
Keesokan harinya kabar begitu cepat tersebar seperti wabah,menjalar hingga kemana mana.
Kabar tentang hubungan terlarang yang terjalin antara Gus Zaidan dan cahaya menjadi trending topik di pesantren Al madaniyah hari ini.
Entah dari mana mereka tahu tentang masalah ini.
" Saya ndak sangka ya Gus Zaidan seperti itu, rela lebih pilih ****** dari pada Ning Arum yang jelas jelas penghuni surga"
Masih banyak lagi omongan omongan yang terlontar dari mulut para santri padahal itu sudah termasuk fitnah.
Bukan hanya Zaidan dan keluarga nya yang malu, cahaya juga merasakan hal yang sama, jika sebelum nya para tetangga yang menggunjingnya kini seluruh masyarakat mencemooh cahaya dan men cap nya sebagai wanita neraka.
" Mas kenapa semua orang berkata buruk seperti itu, Izzah jadi sedih dengar nya"
" Biarkan saja, jika mendengar ucapan manusia tidak akan ada habisnya biarkan mereka memfitnah sampai lelah" ucap Gus Zaidan pasrah.
Anggota keluarga kiyai Ibrahim tengah bersantai di halaman belakang.
" Membuat manusia terus terusan memfitnah kita itu juga tidak baik anakku,kita juga salah membiarkan mereka memfitnah dan menjadikan sesuatu yang salah menjadi kebenaran di mata mereka" terang Abah.
"Lalu Zaidan harus apa bah, Zaidan bingung,kalau Zaidan jelaskan juga mereka tidak akan percaya"
Acara pagi minum teh hangat malah menjadi dingin karena masalah tadi malam.
" Khitbah dia"
Semua mata melirik kiyai Ibrahim,mereka tidak salah dengar kan.
" Jika mereka percaya dengan kebohongan itu maka jadikanlah kebohongan itu kebenaran" lanjut kiyai Ibrahim seraya meminum tehnya.
Ummi hanya bisa diam menatap sang suami saat berkata seperti itu " Abah, tidak ada cara lain?"
"Zaidan anak sulung kita, ummi ingin dia mendapatkan istri yang sempurna bagaimana Abah bisa berpikir menikah kan nya dengan gadis itu" ucap ummi menitikkan air matanya.
Ini pertama kalinya ummi membantah suaminya, sebelum nya belum pernah ia tak setuju dengan keputusan apa pun.
" Zaidan tidak mau" tolak Gus Zaidan.
" Lebih baik Zaidan tidak menikah sama sekali dari pada harus dengan dia"
Kiyai Ibrahim yang mendengar penolakan dari putranya langsung meradang.
"Apa kau sudah sempurna?" Pertanyaan abahnya membuat Zaidan bingung.
"Jangan menilai orang sembarangan seakan akan dirimu sempurna" Ucap Abah melirik sang anak.
" Malam ini kita akan khitbah dia,ummi siapkan segalanya untuk malam ini" perintah Abah.
" Abah...." Ucapan ummi menggantung kala sang suami berdiri dari duduknya.
" Tidak ada yang membantah! Semua untuk yang terbaik" setelah nya Abah berlalu dari sana.
Karena memang cuaca sedang mendung,Abah lebih memilih untuk masuk sedang Gus Zaidan?
"Ummi akan coba bicara dengan abahmu ya nak..." Ummi menenangkan Zaidan.
" Jika sudah seperti itu Abah tidak bisa di bantah" pasrah Zaidan.
Sebenarnya kala dia menerima untuk ta'aruf an dengan Ning Arum dia agak sedikit ragu tapi saat acara milad dimana Ning Arum datang untuk pertama kalinya,Zaidan sedikit senang, dia sedikit menyukai Ning Arum.
Zaidan bisa merasakan bahwa gadis yang datang mengkhitbah nya dia gadis terbaik yang Pernah Zaidan temui,Zaidan juga merasakan ketulusan dari gadis itu.
