
Malam hari di rumah brian.
Brian,mama boleh nanya.
Boleh ma.
Iffah masuk jurusan apa.
Yg brian dengar iffah masuk jurusan IPA.
Wah hebat itu brian,jurusan IPA itu merajai
semua bidang pekerjaan.
Iya ma.
Gak nyangka mama punya menantu yg hebat seperti iffah.
Ah mama terlalu memuji.
Memang kenyataannya seperti itu kan,udah cantik,sederhana,pinter lagi gak kayak itu tuh si milkha.
Udah lah ma,jangan membanding-bandingkan orang tidak baik.
Brian entah kenapa mama merasa nyaman jika ada iffah di rumah ini.
Iya ma.
Brian kenapa rencana kalian menikah tidak dimajukan saja.
Iffah masih sekolah ma.
Tapi sebentar lagi kan lulus brian waktu setahun itu tidak lama.
Tapi brian ingin memberikan kebebasan pada iffah agar iffah bisa kuliah atau bekerja ma.
Tidak usah bekerja jauh-jauh brian,minta saja iffah jadi asisten kamu daripada kamu harus menggaji orang lain.
Brian bicarakan dulu sama iffah ya ma.
Jangan hanya pada iffah saja brian,tapi pada orang tuanya juga.Nanti dikiranya kamu ingin memperbudak iffah.
Iya ma.
Hari minggu di alun-alun blambangan.
Kak iffah capek.
Ya udah kita istirahat dulu.
Mereka pun duduk berselonjoran di tanah.Tanpa disengaja iffah melihat sosok yg selama ini sangat dibencinya,dan iffah langsung mencengkeram lengan brian,dan bersembunyi di belakang brian,wajah iffah berubah pucat pasi.
Iffah kamu kenapa.
Kak iffah takut.
Badan iffah tiba-tiba berkeringat dingin,dan menggigil.
Iffah kamu kenapa.
Kak brian ayo kita pergi dari sini.
Sementara itu dari arah berbeda iman terlihat mengikuti park shin hye.Karena iman sudah melihat iffah dan brian sedang duduk di tengah alun-alun bersama orang lain,dan iman sangat mengerti dg sifat park shin hye.Iman khawatir jika shin hye membuat ulah lagi dan itu akan membuat iman semakin merasa bersalah pada iffah,selama ini iman selalu melindungi iffah dari jauh agar iffah bahagia,meski di hatinya ada rasa sakit.
Kita gak beli sarapan dulu iffah.
Enggak kak ayo buruan kak.
Iffah menarik lengan brian dan berlari.Tanpa sengaja iman bertabrakan dg iffah dan brian.
Maaf kak,aku gak sengaja.
Maafin kami,kami gak sedang terburu-buru.
Kamu....
Siapa dia iffah.
Dokter cepatlah bawa iffah pergi dari sini.
Iya tapi kamu siapa.
Sudahlah dokter cepatlah iffah semakin pucat dan menangis.
Oke,kamu tunggu di sini aku akan mengantar iffah ke mobil.
Iya saya tidak akan kemana-mana.
Setelah mengantar iffah ke mobil,brian kembali ke tempat di mana brian bertemu dg iman.
Maaf jika saya menyuruh anda menunggu di sini.
Tidak mengapa dokter.
Saya boleh tanya.
Kenapa saya menyuruh anda segera membawa pergi iffah.
Iya.
Baiklah ini mungkin menyakitkan bagi anda.
Maksud anda,saya tidak mengerti.
Saya dulu pernah dekat dg iffah kami saling mencintai,namun sama-sama malu untuk mengungkapkan perasaan kami.Namun karena kesalahan saya iffah harus menderita dan jadian dg cowok berengsek itu.
Apa orang tersebut ada di sini.
Iya tadi saya mengikutinya karena saya sudah melihat dokter dan iffah lebih dulu,sedangkan jarak cowok brengsek itu sudah dekat dg tempat anda duduk tadi.
Terima kasih anda sudah menolong tunangan saya.
Itu sudah tugas saya,saya tidak ingin iffah tersakiti lagi.
Oh iya kita belum kenalan,saya brian.
Saya iman.
Bersalaman.
Boleh saya minta nomer kamu iman.
__ADS_1
Boleh,tapi buat apa dokter.
Untuk meminta bantuan jika suatu hari saya membutuhkan pertolongan kamu.
Baiklah saya paham arah pembicaraan dokter.
Tidak usah memanggil saya dokter panggil saja kakak.
