
"Aku nggak ada manggil sayang kesiapapun kok,mungkin kamu salah denger kalii" elaknya
"Jadi gini,tadi kan setelah tutup salon kebetulan aku lihat bos kamu ini lagi ditempat warkop sebelah salon, jadi ku dekati kupikir dengan keterimanya kamu bekerja ditempatnya aku akan berterima kasih padanya sudah mau menerima kamu sekalin ngajakin makan malam, bukan begitu pak?" Jelasnya panjang lebar serta menanyakan kepada bosku..
" ehh iya itu mass bener apa kata istrimu bukan sepertu yang kamu fikirkan" jawab bosku sambil melihat kearahku
"Yasudah saya pamit dulu yah mbak, mas. Terima kasih traktiran makan malamnya" pamitnya dia pergi dari tempat duduk kami sambil tersenyum
"Yasudah ayo kita pulang mass,bikin malu aja diliatin orang" ajaknya sambil menyeret tanganku keluar kafe ini..
Sesampainya dirumah masih bertanya tanya pada diri ini .. "dia bosku ,aku yang keterima kerja kenapa dia yang berterima kasih dan ngajak makan malam tanpa mengajakku?" batinkuu yang masih bertanya2
Ahh,dari pada pusing mending ku tanyakan saja pada istriku yang baru selesai membersihkan diri itu.
"Kenapa kamu yang berterima kasih padanya dan mengajaknya makan malam ,dan tak mengajakku juga,padahal kan harusnya aku yang berterima kasih padanya?" Cecarku
"Kamu kenapa sih mass nanya2 lgi ,tadi kan udh dijelasin.. lagian nih yahh tanpaku emang kamu bisa kerja ditempatnya ?nggak kan? Udah lahhh ga usah banyak nanya, aku capek mau tidur." Jawabnya dengan nada tinggi
Hari2 seterusnya dia sering kali marah marah tak jelass ,kadang padaku kadang juga pada anakku .. entahlahh dia ini kenapa sih..
Hari berganti hari bulan berganti bulan tahun berganti tahun,, tak ku sangka aku diberhentikan dari kerjaan ditempatku bekerja ,katanya usahanya mulai anjlok dan terjadilah pengurangan karyawan..sedih rasanya tapi mau bagaimana lagii seperti itu keadaannya siapapun masih ingin bekerja.. baru beberapa hari menganggur seperti sebelum sebelumnya istriku selalu memarahiku atau sekedar menyindir2 karena aku yang pengangguran ini..
Katanya aku mau tak mau bagaimana caranya harus dapet kerja lagi apalagi sekarang anakku dena sudah mulai daftar sekolah SMA yang membutuhkan biaya lumayan banyak.. ibunya tak mau tau dia tak mau membiayai anaknya walaupun usahanya sudah selalu ramai pelanggan.. katanya itu udah kewajibanku selaku kepala keluarga pencari nafkah untuk membiayainya sekolah kejenjang yang lebih tinggi.. padahal aku tak pernah sekalipun memintanya sekalipun anaknya minta dibelikan apa apa..
Dia tak pernah juga membicarakan berapa pendapatannya dalam sehari ataupun sebulannya.. aku pun tak pernah bertanya padanya.
__ADS_1
Sampai sewaktu ketika dia tiba2 menangis sewaktu pulang dari salonnya ,katanya dia ditipu oleh temannya.. yang katanya meminjam uang padanya sampai 200jt..
Hahhh,bisa bisanya dia meminjami temannya sampai sebesar itu.. tapi untuk membiayai anaknya saja dia tak mau..
