
" Tuan Abelardo" panggil Gus Zaidan dari belakang Abelardo.
" Bughh" sebuah pukulan di berikan Zaidan untuk Abelardo
"Heii ada apa dengan mu bung" tanya Abelardo heran.
" Apa yang kau lakukan terhadap gadis malang itu!!!"
" Cahaya?"
" Siapapun namanya, apa yang telah kau masukkan ke dalam minumannya !!" Marah Zaidan.
Semua yang ada di sana menatap heran ke arah mereka berdua.
" Mari bicarakan baik baik tidak perlu emosi tuan Zaidan" ucap Abelardo menenangkan keadaan.
Kini kedua pria itu sudah berada di salah satu ruangan kosong yang hanya berisikan mereka berdua.
" Ada apa dengan wanita itu?" Tanya Abelardo memulai pembicaraan.
" Jangan pura pura tidak tahu anda yang melakukan semua ini, iya kan?"
" Aku membayarnya lalu apa salahku?" Bingung nya.
" Tcih,saya tidak percaya telah bekerja sama dengan seorang pria gila *** seperti mu tuan Abelardo"
" Tunggu apa maksud mu gila ***?"
" Kau memberi nya obat perangsang apa kau lupa?"
" Apa? Perangsang?" Di sini Abelardo memang terlihat benar benar kebingungan.
" Aku tak pernah memberi nya obat perangsang, lagi pula dia sudah menulis perjanjian di kontrak kalau dia tak mau di sentuh bagaimana bisa aku melakukan hal serendah itu" jelas Abelardo.
Gus Zaidan sedikit berpikir " buktikan perkataan mu"
Abelardo memanggil anak buahnya mengambil rekaman cctv untuk melihat kejadian yang sebenarnya, hasilnya sangat mengejutkan ternyata seorang pelayan dan wanita itu yang melakukan nya.
" Kurang ajar!!!" Gus Zaidan menggebrak meja dia terlihat tersulut emosi.
" Tenang bung aku akan mengurus mereka"
Tuan Abelardo pergi meninggalkan Zaidan sendiri.
Sedang Gus Zaidan pergi ke kamar yang di tempatinya tadi untuk melihat keadaan wanita yang tak dikenalnya itu.
Saat masuk ruangan itu sudah kosong tidak ada orang satu pun, Zaidan panik dia takut gadis itu di culik.
Zaidan memanggil pelayan yang melayani gadis itu tadi, tapi pelayan itu bilang wanita itu sudah pulang di jemput temannya.
Akhirnya Zaidan bisa bernafas lega mendengar nya, setidak nya gadis itu baik baik saja.
" Ca lo beneran gpp kan ca?" Siska sangat khawatir sebab cahaya terlihat lesu.
" Iya gpp,besok temenin gue ke pesantren ya sis"
Siska bingung kenapa tiba tiba sekali " why? Besti"
" Orang yang nolongin gue pas kejadian tadi itu anaknya kiyai" Siska membulatkan matanya.
" Omaga, really?"
" Hemm iya" cahaya sedih dia terlihat begitu murahan di depan pria itu meminta nya untuk menyentuh nya.
" Kenapa ca, muka lu jangan begitu dong sedih gue liatnya"
" Besok temenin gue kan?"
" Ya Allah Rabbi, iya ca iya" cahaya tersenyum mendengar nya.
"Terus mau ngapain ke sana" tanya Siska
" Mau minta maaf sekaligus berterima kasih" jawab cahaya.
" Kalau gak salah kata Ikhwan besok ada acara milad jadi kita sekalian aja deh datengin acaranya"
" Owhh okeh"
" Sini tidur bareng gue" cahaya menggeser tubuh nya agar Siska bisa tidur di samping nya.
" Harus banget tidur sama Lo?"
" Kenapa gak mau?"
" Awas ya Lo ngorok gue timpuk Lo "
Cahaya hanya bisa tertawa mengingat Siska tak bisa tidur dulu karena cahaya mengorok terlalu keras.
" Assalamualaikum" syakila pulang sangat malam sekali.
" Killa kok baru pulang sih udah jam berapa ini?" Omel cahaya.
" Maaf mbak banyak tugas nya" baiklah kali ini cahaya akan maklumi.
Cahaya hanya takut adiknya jadi bahan gunjingan para tetangga.
" Lain kali jangan selarut ini, kamu mau di katain *****?"
