Istri yang di Buang

Istri yang di Buang
melahirkan


__ADS_3

jam menunjukkan pukul 05.00 subuh, dan Yeni merasa perutnya sangat sakit, dan dia membangunkan suaminya.


"mas bangun perutku sangat sakit"


dan tiba-tiba Efran terbangun,


"apa yang terjadi apakah kamu akan melahirkan, ayo kita langsung periksa ke bidan hari ini ujar Efran"


"tidak usah mas, aku mau coba jalan-jalan saja dulu.


untuk menahan rasa sakit di perutnya, Yeni alihkan dengan cara berjalan-jalan di sekitar rumah, namun sakit di perutnya kadang-kadang hilang, kadang-kadang datang.


dalam hati Yeni berpikir,

__ADS_1


"ya Allah apakah benar ini tanda-tanda orang akan melahirkan"


karena ini adalah anak pertamanya, dan juga merupakan pengalaman pertama, Yeni tidak mengetahui ciri-ciri orang yang akan melahirkan.


Efran membantu menyiapkan perlengkapan melahirkan, kalau seandainya mereka harus pergi ke bidan pada sore harinya.


pada sore hari nya yeni merasa tidak tahan, "ayo mas kita pergi sekarang kerumah bidan, aku sudah tidak tahan"


mereka pergi ke bidan Wati untuk periksa kandungan nya, dan ternyata sampai di tempat bidan, Yeni tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah, karena tanda-tanda melahirkan sudah ada, dengan berjuang susah payah Yeni mengejan, karena Yeni pengen melahirkan anak nya secara normal. sampai subuh besoknya anak yeni belum juga lahir, dan Efran sangat cemas dan putus asa dia takut akan terjadi apa-apa, pada anak dan istrinya.


akhirnya bidan memutuskan untuk membawa yeni ke rumah sakit, sampai di rumah sakit Yeni diperiksa oleh dokter, dan akhirnya di diagnosa yeni tidak bisa melahirkan normal karena pinggul sempit, dan harus dioperasi. setelah berkas persiapan operasi di tanda tangani oleh Efran, Yeni siap-siap untuk dioperasi, dan lahirlah anak laki-laki. Hati Yeni sangat senang karena dia telah menjadi ibu. dan efran juga sangat bahagia, dan bersyukur atas kelahiran putranya.


3 hari Yeni di rumah sakit, dan diperbolehkan oleh dokter untuk pulang ke rumah, tanpa bantuan orang tuanya Yeni bisa mengurus bayinya sendiri, meskipun Yeni adalah wanita yang manja, tapi setelah menikah dengan Efran, dia menjadi mandiri. Semuanya dia kerjakan sendiri, tanpa bergantung pada orang lain.

__ADS_1


yeni begitu menikmati hari-harinya menjadi ibu, dan dia sudah melupakan kesedihannya.


Efran juga sangat sayang pada anak laki-lakinya, dan dia makin bersemangat bekerja dan lebih cepat pulang ke rumah daripada biasanya. yeni sangat senang melihat perubahan sikap suaminya, dan dia berharap Efran tidak berubah, dan selalu perhatian kepada dia dan anak-anaknya.


tapi ada satu hal yang mengganjal dalam hati Yeni, yaitu Efran sangat perhitungan dalam soal uang, Yeni merasa uang kebutuhan belanja yang diberikan oleh Efran kepadanya tidak cukup untuk menutupi kebutuhan harian. dan dia berencana untuk menambah penghasilan, untuk membantu perekonomian keluarga.


tapi sampai saat ini dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk membantu mencari uang.


karena dalam pikiran yeni, kalau seandainya Efran meninggalkan dia dan anaknya, dia tidak punya apa-apa, tidak punya tabungan sedikitpun.


satu-satunya jalan yang terpikirkan oleh Yeni dalam membantu keuangan keluarga adalah membuat makanan kecil dan dititipkan ke warung tetangga.


tak terasa sudah 6 bulan umur si kecil, dan badannya tumbuh sehat, hari ini Yeni sudah mantap membuat makanan kecil untuk dititipkan ke warung tetangga.

__ADS_1


__ADS_2