
" Mungkinkah dia langsung membuka salonnya walaupun sudah tengah hari?," batinku
Saat hendak ingin makan,aku lupa tak ada lauk dirumah karena memang biasanya istriku tak pernah masak. Mungkin karena lelah sudah mengurus salonnya.paling hanya memasak nasi saja, tinggal beli lauk untuk makan. Aku bingung ingin makan apa, tak lama berfikir sepertinya enak makan ayam bakar yang didekat salon istriku. Kan ku belikan juga dia nanti ..
Sesampainya di tempat makan tak lupa aku pesan 3 ayam,satu untukku,satu untuk anakku nanti, dan yah,satu untuk aku antar ketempat istriku..
Kulajukan motor ke arah salon istriku yang tak jauh dari sang penjual ayam bakar tadi. Tapi tak ku sangka ternyata salonnya tutup..kemana dia padahal sudah ku belikan ayam bakar ini,atau mungkin sedang pergi bersama temannya ,ahhh mungkin..
Seperti biasa sampai malam pukul 9 istriku tak kunjung pulang,padahal dia pergi sudah sejak tadi siang. Kucoba menelfonnya agar tak terlalu larut malam untuk pulang. Tapi tak biasanya dia mau mengangkat telfon dariku..
"Hallo dek?" Kuawali panggilan ini
"Iya mas,kenapa?" Jawabnya dari sebrang telefon.
"Kemana saja sudah malam tak pulang- pulang?" Tanyaku
"Iya mas, tadi aku pergi bersama temanku ,mumpung salonnya libur, ini sudah dijalan pulang sebentar lagi sampai".jelasnya
Setelah seminggu kemudian dia bercerita bahwa dia sudah mendapatkan kembali uang yang dipinjam temannya itu, bagaimana bisa? Padahal kan katanya bapak itu mau menyicil untuk melunasi hutang hutangnya..
"Bagaimana bisa dia telah melunasi hutang hutangnya ,sedangkan suaminya temanmu akan melunasinya secara menyicil,?" Tanya ku kebingungan
" emm jadi gini mass,aku dibantu temanku untuk mencari lina dimana keberadaannyaa" jelasnya, ohh namanya lina,karena aku tak pernah mencampuri ataupun membatasi pertemanannya menjadikanku tak tau nama nama temannya ..
"Teruss ternyata dia lagi dikampung nya , tapi sengaja tak mau mengaktifkan telfonnya, karena takut ku tagih paksa,," jelasnya lagi
"Lalu bagaimana bisa dia melunasi hutangnya secepat itu ? Bukankah dia tak punya apa apa untuk melunasinya?" Tanyaku yang masih penasaran
" ya gimana, mau tak mau dia katanya menjual tanah orang tuanya dikampung "jawabnya enteng
"Duh kasian juga ya,dia yang berhutang orang tuanya pula yang harus ikut ikutan. Jadi dibantu siapa kamu mencari si lina itu,??
"Temankuu lahhh,, kau tak perlu tauu ,lagian yang penting ini sudah beres . Dan yah kamu tak kan bisa juga membantuku bukan," jawabnya dengan keangkuhannya
"Lagian ini juga uangku untuk tambahan secepatnya membeli rumah tua dan tanah dipinggir jalan dekat salonku itu" ucapnya
Aku memang aku bisa berbuat apapun ketika membicarakan tentang uang,karena mendapatannya lebih dari ku. Menjadikannya agak meremehkanku,dan tak menghormatiku.
Sekarang aku membeli mobil pickup dengan uang warisan yang diberi orang tuaku dikampung halamanku. Karena semua anak anak orang tuaku sudah diberi warisan tanah ,tapi karena aku sudah tinggal disini menjadikanku diberi uang saja sebagai warisan karena tak mungkin aku kembali ke kampung .
__ADS_1
Dengan mobil pickup ku aku sekarang berusaha menyewakan kalau ada yang mengantar barang ataupun orang orang pindahan..
Setelah istriku membeli sebuah rumah yang sudah tua, jadi otomatis rumah harus di robak.. katanya sekalian dibangun rumah yang dibelakang dan depan untuk salon..agar tak mondar mandir kalau akan berangkat kerja.
Singkat cerita mulai lah dia akan membangun rumah tersebuat,katanya dia dapat tukang dari rekomendasi temennya. Aku tak terlalu ikut campur karena kata istriku dia memoercayai tukang tukangnya itu untuk mengerjakan semuanya.. tapi kenapa setiap berangkat kerja istriku berdandan lebih dari biasanya semenjak ada pengerjaan rumah itu.
Tak seperti biasa aku sepertinya ingin sekalii melihat para tukang tukang yang mengerjakan rumah itu ,kebetulan lewat sehabis mengantar barang akhirnya aku mampir sebentar untuk mengecek pekerjaan para tukang tukang itu. Tapi malah ku dapati istriku juga ada disana bersama siapa dia,tak pernah aku melihatnya,?! .dia terlihat agak muda dariku. Tapi kenapa sepertinya istriku terlihat dekat sekali dengannya.
Ku hampiri mereka yang sedang memantau para pekerja yang berjalan beriringan..
"Assalamu'alaikum dek ," salamku sembari menghampiri mereka
"Wa'alaikumsalam" jawabnya serempak sambil melihat kearahku datang.
"Ehh mas kenalin ini mandor yang mengawasi para tukang, kenalin namanya pak rizal" ucap istriku sambil memperkenalkan sang mandor kepadaku
"Saya rizal,mandor disini" ucapnya memperkenalkan diri seraya menunjukan senyumnya kepadaku
"Danu, suaminya imelda" ucapku juga memperkenalkan diri..
