari motor, Yeni sengaja meminta motor matic kepada Efran, agar lebih mudah pengoperasiannya, daripada motor gigi.


"Ayo Yeni, Apa kamu sudah siap, ujar Efran" "sudah Mas"


"ayo kita berangkat, nanti keburu panas, kasihan si kecil ujar Efran"


"baik Mas, aku kunci pintu dulu"


mereka pergi ke showroom motor bekas, Yeni jatuh hati pada motor Beat, Efran pun menyetujuinya, harga pun cocok, sesuai dengan budget suaminya.


Yeni sangat senang sekali, Dia tidak menyangka keinginannya bisa terkabul, dan usaha jualannya juga nanti bisa lancar sambil mengasuh buah hatinya. setelah selesai transaksi motor, mereka lalu pulang ke rumah, sampai di rumah Yeni tidak menyangka karena ada ibunya yang datang berkunjung. udah lama Bu? kok datang nggak bilang-bilang, Kebetulan ibu lewat nak, jadi ibu sekalian mampir.

__ADS_1


Setelah mencium tangan ibunya, Yeni mempersilahkan ibu nya masuk ke dalam rumah.


Duduk dulu Bu, aku buatkan minuman, tidak usah repot-repot nak, ibu hanya sebentar, Hanya pengen melihat cucu, tidak repot kok bu, Yeni berlalu ke belakang.


sepeninggal Yeni, Ibu bertanya kepada Efran, Gimana kabar kalian, Apakah baik-baik saja? kami baik, dan sehat bu, "ujar Efran"


kami tadi dari showroom motor bekas Bu, karena Yeni minta dibelikan motor, dia mau jualan untuk mencari kesibukan.


karena di zaman sekarang ini, kalau hanya suami yang cari uang, maka kalian akan mengalami kesulitan keuangan, sedangkan berdua mencari uang Masih pas-pasan, apalagi kalau hanya suami sendiri.


Ibu setuju sekali, sukurlah Ibu setuju, "ujar Efran" Aku kira Ibu tidak setuju, karena aku takut Ibu beranggapan aku tidak mengasih Yeni uang belanja, sehingga dia harus berjualan.


tidak nak, ibu mendukung, itu adalah pikiran orang kuno, Ibu mu ini adalah ibu zaman sekarang, bukan ibu zaman dulu, dan mereka tertawa bersama.

__ADS_1


se


kemudian Yeni datang, Ibu lagi ngomong apa sama Mas Efran, kok sepertinya senang sekali? aku cuma bilang sama ibu, mengenai kesibukanmu yang sekarang dan mengenai motor yang baru kita beli, "ujar Efran" dan ibu mendukung keputusanmu untuk jualan kecil-kecilan, sukurlah Ibu mendukung, Yeni senang mendengarnya, Yeni yakin dengan doa, dan dukungan ibu, semuanya akan lancar.


Insya Allah, Allah juga meridhoi, Betul kan Bu "ujar Yeni"


betul sekali nak, "ujar ibu"


ayo bu diminum airnya, Oh ya, tadi ibu ke sini Diantar siapa? kok Ayah tidak ikut Bu, ayah mu tidak ikut Nak, Ibu naik ojek, Ayahmu lagi kerja ke sawah, nanti pulangnya biar aku yang antar ibu, Bolehkan Mas, aku titip si kecil sama mas.


mas tidak kerjakan hari ini, aku hari ini istirahat di rumah, sudah minta izin, kamu silakan Antar ibu, "ujar Efran"


oh ya Mas, sekalian aku mau ketemu ayah, karena sudah lama tidak berbincang-bincang dengan ayah, kamu nggak keberatan kan Mas kalau aku ada satu jam main di rumah Ibu dan Ayah, dalam hati Efran merasa cemas dia takut kalau yeni nanti mengadu kepada ibunya, tentang rumah tangganya selama ini, tapi demi tidak mengecewakan perasaan istri dan mertuanya dia mengizinkan.

__ADS_1


__ADS_2