Istriku Ternyata Vampire

Istriku Ternyata Vampire
Bab 29. Vegas Shock


__ADS_3

***


“Awas kau!” Jacob dengan emosi mencoba untuk meraih kerah kemeja Stewart.


Irene memisah agar Jacob tidak melakukan hal buruk kepada sahabat suaminya itu. Meski sekarang identitasnya terbongkar, Irene masih berharap kalau Vegas tidak mendengar perkataan sahabatnya begitu saja dan bisa memikirkan dengan logika. “Kak, hentikan. Aku mohon.”


“Dia sudah keterlaluan dengan mengatakan hal itu dan juga memecahkan semua botol-botol ini!” Jacob emosi karena identitas sebagai vampir diungkap begitu saja kepada Vegas.


“Kenapa? Mau melimpahkan kekesalanmu karena aku sudah membongkar identitas kalian sebagai vampir di hadapan Vegas? Mulai sekarang Vegas dan juga manusia lainnya tidak akan tertipu begitu saja dengan kalian para vampir.” Stewart masih dengan lantang mengatakan hal itu.

__ADS_1


“CUKUP!! Jangan mengatakan hal-hal yang tidak bermutu lagi meski kamu adalah sahabatku. Aku tidak akan bisa mentoleransi hal ini. Lalu, kamu, Kakak ipar, tolong pergi dahulu dari rumah ini karena aku tidak mau adanya kekacauan. Maaf kalau makan malam hari ini menjadi kacau seperti ini,” kata Vegas yang tidak tahu mengapa merasa masih bingung antara mau mempercayai perkataan sahabatnya atau tetap membela istri saja kakak iparnya.


“Vegas! Kamu selama ini sudah ditipu oleh mereka kalau tidak percaya kepadaku meski sudah ada bukti nyata mereka meminum darah, maka maksa aku lakukan ini.” Stewart mengeluarkan semacam senter kecil dari sakunya yang ternyata mengeluarkan cahaya UltraViolet atau semacam sinar matahari.


Saat mengenai tangan Jacob, pria itu kesakitan dan langsung menyeringai. Saat itulah gigi taring Jacob terlihat dan matanya mulai berubah seperti vampir. Itu merupakan efek samping dari perlindungan diri karena hampir terpapar sinar matahari. Meski dalam bentuk senter, Stewart melakukan dengan baik dan membuat Jacob terbongkar penyamarannya. Jacob pun pergi dari rumah itu dengan cepat saat keluar dari kaca jendela.


“Kakak ipar?” Vegas terkejut melihat hal itu dengan mata kepala sendiri tanpa berhalusinasi. Tubuhnya gemetar begitu saja karena apa yang selama ini dikatakan oleh sahabatnya ternyata benar.


“Jangan mendekat!! Apa benar yang Stewart katakan? Apakah kamu juga seorang monster yang disebut vampir penghisap darah seperti yang dikatakan oleh sahabatku? Apakah sebuah keluargamu dan kolega keluargamu merupakan monster? Mengapa kamu menipuku seperti ini, Irene?!” Vegas yang ketakutan dan merasa kecewa pun melontarkan perkataan yang menyakiti hati Irene.

__ADS_1


Irene pun menangis. Tak bisa menjelaskan apa-apa karena semua percuma. Saat seseorang kecewa dan juga marah maka percuma saja menjelaskan segala sesuatu tidak akan didengar. Irene pun pergi meninggalkan Vegas yang terpuruk.


Stewart merasa senang sudah bisa membuktikan apa yang dia pikirkan selama ini adalah benar. “Aku sudah mengatakan kepadamu beberapa kali, tapi kamu tidak percaya kepadaku. Aku tidak akan meninggalkanmu terpuruk seperti ini, kawan. Kamu layak mendapatkan yang jauh lebih baik daripada vampir itu.”


Vegas hanya diam dan meneteskan air mata dalam kondisi tubuhnya gemetar. Dia tidak menyangka kalau selama ini orang yang dicintai merupakan seorang vampir. Vegas tidak tahu lagi harus berkata apa karena syok. Dia sangat mencintai Irene, tetapi tidak menyangka kalau vampir benar-benar ada dan ternyata istrinya adalah vampir. Vegas terpukul dengan hal itu.


“Aku tidak percaya ini. Pasti ini mimpi. Aku tidak percaya ini. Istriku .... Ternyata vampire .... Irene ....” Vegas menangis tersedu-sedu. Merasa nyeri tak terkira di jantungnya karena menahan kesedihan yang mendalam. Bagaimana mungkin cinta menjadi hal yang menyakitkan seperti ini?


Stewart hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa lagi melihat sahabatnya menangis tersedu-sedu sambil beberapa kali memukul tubuhnya sendiri. Stewart yang awalnya merasa senang bisa menunjukkan sesuatu yang selama ini dianggap sebuah hal yang salah, justru sekarang merasa tak enak hati. Dia baru kali ini melihat Vegas menangis tersedu-sedu seperti itu dan benar-benar merasa sakit. Stewart sebenarnya khawatir dengan kondisi Vegas dan takut kalau sahabatnya menjadi korban selanjutnya karena ada beberapa kasus berantai yang terjadi.

__ADS_1


****


__ADS_2