" Ca mulut Lo kurang ajar" peringat Siska
" Jangan di denger mulut kakak lu emang turunan abu lahab, Killa masuk aja ya cuci kaki terus tidur"
Syakila menurut lalu berlalu dari sana.
" Jangan gitu ca...."
" Habis mau gimana lagi gue kesel dia udah seminggu ini pulang malem terus" kalau di ingat ingat cahaya sudah mulai tidak mengawasi syakila dia jadi bebas.
" Boleh marahin dia tapi jangan sampai di maki lah tolol"
" Iyaaaa" jawab cahaya malas dan lanjut untuk tidur.
Tapi suara hp Siska benar benar mengganggu nya" sis kecilin suaranya gue mau tidur"
"Ca ca ca liat deh, ini kan bapaknya kanisa" heboh Siska menunjukkan akun Instagram Arga.
" Siape kanisa?"
" Ihh anak yang kita temuin"
" Terus?"
" Lah ini Instagram bapak nya,lihat"
Cahaya Melihat banyak foto di layar hp itu penuh dengan wajah Arga.
"Sampai sekarang gue kagak ngerti main benda begitu kek mana ya?"
Sebenarnya cahaya ini tidak punya handphone dari dulu jadi dia tak tahu cara main sosmed jaman sekarang, dia tak pandai menggunakan smartphone.
Menurut nya dari pada beli handphone lebih baik beli beras sama jajan adeknya, hanya itu yang di pikirkan nya.
" Ca beli hp dong kan banyak tuh si mami kasih" pinta Siska.
" Gak ah cuman benda kaya gitu harganya bejuta, gak ada manfaatnya nya lagian gue kagak tau cara mainnya"
" Yaela tenang gue ajarin, di jamin nagih"
" Nih ya handphone itu harus Lo punya di jaman sekarang,apa apa sekarang pakai hp cari jodoh aja nih ya pakai hp" jelas Siska
" Ya nanti gue pikirin lagi"
Karena keasikan ngobrol kedua gadis itu jadi tertidur pulas di ruang tengah.
🍃 "___________"🍃
Malam ini cahaya memutuskan untuk ke pesantren lebih awal mengingat di pesantren ada acara penting.
" Pakek baju apa ya sis" tanya nya bingung.
"Yang pasti nya pakai baju panjang dan tertutup" jawab Siska.
" Gue gak ada baju gamis lu ada 2 gak, gue pinjem satu dong"
" Ada,gue ambil dulu ya"
Siska pergi mengambil baju gamis,lumayan bagus dan pas di tubuhnya.
Cahaya memakai gamis untuk pertama kalinya,dia terlihat sangat cantik sekali walaupun jilbab yang dia pakai belom Sempurna.
" Widih widih ustadzah mau kemana buk hahaha" ejek Siska.
" Diem Lo bangsattt" maki cahaya.
" Gamis Lo ketat amat mau godain pak ustadz Lo" tanya cahaya
" Ihh ini itu gamis modern,lagi trend"
" Terserah"
Keduanya berangkat menggunakan motor Siska, saat sampai di sana pesantren kelihatan sudah mulai sepi seperti nya acaranya baru selesai.
Kata Ikhwan sih acaranya dari pagi sampai malam dan mereka datang nya malam berarti sudah di penghujung acara.
" Telat sis udah kemas kemas orangnya" cahaya sedikit kecewa.
" Terus mau gimana lanjut apa pulang?" tanya Siska
__ADS_1
" Lanjut dong..."
Cahaya lebih memilih untuk pergi ke ndalem untuk menemui pria itu.
" Sebersalah itu ya Lo sama dia?"
" Salah banget!!!, Dia itu udah baik nolongin gue kalau gak bisa kacau masa depan" jika di ingat, membuat cahaya malu dengan sikapnya yang kelewat batas.
Di teras ndalem cahaya melihat Azizah sedang duduk bermain dengan seorang anak kecil usianya sekitar 1 tahun.
" Assalamualaikum Izzah" panggil cahaya Langsung duduk di lantai.
" Eh mbak cahaya, walaikumsalam" jawab Azizah tersenyum.
Cahaya dan Siska melirik anak yang di gandeng Azizah bukannya itu...
" Kanisa!!!" Ucap mereka bersamaan.
" Loh? Mbak cahaya sama mbak Siska sudah kenal?" Tanya Azizah.
" Yaela nih bocah pernah ilang dari bapaknye, kita yang jagain tapi sebentar doang hehehe" jelas cahaya yang di angguki Siska.
