Istri yang di Buang

Istri yang di Buang
Efran mulai berubah


__ADS_3

tak terasa hari sudah sore,


Yeni yang dari pagi sibuk membersihkan rumah baru yang mereka tempati, mulai dari membersihkan, sampai menyusun barang-barang yang mereka bawa.


sementara Efran yang pergi dari pagi tadi, tidak nampak batang hidungnya.


dia membiarkan Yeni membereskan rumah sendiri..


dan tiba-tiba Efran pulang ke rumah 'Assalamualaikum!"


"waalaikumsalam! mas"


"kamu ke mana aja mas..."


"kok baru pulang?"


"aku dibiarkan bekerja sendiri.."


"apa kamu tidak kasihan mas?"


Yeni kamu jangan manja ya..!!


"kamu harus mandiri..."


jangan selalu bergantung kepadaku..


"ujar Efran.."


karena kamu sekarang adalah seorang istri, dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. "iya aku paham mas.."


"aku cuma bertanya.."

__ADS_1


"ayo siapkan air hangatku!!!"


"aku mau mandi.."


setelah itu jangan lupa siapkan makanan. "baik mas.."


dan Yeni berlalu ke belakang,


untuk menyiapkan air mandi untuk Efran.


"air mandinya sudah siap mas.."


"silakan mandi!!"


sekarang aku mau menyiapkan makan dulu, untuk kamu.


setelah makanan sudah siap, Yeni menghidangkannya di meja makan.


rasanya hati yeni sangat senang sekali,


setelah Efran selesai makan dia memanggil Yeni,


"Yeni, ini untuk uang belanjamu satu minggu, dia memberikan uang Rp. 50.000 untuk Yeni.


"kamu harus pandai mengatur keuangan, aku tidak mau tahu, cukup tidak cukup kamu harus cukupkan.."


dan ingat satu lagi ya Yeni, aku tidak suka gulai asam pedas, karena itu adalah gulai orang pemalas, kalau sempat kamu buat gulai asam pedas maka aku akan marah.


bisa-bisa aku akan memukulmu dengan panci gulai tersebut, karena aku alergi dengan gulai asam pedas, berdebar kencang jantung yeni.. karena dia tidak menyangka, akan mendapatkan kata-kata kasar seperti itu dari suaminya, dalam hatinya dia berpikir kenapa erfan sekarang mulai berubah, dan nada bicaranya mulai kasar..


"oh ya mas.."

__ADS_1


Apakah kamu sudah shalat ashar?


"aku sudah selesai shalat.."


mendengar pertanyaan Yeni Efran jadi marah, "kamu jangan mengatur-ngatur aku, kalau mau shalat silakan shalat sendiri, aku ini adalah kepala rumah tangga, aku yang mengatur kendali, bukan kamu.."


"tapi aku hanya mengingatkan mas.." "ingatkan saja dirimu sendiri, jangan kamu atur-atur aku,,"


"rasanya Yeni mau menangis, mendengar kata-kata Efran"


kenapa Efran sekarang mulai berubah,??? "semenjak menikah dia tidak pernah melihat efran shalat, dan mulutnya sering mengucapkan kata-kata kasar, tapi apa daya nasi sudah jadi bubur.."


yang ada di dibenak Yeni, sekarang hanyalah kesabaran yang luar biasa..


menghadapi sifat Efran yang tidak pernah ditebaknya,


ohya mas,,


nanti malam kamu jangan ke kedai ya mas, karena aku takut tinggal di rumah sendiri,


Yeni aku sudah bilang sama kamu,


aku tidak bisa kalau tidak pergi ke kedai,


aku suntuk di rumah, karena di kedai itu adalah tempat hiburan di mana kita bisa bersosialisasi antar sesama.


"ujar Efran"


jadi kamu jangan manja, silakan kunci pintu dari dalam,


tidak terbayang rasanya di dalam benak Yeni, pada malam hari nanti,

__ADS_1


dia akan di rumah sendiri, sementara rumah yang mereka tempati agak jauh dari rumah penduduk yang lain.


rasanya Yeni sangat takut, tapi demi cintanya ke efran dia akan melawan rasa takut itu, dia yakin dengan kesabaran ekstra yang dimilikinya, dan juga rasa cinta yang besar, dia akan bisa meluluhkan hati Efran dan juga sifat kerasnya.


__ADS_2