Gadis polos dengan mata yang selalu menunduk dan saat dia menjaga batasannya dia menyukai itu. Gus Zaidan sangat suka dengan mata teduh itu, suaranya saat melantunkan ayat suci Al Qur'an di panggung membuat hati Zaidan menghangat.Zaidan berpikir dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Ning Arum.
"Ternyata kita tidak berjodoh...." Lirih Zaidan.
🐢
Di tempat lain tepatnya di kontrakan cahaya. Gadis itu tengah menghisap batang rokok bekas dia hisap semalam.
" Mbak gak masak ya? Ikhwan laper mbak" tanya Ikhwan sambil memegang perut nya.
Sedang sanam tidur setelah pulang sekolah tanpa makan, cahaya jadi merasa bersalah.
Memang sedari pagi cahaya tak ingin keluar dia sangat malas.
" Tunggu mbak keluar sebentar beli sayur" senyum Ikhwan langsung mengembang seketika.
Sebenarnya sakinah keluar juga karena rokonya sudah habis dia ingin beli lagi.
Di toko yang menjual sayur itu ternyata masih banyak ibuk ibuk rempong di sana, saat melihat cahaya yang ingin datang mereka meliriknya sinis.
" Kayak gak ada yang lain aja buat di gatelin ca ca, masa harus anak kiyai sih" ucap salah satu ibuk rempong.
" Kalau gak tau yang sebenarnya jangan asal ngomong buk nanti mulutnya nanahan" peringat cahaya sambil memilih sayuran.
" Heh!! Kamu itu sudah jelas jelas pelacur masih aja mengelak"timpal teman ibuk itu membela.
" Susah ngomong sama anjing gonggong terusss" setelah mengatakan itu cahaya pulang dengan membawa belanjaan nya.
Cahaya kembali dengan kekesalan, ingin marah tak bisa ingin menangis pun ia tak bisa.
" Dasar mulut jahanam, apa gue pacarin aja ya laki mereka biar puass" pikir nya.
Dia mengomel sepanjang ia memasak sayurnya, dirasa sudah masak cahaya memanggil kedua adiknya, Killa tak ada di rumah karena masih di sekolahan.
Hari ini seperti biasa hanya lauk yang sederhana namun bagi mereka itu makanan yang mengenyangkan, hanya sayur bening,tempe dan sambel belacan.
" Makan yang kenyang ya,biar cepat gede" ucap cahaya mengelus kepala kedua adiknya.
" Mbak gak makan?" Tanya sanam.
" Mbak udah kenyang barusan makan kalian abisin aja" bohong, cahaya berbohong.
Sebenarnya saat ini dia sangat lapar tapi melihat nasi nya hanya sedikit yang cukup untuk makan adik adiknya lebih baik dia nanti saja.
" Abis ini mbak mau kerja kalian di rumah aja ya, kalau mau main pintu nya di tutup" ingat cahaya.
Dia bangkit lalu pergi dari rumah dengan berjalan kaki, hari ini dia akan ke pasar kemangi untuk bekerja membantu menjual soto bude Irma, lumayan gajinya 60 ribu sehari.
Cahaya bekerja dnegan bude Irma sudah lama dari dia masih remaja berumur 15 thn, hanya saja semenjak bergabung dengan mami dia sudah tak lagi bekerja, dia bekerja hanya jika anak bude Irma sedang sibuk, dan hari ini anak bude Irma ada urusan kuliah jadi tak bisa membantu ibunya.
" Dorr" cahaya menganggetkan bude Irma.
" Ehhh ayam ayam" latahnya.
" Ihh si Caca ngagetin" yang di marahi malah cengengesan.
Ternyata siang ini pasar agak ramai ternyata mungkin karena cuaca sedang bagus.
Cahaya kadang kewalahan dengan ramai nya pengunjung sebab soto bude Irma ini jualnya kaki lima bukan pakai sewa bangunan.
" Nak Caca sini dulu, ayo makan nanti lanjutin cucian piring nya" panggil bude Irma .
" Dikit lagi bude..."