" Ha? Beneran, kok mas Arga gak kasih tahu apa apa"
Cahaya dan Siska mengedikkan bahu tak tahu.
" Heyy baby kecil, inget aunty gak " kanisa hanya tertawa kecil kala Siska menciumi hidungnya.
" Oh ya si itu ada gak di rumah?" Tanya cahaya to the poin
" Si itu siapa mbak?" Bingung Azizah.
" Sis siapa namanya,gue lupa anjirr" siska menggeleng tanda tak tahu.
" Anu kek nya Abang lu deh yang paling tua siapa namanya"
" Ohhh.... Mas Zaidan" tebak Azizah yakin.
" Nah ntu tuan Zaidan"
" Ada di dalam tapi lagi ada tamu" ucap Azizah memberi tahu.
" Kek nya mas Zaidan mau di khitbah" lanjutnya sedikit berbisik.
" Khitbah tuh apa, gue gak tau" memang benar, cahaya tak mengerti bahasa pesantren menurut nya sangat rumit padahal kan ada b Indonesia lebih mudah.
" Di lamar..." Jelas Azizah sambil berbisik ke telinga cahaya.
Cahaya membulat kan matanya,apa? Masa laki laki di lamar, pikir cahaya bingung.
" Tuan Zaidan kan laki laki masa di lamar, apa jangan jangan...." Cahaya mulai negatif thinking. Pikirannya kini terbayang Zaidan di lamar pria juga.
Seolah mengerti pikiran cahaya, Azizah Langsung menjelaskan nya.
" Dalam Islam kan tidak di larang seorang wanita melamar laki lakinya duluan, Islam tidak membatasi wanita melamar pria asalkan dilakukan dalam rangka kebaikan, kan tidak ada syarat wajib kalau yang melamar harus laki laki iya kan?"
Cahaya sedikit berpikir,ntahlah dia bingung dengan pemikiran orang orang alim.
Sedang Siska malah asik bermain dengan kanisa dan membuat nya bingung sendirian " kurang ajar si Siska" batinnya kesal.
" Jadi mau ketemu mas Zaidan sekarang mbak?, nanti Azizah sampai kan" cahaya sedikit berpikir setelah nya dia memutuskan.
" Gue nunggu sampai tamunya pulang aja deh" baiklah Azizah menurut.
Sesekali cahaya mengintip dari celah pintu rumah itu, ingin lihat prosesi lamarannya seperti apa dia sangat penasaran.
Di sana terdapat satu orang wanita cantik seperti nya dia calon istri Zaidan,dan ada satu wanita paruh baya di samping nya mungkin ibunya dan juga ada pria tua seumuran kiyai Ibrahim pasti ayahnya.
" Hayoloh...ngintip ngintip" goda Azizah.
" Gue penasaran aja, ternyata dikit ya tamunya"
" Iya datang dari jauh,denger denger dari Aceh" ucap Azizah dengan berbisik.
" Busett niat amat tuh cewek" Azizah hanya bisa terkekeh rendah mendengar nya.
" Mbak, izah ke dalam sebentar ya mau ambil minuman sama ciki buat kita, jagain kanisa sebentar oke" cahaya memberi jempol nya.
Saat akan masuk ke dalam, Azizah tersandung gamis nya yang panjang hingga jatuh tersungkur.
"brukk" reflek cahaya berdiri dan membantu Azizah.
" Lo gpp kan zah?" Cahaya begitu panik bercampur khawatir.
Semua yang ada di sana kaget kala Azizah jatuh,terlebih melihat ada seorang wanita bersamanya yang muncul tiba tiba.
" Cahaya?" Gumam Zaidan pelan.
" Dek kamu gpp kan, jalan tuh pelan pelan" omel Arga menghampiri.
"Hiks....sakit mas" Azizah ini memang cengeng, bukan cengeng sih tapi memang sakit😭
Gadis dengan pakaian dan jilbab syar'i yang senada menatap lirikan mata Gus Zaidan yang kian tak lepas memandang wanita di samping Azizah.
" Siapa wanita itu..." Lirih gadis itu.
Gadis cantik itu bernama Arum, gadis yang mengkhitbah Gus Zaidan.
"Kiyai Ibrahim, siapa wanita yang bersama putrimu?" Tanya kiyai Zulfi ayah dari Arum.
"Cahaya kemari lah nak" panggil kiyai Ibrahim.
Orang yang di panggil jadi kikuk " duh kenapa pakek di panggil segala sih" gumamnya.
