jalang yang di khitbah anak kiyai

jalang yang di khitbah anak kiyai
Cahaya Arunika


__ADS_3

Seorang gadis tengah menyesap batang rokoknya sambil menunggu adzan Maghrib usai.


"mbak, Kila belum bayar spp sekolah, udah di tagih sama kepsek katanya kalau gak bayar kila gak ikut ujian" ucap seorang gadis remaja bernama syakila kepada kakaknya.


" iye gue cari, Lo belajar aja buat besok ujian" Cahaya langsung saja mengambil tasnya dan pergi dari rumah untuk mencari uang.


" tuh liat si Cahaya pasti dia mau melo*t* " ucap ibuk ibuk julit tentangga cahaya.


" iya ya sayang banget cantik cantik kerjanya nemenin laki orang" ibu ibu yang lain ikut menimpali.


Cahaya terus saja berjalan tanpa memperdulikan celotehan ibuk ibuk rempong dikampung nya sambil menyesap satu batang rokok.


" mang angkot" cahaya menaiki angkot untuk pergi ke tempat tujuannya.


Gadis seksi itu sudah sampai di sebuah klub malam yang cukup ramai, saat masuk dentuman musik saling bersahutan bersamaan dengan itu minuman minuman keras mendampingi orang orang yang berjoget ria.



kira kira begitu lah kondisi tempat kerja cahaya


" tumben awal ca, lagi butuh duit ya" ucap Siska sahabatnya sekaligus teman kerjanya sambil menarik turunkan alisnya.


" bego Anying, kalo ke sini ya pasti butuh duit lah" Siska hanya terkekeh rendah mendengar jawaban cahaya.


" butuh berapa" tanya Siska.


" 5 juta" Siska membulatkan matanya saat mendengar nominal itu.


"yang bener aja Lu, kalo mau segitu jual perawan Lo mau?" dengan cepat cahaya menggeleng kan kepalanya tanda tak mau.


"Ca, ada pengusaha kaya tuh siapa tau Lo mau ambil gih samperin" ucap mami tiba tiba datang.


mami adalah orang yang menampung para wanita seperti Cahaya dan Siska.


" gue ga ada?" tanya Siska


" Lo ada entar masih di jalan" Siska hanya mengangguk iya.


" mam gue butuh duit buat adek gue besok, bisa gak nanti kasih gue lebih" Cahaya berharap mami akan memberikan nya.


" tenang aja khusus Lo gue kasih lebih soalnya gara gara Lo klub gue ramai terus" memang benar cahaya sudah bekerja sama dengan mami dari klub itu baru di bangun Hingga sekarang.


" ummmm makacihh mami" cahaya langsung saja memeluk mami erat.


"lepasin gue anj*" begitulah walaupun mami kasar tapi dia Sudah menganggap cahaya adiknya sendiri.


"cepetan sana samperin klien nya ntar kabur"


" iya iya... bawel Lo" cahaya pergi ke ruang VIP yang terdapat di lantai 2 tempat nya pengusaha pengusaha kaya datang.


" hayy omm" ucap cahaya genit yang langsung duduk di samping pria yang sudah terlihat agak tua tapi berbau uang, dengan satu pria muda di depannya.


" heyy juga cantik, seperti biasa Caca saya sangat seksi setiap harinya" pria tua itu mulai merangkul pinggang ramping milik cahaya dan mengecup pipi cahaya.


" bisa kita mulai kerja samanya"


cahaya melirik pria yang ada di depan mereka.


menurut cahaya agak aneh karena pria itu menundukkan pandangannya sedari tadi.


" santai lah dulu tuan, mari bersenang senang dengan para wanita di sini" ucap om Burhan yang masih merangkul pinggang cahaya.


cahaya menuangkan segelas minuman alkohol lalu di berikannya ke lelaki itu.


" tidak" katanya dengan menaikkan tangan kirinya.


" saya bukan pezina seperti mu tuan, tubuh saya sangat mahal untuk di sentuh wanita sembarangan" kata pria itu yang melirik cahaya sekilas.


" Sialan,nih cowok belagu banget" monolognya cahaya dalam hati.


"oh iya saya lupa kamu anak dari kiyai besar hahaha"


" cepat tanda tangani dokumennya, saya tak mau berlama lama di sini" pria tua itu langsung saja menandatangani kontrak kerja sama itu cepat, dia tak mau jika harus berdebat dengan laki laki di depannya.


" terimakasih, Assalamualaikum" laki laki itu dengan cepat melangkahkan kakinya dari sana.


" siapa sih om, sok alim banget" kesal cahaya

__ADS_1


" biasa dia itu orang yang tidak bisa menikmati hidup" mereka berdua tertawa bersama.


Pria tua itu mulai membelai wajah cahaya juga meraba tubuh gadis itu, cahaya hanya diam menikmati sentuhan pria tua itu.


"saya minta bibir ini boleh ya..." Cahaya menggeleng cepat dia tak akan membiarkan bibir nya di jamah pria manapun.