" Eh, mas bukannya itu calon istri mas Zaidan ya" azizah menyipitkan matanya supaya tak salah lihat, karena jarak nya agak jauh.
Tadi setelah acara minum teh hangat selesai, Azizah minta di temani Gus Zaidan cari barang di pasar sekalian beli sayur.
Kebetulan pasar ini menjual segalanya, mulai dari baju,sayuran,daging dagingan, perabotan,dan berbagi macam kuliner pokonya pasar kemangi super lengkap.
Gus Zaidan melihat arah mata adiknya,iya benar itu cahaya tapi sedang apa dia di sana" tukang cuci?"
"Iya kayaknya dia kerja di sana, soalnya aku tau itu yang punya ibunya temen ku" jelas Azizah.
Zaidan hanya ber oh ria saja tanpa memperdulikan nya dia berlalu dari sana namun di cegat Azizah.
" Mas kan tadi Izzah bilang pengen beli soto bude Irma,kenapa malah ke sana"
" Dek Izzah aja yang ke sana,mas tunggu di mobil" Izzah tak terima ini tidak sesuai perjanjian.
" Tadi perasaan janji mau temenin Izzah makan di tempat nya,ayo mas kan dah Janji..." Rengek Azizah.
" Iya iya iya...." Puas sekali Azizah mendengar jawaban sang kakak.
Cahaya sudah selesai mencuci piring dia menghampiri bude Irma yang menunggu nya dari tadi untuk makan bersama.
" Eh bude mau tanya tapi kamu jangan marah"
" Pasti tentang gosip ya?" tebak cahaya.
Bude Irma mengangguk iya" emang benar kabar itu?"
" Sangat di sayangkan bude Irma juga percaya dengan kabar hoax itu" ucap cahaya sedikit merajuk ke bude Irma.
" Ehhhh bukan gitu....bude kan cuman tanya" cahaya terkekeh Melihat bude Irma panik.
" Canda budeeee"
__ADS_1
" Kabar nya gak bener itu, yang ngomong mulut setan semua,lagian ya aku itu seleranya bukan seperti Zaidan"
" Kenapa?" Tanya bude Irma.
" Muka dia kaya monyet,aku tak suka, terus dia itu sok kegantengan,sok kaya,narsis kepdean tingkat ilahi. Tukang ceramah,si paling suami idaman padahal mah mukanya kaya monyet" cahaya mengumpati Zaidan habis habisan dengan penuh semangat 45.
Sedang bude Irma terdiam dan menyuruh cahaya tak usah bicara lagi melalui kedipan mata namun si tolol cahaya masih lanjut part 2.
"Habis itu ya, Gus Gus itu garang aku takut kalau nanti yang jadi istrinya pasti tersiksa batin" cahaya seolah membayang kan nasib wanita itu.
" Cahaya..." Cicit bude mengedipkan matanya agar berhenti.
" Bude jangan takut, si monyet itu kan ndak ada lagian kalau pun ada impossible dia ke pasar ini dia kan orang kaya,nginjek pasar mah kayak nginjek kadang sapi, mungkin kalau dia di sini pasti dia larang semua orang duduk sama dia, jangan sentuh saya kita bukan mahram!!!"
" Saya tidak tertarik dengan barang di sini soalnya barang murah" kata cahaya mengikuti gaya bicara Gus Zaidan yang arogan.
"Bukan type akohh budee" ucap cahaya menenggak Air putih dengan rakus.
" Dan lagi...." Baru akan lanjut seseorang berdehem sangat keras.
" Ekhemm"
Cahaya berbalik untuk melihat siapa itu dan " astagaaaaa!!!"
Cahaya menganga Tak percaya " TUAN ZAIDAN?!!!" Pekik nya.
" Turun kan nada suaramu!!" Ucapnya sarkas.
Cahaya menunduk dia merutuki dirinya bodoh, lalu menatap bude Irma yang di tatap menutup wajahnya malu.
" Bude sudah kasih kode kamu tidak ngerti" bisik bude.