" Izzah udah gpp kan? Mbak ke sana dulu ya" Izzah mengangguk iya.
" Iya mbak gpp cuman kepentok doang lagian ada mas Arga" Arga menoleh ke cahaya dia baru sadar ada orang lain di dekat nya.
" Bukannya dia?" Arga seperti mengenali cahaya.
Cahaya berjalan menghampiri kiyai Ibrahim, di sana semua orang berkumpul di ruang tamu, semua mata menatap ke arah cahaya seperti nya itu dari keluarga mempelai wanita.
Cahaya duduk di dekat ummi " ummi kenapa cahaya di panggil" tanya nya ke ummi dengan suara berbisik.
" Ummi gak tau nak" jawab ummi jujur.
" Dia cahaya,bagian dari Al madaniyah" kata kiyai Ibrahim memberi tahu
Kiyai Zulfi mengerti, tapi Dira si mulut iblis malah ikut bicara.
" Dia bukan bagian dari Al madaniya,dia itu seorang ******" tunjuk Dira.
"Iss mulut setan" gumam cahaya geram.
Kiyai Zulfi memilih untuk mengalihkan pembicaraan " jadi bagaimana keputusan mu Gus, apakah diterima atau tidak?"
" Insyaallah saya terima" kata Gus Zaidan menghela nafasnya di akhir
"Alhamdulillah" ucap semua yang ada di sana girang.
" Semoga ini keputusan hamba yang tepat" monolog Gus Zaidan pada dirinya sendiri.
Azizah dan Arga kembali setelah mengobati luka azizah di dapur.
" Gimana hasilnya?" Tanya Azizah heboh.
Tadi saja menangis sekarang heboh sendiri.
" Alhamdulillah di terima sama mas mu" jawab ibunya Arum.
"Alhamdulillah" ucap syukur azizah.
Semua yang ada di sana tampak bahagia, apalagi Arum hanya Gus Zaidan dan Gus Arga yang tak tersenyum di sana.
" Nih 2 pemuda Indonesia kenape mukanya kek orang musuhan?" Heran cahaya.
" Nak cahaya ada apa ke sini?" Tanya ummi lembut.
" Itu...ee...anu..." Cahaya jadi gugup
" Kenapa?"
" Saya mau bertemu dengan tuan Zaidan sebenarnya ada yang ingin di sampaikan" jujur cahaya.
" Oala,nanti ummi suruh Izzah buat temenin kalian ya" setelah nya ummi menghampiri Zaidan.
"Nak, cahaya ingin bicara sesuatu sama kamu tapi di temenin sama Izzah ya" bisik ummi ke telinga gus Zaidan.
Gus Zaidan melirik cahaya dan mengangguk, cahaya mengerti lalu pamit terlebih dahulu untuk keluar.
Gus Zaidan bangkit tapi abahnya memanggil" nak kamu mau kemana ayo duduk dulu"
"Maaf bah Zaidan izin keluar sebentar di temani sama dek Izzah kok" Abah mengangguk mengerti.
Arum melirik Gus Zaidan " kenapa wanita itu keluar Gus Zaidan juga ikut"
Di teras luar, cahaya menunggu Gus Zaidan sambil duduk.
" Ada apa?" Tanya Gus Zaidan saat sudah sampai di teras luar rumah nya.
Mendengar itu lantas cahaya berdiri dan langsung mengatakan apa yang menjadi tujuannya datang kemari.
Tapi ada Izzah di samping Gus, cahaya jadi gugup mengatakan nya.
" Kalau ada hal penting cepat katakan di sini, saya tak punya waktu" terang Gus Zaidan dengan nada agak sedikit berbeda.
Seperti orang tak suka melihat kehadiran cahaya " mentang mentang udah di lamar belagu lu anjay" ucap cahaya kesal.
__ADS_1
Mendengar itu Gus Zaidan berbalik ingin masuk tapi di tahan cahaya.
Reflek Gus Zaidan menepis nya " jangan sentuh saya"
" Saya sudah bilang kalau ada hal penting katakan sekarang, kalau tidak pulang lah" ucapnya dingin.
Azizah yang melihatnya hanya bisa terdiam sambil menunggu,dia memilih untuk tak ikut campur.
Kalau kalian tanya di mana Siska, wanita itu sekarang sedang cosplay jadi ibu yang baik.
"Gue mau terimakasih dan....minta maaf"
" Untuk?"
