Istriku Puber Tak Berkesudahan

Istriku Puber Tak Berkesudahan
bab 5


__ADS_3

Pov imelda


Aku imelda,mempunyai usaha salon yang kupegang sendiri.. dulu aku menikah masih diumur yang masih dibilang belia ,diumur 16 tahun.. masih sangat sangat kecil.. jadi aku belum pernah berasakan apa itu cinta.. aku menikah dengan suamiku sekarang bukan berdasarkan cinta..


ku fikir aku akan mencintainya suatu saat nanti.. kami memiliki 1 anak,dan cukup hanya 1 anak saja..malas rasanya mempunyai anak lagi ,merepotkan dan juga harus meninggalkan salonku ,sayang sekali.. sedari kecil memang anakku jarang sekali ikut denganku bekerja, dia dulu selalu ikut bapaknya sewaktu masih membuka usaha jahit.. setelah agak besar ,kuajarkan dia mandiri,jadi bisa ditinggal dirumah.. makanya hubunganku dengan anakku tak terlalu dekat.


Aku masih melayani berhubungan badan dengannya bukan karena aku mencintai nya ..tapi karena semata mata aku memenuhi kewajibanku sebagai istri.. tapi kadang seperti menjijikan berhubungan badan dengannya,,bagaimana tidak ,ketika di pegang pegang orang yang tak mengenalinya kita tak kan suka bukan,,apalagi dengan orang yang tak kucintai meminta berhubungan badan.. tapi aku banyak menolaknya..


Ketika aku mau melayaninya itupun terkadang aku membayangkan wajah laki laki lain agar aku tak merasa jijik..


Apalagi sekarang suamiku perpenghasilan lebih kecil jauh dibanding dengan pendapatan salonku..membuatku malas mengerjakan pekerjaan rumah ataupun sekedar mengobrol lama.. rasanya ingin marah marah saja sewaktu melihat muka nya..


Waktu itu suamiku berhenti dan menutup usaha jahitnya karena sepi, lalu ku rekomendasikan suamiku ditempat suami ibu yang punya ruko yang kusewa.. kami mempunyai hubungan istimewa, karena dia bos,jadi kubujuk bujuk dia untuk memasukan suamiku ketempat usahanya. Agar aku tak capek capek memarahinya setiap hari karena muak melihatnya menganggur dan dirumah saja..


Sering aku diajak jalan oleh bos suamiku itu, hampir setiap hari aku diajak makan keluar oleh nya, terkadang diberi uang jajan karena sudah menemaninya pergi ataupun mengobrol..


Kebetulan hari ini dia mengajakku sekedar makann malam cafe tak jauh dari salon.. tapi tak kusangka suamiku menemukanku yang sedang berduaan saja dengan bosnya ,membuatnya marah .mengapa dia biasa tau kalau aku sedang pergi dan di tempat ini, sungguh menjengkelkan mempunyai suami sepertinya.. tapi tetap saja aku harus memberi penjelasan untuk perpura pura berterima kasih kepada bosnya karena sudah menerima suamiku ditempat usahanya..


Menjengkelkan saja ,membuatku malu ditatap oleh orabg orang yang sedang ada didalam cafe tersebut..


Tak lama bosnya suamiku itu memutuskan untuk tak mempunyai hubungan lagi denganku karena takut ketahuan suamiku lagi dan akan mengadukan kepada istrinya,DASAR SUAMI TAKUT ISTRI..


Suatu hari ada lelaki yang memasuki salon,masih muda. Kulihat dia mengendarai mobil mewah..

__ADS_1


"Sasaran empuk ini,,hihihi" batinku melihatnya dengan kutunjukan senyuman manis ini


Dia meminta untuk dicreambath agar pusing pusingnya hilang ,karena lelah mengurusi pekerjaan dikantor miliknya..


"Waw,boss.. pepet terus ah,masa bodo suami orang juga"batinkku meringis kegirangan..


Sambil memijit kepalanya,,kuajak mengobrol ngalor ngidul seraya berkenalan,siapa tau langsung dikasih nomornya..tak disangka setelah selesai dia memintaiku untuk bertukar nomor ponsel.. katanya pijitan kepalaku bikin rileks dan nagih..