Cahaya memejamkan matanya malu" masalah gue banyak bener"
Azizah yang mendengar dari tadi cahaya mengatai kakaknya tertawa kecil karena baru ini ada yang menghina kakaknya seperti itu.
" Berkat mbak, Izzah baru sadar kalau mas Zaidan mirip monyet" kekeh Azizah.
Cahaya melihat ada Azizah di samping Gus Zaidan tadi dia tak melihat " eh Izzah, gue gak tau ada lu tadi"
Suasana jadi canggung " bude Irma seperti biasa dua mangkok ya sama es telernya satu terus air putih es nya satu" bude Irma langsung membuat kan pesanan nya sedang cahaya membuat minuman.
" Kenapa enggak di bawa pulang aja"
" Pengen makan di sini, sekali sekali mas pelit banget"
" Bukan gitu masalah nya mata mas sakit tiba tiba" ujarnya seraya melirik ke cahaya.
Yang di lirik cuek bebek " es teler satu sama air putih es nya datang.."
" Ini Gus, Ning Ijah di makan" bude Irma meletakkan sotonya.
Mereka berdua makan dengan nikmat ,untung saat mereka datang pelanggan sudah sepi coba tadi pas ramai bisa lebih malu lagi cahaya.
" Bude tadi rame ya?, Soalnya tadi pas Dateng rame bener Sampai berkerumun pas kami mau pulang udah sepi aja"
" Iya Ning tadi manusia ramai,entah kenapa kalau pas si cahaya masuk kerja,jualan bude laku keras" Azizah terkekeh mendengar nya.
Sedang Zaidan hanya diam saja masih dengan sotonya.
" Hehehe biasalah penglaris seksi" kata cahaya bangga.
Memang benar pakaian yang di pakai cahaya memang seksi, dia pakai celana pendek se paha dan kaos ketat memperlihatkan lekuk tubuh nya.
" Bangga?" Tanya Gus Zaidan tiba tiba.
" Hah?"
" Tidak"
Cahaya aneh melihat pria kaku itu mungkin efek gagal nikah jadi setres.
Bude Irma izin ke toilet membuang hajatnya sebentar katanya.
Tak berselang lama 2 orang pria dewasa seperti om om datang memesan soto.
" Neng sotonya 2 kuahnya yang anget ya...kalau boleh anget nya dari neng" pria itu tertawa bersama temannya setelah menggoda cahaya
Cahaya cuek dia membuat kan soto pesanan kedua pria itu, tapi sang pria yang menggoda cahaya mendekat ke cahaya hingga jarak pria itu dari punggung cahaya hanya beberapa cm.
Cahaya tak mengetahui keberadaan pria itu sebab dirinya tengah sibuk menyiapkan pesanan sedang pria itu ada di belakang nya.
Temannya yang duduk memberikan isyarat ke dia" remas woi remas" katanya dengan suara pelan.
Bahkan Azizah tak tahu kakaknya berdiri karena keasikan makan.
"Jauhkan tangan mu darinya!!!" Zaidan memelintir tangan pria itu sampai yang punya tangan kesakitan.
" Aduh aduh lepasin bangsat" umpatnya kesakitan.
Sedang temannya kabur meninggalkan dirinya sendiri." Woii Yanto tungguin gue"
Zaidan masih saja memelintir tangan pria itu tanpa ingin melepaskan nya" tuan lepasin dia!!!"
Sentakan dari cahaya membuat Zaidan menggeram kesal lalu melepaskan tangannya dan membanting nya.
" Cowo sinting" ucap pria itu menahan sakit di tangannya lalu kabur dari sana.
" Mas kok kasar sih" Azizah jadi takut melihat kakaknya.
Zaidan beralih menatap cahaya dengan tatapan tajamnya" suka ya di lecehin sampai tak terima saya sakiti pria tadi?"
"Oh ya saya lupa kamu kan memang seperti ini, Di sentuh dan di raba lalu di pakai itu kebiasaan mu kenapa saya jadi lupa hahaha"
" Maaf Karena sudah menghilang kan kesempatan mu" kata Zaidan dengan tawa remeh nya.