" kan sudah tertulis di perjanjiannya om, kalau saya cuman boleh nemenin om tono paling jauh ya begini tidak boleh lebih,ingat ya no bibir no intim" jelas cahaya.


" selalu saja begitu, padahal saya sangat ingin merasakan bibir mu" ucap om Tono sensual sambil meremas bokong cahaya kuat.


" akhh om Tono" cahaya sengaja mendesah agar Tono lama dengan nya, semakin lama waktu nya semakin banyak uangnya.


"****** ku yang manis, lihatlah di bawah sudah berdiri karena suara mu itu" Tono menuntun tangan cahaya menyentuh ***** nya.


"masa sih om" cahaya ikut menggesekkan tangannya di celana pria tua itu.


" ahhhh ca..." tono sudah merem melek padahal baru di sentuh.


" ayo Caca bantu om tapi kasih tip ya..." ucap cahaya mengambil kesempatan emas.


" akan ku berikan 1 juta untuk mu tapi puaskan aku dengan tangan gila mu itu" cahaya langsung tersenyum lebar.


Tono sudah tau kalau cahaya tidak mau jika harus berhubungan intim.


" oke" dengan cepat cahaya membuka resleting Tono dan mulai bermain di sana.


sedangkan Tono sudah ke enakan menikmati pijatan itu sambil tangannya meremas payu dara cahaya.


" sttt om... " cahaya menikmati remasan itu dia malah semakin menekan tangan Tono agar semakin kuat meremasnya.


tak akan ada yang mendengar apa yang mereka lakukan di dalam karena memang ruangan VIP kedap suara.


jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, cahaya sudah turun meninggalkan Tono yang sudah mabuk berat.


Namun saat akan beranjak dirinya menemukan tasbih yang sangat indah di tempat lelaki tadi duduk, tasbihnya sangat wangi.


cahaya memasukkan tasbih itu ke dalam tasnya.


cahaya sudah turun dia melirik Siska yang Sedang duduk sendirian dekat barista.


" gimana ca" tanya Siska


" gilaaa merah gak tuh kertasnya hahaha" mereka berdua duduk sambil meminum bir dan merokok sambil menunggu pelanggan yang akan mereka layani selanjutnya.


mami datang dengan senyuman manisnya, ini lah yang cahaya tunggu.


" gila keren banget anak buah gue atu ini, sampai si Tono bayar mahal Lo" mami memberikan sebagian uang itu ke cahaya lalu pergi meninggalkan mereka, selanjutnya mami akan memantau anak buahnya yang lain.


" Lo gimana sis" tanya cahaya.


" tenang aja gue mah lebih dari Lo" cahaya hanya geleng geleng kepala.


" nih ya kalau Lo mau jual perawan Lo itu pasti mahal harganya coba deh" mendengar penuturan Siska, cahaya meminum bir nya


" Lo aja gue nggak, udah janji sama diri sendiri" Siska paham lalu berusaha mengalihkan pembicaraan.


" oh ya kek nya tadi ada orang ganteng keluar dari ruangan Lo itu"


" maksud Lo orang yang nunduk ya" Siska mengangguk pertanda iya.


"ganteng ya ca... gimana bentuk nya bagus gak" Cahaya memutar bola matanya malas.


" dia aja minum bir gak mau apalagi liatin barang nya" cahaya jadi teringat dengan suara lelaki itu yang mengatakan dirinya mahal.


"tuh kan udah gue dugong pasti dia gak kaya begitu" cahaya menoleh ke Siska maksud nya apa.


" dia itu anak kiyai kondang kampung sebelah, kerja di kota punya perusahaan besar di sana" jelas Siska yang malah membuat cahaya tambah bingung.


" siapa?" tanya nya.


" ya Allah ya Rabbi masa ga tau"


" masih inget tuhan Lo? gue kira udah murtad" cahaya terkekeh sendiri.


" biar di kata ***** gue masih inget tuhan gak kaya Lo, solat aja nunggu lebaran itu pun kalau inget" sindir Siska.


" yaela ga usah di perjelas juga keles"

__ADS_1


" ca lo bener gak kenal kah" cahaya malah mengedikkan bahunya tanda tak tahu.


"itu loh si Gus anak kiayi Ibrahim anak sulung nya yang pernah ngasih Lo es krim waktu bapak Lo meninggoy" cahaya tersedak dengan minumannya.


Dia kaget apa lelaki itu adalah pemuda yang pernah menjadi pujaan hatinya waktu kecil kenapa wajah nya berubah, sekarang wajah nya sudah tak kyutt lagi tapi menakutkan.


" OMAYGATT beneran sis?" tanya nya tak menyangka.


"ho'oh beneran, kan gue ikutin akun Instagram perusahaan nya kalau akun dia kek nya ga ada" cahaya mengerti setelah mendengar penjelasan sahabat nya.


"dia bukan type gue" gumam cahaya pelan.


"Gimana ca masih suka sama pemuda kyut Lo itu?" cahaya menggeleng.


