Istriku Puber Tak Berkesudahan

Istriku Puber Tak Berkesudahan
bab 4


__ADS_3

Semakin ku rasakan tenggorokan ini kering aku beranjak dari tempat tidur menuju kedapur dan ketempat air minum..setelah akhirnya minum aku kembali kekamar lalu kerebahkan badanku disamping istriku yang sudah pulas..


Sudah kupejam pejamkan mata ini namun spertinya masih enggan untuk menutup,diriku sudah tak mengantuk lagi.. dari pada bosan menunggu kantuk yang tak kunjung datang lagi ku ambil ponselku lalu memainkannya..


Telah lama bermain ponsel akhirnya aku merasakan mengantuk lagi,kuletakan hp lalu mencoba menutup mata ,tapi aku mendengar suara notif hp, ku kira hpku yang berbunyi tapi setelah ku cek ternyata bukan.. kulihat ternyata layar dihp istriku menyala ..


Siapa yang mengiriminya pesan malam malam begini.


Kulihat ada tertera nama 'Bang Rizal' tapi aku tak bisa melihat apa isi chatnya, untuk apa dia mengirim chat malam malam begini.. kan bisa besok pagi pagi kalau memang sangat penting. Ku ambil ponsel istriku, saat aku ingin membukanya ,tapi tak bisa dia mengunci ponselnya.. selama ini aku tak pernah memegang pensolnya apalagi mengotak atik ponselnya ,jadi aku tak pernah tahu apa kata sandi ponsel istriku..


Patut kuselidiki sebenarnya ada hubungan atau tidak antara mereka itu.


Kepaksa antar istriku kesalonnya ku bilang karena kebetulan searah,untung saja istriku mau,padahal aku sebenarnya belum ada jasa yng menyewaku. Tapi aku hanya ingin mampir dan melihat melihat pembangunan rumah sekaligus menanyakan tentang sirizal sang mandor itu..


Setelah menurunkan istriku kedepan salonnya, aku melajukan mobil ke rumah yang sedang dibangun itu. Sesampainya disana tukang tukang sudah mulai dengan pekerjaannya masing masing..


Kulihat sang mandor tidak ada atau mungkin belum datang..


Kutanya salah satu tukang yang mengerjakan bagian dalam rumah..


"Sudah lama mas nya kerja bangunan seperti ini??" Tanyaku basa basi mengawali pembicaraan, agar tak canggung.


"Sudah pak,saya sudah ikut bos 4thn lebih,lumayan cari kerja sekarang susah soalnya" ucapnya menanggapi obrolanku.. memang mencari kerja dijaman sekarang teramat susah terlebih bersaing dengan para tenaga anak anak muda.


"Berarti sudah kenal lama sama mandor yang kemarin itu yah?" Tanyaku kepadanya


"Ga mas,baru kenal ,dia bukan mandor yng biasanya bekerja sama bos" timpalnya lagi.


"Oo gtu ,apa mungkin mandor baru yah?"tanyaku lagi


"Kayanya bukan mas,soalnya dia jarang datang juga. Terus kalau datang sewaktu ibu (istriku) datang dia baru datang"jawabnya


Nah kan ,mungkinkah memang mereka hanya membuat alasan bahwa dia seorang mandor ,agar bisa bertemu disini tanpa aku curigai..


"Denger denger sih katanya temennya bos kita, dia juga kelihataannya orang kaya.. kalau dateng kerumah bos saja dia mengendarai mobil mewah pak" jelasnya lagi

__ADS_1


"Kenapa yah pak memangnya?" Tanyanya


"Ohh ga mas,kali aja kenal gitu,soalnya hari ini ga dateng" jelasku pura pura



Kecurigaanku benar istriku berbohong katanya itu adalah mandornya..


Hari berikutnya entah kenapa juga aku ingin mampir ke rumah yang sedang dibangun itu..


Kuparkirkan mobil disamping agak jauh dari rumah yang sedang dibangun itu karena sepertinya material material banyak yang baru datang.. kulihat ada orang yang sedang memantau, tapi bukan yang katanya mandor kemarin..


Kuhampiri,dan kutanya ternyata dia bos dari pemborong pembangunan rumah ini..


"Permisi pak,anda siapa yah??" Tanyaku kepadanya ,dia otomatis refleks menoleh kearahku


"Ooh saya pemborong pembangunan ini pak, bapak suami dari mbak imelda yah??" Tanyanya seraya senyum dan mengulurkan tangannya kepadaku.


"Oiya pak saya suaminya imelda"jelasku senyum sembari menerima uluran tangannya


"Baru saja kok pak,ini pengen ngecek pembangunannya sudah berapa persen" jelasnya..


"Ooh tumben pak,biasanya ada mandornya yang sering kemari mengecek pembangunannya"tanyaku memancing dia agar menceritakan si mandor itu.