Cahaya cuek saja dengan perkataan Zaidan baginya itu sudah biasa dia lebih memilih melanjutkan cucian piring nya.
" Tcihh"
" Ayo izzah!!" Zaidan menarik paksa Azizah dari sana padahal makannya belum selesai.
" Ihh mass mubazir tauuu Izzah belum selesai makan" kesal Azizah namun sang kakak tetap tak mau mengerti.
Zaidan membayar makanan nya dengan uang lebih tanpa mengambil kembaliannya lalu pergi dari sana.
Bude Irma datang dari toilet dia bertanya" ada apa ?kenapa Gus Zaidan pergi seperti itu"
" Dia setress di tinggal kawin" bude Irma iya iya saja.
Sudah sore waktunya pulang,cahaya pulang dengan berjalan kaki ,pasar cukup dekat dengan permukiman nya.
Dia pulang dengan membawa berbagai jajanan untuk adik adiknya tak lupa dia membeli beras walau hanya 1 kilo.
Sore ini cahaya kedatangan tamu, yaitu mami dia menawarkan sebuah kontrak kerja yang di minta tuan Abelardo.
" Dia ingin lu jadi selir nya, yang ke 47 ca"
" Busettt itu selir apa member jkt48 udah mau kek konser aja" kaget cahaya.
" Kagak gue gak mau" tolaknya langsung.
" Lumayan ca bayarannya seminggu 150 juta belum lagi fasilitas yang dia kasih nah itu buat selir tingkat 3 bisa jadi lu di berikan gelar selir tingkat 1 bisa lebih dari itu. Denger denger selir tingkat 1 perminggu bisa di atas 200 JT"
Mendengar penuturan mami, cahaya agak sedikit tergoda.
" Nih tanda tangan cepat kontraknya, sekarang,Lo akan hidup enak selamanya"
" Nanti tunggu Siska aja gue gak bisa baca, oh ya kenapa si Siska ga di ajak juga?" tanya cahaya
" Itu karena yang di pilih itu elu bukan Siska"
" Lagian ya tuan Abelardo itu punya selir buat nemenin dia aja,gak untuk di jadikan budak ***."
Cahaya jadi teringat akan perkataan tuan Abelardo yang bilang kalau dia kurang suka dengan ***.
" Gilaa sampai ke urutan 47 dan satu rumah sama selir selir nya nanti gue di keroyok mampus" cahaya jadi ngeri memikirkan bagaimana jika puluhan wanita itu berencana membunuh nya.
" Lu gak bakal rugi ca, kontrak ini cuman sampai 5 tahun lu bayangin pulang dari rumah dia gandeng tabungan miliaran tanpa terikat lagi dengannya, dia juga gak nyuruh lu buat nikah sama dia"
Sakinah langsung semangat kala mendengar kata tidak akan menikah lebih baik dia terima saja jika ingin hidup kaya dengan adiknya.
" Oke gue Setuju...."
🍃
Malam sudah tiba keluarga Zaidan tengah sibuk dengan seserahan yang akan mereka bawa ke rumah cahaya.
Yang di khitbah malah asik asikan merokok dan minum alkohol sembari mendengarkan jedag jedug remix dari hp Siska, di teras rumah miliknya.
__ADS_1
" Gue mau jadi selir sis"
" Udah tau,mami yang bilang tadi sore pas lu kerja dengan bude Irma dia nunggu lama tadi" katanya terkekeh.
" Yakin Lo jadi selir nya tuan Abelardo gak nikah kan?"
" Lah yang namanya selir ya kagak Nikah ege, ya kali spek ***** di jadiin bini"
Benar juga pikir Siska" kira kira siapa ya yang bakal jadi bini tuan Abelardo pasti beruntung banget punya laki kaya raya"
" Enak ya jadi orang kaya selir Ampe puluhan" ucap cahaya terkekeh sembari menenggak mirasnya.