"Kapan kapan aku nyoba kesini lagi yah mbak, enteng juga kepalanya" ucapnya sembari menunjukan senyumnya..


Setalah bertukar nomor dia membayar lebih dari harga yang tertera..



Suatu saat aku ditipu oleh temanku ,katanya dia meminjam untuk membayar rentenir yang penuh dengan bunga menjadikan hutangnya bertambah .. dia berani berhutang kepadaku karena kau tak pernah memberinya bunga.. biarlah yang penting dia tertolong dari rentenir yang mencekik itu..


Tapi setelah beberapa bulan dia mulai susah membayar,kalau kutagih tagih ada saja alasannya..padahal sudah kuberi keringanan untuk menyicil..


Berselang berapa hari , temanku itu kabur karena tak sanggup membayar hutang kepadaku ..sudah kuhubungi berkali kali tak pernah aktif..


Akhirnya mau tak mau aku bercerita kepada suamiku tentang temanku yang menipuku.. dia syok karena aku meminjami temanku tanpa sepengetahuannya..


Dia mengajakku bertemu dengan suami temanku.

__ADS_1


Disana ingin rasanya aku memaki suami temanku itu dan menyuruh melunasi segera hutang istrinnya yang kabur entah kemana. tapi apalah daya melihat anak anaknya yang masih sekolah ,tak tega ketika dia memintaku menyicil hutang hutangnya..


Ku minta dia agar tak kabur seperti istrinya dan cepat menghubungi istrinya untuk mempertanggung jawabkan ini..


Setelah ku fikir fikir ,tak ada gunanya aku bercerita dan mengeluh kepada suamiku,, dia tak bisa membantuku atau bertindak apa. Lalu aku meminta bantuan kepada kenalan baruku yang seorang bos itu untuk menemukan teman yang menipuku..


Akhirnya setelah itu aku menemukan temanku di tempat orang tuanya.. kebetulan saja kusuruh dia menjual tanah orang tuanya dengan ancaman para anak buah kenalanku.. uangku akhirnya kembali juga.. pengalamanku, pertemanan kalau sudah menggunakan uang tak akan berlangsung lama.. kuputuskan tak mengenal penipu itu lagi..


Tak sia sia aku meminta bantuan kenalanku itu,, dia membantuku banyak menjadikanku semakin ingin mendekati nya terus..


Tak lama aku membeli rumah tua tak jauh dari ruko salonku yang akan kujadikan rumah sekaligus salon ,agar aku tak lelah harus pulang pergi kesalon dan kerumah..


Aku mendapatkan pemborong yang akan mengerjakan rumahku dari rekomendasikan kenalanku itu, Bang Rizal namanya.. umurnya masih muda ,lebih tua 3 tahun dariku..


Masih muda sudah menjadi bos sukses sepertinya.. andai saja suamiku sepertinya..mungkin aku akan mencintai dia..


Pembangunan rumah sudah mulai dilakukan.. dia sering mampir ke rumah yang sedang dibangun untuk bertemu denganku.. suatu hari ,entah kenapa suamiku tiba tiba datang , aku berpura pura saja mengenalkan Bang rizal sepagai mandor disini.. suamiku yang malang itu percaya percaya saja,,hahaha..


Tanpa kusadari dia kembali lagi untuk mengambil ponselnya,sesaat aku dan bang rizal sedang duduk berdempetan sambil mengobrol dan tertawa bercanda..


Suamiku mencurigai bahwa kami mempunyai hubungan khusus.. tapi kujelaskan lagi padanya bahwa kami sedang membicarakan pembangunan ini..


Setelah aku dekat dan mengenal bang rizal. Semakin aku merasakan bosan hidup dengan suamiku yang miskin ini. Sesering mungkin kita jalan sekedar makan malam di cafe..walaupun harus aku menutup salon agak cepat agar aku pulang tak terlalu malam,agar suamiku yang menyebalkan itu tak mencurigaiku lagi. .

__ADS_1


Setiap malam aku selalu bertukar kabar ataupun bercerita manja dengan bang rizal yang membuatku nyaman mengobrol dengannya..


__ADS_2