" why? dia itu Its very very tampan masa ga suka lagi" heran Siska.


" kan gue sukanya dulu waktu gue masih kecil anjir, waktu itu juga gue masih maen masak masakan ame lu" benar juga pikir Siska.


" hehehe iya gue kira masih suka"


" dah ah, udah jam 1 gue pulang duluan" cahaya langsung menyambar tasnya lalu pergi untuk pulang ke rumah.


Di perjalanan cahaya berhenti di warung tempat jual nasi goreng, dia beli sekitar 4 bungkus nasi untuk nya dan ketiga adiknya.


" akhirnya ada juga duit buat bayar spp" ucapnya merasa bersyukur.


" adek adek gue gak boleh kayak kakak nya, mereka harus sekolah yang benar. cukup gue aja yang bodoh dan buta huruf tapi adek adek gue jangan" gumamnya menyemangati dirinya sendiri.


setelah turun dari angkot dirinya berjalan kaki menyusuri jalan rumahnya.


"assalamualaikum" ucapnya membuka pintu pelan takut adek nya sudah tidur semua.


" walaikumsalam mbak, gimana mbak udah dapet?" tanya syakila hati hati.


" tenang aja kila, mbak udah dapet lebih malah" ucapnya tersenyum bangga.


sang adik begitu senang mendengar nya, akhirnya dirinya bisa belajar dengan tenang.


" pasti laper habis belajar ya kan?"


" hehehe iya"


" ya udah makan dulu, ini mbak belikan nasi goreng kesukaan mu. ayo panggil adek adek mu" mata syakila berbinar saat melihat kresek berisikan nasi goreng, dia lantas membangun kan kedua adiknya untuk makan.


keempat adik beradik itu makan di lesehan dapur dengan lahap.


" ikhwan udah juz berapa ngajinya" tanya cahaya ke adiknya yang no 2 di sela makan mereka.


" udah juz 15 mbak, tapi ustad Yusuf udah gak ngajar lagi soalnya dia mau pindah ke Sulawesi lusa" jawab sang adik sedih.


ikhwan itu berumur sekitar 12 tahun masih bocah kelas 6 SD yang sebentar lagi akan masuk SMP, sedang syakila berusia 15 tahun sudah kelas 3 SMP sebentar lagi akan menginjak masa SMA. Dan adik cahaya bernama sanam paling kecil usianya 10 tahun masih SD juga.


" jadi gimana dong masa mau berenti ngaji" cahaya tak ingin adiknya berhenti mengaji gara gara ini.


" mbak di kampung sebelah ada pesantren kenapa gak di masukin di sana aja Ikhwan sama sanam nya," saran syakila.


" emang boleh ya cuman ngaji doang?" syakila mengangguk iya.


" iya mbak lagian cuman ngaji gpp kalau gak jadi santri juga" cahaya mengerti


" oh ya? kalau gitu besok pagi mbak daftarin kalian berdua ya" Ikhwan dan sanam mengangguk tanda setuju.


adik adik cahaya sudah kembali tidur ke kamar setelah selesai makan, sedang cahaya tengah melamun di ruang tamu.


"besok udah waktunya bayar kontrakan, beras udah abis bawang juga" seperti itu lah pikiran cahaya setiap harinya.


dia sudah seperti seorang janda beranak tiga, padahal dirinya masih seorang gadis muda yang seharusnya menikmati hidup malah memikirkan besok mau makan apa.


" semoga aja cukup...." helaan nafas lelah terdengar setiap malamnya.


Cahaya sudah ditinggal oleh ayahnya saat usianya baru 10 tahun.ayahnya meninggal karena serangan jantung, dan ibunya? ibu cahaya sudah bercerai dengan ayah cahaya saat usianya 5 tahun, ibunya lebih memilih bersama dengan selingkuhannya. Setelah ayahnya meninggal, bukannya mengurus cahaya sang ibu malah menitipkan aibnya ke cahaya berupa balita kecil yang di beri nama syakila oleh cahaya.


ibunya menitipkan syakila karena suami baru ibunya itu sudah menceraikan ibunya jadilah sang ibu ingin hidup bebas tanpa beban anak.


3 tahun kemudian sang ibu baru datang dan membawa lagi seroang bayi laki laki yang imut dan di berikan ke cahaya lagi katanya sebentar tapi setelah 2 tahun baru kembali lagi dengan anak bayi lagi untuk di urus cahaya.


Hingga sekarang ibu cahaya tak di ketahui keberadaan nya, cahaya tak ambil pusing dengan tingkah ibunya itu sekarang dia hanya fokus kepada adik adiknya.

__ADS_1


"buk, kapan pulang nya....cahaya butuh ibuk" itu lah yang selalu di ucapkan cahaya di setiap malam nya.


tanpa sadar gadis malang itu tertidur pulas di ruang tamu dengan beralas tikar dan satu bantal, karena memang kontrakan kecil mereka hanya ada satu kamar.


__ADS_2