" Minta rokok dong ca,punya gue abis angjay" cahaya melempar sebatang rokok ke Siska.
" Tengkyu"
" Kontrak nya udah lu bacakan? Soalnya gue gak boleh di liatin surat kontrak nya" tanya Siska
"Lo nyindir gue?"
Astaga Siska lupa kalau anak tolol ini buta huruf" gimana dong masa di tanda tangan gitu aja tanpa Lo tau isinya"
" Gpp gue percaya penuh sama mami"
Siska menghembuskan nafasnya gusar,dia jadi takut.
Sebuah mobil mewah berhenti di depan kontrakan mereka.
" siape tuh orkay nyasar kah?" Tanya Siska.
" Mungkin"
" Benarkan rumah nya di sini?" Zaidan bertanya ke abahnya takut salah rumah.
" Bener mas liat ada mbak cahaya dan mbak Siska di teras" tunjuk Azizah dari dalam mobil.
Semuanya turun dari mobil,ada Abah ummi, Azizah dan Arga berserta kanisa.
" Loh keluarga kiyai Ibrahim cok" panik cahaya.
Dengan cepat cahaya menyembunyikan miras dan rokoknya di belakang pintu rumah berharap tak di lihat keluarga alim itu.
" Mereka ngapain ke sini bawa barang banyak lagi" Siska terheran heran melihat nya.
Tapi lirikan mata Siska malah jadi ke bayi kecil di gendongan Arga. Seakan sudah tahu Arga memeluk kanisa erat pertanda tak boleh di sentuh.
" Assalamualaikum" seluruh keluarga kiyai mengucap salam.
" Eh walaikumsalam,pak kiyai ada apa ke sini" tanya cahaya sopan saat kiyai Ibrahim ada di depan nya.
Zaidan menatap sebentar calon istrinya itu " pakaiannya...." Lirih nya geram.
Cahaya dan Siska jadi canggung karena mereka hanya memakai tanktop dan hotpants.
" Kalau saya tahu pak kiyai ke sini,kami bakal pakai pakaian yang lebih sopan" ucap cahaya tak enak.
" Tidak apa apa kami ke sini untuk menyampaikan niat baik"
Mendengar nya cahaya langsung menyuruh keluarga kiyai Ibrahim masuk ke rumah.
" Maaf pak kiyai rumah saya berantakan"
Cahaya dengan gerak cepat menyimpan kasur dan bantal yang ada di ruang tengah di buang ke kamar adik adiknya.
"Jangan repot repot nak kamu duduk saja kita bicara di sini"
"Assalamualaikum Mbak" bersamaan dengan itu adik perempuan nya datang, cahaya mengucap syukur.
" Dek Killa buatin keluarga pak kiyai minuman ya ...kan ada tuh teh di dapur" pinta cahaya.
syakilla kaget karena seluruh keluarga kiyai ada di rumah nya.
" Ayok kil gue bantu" Siska mengajak Killa untuk membuat minuman.
Siska melempar selimut ke wajah cahaya memberi nya kode " lilit ke badan lu"
Cahaya mengangguk mengerti dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Eee ....anu...ada apa ya pak sampai repot repot Dateng ke rumah saya, kenapa tidak suruh saya ke rumah pak kiyai saja jika ini sangat penting" cahaya bicara gugup sekali.
" Tegang anj udah mau kek di lamar aja" umpatnya dalam hati.
Apalagi melihat tatapan ummi yang seperti benci akan dirinya.
"Sebelum menyampaikannya saya ingin bertanya sesuatu"
" Silahkan"
"Kamu habis minum?"
ANJIRR, kenapa tua Bangka itu tahu padahal kan sudah di sembunyikan pikir cahaya.
" Iya seperti nya bah rumah ini bau alkohol" Arga dari tadi mencium bau tak sedap seperti alkohol dia sangat benci bau itu.
cahaya merutuki kebodohan nya dia lupa menyemprotkan pewangi.
" Hehehe biasalah pak kiyai anak muda" cahaya memberikan cengiran tak berdosa nya.