" Untuk yang di kamar hotel semalam, maaf pulang duluan karena gue terlalu malu buat nunjukin muka ke elu"
" Dan terimakasih udah nolongin gue di kamar hotel semalam" lanjutnya
Azizah melongo tak percaya, apa?
" Emang mas sama mbak ke hotel ngapain, terus kok bisa satu kamar?" Tanya Azizah polos.
" Astagfirullah Gus"
Ketiganya menoleh ke sumber suara, itu Ning Arum, seperti nya dia salah paham.
Dengan derai air mata Ning Arum langsung masuk ke dalam.
" Kenape tuh bocah?" Heran cahaya.
Tapi Gus Zaidan langsung menyusul Ning Arum ke dalam.
" Abah,Arum ingin pernikahan kami di batalkan" ucap Arum tiba tiba.
" Maksud kamu apa nak, ayo bicara lah yang tenang" kiyai Zulfi menenangkan anaknya yang terisak.
Abah,ummi dan Arga terkejut dengan keputusan Arum secara tiba tiba.
Gus Zaidan menghampiri mereka begitu juga dengan cahaya dan Azizah di belakang.
" Hiks...Abah Gus Zaidan bukan pria yang baik dia telah berzina dengan pelacur itu" jelasnya dengan terisak sambil menunjuk ke arah cahaya.
" Maksud Lo berzinah apa njiertt" kesal cahaya.
"Kamu pergi ke hotel bersama Gus Zaidan semalam,saya sudah dengar semuanya"
" Apa yang laki laki dan perempuan yang bukan mahram lakukan di hotel jika tidak berzinah" ucapnya dengan suara bergetar.
" Hadeh gini amat jadi *****" pasrah cahaya.
Gus Arga menatap sang kakak apakah benar? Sebenarnya dia agak sedikit kurang yakin kalau itu benar,sebenci apapun dia dengan sang kakak dia yakin bahwa Gus Zaidan tak mungkin seperti itu.
" Ning Arum anak saya Zaidan tidak mungkin melakukan hal sehina itu saya percaya dia sepenuhnya" tegas kiyai Ibrahim.
"Anda salah paham Ning saya..." ujar Gus Zaidan.
" Cukup, sudah cukup hari ini" suara kiyai Zulfi menghentikan kalimat selanjutnya.
"Terlalu percaya dengan putramu itu juga tidak baik Ibrahim, dia sudah lama tinggal di kota sedikit banyak dia pasti terpengaruh dengan pergaulan kota" kiyai Zulfi sudah terlihat menahan amarah.
"Aku bersyukur Allah menyelamatkan putriku dari putramu lewat wanita pelacur itu" Arum masih terisak di pelukan ibunya.
" Tapi Zulfi putraku...."
" Tetaplah menjadi teman Ibrahim, seperti nya kita tak bisa menjadi satu keluarga"
" Pak dengerin dulu dong kita ngomong belum juga selesai udah di potong,tuan Zaidan itu nolongin saya di hotel bukan berzinah astaghfirullah" dari tadi cahaya sudah geram dengan pria tua Bangka ini.
" Alasan klasik" balas Arum.
" Kan udah aku bilang dia itu ******, memang kerjaan nya melayani pria hidung belang" kompor Dira.
" Baiklah tetap menjadi teman,maaf jika hari ini kami menyakiti hati keluarga mu terutama putrimu" kiyai Ibrahim lebih memilih mengalah dan membiarkan kiyai Zulfi membatalkan pernikahan.
Tanpa sepatah kata pun seluruh keluarga Arum meninggalkan rumah kiyai Ibrahim dengan membawa kekecewaan.
" Jelaskan!" Tegas kiyai Ibrahim.
Dengan berat hati Gus Zaidan menjelaskan kronologinya dari awal hingga akhir tanpa di tambah dan di kurang sedikit pun.
" Baiklah Abah mengerti, Abah percaya pada mu Zaidan,tapi...." Abah terlihat agak kecewa.
Kalimat Abah menggantung" dengan di batalkan nya pernikahan kalian secara tidak baik baik hubungan Abah dan kiyai Zulfi jadi agak rentan"
" Maaf bah" hanya itu yang bisa di katakan Gus Zaidan.
" Pak kiyai saya minta maaf, suerr saya nggak tau apa apa, tuh anak perawan tiba tiba ada di pintu,lagian kagak mau mendengar hingga akhir udah ambil keputusan sepihak" timpal cahaya sedih.
