
tak terasa sudah 7 bulan kehamilan Yeni,
dua bulan lagi anak nya akan lahir kedunia ini. tak sabar Yeni rasanya menuggu waktu itu tiba, dimana dia bisa bermain dengan anak nya, sekaligus menjadi teman nya disaat suka dan duka menghadapi kehidupan dunia ini. Karna anak adalah jantung hati.
harta yang paling berharga di dunia ini, anak mahal nya tidak bisa dibeli, murah nya tidak bisa di minta.
pada malam hari nya setelah makan malam, Yeni menyampaikan kepada Efran
"mas perlengkapan bayi kita belum dibeli, dua bulan lagi aku akan melahirkan".
hari minggu kita beli, "ujar efran".
karna hari sabtu aku menerima uang upah kerja, tapi aku minta kamu harus pandai-pandai menghemat uang, catat yang penting, jangan semuanya dibeli.
Nanti kita akan kesulitan keuangan, kalau kita tidak pandai-pandai dalam mengatur keuangan.
"baik mas, ujar Yeni" aku akan hemat dengan pengeluaran.
__ADS_1
sekarang aku mau istirahat dulu, karena besok harus bangun pagi, "ujar efran" dan dia berlalu meninggalkan Yeni.
dalam hati yeni merasa sedih, karna dia ingin menghabiskan waktu dengan suami nya, dan ingin bermanja-manja.
tapi kenyataannya Efran seakan kurang peduli.
dan sibuk dengan pekerjaan an nya, hayalan manja-manja dengan suami saat hamil, hanya mimpi belaka yang didapat Yeni.
yang iya peroleh sekarang hanya sikap cuek dan kata kata kasar dari suami nya..
dia tidak punya teman untuk berkeluh kesah, dan juga Yeni tidak mau menceritakan keluh kesah nya pada orang tua nya, Karna dia tidak mau ibu dan ayah nya ikut kepikiran apa yang tengah dialami nya.. biarlah orang tua nya menganggap dia hidup bahagia..
Yeni ingin orang tua nya menikmati masa masa tua mereka penuh dengan canda tawa, bukan dengan air mata, Karna memikirkan nasib anak perempuan satu-satunya.
setelah selesai shalat Yeni beranjak ke kamar untuk tidur..sesampai dikamar Yeni melihat Efran masih asik bermain dengan hp nya sambil tertawa-tawa
"kamu belum tidur mas?"
__ADS_1
lagi apa?
kok tertawa sendiri?
kamu gak usah kepo urus aja urusan mu sendiri, "ujar efran" dengan nada ketus nya.
hancur hati Yeni mendengar jawaban dari suami nya, niat Yeni hanya mengajak Efran untuk berbicara agar komunikasi terjalin antara mereka..tapi sepertinya Efran tidak peduli, dia lebih peduli dengan HP ditangan nya, dari pada memikirkan perasaan istri nya.
dengan air mata tertahan Yeni berusaha untuk tidur melewati malam, dengan hati yang pilu..
pada pagi hari nya, yeni bangun pagi-pagi dia sengaja bangun duluan dia ingin melihat hp suami nya..bukan nya dia tidak percaya sama suami nya, tapi dia hanya ingin tahu saja kalau seandai nya suami nya tidak tergoda pada wanita lain..
setelah Yeni membuka messenger Facebook suami nya, dia terkejut ternyata suami nya chat dengan mantan nya waktu sekolah,
memang isi nya masih wajar hanya bertanya seputar kabar, tapi Yeni takut lama-lama akan berlanjut ke pada hal yang lebih pribadi..
sebelum Efran bangun, buru-buru Yeni memblokir pertemanan Efran dengan mantan nya tersebut, Yeni hanya ingin mempertahankan rumah tangga nya dan melindungi suami nya dari wanita lain.
__ADS_1