"Kalau begitu apa kamu sekarang sedang mabuk? Kamu masih sadar kan?"
" Oh iya jelas dong pak saya kan baru minum 3 gelas belum mabuk kalau segitu" ucapnya bangga.
Zaidan melirik sinis cahaya, kenapa gadis itu bangga sekali akan dosanya.
" Saya hanya ingin memastikan kamu sadar ketika saya menyampaikan niat baik kami"
Cahaya mengangguk sudah siap mendengar kan.
" Baiklah kalau begitu, dengan kedatangan saya sekeluarga ke sini ingin mengkhitbah kamu untuk putra saya Muhammad Al- Zaidan"
" APAAA?!!!"
cahaya, Siska dan syakilla kaget secara bersamaan, saking kagetnya Siska dia hampir akan menjatuhkan nampan berisikan minuman untung di tahan syakilla.
Cahaya menatap Siska dengan wajah sejuta kebingungan begitu juga Siska mereka saling melempar pandangan.
" Jangan jangan mbak udah lupa ya arti khitbah itu apa" tebak Azizah.
" Enggak kok gue inget lamaran kan maksud nya?" Izzah memberi kan jempol nya benar.
" Aduh pak kiyai, kenapa mendadak sekali pak. Eee...bukannya apa pak kiyai tau sendiri pekerjaan gelap yang saya lakukan nanti jadi aib di keluarga pak kiyai" Siska juga setuju dengan perkataan cahaya.
Bukannya tak senang cahaya di lamar seorang putra kiyai tapi Siska lebih khawatir akan mental gadis lemah itu.
" Semua bisa di rubah jika ada keinginan"
" Bukan tanpa sebab saya mengkhitbah mu untuk putra saya, saya melakukan ini karena fitnah tentang hubungan terlarang dirimu dan Zaidan tersebar,saya percaya kalian tidak akan melakukan itu tapi orang lain?"
Suaminya berbicara sedang ummi diam saja tak mau membuka suara sedikit pun.
Cahaya tahu niat Abah adalah ingin membersihkan citra nya agar lebih baik tapi bukannya menikahkan dia dengan Zaidan malah semakin merusak citranya.
" Saya tidak ingin memperbaiki nama baik ataupun citra yang baik, saya tidak memperdulikan omongan orang tapi yang saya perduli kan adalah kebohongan itu malah di jadikan kebenaran oleh mereka sedang kalian tidak pernah melakukan hubungan itu"
" Saya putuskan lebih baik kalian menikah saja dan jadikanlah fitnah itu sebagai fakta dan bukan lagi kebohongan agar mereka tak berdosa"
Cahaya menunduk kan kepalanya,entahlah dia bingung, di sisi lain kehidupan nya di sisi lain ada martabat seseorang yang sudah dia rusak.
" Tapi pak saya seorang ******...." Lirih dengan suara bergetar.
Siska bisa merasakan kesedihan itu dia tahu pasti sakit sekali jika berada di posisi cahaya.
"Pak kiyai akan di gunjingi masyarakat karena mempunyai menantu ahli neraka" ucap cahaya menatap mata kiyai Ibrahim dengan mata sembab nya.
Zaidan melihat itu,di mata itu Zaidan melihat penderitaan di sana.
" Siapa dirimu yang berhak memutuskan mana ahli surga dan mana ahli neraka"
" Masyarakat..." Jawabnya pelan.
" Orang orang itu bukan tuhan, dia tidak punya kuasa sebesar itu untuk memutuskan siapa dan siapa yang masuk surga dan neraka" jelas kiyai Ibrahim.
Siska sedikit tenang saat kiyai Ibrahim memberikan pengertian.
Arga melihat Siska" belum terlambat untuk memperbaiki diri" kata Arga yang hanya di dengar Siska.
" Jadi bagaimana?" Kiyai Ibrahim berharap gadis itu menerima nya.
Lain dengan suaminya, ummi malah berdoa agar gadis itu tidak menerimanya.
__ADS_1
" Saya terima....."
"___________"