Ah tidak dokter,menurut saya itu kurang sopan.
Kurang sopan bagaimana iman,apa aku terlihat memakai celana saja tanpa baju.
Ah dokter,baiklah jika itu kemauan dokter,dokter saya ingin memberitahukan sesuatu.
Apa itu.
Iffah juga merasa tidak nyaman jika berdekatan dg saya.
Tidak apa-apa iman,aku yakin seiring waktu berjalan iffah akan melupakan rasa sakit itu dan dia akan memandang kamu sebagai sahabatnya dulu.
Terima kasih kak.
Sama-sama.
Ya sudah aku harus kembali takutnya iffah kelamaan nunggu.
Iya kak,hati-hati.
Keesokan harinya di sekolah.
Fah gimana kemarin cfd nya.
Seru sih tapi....
Tapi kenapa fah.
Aku kemarin ketemu sama iman.
Apa kamu bilang fah.
Iya rey,sis aku kemarin ketemu sama iman dia juga olahraga di sana.
Gimana ceritanya fah.
Kemarin aku sama kak brian gak sengaja bertabrakan saat jalan.
Terus fah.
Iman menyuruh kak brian dan aku pergi secepatnya dari sana.
Kenapa fah kok iman gitu.
Aku gak tau,mungkin dia masih marah sama aku.
Gak seharusnya dia yg marah sama kamu fah,seharusnya kamu yg marah sama dia.
Biarin aja sis aku sudah capek.
Tapi kemarin kak brian balik lagi ke tempat dimana,aku dan kak brian tabrakan.
Aku tau apa yg dibicarakan oleh mereka.
Biarlah rey,aku sudah gak peduli lagi sama iman.
Fah reyhan mana kok gak ikut ke sini.
Tau tuh katanya ada yg ketinggalan di kelas.
Ya udah kita ngantri dulu yuk.
Ayo,sekalian kita ambilkan jatahnya reyhan ya sis.
Oke deh.
Sementara itu di kelas reyhan menerima telpon dari brian.
Iya hallo brian ada apa.
Apa iffah sudah cerita ke kamu rey tentang kemarin.
Iya brian,iffah tadi cerita ke aku sama siska.
Kamu tau siapa yg menyuruh kami pergi.
Kami tau brian,tapi kami belum tau alasannya kenapa iman menyuruh kalian pergi dari sana.
Iman sedang mengikuti shin hye.
Apa shin hye maksud kamu mantan iffah yg sudah membuat iffah menderita penyakit langka.
Iya rey,dan shin hye hampir mendekati kami saat kami istirahat.
Lalu apa yg terjadi brian.
Iffah sudah melihat shin hye lebih dulu,dia menggigil dan pucat sekali.
Brian iffah tidak tau jika iman ingin melindunginya,iffah mengira iman masih marah padanya.
Iya aku ngerti iffah kenapa begitu,dan iman memintaku untuk tidak memberitahukan pada iffah jika iman selama ini selalu melindungi iffah jika shin hye ada di dekatnya.
Kenapa tidak kita temukan saja mereka berdua brian,agar masalah mereka cepat selesai.
Aku rasa itu bukan solusi yg tepat rey.
Aku sudah kerja sama dg iman jika iman melihat shin hye di dekat sekolah iffah aku akan menghubungimu.
Ah syukurlah,jadi kita bisa melindungi iffah bersama-sama.
Ya sudah aku akan mengirimi kamu foto shin hye agar kamu selalu siaga di dekat iffah,ajak juga siska rey.
Iya tenang aja brian aku akan melakukannya demi orang yg kita cinta dan aku akan mengajak siska,jika perlu aku akan melaporkan pada guru BP.
Terima kasih rey,gak salah iffah ada di dekat kamu,aku sungguh mempercayai kamu rey.
Sama-sama brian memang sudah tugasku.
Semenjak bertemu dg iman di cfd alun-alun blambangan iffah tidak mau diajak olahraga lagi.Zuni sangat cemas memikirkan iffah.
Iffah kenapa kamu gak mau ke cfd lagi.
Iffah gak mau kak,kalau harus ketemu dg iman.
__ADS_1
Kenapa kamu kan sudah jadi milik brian iffah.
Enggak kak,iffah gak mau.
Iya kak zuni tau kamu gak mau ketemu iman lagi,tapi kenapa fah.
Kak,kenapa rasa ini masih ada di hati iffah kak padahal iffah sudah jadi milik orang lain.
