
ISTRIKU GENDUT
“Dasar cewek gendut! Punya pelet apa, sih dia. Sampai Mama ngebet banget ngejodohin aku sama dia. Arghh.”
Rafly memukul tembok kamarnya entah sudah yang ke berapa kali. Wajah putihnya tampak memerah karena marah.
Laki-laki berhidung bangir itu, menghempaskan tubuh jangkungnya ke kasur king size berwarna pinggala.
“Aku Rafly Pradana Aryawangsa menikah sama cewek gendut model dia? Argghh kayak gak ada cewek lain aja.”
Kalau Rafly mau ia bisa dengan mudah memilih wanita seperti apapun, mengingat kedudukannya sebagai pengusaha sukses ditambah dengan wajah tampannya yang bisa membuat banyak perempuan jatuh hati.
Namun, ia tak bisa menolak kemauan mamanya. Apalagi mamanya akan mengancam mogok makan jika Rafly tak mau menikah dengan Fahira—gadis gendut yang dijodohkan dengannya—terpaksa Rafly mengiyakan mesti sulit.
***
__ADS_1
“Mas maaf, ini aku yang mandi dulu atau, Mas Rafly dulu?” tanya Fahira setelah mengganti baju pengantinnya.
Rafly menatap Fahira tajam. “Terserah kamu, aja,” jawabnya ketus.
Perempuan gempal itu terhenyak. Sebenarnya ia tahu kalau laki-laki di depannya sejak awal bertemu memang seperti tidak suka padanya, tapi ia tak menyangka kalau Rafly akan bicara sekasar ini.
Fahira segera ke kamar mandi, khawatir kalau ia lama-lama di sana suaminya akan lebih murka.
“Eh, Gendut bentar aku mau ngomong.”
“Aku cuma mau bilang. Aku gak mau tidur sekasur sama kamu, ya,” ujar Rafly sedikit berbisik.
“Te-terus, aku tidur di mana, Mas?” tanya Fahira menunduk, tak berani menatap mata elang suaminya.
“Ya terserah, di lantai kek, atau di sofa itu, kan bisa,” ucap Rafly sembari menggerakkan dagunya, menunjuk sofa di pojok kamar.
__ADS_1
“Iy-iya, Mas.”
“Aku itu nggak suka sama kamu. Kamu itu sadar nggak, sih. Kamu itu nggak pantes buat aku? Kita itu bagai langit sama bumi! Aku ganteng nah kamu?” cibir Rafly dengan pandangan jijik.
Hati Fahira mencelos. Ia menggigit bibir bawahnya. Ya, Fahira sadar ia memang tidak pantas untuk Rafly. Tapi apa iya harus dihina seperti ini.
“Udah sana.” Rafly mengibaskan tangannya, mengisyaratkan agar gadis itu segera pergi.
Fahira segera masuk ke kamar mandi dengan punggung gemuk itu terguncang. Ia menangis.
Rafly tersenyum menyeringai.
“Aku bakal buat dia menderita, sampai dia menyerah dan minta cerai.”
***
__ADS_1
Apakah ada yang mau lanjut?