"Ehh itu pak,dia bukan mandor sebenernya cuma teman saya, yang menyarankan menerima pembangunan ini, katanya dia kenalan dari istri bapak,mbak imelda" jelasnya


"Lohh tapi kenapa dia bilang mandor yah, dan dia juga agak sering kesini?" Tanyaku penuh kepastian


"Ohh mungkin dia lagi bosan sama pekerjaannya makanya main main kesini, biasalah boss.. bosen sedikit bisa pergi pergi keluar" jawabnya sambil tersenyum


"Waduhh, bisa bisanya yah seorang bos mengatakn bahwa dia mandor ,merendah sekali "jawabku dengan sedikit tertawa kecil.


Kami mengobrol kecil tentang pembangunan rumah ini, dan sesekali kutanya juga tentang temannya itu..


Tak lama telfonku berdering,yang ternyata dari pelanggan yang membutuhkan jasaku..

__ADS_1


Aku pamit lalu meninggalkan pemborong itu dan para tukang yang sedang beres beres sepertinya sebentar lagi pulang..


Diriku menerima orderan jam berapapun selagi ada yang membutuhkan jasaku.


Bagaimana bisa istriku membohongiku,dia bilang dia adalah mandor, padahal temannya yang katanya merekomendasikan pemborong itu..


Akan kucari tau itu nanti..


Jam 10 malam aku kembali kerumah.. kulihat anakku sudah masuk kekamarnya ,dan ternyata istriku belum pulang juga.


Ku coba menguhunginya tapi dia tak menerima telfonku,malahan dia hanya mengirimiku pesan ..


("Sebentar lagi aku pulang, ku selesaikan ini dulu,tak usah menelfonku terus menerus ,tak enak dengan pelangganku") begitu isi chatnya .


Tak kuhiraukan lagi ,yang penting dia sudah mengabariku walaupun tak mau mengangkat telfonku..


Kubersihkan diri, lalu merebahkan diri ke tempat tidur,mengistirahatkan badan yang sudah remuk akibat kelelahan.. tak lama mataku terpejam..


Hari sudah pagi,aku tak tahu semalam istriku itu pulang jam berapa,walaupun ku kunci pintu ,dia tetap bisa masuk .karena kita memegang kunci pintu masing masing..agar tak menggangu atau harus membangunkan orang rumah..


Sebelum ada orderan pagi pagi,selalu kusempatkan membersihkan rumah terlebih dahulu.. karena kasian nanti anakku sepulang dari sekolah harus membersihkan ini semua. Semenjak anak kami smp dia memang di beri tugas ibunya untuk beberes rumah.


Jam 8 pagi istriku sudah siap siap akan berangkat kesalonnya.. katanya dia sudah ada janjian dengan pelanggannya..


Setelah kupikir pikir, Hari ini kuputuskan untuk tak menerima banyak orderan dan akan pulang lebih cepat .Aku ingin menyelidiki tentang ada apa istriku dengan si yang katanya mandor


Saat hendak keluar membeli makanan ,kulewati salon istriku,tapi ada sebuah mobil mewah terparkir di depan salon.. kuurungkan niatku untuk membeli makanan.. ku pantau salon dari sebrang jalan..


Tak lama kulihat ada yang hendak keluar,ternyata itu si rizal yang katanya mandor itu, tak lama disusul oleh istriku ,dengan penampilan tak seperti biasanya ..dia terlihat memakai pakaian terbuka dan memakai sepatu hak tinggi dengan riasan diwajah yang terlihat membuatnya semakin cantik,berjalan berlenggak lenggok sembari tersenyum genit menoleh kearah lelaki itu..


Dengan dada yang gemuruh, panas rasanya melihat istriku berpenampilan terbuka didepan lelaki lain.. ingin ku hampiri mereka,rasanya ingin sekali melayangkan pukulan terhadap laki laki itu ,,tapi tak lama mereka memasuki mobil mewah yang terparkir didepan salonnya.. Akan ku ikuti kemana mereka pergi.. akan kucari tahu kemana mereka pergi..


Ku ikuti mobil mereka dengan mengendarai motorku..


Jauh sudah mereka berjalan,untung saja aku membawa helm yang selalu ada di dalam jok motor.. untung saja motorku nmax, joknya yang besar jadi bisa untuk menaruh helm,yang terkadang untuk menjemput anakku.. walaupun jauh aku tak khawatir walaupun aku hanya memakai kaus biasa dan tak memakai jaket.. setelah lama melajukan mobil..akhirnya mereka memberhentikan mobilnya didepan hotel berbintang 4 tersebut yang terkesan mewah..

__ADS_1


Untuk apa mereka datang kehotel,secara orang dewasa pasti tau akan melakukan apa ketika memasuki hotel.. pikiranku tak tenang.. kubuntuti mereka masuk tak kupedulikan penampilanku walaupun memasuki hotel mewah ini.. kulihat mereka berdua memesan kamar hotel.


__ADS_2