Dia merasa bersalah kepada keluarga Gus Zaidan, dia bahkan merutuki dirinya sendiri bodoh.
" Tida apa apa nak semua ini takdir Allah,jangan salah kan manusia atas takdir yang kita punya, apa pun yang terjadi tetap percaya keapda Allah semua untuk yang terbaik" ucap Abah lapang dada.
" Pergilah dari sini!!" Sentak Gus Zaidan.
" Zaidan...." Tegur sang ummi.
" Karena dirimu, keluarga saya harus menanggung malu!!" Bentaknya ke cahaya.
Cahaya menunduk sedih di bentak seperti itu,cahaya berusaha menahan air matanya agar tak jatuh.
Azizah dan ummi jadi iba melihat nya " nak cahaya sekarang sudah malam maksud Zaidan lebih baik pulang nanti kemalaman" Abah berusaha memberi pengertian lebih lembut.
" Assalamualaikum" pamit cahaya pulang.
Saat sampai di luar cahaya melihat Siska yang masih menggendong kanisa yang tertidur.
" Yok pulang" ajak cahaya dengan suara seraknya.
" Kenapa lu ca, nangis?" Cahaya menggeleng.
" Ayok pulang....."
Di dalam Arga teringat akan putrinya " dek, kanisa udah kamu taruh di kamar mas ya"
Azizah melotot kan matanya," astaghfirullah mas Izzah lupa tadi nitipi kanisa sama mbak Siska"
Baru akan keluar mengejar,Siska datang menghampiri.
" Mbak Siska aku panik kirain dah di bawa pulang" ucap Azizah lega.
" Mau nya sih gitu tapi takut di Tangkep pak polisi" candanya di selingi tawa
" Hehehe hallo ummi, hallo Abah" sapa Siska saat masuk.
" Eh nak Siska ada di sini kenapa tidak masuk sama cahaya" tanya ummi.
" Keasikan sama baby kecil jadi lupa" jawabnya malu.
Arga melihat Siska dia jadi ingat,wanita ini orang yang pernah menjaga kanisa beberapa hari yang lalu.
Siska memberikan kanisa ke gendongan Arga" aaa tidur aja gemes...gue bawa pulang boleh gak?" Pintanya ke Arga.
Arga melotot kan matanya kaget " tidak boleh!!" Reflek Arga memeluk kanisa di gendongannya.
" Joks dek joks ngerti joks gak" padahal kan cuman bercanda tapi kalau benaran boleh ,ya gass.
" Kamu pakai gamis apa pakai baju dugem ketat sekali" protes Arga tiba tiba.
" Ini tuh trend dasar gak tau fashion"
" Tcih, emangnya masuk neraka trend juga ya?" Sindir Arga.
" Aisss mulut lelaki, ya jangan di perjelas lah kami kaum seksi kan jadi tersindir" Arga terkekeh rendah mendengar nya.
Abah dan ummi yang melihat perdebatan kecil Arga dan Siska hanya tersenyum kecil.
" Emangnya kamu seksi?"
Pertanyaan itu membuat Siska meradang " iya seksi mau liat kah berani bayar berapa hah!!"
" Tidak suka dengan yang orbal"
" Astagfirullahadzim tobat gue tobat"
" Alhamdulillah" ucap Arga
Siska jadi ingin menimpuk Arga dengan sepatu nya.
" Hahahaha sudah sudah kalian ini seperti anak anak berdebat tiada henti" tawa Abah pecah seketika.
Siska berpikir jadi ingin bertemu dengan istrinya dan mengatakan kalau suaminya kurang ajar.
" Abah, ummi,Izzah aku pamit ya mau pulang" pamit Siska.
" Walaikumsalam" lagi dan lagi Arga menyindir nya.
Siska melayangkan tatapan permusuhan ke arah Arga, pria itu cuek bebek saja.
Cahaya dan Siska pulang dari pesantren sekitar pukul 10 malam, di perjalanan Siska bertanya ada apa di ndalem, mau tidak mau cahaya menceritakan nya untuk menghilangkan beban di pikiran nya hanya dengan bercerita ke Siska dia akan tenang.
Di rumah, seperti biasa gadis malang itu tidur beralas tikar. Malam ini dia menangis lagi. Bantal yang dia tiduri adalah saksi seberapa lama ia menangis.
" Sakit sekali....."
" Part kehidupan mana yang tuhan tunjukkan ke gue sampai gue lahir kedunia ini"
...•|Zaidan & Cahaya|•...
__ADS_1