Istriku Ternyata Vampire

Istriku Ternyata Vampire
Bab 33 – Satu Rasa Cinta


__ADS_3

****


Sesampainya di kediaman Vegas, terlihat kalau Jacob bersama kedua orang tuanya sudah menunggu dengan khawatir di dalam rumah. Melihat Vegas membawa Irene kembali membuat keluarga Stanly merasa bahagia dan senyum mereka mengembang di wajah.


“Irene!”


“Bagaimana kondisi Irene sekarang?”


“Irene, apakah kamu baik-baik saja?”


Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari Keluarga Stanly. Vegas tersenyum menatap mereka yang terlihat begitu peduli hingga datang ke rumah Vegas untuk mengetahui bagaimana kondisi Irene. “Irene baik-baik saja. Terima kasih sudah-”


Plak!!

__ADS_1


Suara itu membuat keadaan hening. Tuan Stanly tidak senang dengan hal ini karena Vegas sempat membuat Irene hampir mati karena apa yang terjadi kemarin. “Apakah kamu sadar kalau tindakanmu dan juga ucapan yang kamu katakan tempo lalu bisa saja membahayakan nyawa Irene? Putriku satu-satunya bisa saja meninggal ataupun musnah hanya karena orang sepertimu!”


“Maafkan aku, Tuan Stanly. Aku waktu itu terlalu terkejut dan bingung dengan apa yang dikatakan oleh sahabatku sehingga tidak berpikir lebih panjang lagi dan tidak tahu tentang rahasia perasaan kaum kalian. Jacob yang memberitahuku tentang hal itu dan aku langsung mencari Irene.”


Tentu saja Vegas merasa bersalah dengan hal ini karena memang dia tidak berpikir panjang dan terlalu syok dengan kenyataan yang ada. Tidak bisa dipungkiri bahwa satu rasa cinta dalam hati Vegas hanya untuk Irene dan sebaliknya juga satu rasa cinta di dalam hati Irene hanya untuk Vegas.


“Pa, tolong jangan seperti ini kepada Vegas karena aku bisa selamat atas darah yang diberikan Vegas kepadaku. Lihat tangan kirinya masih membekas luka sayatan karena memberikan darahnya untuk membuatku bertahan hidup. Pa, aku mohon jangan membuat semua ini semakin rumit.” Irene yang sudah memiliki daya dan tenaga untuk bicara akhirnya membela Vegas dan tidak mau kalau keluarganya salah paham dengan hal ini.


***


Seminggu kemudian ....


Stewart memberanikan diri untuk datang ke rumah Vegas dan meminta maaf kepada Vegas serta Irene secara langsung. “Vegas, Irene, butuh waktu yang cukup lama agar aku memiliki keberanian datang ke sini dan meminta maaf kepada kalian. Aku tidak bisa berharap banyak untuk dimaafkan oleh kalian karena kesalahanku cukup fatal. Aku sama sekali tidak tahu kalau kaum vampir bisa saja meninggal atau musnah jika patah hati atau cintanya bertepuk sebelah tangan. Aku sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu. Aku secara pribadi meminta maaf kepada kalian berdua dan berharap semoga cinta kalian tetap bisa bersama.”

__ADS_1


Stewart merasa sangat bersalah dengan hal itu. Dia juga tidak tahu lagi apakah masih pantas dianggap sebagai sahabat dari Vegas. “Aku tidak berharap banyak dan tidak berharap untuk dimaafkan karena kesalahanku fatal.”


“Stewart, aku mau memaafkan kamu. Kamu tetap akan menjadi sahabatku.” Vegas menyambut sahabatnya dengan baik karena dia tahu sebenarnya niat Stewart mengatakan hal itu bukan untuk kejahatan melainkan untuk menyadarkan pegas kalau yang dinikahi memang bukan manusia. Sebenarnya bekas paham karena Stewart kalau Vegas mengalami hal buruk.


“Aku juga memaafkan kamu dan kamu tetap boleh menjadi sahabat dari Vegas. Justru karena kamu, satu rasa cinta yang dirasakan oleh Vegas dan juga aku semakin bertumbuh dan kuat. Mungkin kalau tidak ada kamu, semua ini belum tentu bisa terjadi.” Irene juga memaafkan apa yang dilakukan oleh Stewart.


“Ya, kalau kamu tidak bilang, mungkin aku tidak akan tahu kalau Istriku Ternyata Vampire.” Vegas tersenyum lalu memeluk tubuh Irene dengan erat seolah-olah tidak mau lagi terpisah.


Kebahagiaan akan selalu hadir di mana saja bagi orang yang mau menerima kelemahan dan kelebihan pasangannya. Menuntut tidak akan membawa kebahagiaan. Menerima dan saling mengerti akan membuat pondasi cinta semakin kuat. Seperti kisah cinta Vegas dan Irene akan menjadi satu dari sekian kisah cinta sempurna nan indah, meski beda dunia.


****


The end

__ADS_1


__ADS_2