Fah cinta kamu dan iman itu adalah cinta pertama,dan cinta pertama itu memang susah dilupain.
Tapi iffah tersiksa kak,kenapa hati ini masih terasa sakit,iffah sudah tidak sanggup lagi kak.
Iffah mulai menangis dan zuni memeluk iffah.
Biarkan rasa sakit itu tetap ada di hati kamu fah,sembuhkanlah luka hatimu dg caramu sendiri.Memang itu butuh proses dan waktu yg cukup lama,tapi dg berjalannya waktu luka di hatimu akan sembuh.Jangan kamu paksakan untuk mengobatinya,obatilah dg pelan-pelan dan suatu hari nanti ingatlah akan luka itu dan proses menyembuhkannya.Dan itu akan membuatmu belajar dari masa lalu dan kenangan pahit kamu.
Apa iffah sanggup dan cukup kuat kak.
Kak zuni yakin iffah sanggup dan cukup kuat menjalaninya.
Dua minggu kemudian akhirnya iffah mau diajak ke cfd lagi.
Fah kita sarapan yuk.
Ayo kak,kita sarapan nasi rawon ya kak di kedai itu tuh di depan.
Oke ayo.
Mereka pun berjalan menyeberangi jalan menuju kedai nasi rawon.
Permisi bu kami pesan nasi rawon satu nasi pecel satu ya.
Iya silahkan duduk dulu mbak,mas.
Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang.
Bu ini pesanan kerupuk ikannya tiga kantong kresek kan.
Oh iya kamu tata di nampan ini saja lalu kamu tata di meja ya.
Oh iya,kelihatannya kedainya rame ya banyak pengunjung ya bu.
Alhamdulillah shin hye untung saja ibu sudah langganan kerupuk sama kamu,jadi ibu gak khawatir lagi jika kehabisan kerupuk.
Di saat shin hye menata kerupuk di nampan dan menatanya di meja tidak sengaja shin hye melihat iffah dan brian sedang asyik makan berdua.
Siang iffah wah kamu keren ya,setelah putus dari aku kamu langsung dapat penggatinya cakep lagi.Tapi masih cakepan aku sih,oh iya ini sudah korban ke berapa.
Iffah yg tengah asyik makan langsung melotot dan wajahnya pucat pasi.
Oh iya kamu pacar barunya iffah ya,yg ke berapa aku kasih tau ya iffah itu play girl suka mainin cowok.
Kamu jangan ngaco shin hye,bukannya kamu ya yg selalu menyakiti aku.
Apa gak salah dengar aku fah.
Kak ayo kita pergi dari sini.
Iffah tidak mempedulikan shin hye yg tertawa penuh kemenangan,iffah langsung berlari meninggalkan makanannya.
Bu uangnya saya taruh di meja kembaliannya ambil saja ya.
Iya mas makasih.
Shin hye kamu tuh ya.
Apa emang benar kan ha....ha....ha....
Brian mengejar iffah yg terus berlari tanpa melihat jalanan yg mulai ramai,dan brian melihat ke arah yg berbeda ada sebuah mobil sedan yg melaju kencang.
Iffaaaaah awaaaaas.
Tiba-tiba ada yg memeluk iffah dan mendorong iffah ke pinggir.
Aw....sakit.
Iffah kamu gak papa.
Iman.
Pengendara sedan itu langsung keluar dan memastikan iffah tidak apa-apa.
Bang maafin saya,saya buru-buru.
Iya gak papa lain kali hati-hati bawa mobilnya.
Iya sekali lagi saya minta maaf bang.
Brian langsung menghampiri iffah.
Ah iman,syukurlah ada kamu.
Kak tangan iffah berdarah.
Itu kan lukanya di bekas luka kebakaran itu.
Kak sakit.
Iya tahan sebentar,apa kamu bisa jalan.
Sebentar iffah coba ya kak.
Iffah mencoba berdiri,namun iffah sudah limbung dan jatuh pingsan.
Kak brian kita bawa ke rumah sakit kak.
Baik kamu ikut ya iman.
Iya kak.
Tolong kamu bukakan mobil saya iman.
Menggendong iffah menuju mobilnya.
Iman kamu masuk dulu,kamu pangku kepalanya dan kamu ikat pergelangan tangan iffah dg ini.
Menyerahkan selembar kasa.
Baik kak,kak brian nyetirnya yg tenang ya.
Iya iman,makasih sudah mengingatkan saya untung aja ada kamu.
__ADS_1
Iffah dibawa ke RSUD Blambangan.