Seusai memperkenalkan diri ku sempatkan bertanya tanya tentang perkembangan pembangunannya yang baru 20% itu..
" loh mah kok belinya banyak banget bukannya mereka udah sistem borongan jadi ga ngurusin makann yah,? " tanyaku bingung dengan apa yang istriku beli
" ooh ini,ya ga apa2 dong pah kan sekali sekali kita perlu bersedekah, biar enak juga makan bareng bareng sama mereka, yuk udah pulang." Jelasnya
Tak sepertu biasanya istriku berubah menjadi sangat baikk seperti ini ,biasanya seperti harimau yang mau menerkam mangsa,Menyeramkan... sudahlah biarkan saja mungkin saja memang dia sudah mau berubah..
Setelah kita makan siang bersama aku menerima panggilan dari pelanggan yang meminta mengantar barang. Aku berpamitan kepada mereka.. aku mengajak istriku untuk kembali bekerja ,tapi katanya dia masih ada hal yang harus dibicarakan kepada mandor untuk pembangunannya seperti yang dia inginkan.
Sudah setengah perjalanan untuk ke tempat pelanggan tadi, baru kuingat bahwa aku tak menemukan hpku ..sudah ku cari cari keseluruh kantong baju ,kantong kantong celana, dan seluruh dalam mobil, tapi nihil.. ku ingat ingat dimna aku meletakkan hpku tadi,baru kuingat ternyata ketinggalan di rumah baru yang akan dibangun tadi.. mau tak mau harus putar balik kembali mengambil hpku ,karena kalau tanpa hp bagaimana nanti menghubungi pelanggan pelanggan yang akan diantar barangnya..
Sesampainya aku kembali ketempat tadi para tukang sudah mulai melakukan pekerjaannyaa. Aku menuju tempat yang hpku kuletakkan tadi. Tak kusangka ternyata istriku dan dengan sang mandor sedang berduan dan seperti bermesraan,. Ya tuhan apa ini, ku hampiri mereka dengan perasaan yang tak karuan.
Ku kontrol emosiku untuk mendekati mereka ,
"Ehm" suaraku berdehem dengan berat supaya mereka menyadari kedatanganku.
Dengan terkejutnya mereka menengok kearahku berbarengan.
__ADS_1
"Sedang apa kalian hah??" Kataku yang dengan nada agak kencang membuat mereka lebih terkejut..
"Kami ga ngapa2in kok pah, ini aku lagi ngejelasin tentang bagaimana letak ruangan ruangannya" jelas istriku dengan wajah pucat
"Ga ngapa ngapain kok berduan ,kaya lagi mesra mesraan gtu, " tanyaku lgi
"Maaf pak kita memang lagi ngebahas letak letak ruangannya kok " kata si rizal sang mandor yang sedari tadi diam..
Ingin kutanya lebih jelas tetapi hpku berkali kali mendapatkan panggilan dari pelanggan,setelah ku terima ternyata mereka menungguku dan menyuruhku agak sedikit cepat ..
Lalu ku ajak istriku keluar agar kembali ke tempat salonnya saja.. dari pada menjadi jadi seperti yang kulihat tadi ..
"Sudah sana balik kesalon lagi, ngapain juga ngejelasin berduan nempel nempel seperti itu tadi," ucapku menyuruhnya pergi..
"Apaan sih pah ,kebiasaan banget tiba tiba marah ,kan sudah ku bilang lagi ngejelasin bangunannya mau gimana" jawabnya dengan wajah sinisnya lalu pergi berjalan ke arah salonnya ..
Setelah ku pastikan dia kembali kesaloonya,segera diriku terburu-buru tancap gass menuju ketempat pelangganku.
*
Alhamdulillah ,Hari ini lumayan banyak pelanggan yang membutuhkan jasaku. Jam sudah pukul setengah 9 malam, setelah menyelesaikan pekerjaan dan akan pulang,, tak lupa aku membeli lauk untukku makan..tak lupa aku membeli jajanan martabak untuk anakku..
Sampainya dirumah jam 9 malam, sudah ku dapati istriku pulang..
Setelah diriku bebersih diri, Kuajaknya makan malam ,katanya dia sudah makan disalonnya tadi dan sudah membelikan anak kita makanan..karena memang kita jarang sekali makan bersama jadi tak menunggu satu sama lain.
Setelah selesai makan ku rebahkan diri ini dikasur dekat istriku yang sedang sibuk dengan gawainya sembari sesekali tersenyum lebar seperti sedang bahagia..ku biarkan saja ,karena nanti jikalau ku tanya, dia akan selalu mengomel.
Ku pejamkan mata ini dari kantuk karena sudah lelahnya badan ini ..
Aku terbangun karena tenggorokanku terasa kering sekali. . Kulihat istriku terjaga dan sepertinya belum tertidur , kulihat jam sudah pukul 01.00 dini hari.. sudah tengah malam dia belum tidur juga.. ku lirik dia yang sedang senyum senyum sendiri menatap layar gawainya..
"Lohh sudah tengah malem kok belum tidur sih mahh " tanyaku dan dia menoleh dengan tersentak kagetnya..
"Eh pah,,ini pelanggan salon wa janjian besok pagi pagi" jawabnya gugup
"Masa janjian harus tengah malem gini?, aneh banget" tanyaku lagi
"Ya kan mendadak jadi seingatnya dia mungkin,yasudahlah aku mau tidur" jawabnya sambil meletakkan hp disamping bantalnya dan membelakangiku ....
__ADS_1