Di mulai jujur kepadaku kenapa dia bisa meminjami temannya uang sebesar itu
" kamu kenapa mah, kok pulang2 nangis sih? Tanyaku kebingungan dengan sikapnya
"Aku ditipu pah, sama temenku dia meminjamku uang 200jta katanya dia mau nyicil tapi sudah beberapa hari ini dia tak pernah kelihatan batang hidungnya" jalasnya sambill menangis tersedu sedu
"Hahhh?? Kok bisa?? Uang sebanyak itu kamu pinjamkan untuk apa dia dan kamu tak pernah bilang padaku ??" Syokk sudah aku mendengar ceritanya.. dia tak pernh bercerita seberapa uangnya,kenapa dia dengan cerobohnya bercerita meminjami temannya uang 200jt dengann jumlah yg tak sedikit
"Katanya dia meminta bantuanku untuk membayar hutang pada rentenir dulu,katanya dia sudah tak sanggup dengan uang yang setiap harinya berbunga, dia janji katanya setiap bulan bakalan dia lunasin karena aku tak meminta bunga setiap kali dia meminjam sebelum ini" jelasnya
"Memang tadinya dia sering meminjam untuk biaya warung sembakonya,10 juta sampai 20jt.. tapi dia selalu melunasi hutang yang dia janjikan tepat waktu ,ataupun terkadang jikalau sewaktu waktu aku memintanya dia tak pernah mengelak.. selalu diusahakan adanya"
"Dan untuk jaminannya tidak ada ,hanya saja kita membuat perjanjian hitam diatas putih"jelasnya sambil sesenggukan"..
" lalu bagaimana jadinyaa jika orangnya sudah tidak ada,kamu itu berani beraninya percaya begitu saja kepada orang lain"eluhku
"Kamu itu mas bukannya memberi solusi kok malahan memojokkanku begitu saja"ucapnya kesal sambil berdiri dan pergi menuju kamar.
Tak bisa kumarahinya karena kecerobohannya percaya begitu saja kepada orang lain karena itu uangnya sendiri.. hahh,padahal kalau sama anak sendiri saja pelitnya minta ampun..kenapa kepada orang lain sok royal banget sih.. ujung2nya ditipuu ,mau tak mau aku juga harus ikut mengurusinya karena dia istriku..
Kudatangi keluarga teman istriku itu untuk memintai pertanggung jawaban karena sudah kabur begitu saja..yang ada hanya suaminya yang tak bekerja dan anak2nya yang masih sekolah..
__ADS_1
"Maaf pak, saya juga tak tau istri saya kemana. Dan sya juga sedang tak bekerja baru di phk dari perusahaan" jelasnya
"Ya gamau tau pak gimana pun caranya kalian harus tanggung jawab ,bapak kan suaminya, dia masih menjadi istri bapak..ga sedikit loh untang kalian ini ,200jt pak,dan itu bukan urusan saya bapak harus dapet duit dari mana"jawab istriku dengan sinisnya.
"Mohon diberi kelonggaran buk,saya akan berusaha menghubungi istri saya" jawab bapak itu
"Kalau tidak bisa bagaimana pak? Istri bapak tak tau dimana ,kalau soal menghubungi ,syaa sudah menghubunginya setiap hari" jelas istriku
"Kalo tidak beri saya keringanan buk,untuk menyicil hutang2 itu saya tak akan sanggup dikalau harus melunasinya secara langsung," bapak itu memohon dengan muka melasnya
"Saya ga mau tau pak ,itu uang harus ada ,itu kan istri bapak yang berhutang.. berarti itu hutang bapak juga"
Jawab istriku yang tak mau tahu
"Saya mohon buk,beri keringanan saya,saya masih ada anak2 sekolah yang butuh biaya.."mohonnya bpk itu
"Udah mah turuti saja permintaannya ,kasian anak anaknya" ucapku yang sedari tadi diam saja
"Oke saya beri keringanan untuk itu,tapi jangan coba coba untuk kabur yah,saya tak segan segan untuk lapor polisi!" jawab istriku dengan penuh penekanan..
"Jangan buk,jangan lapor polisi,saya mohon..akan saya usahakan secepatnya untuk mengurangi hutang istri saya" jawab bapak itu penuh ketakutan ..
Aku yang sedari diam saja mengajak istriku untuk pulang saja .. sebenernya kasihan sekali bapak itu istrinya yang berhutang.. suaminya yang kena imbas..
Sesampainya dirumah istriku terus saja ngomel ngomel tak jelas.. tak berselang lama tak tau kemana dia pergi begitu saja..
__ADS_1